
Angin dingin yang berhembus itu mulai memasuki sela-sela jendela yang terbuka. Membuat wanita cantik yang ada di dalam ruangan merasakan hembusan angin beraroma musim gugur yang ringan. Ditemani dengan seorang mahluk hidup di dalam perutnya yang berukuran besar.
"Cyla, bukankah kakak sudah bilang kepadamu untuk tetap menggunakan syal di pagi hari" jelas Leon sambil memakaikan syal musim gugur di leher sang adik.
"hahaha maaf kak, aku lupa" ucap Cyla ringan.
"walaupun kamu lupa, kamu tetap harus menjaga kesehatan tubuhmu, paham" ucap Leon mengingatkan adiknya.
"Tenang saja aku akan tetap mengingatnya, kak" senyum Cyla yang menyadari maksud kakak laki-lakinya, Leon.
Dimana maksud itu bertujuan untuk menjaga keselamatannya dan juga bayi yang ada di dalam perutnya saat ini. Ya benar, ada mahluk hidup kecil yang bergerak dan juga tumbuh di dalam perutnya. Sebuah mahluk hidup yang akan lahir sebentar lagi. Sehingga membuat mansion yang besar ini dipenuhi oleh orang-orang dari keluarga maupun kesehatan.
"Oh ya kak, dimana ibu?" tanya Cyla yang menoleh ke sekelilingnya dan tidak dapat menemukan sesosok wanita paruh baya itu.
"Ibu sedang mengobrol dengan ibunya Alex di ruangan lain, jadi hanya aku yang ada di sini untuk menjagamu" jelas Leon yang mengambil tempat duduk di samping Cyla lalu dengan berhati-hati mengambil pisau yang ada di atas meja.
"Lalu ayah dimana?"
"Ayah sedang bermain biliar bersama ayah Alex di bawah" ucap Leon sambil memulai aktifitas mengupas buah-buahan nya dan meletakkan setiap potongan ke piring yang ada.
"Makanlah" tambah Leon sambil mendorong piring yang sudah diisi dengan potongan-potongan buah miliknya.
"Terimakasih" senyum Cyla dan memakan buah-buahan segar itu dan sesekali melihat ke luar jendela yang ada. Dimana saat ini pemandangan di luar dipenuhi dengan dedaunan kering yang mulai berjatuhan. Membuat lingkungan yang biasanya diwarnai dengan warna hijau alam berubah menjadi warna jingga yang kering.
"Seperti warna langit sore" gumam Cyla yang melihat cantiknya musim gugur dari kamarnya.
"apa kamu mengatakan sesuatu, Cyla?"
"ah tidak ada, tidak ada" jawab Cyla cepat.
"Kalau tidak ada baguslah, karena kakak tidak perlu khawatir lagi"
"khawatir?" bingung Cyla.
"Ya, kakak khawatir kepadamu. Apalagi kita tidak tau kapan kamu akan mengalami gejala kontraksi rahim" jelas Leon yang sudah mencari dan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan maupun kelahiran sang keponakan nya nanti.
"Hahaha, tenang saja kak masih 1 minggu lagi sebelum aku melahirkan jadi tidak mungkin bukan aku mengalami kontraksi rahim" tawa Cyla ringan. Tanpa mengetahui bahwa tawa dan ucapannya itu berbeda dengan kenyataan yang akan datang hari ini.
Sebuah kenyataan yang akan membawa kebahagiaan, kekhwatiran dan juga sebuah kepanikan yang berasal dari seorang laki-laki yang saat ini sedang duduk di ruang rapat miliknya. Membahas pekerjaan yang berhubungan dengan laporan yang ada. Membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan itu merasakan ketegangan dari atasan dingin mereka.
Dimana laki-laki yang menguasai atmosfer membeku itu sedang memikirkan hal lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan perusahaan nya saat ini.
'Apa dia baik-baik saja di sana? dan juga apa Leon menyentuhnya? jika benar begitu apa aku harus mengirim laki-laki itu kembali ke negara Indonesia?' pikir Alex yang saat ini sedang memikirkan istrinya yang ada di rumah bersama keluarganya, terutama kakak laki-lakinya.
Hingga tidak lama kemudian pintu ruang rapat yang tadinya tertutup itu dibuka kasar oleh seorang laki-laki yang merupakan asisten dan juga tangan kanan Alex. Dengan langkah kaki yang tergesa-gesa namun tetap stabil, Mex menyerahkan telpon kepada Alex.
"Ada apa Mex, bukannya sudah ku katakan ada dapat penting saat ini" dingin Alex yang melihat tangan kanannya tergesa-gesa ke arahnya.
"Tuan, ada telpon dari mansion utama" jelas Mex yang membuat Alex mengambil telepon yang diberikan oleh Mex kepadanya dan mengangkat suaranya.
"Ada ap-"
"Alex cepat ke sini! istrimu Cyla dia sebentar lagi akan melahirkan!" teriak Irene yang berada di sebrang sana. Sehingga membuat Alex yang mendengarnya refleks berdiri dari kursi kebanggaan nya dan menatap sekretaris yang saat ini sedang meenmaninya.
__ADS_1
"Pergilah Lex, aku akan mengurus rapat ini bersama suamiku" ucap Frand yang mendengar pembicaraan singkat milik Alex.
"Kalau begitu aku pergi" ucap Alex yang dengan cepat mengambil jas panjangnya dan berlari keluar perusahaan meninggalkan Frand yang merupakan sekretaris dan juga sahabatnya di sana mengerjakan tugasnya.
Dengan langkah kaki yang cepat, Alex masuk ke dalam mobil bersama Mex dan berjalan ke arah mansion utama yang terletak lumayan jauh dari perusahaannya. Membuat mobil sport Lamborghini Aventador itu membelah jalanan new York yang sepi karena jam kerja.
"Mex, lebih cepat lagi" perintah Alex yang panik dengan kondisi istrinya saat ini.
"Baik" jawab Mex yang mulai menambahkan kecepatannya dan membawa atasannya menuju mansion.
Hingga di depan ruangan yang dipenuhi dengan kebisingan saat ini, Alex berlari mendekat ke arah pintu bernuansa putih itu. Dan mencoba membuka pintu yang sayangnya langsung di blokir oleh Leon yang merupakan kakak kandung Cyla.
"Apa yang sedang kamu lakukan Leon?! minggir aku harus masuk ke dalam" marah Alex.
"Tidak bisa Alex, hanya para medis yang bisa masuk ke dalam"
"Aku suaminya"
"Aku kakaknya dan kita semua tidak diperbolehkan masuk ke dalam, paham!" tegas Leon yang melihat Alex mulai memberontak. Hingga suara seorang anak kecil menghentikan permusuhan antar kedua belah pihak.
"Aku yang sebagai anaknya saja tidak bisa masuk, dan kau malah ingin masuk ke dalam. Hei, apa anda pikir waktu untuk menunggu kelahiran itu sangat murah?" tanya Rei sambil menatap kedua orang dewasa yang berkelahi di sampingnya.
Dengan pakaian sekolahnya, anak laki-laki itu melanjutkan membaca buku pelajaran yang ada. Dimana saat ini ia sedang membolos sekolah, karena mendapat kabar bahwa ibunya akan melahirkan adiknya.
Hingga tidak lama kemudian, suara kebisingan itu mulai menghilang dan berganti dengan suara tangisan bayi dari dalam ruangan. Suara tangisan bayi itu terdengar sampai keluar dan membuat orang-orang yang sudah menunggu lama mengembuskan nafas lega, menangis, bahkan tersenyum bahagia karenanya.
Bahkan pintu yang sebelumnya tertutup kini mulai terbuka dan memperlihatkan seorang bayi kecil merah dalam balutan kain lembut bewarna putih.
"A..apa aku boleh menggendongnya?" tanya Alex khawatir.
"Tenang saja tuan, anda hanya perlu menggendongnya seperti ini dan juga kondisi nona Cyla saat ini baik-baik saja. Hanya saja dia membutuhkan istirahat sebentar setelah persalinan, jadi saya mengharapkan agar tuan-tuan dan nyonya-nyonya untuk tetap tenang dan tidak membuat keributan sama sekali" jelas dokter yang membuat orang-orang yang ada menggangguk.
Dengan kehati-hatian mereka semua mulai mendekat ke arah Alex dan melihat bayi merah yang ada di dalam gendongan itu. Menatap manis dan juga kagum atas ketampanan yang terlihat dari mahluk halus yang baru lahir.
"Apa kau sudah menyiapkan nama untuk bayi ini, Lex?" tanya Irene sambil menyenyuh lembut pipi cucu laki-lakinya.
"Ya, aku dan Cyla sudah menyiapkan nama untuk bayi ini" senyum Alex sambil menggendong bayi laki-laki kecil itu nyaman dan mengecupnya lembut.
"Namanya Ronald Johnson, seorang anak kaki-laki yang memiliki nama dengan arti yang hebat" lanjut Alex yang membuat orang yang mendengarnya tersenyum.
"Rajin, pekerja keras, rela berkorban, perhatian. Penuh ide, Romantis, Mandiri, kritis terhadap diri dan orang lain lalu bertanggungjawab terhadap urusannya. Benar-benar nama yang hebat, Kalian sudah memikirkannya dengan baik Lex" jelas Vero yang mengetahui arti dibalik nama Ronald.
"Tentu saja Dad, karena anak ini merupakan anak laki-laki ku dan juga adik laki-laki Rei" senyum Alex lalu melihat ke arah anak laki-laki yang saat ini sedang menatap kagum ke arah bayi kecil yang ada di pelukannya.
13 Tahun Kemudian~
Dimana angin berhembus dan bunga-bunga bermekaran dengan indahnya, terlihat seorang remaja laki-laki mulai memainkan bola basket miliknya dan mencoba memasukkan bola yang ada di tangannya ke dalam ring basket yang ada.
"Kak! jika aku berhasil memasukkan bola hari ini, kau harus berjanji untuk menunda waktu keberangkatan mu" tegas Ronald sambil mulai membidik ke arah ring yang ada di depannya.
__ADS_1
{Ronald Johnson yang saat ini berumur 13 tahun!}
"Semua itu sia-sia Ronald, kau sama sekali tidak memiliki bakat dalam permainan ini! jadi berhentilah mencoba untuk mengalahkan ku" tegas Rei sambil menatap adik laki-lakinya malas.
{Reinald Johnson yang saat ini berumur 21 tahun!}
Dimana hari ini merupakan pertandingan ke 226 nya bersama adik laki-laki yang bernama Ronald Johnson. Sehingga membuatnya kelelahan dan hanya bisa menatap adiknya malas. Apalagi di setiap pertandingan yang mereka lakukan, Ronald sang adik hanya pernah menang sekali. Itupun karena kondisi Rei yang saat itu sedang tidak fit.
"Sudahlah Ronald, kenapa kamu tidak menyerah saja dan membiarkan berangkat dengan santainya" tambah Rei yang mulai memainkan bolanya sambil mengejek adik laki-lakinya yang payah.
"Tidak bisa! jika aku kalah lagi kakak akan berangkat dan aku tidak bisa bermain bersama mu lagi setiap hari dan juga bisakah kau mengentikan tatapan merendahkan mu itu" jelas Ronald yang mencoba memasukkan bola ke dalam ring tapi selalu tidak bisa dan berakhir dengan mengenai pinggiran ring.
"Huft, kenapa kau tidak mencari pacar saja? bukankah kau terkenal di sekolah?" ucap Rei menghela nafas pasrah.
"Pacar? apa kau gila kak aku masih anak-anak dan juga aku tidak ingin memiliki kisah cinta yang rumit"
"Tidak ada yang rumit Ronald, coba kau lihat Daddy dan mommy. Pasti mereka saat ini sedang berada di dalam kamar dan bergulat dengan bahagianya" jelas Rei yang mulai memasukkan bolanya ke dalam ring.
"Berbeda cerita denganku kak, dan juga seharusnya kakak tau bahwa Daddy jadi bahagia karena wanita yang bersamanya itu adalah mommy" jawab Ronald yang sangat mengetahui bahwa ayahnya sangat bahagia dengan ibunya saat ini.
"Kalau begitu, kenapa kau tidak membuat ceritamu sendiri?"
"Cerita ku sendiri? kak kau gila?! aku tidak ingin hidupku yang damai ini penuh dengan hal-hal rumit yang seperti itu" ucap Ronald cepat.
"Tidak ada ya tau bukan, bahkan bisa saja di ujung dunia sana ada seorang perempuan yang akan menjadi takdirmu" senyum Rei lalu membiarkan balonya masuk dengan mudahnya ke dalam ring basket.
"Takdir ya, hmmm sepertinya itu perlu dipikir-pikir terlebih dahulu dan juga mari kita bertanding dan buat pertaruhan lagi kak" semangat Ronald yang melupakan apa yang mereka ucapkan tadi.
"Baiklah, hari ini aku akan menerima tantangan ke 226 mu, Ro" ucap Rei yang tidak kalah semangat daripada adik laki-lakinya dan membiarkan pembicaraan tentang takdir itu terlupakan.
Dimana suatu saat cerita yang remaja laki-laki itu lupakan akan kembali hadir dan membawa kisah baru kepadanya. Dengan cerita yang berbeda dan juga takdir yang berbeda. Akankah Ronald mendapatkan cerita nya sendiri? Di saat seorang perempuan hadir dengan pesona yang berbeda dan juga sikap yang berbeda!
"Cinta itu rumit, oleh karena itu aku lebih memilih membahas laporan ini dibandingkan membahas cinta itu!"
"Cinta itu tidak rumit, hanya saja mencari orang yang mencintai mu dengan sungguh-sungguh itu baru rumit. Oleh karena itu jangan salahkan aku untuk bersikap seperti ini!"
"Karena di dunia ini tidak ada yang tau takdir pasanganmu!"
πππππππππππππ
β’Jangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Dan juga info Sequel akan dirilis hari Selasa mendatang atau tepatnya tanggal 1 Desember di novel ini!
Jadi harap tetap favoritkan dan support saya dengan tips !
Sekian terimakasih, Mata Ne~
Ig : @dna2005_
__ADS_1