
Setelah membuatkan makanan yang di inginkan Olivia hingga membuatnya berjibaku dengan dapur dan kompor William baru bisa bernafas lega setelah melihat Olivia yang tertidur dengan begitu nyenyak.
William benar-benar memastikan apakah Olivia sudah tidur atau belum baru William pergi untuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.
" Aku bisa gila jika terus berlama-lama seperti ini. Apalagi menghadapi Olivia yang selalu memakai gaun tidur seperti ini. Dadanya...aahhhhkkk...aku bisa gila jika terus memikirkannya. " Tiba-tiba saja senjata perangnya bereaksi saat dia membayangkan bagaimana besarnya dada Olivia yang sekan ingin tumpah ruah dari sarangnya.
Bukan hanya itu saja, William juga memikirkan bagaimana bokong Olivia yang semakin seksi.
Mengingat itu semua William Kemabli mengingat saat dimana dia bercinta dengan Olivia saat di kapal pesiar waktu itu.
Dimana dia merasakan bagaimana panasnya Olivia yang membuatnya puas dengan hentakan manjanya.
Belum lagi remasan nakal dan tamparan di bokong Olivia membuatnya semakin tergila-gila dengan pesona gadis berusia 18 tahun.
Mengingat usia Olivia yang baru berusia 18 tahun membuat William hanya bisa mendesah pasrah saja.
Apalagi ibunya yang jelas-jelas mengatakannya mesum dan pedofilia itu sangat membuatnya kesal setengah gila.
" Aku harus melakukan perawatan sebelum hari pernikahan. Aku harus terlihat tampan seperti usia 20 tahun. Itu tidak terlalu buruk. " William berbicara sambil berkaca di kamar mandi.
Dia meneliti wajahnya yang terlihat sangat dewasa jika di bandingkan dengan Olivia.
Bahkan yang membuatnya semakin kesal adalah saat ibunya mengatakan bahwa dia terlihat seperti ayahnya Olivia dan Andrew.
Itu benar-benar menampar dirinya sendiri. Maka dari itu dia harus melakukan perawatan agar terlihat tampan dan lebih muda agar setra jika bersanding dengan si cantik dan menggemaskan Olivia kesayangan dan kecintaannya pada sosok itu.
" Aku harus menghubungi Derry untuk mencarikan jadwal ku dengan dokter kecantikan terbaik di kota New York ini. Jika perlu datangkan sekalian dokter dari Korea untuk membuat wajahnya terlihat glow up. " Entah setan apa yang merasukinya hingga William terlihat sangat krisis kepercayaan diri untuk bersanding dengan Olivia.
__ADS_1
Itu semua di pengaruhi oleh ibunya juga yang selalu mengatakannya terlalu tua jika bersama Olivia.
" Ah ..sudah besok saja aku akan merencanakan hal ini bersama Derry, yang terpenting saat ini aku harus istirahat dulu. " William menyudahi rencananya bersama sang bayangan di balik cermin dan bergegas menyusul Olivia.
Glug...
William menelan ludahnya kasar saat melihat Olivia yang sudah berpindah posisi menghadap ke arah ya dengan buah dada yang begitu menggiurkan dan bagian pahanya yang terekspos sempurna membuat William kembali panas dingin membayangkan hal itu.
Dengan susah payah William mengatur dan mengontrol dirinya untuk tidak terpancing dengan semua itu.
Dia menyelimuti tubuh Olivia tanpa melihat buah dada yang hampir keluar dari gaun tidurnya.
" Huh! " William bisa bernafas lega saat dia berhasil menutup tubuh seksi Olivia dengan perut buncitnya menggunakan selimut putih itu.
" Aku harus tetap waras demi kesehatan Olivia dan calon anakku. Aku tidak ingin menyakiti merek berdua. " Akhirnya William imut menyusul Olivia yang telah lebih dulu menyelami mimpinya.
Namun hanya untuk membuka matanya saja William tidak mampu karena terlalu mengantuk. Dia membiarkan saja perasaan aneh yang membuatnya merasa nikmat.
" Aaahhh..." William mendesah saat merasakan ada tangan yang meremas senjata perang miliknya.
Dengan mata yang berat William berusaha untuk membuka kedua kelopak matanya dan betapa kagetnya William saat melihat ternyata Olivia yang tengah memainkan senjata pusaka miliknya.
" Olivia...Apa yang kau lakukan Baby ?" William langsung mengubah posisinya hingga duduk bersandar di kepala tempat tidur.
Doa sangat terkejut saat melihat Olivia yang memainkan senjata kebanggaan miliknya.
" Baby..."
__ADS_1
" Aku menginginkannya Hubby..." Ucap Olivia dengan suara kecilnya.
Jujur dia juga sangat mu sekali mengatakan hal ini pada William.
Apalagi meminta hal seperti ini. Sungguh Olivia sangat mu sekali untuk hal intim seperti ini.
Tapi mau bagaimana lagi, Tiba-tiba saja dia menginginkan penyatuan di antara mereka.
" Menginginkan apa yang kamu maksud Baby ? aku bukan tidak mengerti dengan keinginan kamu, tapi aku hanya takut jika apa yang aku pikirkan tidak seperti itu. "William semakin membulatkan matanya saat mendapati Olivia yang sudah menaiki dirinya dan duduk di pangkuannya tepat di atas senjata kebanggaannya.
" Olivia...Baby..." William mendesah saat merasakan miliknya berada di tengah-tengah jalan menuju sarang semut milik Olivia yang sangat nikmat dan di rindukannya itu.
" Ayo lakukan itu Hubby..."
" Tidak Baby, aku tidak ingin menyakiti kamu dan Baby Boy. "
" Kita bisa melakukan itu dengan perlahan. Dokter tidak melarang kita untuk melakukan itu semua asal di lakukan dengan benar. Ayo lakukan itu, aku menginginkannya Hubby. " William memejamkan matanya saat tangan Olivia kembali berkelana hingga membuatnya merasakan sengatan listrik yang begitu luar biasa.
Apalagi saat bibir seksi Olivia menelusuri batang lehernya. Sungguh William bisa di buat gila oleh Olivia jika begini terus.
" Baby...Ahhh...." William mendesah saat merasakan bokong Olivia yang besar itu bergerak hingga menggesek di daerah tempat senjata sakti miliknya berada.
" Ayo lakukan itu lagi, aku menginginkannya seperti dulu saat kamu melakukan itu pada ku. Ayo lakukan itu Hubby..." Olivia semakin liar menggerayanginya hingga membuat William tidak tahan dan dia kalah.
William kalah dengan nafsunya hingga membuatnya segera memulai malam panas mereka kali ini.
...💦💦💦...
__ADS_1