
'Hufff, baiklah mari kita mulai kegiatan hari ini bersama ibuku' senyum Cyla yang mulai mendorong pelan kursi roda tersebut.
Membawa ibunya keluar untuk melihat-lihat ke area taman. Taman yang mereka datangi merupakan taman khusus yang dibangun oleh Lion. Dimana di taman itu terdapat banyak tanaman dan jenis hewan peliharaan yang dirawat dengan sebaik-baiknya. Membuat mata setiap pengunjung akan terhibur setiap melihatnya.
Dari kelinci putih maupun hitam sampai burung jalak Bali. Burung itu memiliki bulu yang putih dengan ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Seakan-akan menggambarkan warna itu merupakan gradasi yang sangat lembut.
"Burung yang sangat cantik" puji Cyla saat melihat burung-burung kecil itu beterbangan di dekatnya. Memperlihatkan semua kecantikan yang dimiliknya. Membuat senyum lembut milik Cyla terukir di wajah cantiknya. Senyuman itu lembut, selembut sinar matahari pagi yang ada. Ditemani bunga-bunga mekar, senyum milik Cyla terlihat seperti malaikat tidak bersayap.
Hingga sebuah tangan memegang pundak milik Cyla. Membuat perasaan terkejut menyambutnya.
"Ah, i..ini" gugup Cyla yang menyadari bahwa bahunya sudah disetujui oleh ibunya. Ia masih duduk di rerumputan taman. Membuat tubuhnya lebih pendek dari tubuh Jasmine saat ini.
"....."
"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Cyla yang mencoba menahan rasa gugup saat melihat gerakan ibunya yang mendadak. Bahkan perawat yang menemani mereka saat ini juga terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Jasmine.
'Ah, apa yang harus ku lakukan? perawat hantu saya?' ucap Cyla dalam hati sambil menatap ke arah perawat yang berdirii di belakang mereka. Cyla membutuhkan jawaban dari perawat yang ada di belakang, tapi sayangnya mata Cyla hanya bisa melihat kedua jempol yang berisi tegak, memberikan selamat dan dukungan kepadanya.
'Ahh, apa tidak ada yang mengerti apa yang ku rasakan saat ini?!' gumam Cyla yang baru pertama kali disentuh oleh ibu kandungnya secara langsung.
Bahkan saat ini sentuhan tangan ibunya berpindah ke wajahnya. Menyapu pelan pipinya yang lembut dan memiringkan kepalanya sedikit.
'A..apa ini khawatir kepadaku?' ucap Cyla kepada dirinya sendiri saat melihat gerakan halus dan lembut milik ibunya. Rasanya lembut dan hangat, membuat perasaan nya yang gugup perlahan-lahan lenyap
"Tenang saja saya baik-baik saja" senyum Cyla yang menggambil tangan ibunya yang ada di wajah miliknya lalu menggenggam nya erat. Tangan perempuan itu lembut dan lembut, tidak ada luka sama sekali di tangannya yang ada hanyalah sebuah kelembutan yang tiada batas. Dimana batasan itu hanya ada di hati dan jiwanya yang sekarang terkurung di dalam kegelapan.
'A..aku pulang Bu... a..aku pulang, terimakasih telah menunggu ku dan melahirkan ku' ucap Cyla dalam hati dan menundukkan kepalanya di dalam genggaman tangan.
Dia ingin memeluk ibunya sekuat mungkin dan mencium wajahnya yang cantik. Ia ingin melakukan semuanya namun dirinya sadar perasaan gugup nya selalu hadir, perasaan khawatir akan keselamatan ibunya membuatnya gugup. Membuat dirinya hanya bisa melakukan hal yang bisa dilakukan, termasuk sentuhan kontak.
'Ahh, sial kenapa aku menangis di sini' pikir Cyla yang minat air matanya sudah menetes. Cyla mengingat perjuangannya semasa di panti asuhan dan kebenaran keluarga kandungnya. Jelas membuatnya sakit hati dan ingin menangis, ia hanya bisa mencurahkan semua isi hatinya terhadap Bu panti yang telah merawat nya. Karena Cyla sadar ia tidak memiliki orang tua, tapi sekarang semuanya berbeda.
Dirinya memiliki seorang ayah yang hebat, kakak yang tampan dan ibu yang elegan. Namun semuanya hanyalah ilusi karena kesehatan ibunya membuat kedua laki-laki yang terlihat kokoh itu diselimuti kesedijan saat dirinya menghilang.
__ADS_1
"Nona, nona Cyla buka mata anda cepat" ucap perawat yang melihat perempuan yang sedang menduduki itu masih terdiam dengan air matanya.
"Ah, ma..maaf a..ada apa?" tanya Cyla yang mengusap air matanya pelan. Perawat yang melihagt Cyla baik-baik saja, memberikan kode ke arah Jasmine yang sedang duduk di kursi roda. Membuat perasaan Cyla yang tadinya sedih tiba-tiba terkejut saat melihat ibunya juga mulai mengeluarkan air mata.
"I..ini..."
"Itu terjadi saat ada menangis, nona... sepertinya perkataan dokter benar anda adalah obat terbaik untuk nyonya" bisik perawat yang sudah ada di samping Cyla dan mengeluarkan sebuah sapu tangan bersih.
Cyla yang menyadari maksud dari perkataan perawat hanya bisa tersenyum canggung dan mengeringkan air matanya dengan sapu tangan yang diberikan. Mendekat ke arah ibunya, dan menyapu pelan air mata yang ada di pipi wanita paruh baya itu.
Menyapunya pelan dan memberikan senyumannya yang manis. Cyla menatap mata yang kosong tapi mengeluarkan air mata itu. Dia sadar sakit kejiwaan itu sulit disembuhkan, dan tentunya memakan waktu. Karena itulah apapun yang terjadi Cyla akan membantu ibunya agar sembuh.
"Jangan menangis Bu, semuanya baik-baik saja" senyum Cyla. Mulutnya mengucapakan satu kata yang tidak ia ucapkan secara langsung, yaitu kata Ibu. Sebuah panggilan untuk orang tua yang sangat ia sayangi.
Cyla yang menyadari panggilan nya barusan menutup mulutnya pelan, dan menatap ibunya. Ia takut menyinggung ibunya tapi kekhwatiran nya berubah menjadi sebuah keterkejutan. Di saat matanya melihat mulut ibunya bergerak mengucapkan beberapa kata tanpa suara.
"Apa ibu mengatakan sesuatu?" tanya Cyla yang terkejut dan tidak bisa membayangkan ibunya mulai menggerakkan mulutnya walaupun tidak ada suaranya sama sekali..
"Nona saya melihatnya saya... saya sangat-sangat melihatnya" takjub Perawat yang ikut terkejut saat melihat pasien yang sudah ia rawat bertahun-tahun itu untuk pertama kalinya menggerakkan mulutnya selain untuk mengunyah.
"Saya akan memanggil dokter, jadi nona anda harus tetap di sini okay" semangat perawat yang ingin cepat-cepat memberi tau kemajuan dari pasiennya.
"ya tenang saja, aku akan menjaganya" senyum Cyla yang langsung diangguki oleh perawat. Perawatan perempuan itu berlari memasuki mansion milik keluarga Dicapri. Dia ingin mengatakan apa yang dilihatnya karena ini merupakan hal yang sangat berguna bagi kesehatan dokter. Membuatnya meninggalkan Cyla sendirian bersama ibunya di taman yang dipenuhi tanaman dan juga hewan itu.
'aku tidak mengerti apa yang ibuku ucapkan, tapi aku ini semua adalah kabar baik' pikir Cyla yang hanya ingin memikirkan hal-hal baik saja. Dimana Cyla tidak tau bahwa seorang anak kecil dengan lelaki dewasa sedang berdiri di belakang pohon. Mengintipnya dari kejauhan dan bersembunyi di balik pohon besar itu.
"Apa kau mengerti ucapannya, Rei?" dingin Alex yang bersembunyi di balik pohon besar yang ada.
"Tentu saja aku mengerti nenekku mengucapakan kalimat apa, karena dari mimik mulutnya saja terlihat sangat jelas" jawab Rei yang juga sedang bersembunyi di balik pohon.
"Memang apa hah?" dingin Alex yang tidak percaya dengan ucapan percaya diri anaknya.
__ADS_1
"Nenek itu mengatakan 'jika kau baik-baik saja, maka aku juga akan baik-baik saja**' yang artinya jika mommy baik-baik saja nenek juga akan baik-baik saja, bukankah begitu?" jelas Rei tegas.
"Kau benar yang sayangnya hanya kita berdua yang mengerti ucapan nenekmu" dingin Alex.
"Siapa bilang hanya kita berdua?" tatap Rei tajam.
"Memang ada lagi?"
"Tentu saja tidak ada"
"Lalu?"
"Hanya saja aku tidak mengganggap Daddy seorang manusia, jadi tidak dihitung" dingin Rei sambil menyindir ayahnya secara terang-terangan.
"Rei, apa kau tau Daddymu ini bisa mengirimmu kembali ke New york hari ini juga" dingin Alex yang merasakan sikap anaknya sangat menjengkelkan.
"Apa Daddy bisa? ingat Daddy, mommy masih memilihku daripada dirimu. Walaupun kau tidur bersama mommy tetap saja aku adalah orang pertama yang tidur bersama mommy"
"kau...
"Bleee"ejek Rei sambil menjulurkan lidahnya. Mengangkat tangan dan pergi dengan cepat ke dalam mansion. Ia pergi meninggalkan ayahnya yang ingin menghukumnya. Karena perkataan miliknya jelas membuat ayahnya kesal dan marah Sehingga Rei harus secepat mungkin kabur dari serigala galak.
'Tidak ku sangka mengejeknya akan semenyenangkan ini, hihihi' pikir Rei senang.
ππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Ahhhh Hari ini sangat-sangat hangat, apalagi saat melihat kedua perempuan itu bersama dan tidak lupa dengan kelucuan milik sang kecil yang suka sekali mengerjai ayahnya. Hahahaha Alex apa kamu tidak apa-apa?
Dan juga mau info Extra Part 19 akan saya mau time skripnya jadi mari kita lihat kedepannya.
__ADS_1
sekian terimakasih, Mata Ne~