My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 123


__ADS_3

Di New York~


Suara bersin keluar mulus dari hidung milik Cyla dan membuat para pelayan yang ada di sana langsung berdatangan sambil membawa selimut, obat, dan lain-lain.


"Hachim" bersin Cyla saat merasakan hidungnya gatel.


"Nona Cyla bersin cepat ambil peralatan" lantang kepala pelayan yang membuat semua pelayan langsung menganguk berlarian.


"Ehh?"


"Nona mari saya selimut kan" ucap pelayan pertama.


"Tangan anda dingin nona saya akan menggosok nya" pelayan kedua sambil menggosok telapak tangan milik Cyla.


"Nona saya akan mematiksan AC nya dulu" pelayan ketiga dan menekan remote AC.


"Penghangat nya sudah dinyalakan" jelas seorang pelayan laki-laki.


"Nona ini obat untuk flu nya mungkin akan sedikit pahit" pelayan keempat dan memberikan segelas air yang dicampur obat.


"Saya punya permen karamel yang akan membuat manis" ucap pelayan paling muda. Sedangkan Cyla hanya terbengong dan bingung saat melihat para pelayan sibuk hanya karena dirinya bersin. Bahkan jika biasanya dia demam saja dirinya sendiri hanya perlu beristirahat dan sendirian tidak pernah diperlakukan bak putri raja seperti ini.


'ada apa dengan mereka?' bingung Cyla dan terdengar suara langkah kaki yang bergegas yang diikuti oleh pintu yang dibuka secara paksa.

__ADS_1


"Apa kamu saki Cyla?" tanya Alex yang berjalan cepat ke arah Cyla. Semua pelayan yang di sana menunduk hormat dan pergi meninggalkan kedua orang yang berada di satu ruangan itu.


"Ah tidak apa-apa hanya bersin sekali" gugup Cyla entah kenapa jantungnya berdegup saat melihat sikap Alex yang khawatir kepadanya. Alex membuka selimut milik Cyla dan masuk ke dalamnya tangannya merengkuh tubuh perempuan itu dan memeluknya erat.


"a..Apa yang kau lakukan Lex?" gugup Cyla dengan perilaku Alex.


"Supaya lebih hangat jadi biarkanlah aku memelukmu sebentar" jelas Alex sambil menambah pelukannya yang erat. Harum bau mint mengenai Indra penciuman milik Cyla dirinya merasakan kehangatan dan kenyamanan di saat laki-laki yang didekatnya ini memeluknya erat. Membuat setiap pelukan dan sentuhannya terasa nyaman dan menenangkan. Kehangatan yang berasal dari kekhwatiran seseorang yang bahkan Cyla tidak pernah rasakan kecuali dari Bu panti. Jika dengan anak-anak walau dirinya sakit maka dia harus kelihatan sehat karena hanya dia dan Bu panti yang merupakan orang yang tertua di panti asuhan itu.



Karena itulah Cyla lebih mudah menutupi kebahagiaan ataupun kesedihan nya dengan kekonyolan atau candaan miliknya. Kehidupan yang membuat dirinya harus lebih dewasa sebelum umurnya dan hal itu juga yang membuat Cyla tidak ingin Rei merasakan apa yang dia rasakan karena hal yang dilakukan ini bisa membuat kita menyedihkan dan korbannya adalah perasaan kita sendiri. 'Apa aku bisa bersender sebentar denganmu Lex dan membuat diriku lebih merasakan kenyamanan' pikir Cyla dan membalas pelukan hangat milik Alex.


Alex merasakan jantungnya dan jantung milik Cyla berdebar kencang dan membuat dirinya mendengar kan alunan melodi perasaan yang lembut dan hangat. Tangan kanan nya mengusap pelan puncak kepala milik Cyla dia bisa merasakan bau vanila yang ada rambut maupun tubuh Cyla. Aroma yang membuat dua merasakan kenyamanan dan menginginkan sesuatu yang lebih. 'Sial kenapa harus sekarang' pikir Alex saat merasakan bahwa dibawah sana sudah ada yang ingin muncul menerobos. Bahkan hanya dengan mencium aroma perempuan yang dia peluk saja sudah cukup membuat dirinya membangkitkan gairah yang ada di dalam tubuhnya.


'Sial' umpat Alex dalam hatinya.


Di daerah jendela beberapa pelayan perempuan bahkan laki-laki berbisik-bisik dan kadang tersenyum saat melihat hal itu..


"Aish kapan aku bisa seperti itu yaa?"


"Romantis sekali jadi kebawa mimpi ini mah"


"Kaya nonton drama romantis gitu"

__ADS_1


"Tuan Alex kalau senyum bagaikan langit dan tanah"


"Aura nya beda"


"iya"


dan masih banyak lagi sedangkan di daerah pintu hanya ada tiga orang sedang melihat dengan kedua mata mereka masing-masing yang terdiri dari Vero, Irene dan Rei yang baru bangun karena kegaduhan para pelayan dan kabar ibunya sakit.


"Oma aku masuk boleh gak?" tanya Rei sambil memegang ujung pintu.


"Jangan dulu Rei jarang-jarang Daddymu jadi malaikat walau 2 menit juga gak pernah" jawab Irene yang ada di dekat Rei.


"Kenapa kamu gak foto saja lumayan bukan buat album yang lagi kamu kumpulin" timpal Vero yang juga berdiri di dekat kedua orang itu. Irene mengeluarkan handphone miliknya dan secara cepat mezoom kedua orang yang sedang bermesraan dan...


Ckrek*


Suara kamera handphone terdengar jelas di sana.


"Lupa Oma matiin" ucap Irene yang baru menyadari bunyi kameranya masih belum di matikan. '****** ketahuan' batin Rei.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


โ€ข Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:

__ADS_1


My Ex Secretary


โ€ข Sesi Romantis akan terus dimulai jadi siapkan perasaan kali aja kebawa mimpi๐Ÿ˜‰


__ADS_2