
Lain Nyonya Matilda yang menangis menumpahkan kesedihannya di makam mendiang suaminya lain lagi keberadaan William dan Olivia saat ini yang tengah beradu di sebuah butik ternama.
Mereka tengah melakukan sesi fitting baju pengantin yang akan di kenakan Olivia nantinya.
William sibuk sendiri saat melihat gaun yang di kenakan Olivia tidak terlalu terbuka namun karena dada Olivia yang begitu besar dua kali lipat dari biasanya maka terlihat menyembul dan seakan ingin keluar dari sarangnya.
Dan hal itu pula yang membuat kepala William hendak meledak rasanya.
Yang lebih parahnya lagi Olivia menyukai gaun itu sementara William tidak menyukainya karena gaun itu begitu menonjolkan dada bulat Olivia yang tumpah ruah keluar dari sarangnya.
" Baby please, kita ganti yang lain saja oke. Masih banyak gaun lainnya lagi. " William berusaha untuk membujuk Olivia namun yang di bujuk sama sekali tidak menanggapi William karena memang dia menyukai gaun itu.
" Tapi Hubby, aku suka gaun ini. Tidak terlalu ketat untuk di perut ku. "
" Dada kamu menyembul seperti itu Olivia. Aku tidak bisa membiarkan orang lain melihat bagaimana aset milik ku. " William mengatakan keberatannya tentang gaun itu.
Tapi saat melihat Olivia yang terlihat sedih seperti itu membuat William akhirnya mengalah dan membiarkan Olivia untuk memakai gaun itu walau memperlihatkan bagian dadanya yang besar dan menyembul.
" Anda tenang saja Tuan, kami bisa menambahkan kain lagi di bagian dadanya agar dada Nona Olivia tidak terlihat menyembul. "
" Ya lakukan itu! Lebih baik seperti itu dari pada tidak sama sekali. Pastikan saja bagian dadanya tertutup kain lagi. " Akhirnya mereka setuju dengan usulan dari sang perancang busana untuk menambahkan lagi kain tile pada bagian dada gaun Olivia.
__ADS_1
Begitu juga dengan William yang sudah setuju dengan pilihan gaun Olivia dan juga tuxedo yang kan di kenalannya nanti senada dengan warna gaun pengantin Olivia yang berwarna putih gading.
Betapa terpana nya Olivia saat melihat bagaimana tampannya William saat memakai tuxedo itu.
Terlihat sangat luar bias tampan dan gagah hingga membuat mata Olivia terus saja tertuju dengan ketampanan calon suaminya.
" Apa sebegitu tampannya aku hingga kamu terpesona seperti itu Baby ?" Dengan malu Olivia menganggukkan kepalanya karena memang dia merasa bahwa William sangat tampan.
Dan melihat reaksi Olivia seperti itu membuat William tersenyum bangga karena Olivia setuju dengan dirinya.
" Baik ayo kita jemput Andrew di sekolahnya. " Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menjemput Andrew di sekolahnya.
Sepanjang jalan menuju sekolah Andrew William tidak pernah sekali pun melepaskan tautan tangannya dan Olivia.
Olivia merasa bahwa dirinya begitu beruntung karena bisa di cintai oleh William begitu besarnya.
Dia tidak menyangka jika ketakutan dan kesaktiannya selama ini berubah menjadi kebahagiaan yang begitu luar biasa karena William yang terlihat begitu memanjakannya dengan cinta yang luar biasa.
Cinta yang tidak pernah di bayangkan oleh Olivia sekali pun. Bahkan dalam mimpi saja pun olivia tidak berani memimpikan hal itu.
Tapi kini Tuhan begitu baik dengannya hingga memberikannya kehidupan yang luar biasa ini.
__ADS_1
Kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan dan kemewahan yang begitu indah.
Rasanya untuk berterima kasih pada Tuhan pun tidak cukup untuk membalas semua yang telah di berikan Tuhan padanya.
" Are you happy Baby ?" Tanya William pada Olivia yang bersandar manja di dada bidangnya.
" Jelas aku bahagia Hubby. Aku memiliki pria seperti kamu. Ibu yang begitu menyayangi ku dns juga putra kita. Apa aku juga boleh menganggap Andrew sebagai putra ku walau dia tidak lahir langsung dari rahim ku ?" Betapa bangganya William akan sosok wanita yang berada di dalam pelukannya saat ini.
Di usianya yang baru 18 tahun dia sudah bisa memiliki pemikiran yang begitu luar biasa dan itu pula lah yang membuat William semakin jatuh cinta akan sosok wanita cantik yang masih betah berada di dadanya saat ini.
" Kenapa tidak boleh Baby, Andrew bukan hanya putra ku saja tapi dia akan menjadi putra kita. Sama seperti yang kamu katakan tadi, walau Andrea tidak lahir dari rahim kamu tapi dia juga tetap anak kamu. Aku bahkan sangat berterima kasih pada mu karena telah mau menerima Andrew sebagai anak kamu juga. Aku bangga pada kamu Baby. " William terus mengelus punggung Olivia dan menentukan banyak kecupan di puncak kepala sang wanita yang masih begitu menikmati kehangatan dari dada bidangnya.
Mereka berdua tidak sadar jika dari posisi sebelah mobil mereka yang terjebak macet ada sosok wanita yang menatap penuh amarah pada sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta itu.
Di tengah kemacetan lampu merah saat ini, Amber bisa melihat bagaimana mesranya pria yang terlihat begitu memanjakan wanita yang berada di dalam pelukannya saat ini.
Bahkan sang wanita juga terlihat sangat manja dan begitu menikmati kehangatan dari tubuh mantan suaminya itu.
" Aku tidak akan membiarkan wanita mana pun bisa hidup bahagia bersama mu William. Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi karena apa yang ku rasakan juga harus di rasakan wanita itu. Bukan hanya wanita itu saja, tapi pada wanita-wanita di luar sana. Aku bersumpah untuk itu. Aku bersumpah untuk merebut semua kebahagiaan yang kalian miliki. Aku tidak akan membiarkan kamu dan wanita mana pun di luar sana menggantikan posisi ku dan mendapatkan cinta mu William. Tidak akan!" Amber terlihat begitu emosi saat melihat bagaimana William yang terlihat sangat menyayangi wanita itu.
Dan yang membuat Amber marah adalah wanita itu yang terlihat masih muda dan mendapatkan begitu banyak cinta dan kasih sayang dari William yang mencurahkan semua kasih sayang itu.
__ADS_1
" Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi begitu saja. Aku akan membalas setiap rasa sakit yang pernah ku rasakan. Rasa sakit karena di abaikan selama 7 tahun. "
...💦💦💦...