My Hot Daddy

My Hot Daddy
Mommy Olive


__ADS_3

" Mommy, Kenapa Mommy terlihat malu seperti itu ? Apa Daddy membuat Mommy malu ?" Tanya Andrew pada Olivia karena saat ini mereka sudah berada didalam mobil untuk kembali pulang ke desa.


Andrew terus saja membuat kepala Olivia pusing dengan semua pertanyaan yang keluar dari bibirnya hingga membuatnya lebih memilih diam dan tidur saja.


Dari pada harus menjawab semua pertanyaan Andrew yang seakan tidak ada habisnya lebih baik Olivia tidur dan menghemat energi saja.


Sementara di London sana, William terus saja menyunggingkan senyumannya saat melihat bagaimana wajah Olivia yang terlihat menggemaskan seperti tadi.


Sungguh, Rasanya William ingin segera cepat menyelesaikan ini semua dan kembali pulang ke New York agar bisa kembali bertemu dengan Andrew.


Bukan hanya Andrew saja, Tapi juga dengan Olivia dan calon anak mereka.


Melihat wajah William yang terus saja tersenyum membuat Derry hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap tak percaya pada William yang kini semakin terlihat seperti orang gila.


Dia terus saja tersenyum sambil memainkan gelas yang berisi wine miliknya.


Sejak tadi dia terus melakukan hal itu dan tersenyum. Entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu, Tapi yang pasti bahwa Derry meyakini jika saat ini William tengah memikirkan Olivia.


Pria itu mulai terjangkit pengait cinta. Memang benar mungkin, Jika cinta itu bisa membuat orang gila dan Derry telah melihat bukti nyata dari pepatah itu.


Karena William saat ini sudah seperti orang gila yang bahkan tertawa kecil sambil menggugat rambutnya.


Benar-benar definisi jatuh cinta di usia dewasa. Kasihan sekali memang William ini.


Tapi tunggu, Bukan kah William dan Derry hanya berbeda setahun saja ? Lalu bagaimana bisa dia mengatakan William seperti itu sementara dia tidak pernah merasakan jatuh cinta itu sama sekali.


Apa rasanya saja Derry tidak tau. Jadi masih lebih beruntung William sedikit dari pada dirinya. Ya walau pun terlambat setidaknya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


" Apa yang sedang kau pikirkan ?" Derry langsung sadar saat mendengar suara William yang bertanya padanya seperti itu.


Sejak kapan pria ini sadar dari lamunannya ? Kenapa dia tidak mengetahuinya ?


" Derry, Aku bertanya padamu. Apa yang kau pikirkan ? " William mengulang pertanyaannya karena Derry tidak menjawab pertanyaannya sejak tadi.


" Aku tidak memikirkan apa pun Tuan. Hanya saja aku heran, Apa benar bahwa cinta itu bisa membuat orang gila ? Seperti tersenyum sendiri dan tertawa ?" Pertanyaan dari Derry membuat William merasa bahwa asistennya ini tengah menyindirnya saat ini.


Karena William merasa bahwa sejak tadi dia tertawa, Dan bahkan tersenyum sendiri saat mengingat dan membayangkan bagaimana menggemaskannya wajah Olivia yang tersipu malu dan salah tingkah saat dia memanggilnya Mommy Baby Pink.


Bukan kah itu memang menggemaskan ? Apalagi Olivia yang bertubuh mungil dan pendek berjalan dengan perut buncitnya seperti itu benar-benar membuat William gila akan pesona wanita hamil itu.

__ADS_1


" Apa kau mau mengatakan bahwa aku gila ?" Sorot matanya sudah menatap tajam pada Derry yang terlihat biasa saja dan tidak terpengaruh sedikitpun dengan tatapan penuh intimidasi dari William.


Sebaliknya, Dia malah bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa pun di antara mereka karena memang tidak terjadi apa pun saat ini.


" Saya tidak mengatakan anda gila. Saya hanya bertanya apakah cinta bisa membuat orang gila seperti yang di katakan pepatah di luar sana ? Jika memang iya saya sudah menemukan jawabannya Tuan. "


" Apa jawabannya ? Aku ingin tau jawaban dari semua pertanyaan konyol mu itu. " William malah semakin menantang Derry untuk mengatakan semuanya karena dia memang yakin jika cinta membuat gila yang di maksud Derry adalah dirinya.


" Jawabannya hanya saja dan Tuhan saja yang tahu Tuan. Jadi permisi. " Derry lebih memilih meninggalkan William yang memang lagi terjangkit virus cinta dan penyakit menular.


Ya, Semoga saja penyakit cinta itu bisa segera tertular padanya. Tapi pada siapa dia akan melabuhkan perasaan cintanya ini ?


Jangankan kekasih. Salah seorang wanita yang tipe idamannya saja Derry tidak mengetahuinya. Jadi sudah lah Derry, Hentikan khayalan mu tentang sosok wanita yang akan menemani mu nanti.


Biarkan tangan Tuhan yang bekerja dan kau hanya tinggal menunggu waktu itu tiba saja.


Kembali pada William yang kembali dengan khayalannya terhadap Olivia, Dia kembali tersenyum dan berteriak selayaknya orang gila.


" Aahhh...Olivia aku bisa gila jika terus seperti ini. " William menjambak rambutnya saat kembali membayangkan wajah Olivia yang begitu cantik.


Apalagi dia mendapatkan foto dari Andrew tentang Olivia yang terlihat sangat cantik dan menggemaskan itu kemarin sore.



Entah bagaimana cara William menyampaikan rasa rindunya saat ini.


Jika menghubungi Olivia itu tidak mungkin karena pasti wanita itu akan menolak panggilan telepon darinya.


Tapi jika mengirimkan pesan juga William merasa kurang puas.


Maka jadi lah dia yang mengirimkan pesan suara untuk ibu dari anaknya saat ini.


Wanita yang tengah mengandung benih miliknya. William jungkir balik di tempat tidurnya memikirkan apa yang harus dikatakannya pada Olivia.


Sampai tiba saatnya di mana dia menemukan kata-kata yang pas untuk dikirimkannya terhadap Olivia di sana.


Ting...


Ponsel Olivia berbunyi dan itu pesan masuk yang bertuliskan Tuan William.

__ADS_1


" Tuan William ? Apa yang dikirimnya ?" Tanya Olivia saat melihat ternyata pesan suara yang dikirimkan pria itu padanya.


Olivia melihat ke arah samping dan ternyata Andrew sudah tidur di sebelahnya.


" Ahh...Ayo dengarkan Olivia, Dengarkan rekaman suara ku. Aku sudah bersusah payah merangkai kata itu, Jadi ayo buka dan dengarkan suara hati ku. " William benar-benar di buat gila oleh Olivia.


Hanya karena rekaman suaranya belum di buka Olivia saja dia sudah seperti orang gila yang jungkir balik di atas tempat tidur kamar hotelnya.


" Olivia, Ayo dengarkan rekaman itu. " Tulis William di ponselnya dan kembali mengirimkannya pada Olivia.


Membaca pesan dari William membuat Olivia dirundung rasa penataan yang luar biasa.


Tapi dia tidak ingin membukanya, Dia masih belum terbiasa dengan pria itu.


Namun, Saat dia hendak kembali memasukan ponselnya kedalam tas, Entah mengapa suara William berputar sejenak lalu mati lagi.


Olivia yang kembali penasaran memilih untuk menekan kembali pesan suara itu dan mendengarkannya.


*Hay Olivia, Apa kabar mu di sana ? Aku harap kau baik-baik saja bersama anak kita. Maaf karena aku telah melukai mu seperti itu hingga untuk menatap ku saja pun kau tidak berani. Tapi Its oke, Aku mengerti.


Olivia, Aku hanya ingin mengatakan pada mu bahwa aku benar-benar tulus meminta maaf pada mu dan ingin menjalin hubungan yang lebih baik lagi . Kau adalah ibu dari anak ku dan Andrew juga menyukai mu. Jadi aku harap kau bisa memaafkan ku Olivia.


Aku harap rasa rindu ku ini berlabuh pada mu Olivia. Aahh...Baik lah aku sudahi pesan suara ini karena sesungguhnya aku pun merasa malu dengan semua ini.


See you Olivia, Mommy-nya Baby Pink*...


Olivia telah mendengarkan rekaman suara itu, Dan entah mengapa rasanya ada getaran di dalam diri Olivia saat mendengar suara William yang terdengar sangat lembut seperti itu.


Rasanya sangat berbeda saja dari apa yang pernah di dengernya sebelum ini.


William sendiri yang melihat bahwa pesan suaranya telah didengarkan Olivia malah semakin jungkir balik dengan semua ini.


" Aaahhh...Olivia Dakota, Aku merindukanmu. I Miss You Olivia..." Dia berputar-putar di atas tempat tidurnya dan Derry melihat itu semua.


Awalnya Derry ingin mengambil ponselnya yang tertinggal di meja dekat William duduk tadi namun dia tidak jadi mengambilnya saat melihat William yang semakin gila.


" The real orang gila . " Itu lah yang di ucapkan Derry saat melihat William seperti itu.


...💦💦💦...

__ADS_1


__ADS_2