
Waktu makan malam telah tiba, mereka semua sudah duduk di bangku masing-masing. Menunggu semua hidangan yang dibawa pelayan diletakkan di atas meja makan. Hingga tidak berapa lama kemudian meja makan yang besar itu dipenuhi dengan makanan dan minuman khas ngerasa Indonesia, tepatnya wilayah Bali.
"Silahkan menikmati hidangan yang kami siapkan khusus untuk malam ini, nona dan tuan-tuan" sopan koki bersama para pelayan yang menghidangkan makanan khusus malam ini.
Rei yang duduk di samping ibunya menoleh dari arah kanan sampai ke kiri. Melihat semua hidangan yang sama sekali tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Membuatnya bertanya kepada kakeknya.
"Kek, makanan apa saja yang ada di sini?" tanya Rei sopan sambil menatap ke arah kakeknya, Lion penuh semangat. Dia ingin mengetahui makanan apa saja yang ada di meja makan dan menceritakan kepada teman-teman di sekolahnya nanti. Agar membuat teman-teman yang dulunya membuly dirinya bisa tau bahwa sekarang hidupnya dipenuhi dengan kejutan terutama kehadiran ibunya.
"Dari kanan kamu bisa melihat hidangan terkenal di Bali yaitu bebek betutu" jelas Lion meladeni cucu laki-laki yang dibawa oleh anak perempuan nya.
"Bebek betutu?"
"Ya, Bebek betutu Bali merupakan makanan terkenal khas Bali, dan di dekatnya terdapat sate pentul Bali, bubur mengguh Bali, Timbungan, tum Bali dan...."
"Ayah, anda hanya menjelaskan makanan kesukaan anda saja paham" tegur Leon yang mendengar penjelasan dari ayahnya. Dimana semua keterangan makanan itu adalah makanan yang sangat di senangi oleh ayahnya.
"Memangnya kenapa? cemburu? kan ayah cuma jelaskan makanan kesukaan ayah kepada cucu ayah sendiri" ucap Lion.
"Hah, Rei apa kamu mengerti apa saja makanan yang kakekmu jelaskan tadi?" tanya Leon yang tidak ingin membuat isi kepala Rei pecah karena penjelasan ayahnya yang cepat.
"Tentu saja mengerti paman, dari makanan terkenal bebek, sampai yang terakhir tum Bali" jawab Rei yang mengingat semua hal yang diucapkan oleh kakeknya.
"Baguslah, kalau begitu aku akan menyarankan satu makanan lagi yang mungkin bisa membuatmu segar yaitu rujak kuah pindang, ini juga merupakan makanan khas Bali" ucap Leon dan meletakkan mangkok rujak Bali ke dekat Rei.
"Apa di dalamnya ada buah yang masam?" tanya Cyla yang mendengar bahwa ada rujak di meja makan.
"Buah masam? tentu saja ada karena di dalam rujak kuah pindang ini terdapat mangga muda, pepaya, kedongdong, bengkuang, timun, dan nanas." jelas Leon
"Memangnya ada apa, sampai-sampai kami ingin makan buah-buahan yang masam?" tanya Leon.
"I..itu karena..."
"Jangan bilang mommy hamil saat ini?" tukas Rei sambil memandang ibunya tajam. Alex yang ada mendengar perkataan milik anaknya secara refleks memuntahkan air yang ada di dalam mulutnya.
"Puffft... uhuk-uhuk hamil? kau gila?" tukas Alex terkejut dan dengan cepat mengambil tisu yang ada di atas meja.
"Mungkin saja bukan"
"Cyla, apa benar kamu hamil?" tanya Leon terkejut saat mendengar ucapan milik Rei. Sedangkan Lion yang mendengar ucapan anaknya langsung mengangguk setuju.
__ADS_1
"Tidak-tidak aku tidak hamil, ayolah jangan berkata yang tidak-tidak" ucap Cyla cepat ditemani dengan wajahnya yang mulai memerah karena malu.
"Lalu kenapa?" tanya Leon.
"I..itu karena" gugup Cyla lalu mengigit bibir bawahnya pelan. Dia bingung harus menjelaskannya apa tidak, karena alasan makan buah masam ini sangat memalukan baginya.
'Ahhh bagaimana ini apa aku harus mengatakan yang sebenarnya?' pikir Cyla bingung.
"Jelaskan saja sun, tidak akan ada yang memarahimu" ucap Alex dingin, ia Ingin mengetahui juga alasan istrinya menginginkan buah masam. Dimana saat ini dirinya menentang pernyataan anak laki-lakinya. Karena bagaimanapun juga dia baru melakukannya bersama Cyla dan itupun hanya beberapa ronde saja yaitu 6-9 kali.
'Apa Cyla benar-benar hamil? ayolah jika Cyla hamil saat ini, bagaimana cara aku untuk menghilangkan rasa gairah ini? apa lagi saat ini aku melihatnya sedang mengigit bibirnya yang manis itu.... sial apa yang harus ku lakukan saat ini' pikir Alex sambil menelan salivanya pelan.
Alex mencoba untuk menahan gairah yang kembali bangkit dikarenakan godaan yang diberikan oleh Cyla untuknya secara tidak langsung.
Hingga tidak lama kemudian suara Cyla menggema di ruang makan tersebut. Menghasilkan keheningan malam yang sangat senyap. Bahkan gairah Alex yang tadinya bangkit ikut terdiam, kemudian menghilang secara berangsur-angsur saat mendengar alasan milik istrinya sendiri.
"Itu karena buah masam merupakan buah kesukaanku. Dimana saat aku tinggal di New York aku sama sekali tidak bisa membeli maupun memakannya sama sekali" jelas Cyla dengan sekali tarikan nafasnya miliknya. Dia menundukkan kepalanya dengan cepat, ia benar-benar malu saat ini. Bahkan saat ini rasanya dia ingin menangis karena tidak bisa menahan malu.
'Ahhh sial, ini sangat memalukan' ucap Cyla dalam hati.
"Ya itu alasannya, karena harga buah di new York sangat mahal bahkan harganya sama dengan harga beras yang ada di Indonesia" jawab Cyla pasrah.
Ia hidup di negara orang lain dan bukan di negara kelahirannya sendiri. Membuat dirinya harus melakukan gaya hidup hemat. Ditambah dengan kewajiban mengirimkan uang ke panti asuhan setiap bulannya. Cukup membuat Cyla tidak bisa berfoya-foya secara berlebihan selama hidupnya.
Leon yang mendengar kan jawaban dari adiknya hanya bisa mengernyit heran. Kemudian menatap tajam ke arah suami adiknya yaitu Alexander Johnson.
"Woi, Alex apa kau benar-benar suaminya?" tanya Leon sambil menatap Alex tajam.
"Kenapa memangnya?" dingin Alex.
"Tidak apa-apa, hanya saja aku sangat sedih melihat adikku memiliki suami seperti mu" sindir Leon.
"Sedih? bukannya seharusnya istriku yang sedih memiliki kakak sepertimu?" sindir Alex balik.
"Aku? kau gila seharusnya itu kau a.."
Kring*** Kring*** Kring***
__ADS_1
Suara telpon berdering di sela-sela perdebatan mereka. Membuat Leon mengeluarkan decihan miliknya dan dengan cepat mengangkat telpon miliknya.
"Cih, siapa malam-malam yang menelpon ku?! Apa mereka tidak tau saat ini aku sibuk mengurus serigala" decih Leon yang langsung mengangkat panggilan telpon miliknya.
"Jika ini bukan masalah mendesak akan ku pastikan aku memotong gajihku, Rangga" dingin Leon yang melihat nama sang pemanggil yaitu asisten sekaligus sekretaris miliknya.
"Maaf atas ketidak sopanan saya tuan tapi saya ingin mengatakan bahwa tuan harus pergi ke Mexico jam setengah sebelas malam ini, tuan " jelas Rangga di telpon.
"Setengah sebelas? kau gila! ada apa memangnya, kenapa aku harus pergi ke Mexico tengah malam ini?" dingin Leon.
"Itu karena kerja sama kita di negara Mexico sedang bermasalah dan anda diharuskan datang ke negara Mexico, karena dapat pagi akan dilaksanakan di sana" jelas Rangga
"Apa katamu rapat? apa tidak bisa lewat VC saja? kenapa aku harus ke sana secepatnya?"
"Maaf tuan ini harus dilakukan melalui pertemuan secara langsung, terutama klien di Nagara Mexico itu merupakan salah satu klien penting kota tuan, jadi sekali lagi saya minta maaf tuan"
"Hah, baiklah aku akan berangkat ke sana secepatnya dan kau siapkan semuanya" pasrah Leon. Dia tidak bisa membiarkan klien pentingnya hilang, apalagi moto perusahaan nya yang selalu memegang teguh kewajiban dalam bekerja sama.
"Hah... sial, kenapa ini bisa terjadi di saat-saat yang seperti ini" gumam Leon kesal.
"Ada apa Leon?" tanya Lion yang melihat anak laki-lakinya kesal.
"Tidak apa-apa ayah, hanya masalah perusahaan yang harus ku tangani secepatnya" jawab Leon.
"Sudah ku katakan bukan bahwa istriku memiliki kakak yang sangat menyedihkan" dingin Alex lalu menghela smirk miliknya.
"Tunggu, jangan bilang...."
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Wihhh di Extra part kali ini kita banyak belajar mengetahui makanan khas Bali dan juga kita belajar bahwa Cyla merupakan sesosok wanita yang sederhana. Bahkan saking sederhana nya membuat gairah Alex lenyap seketika Β°^Β° hahahaha.
Oh ya apa yang terjadi sama Leon nih? kenapa dia harus ke Mexico? ada masalah apa nih? hmmm apa ini berhubungan dengan Alex? Kita pantengin aja dulu...
sekian terimakasih, Mata Ne~
__ADS_1