
Mobil berwarna hitam itu berhenti tepat di depan sebuah bangunan berukuran besar. Dengan jendela kaca yang besar dan juga pepohonan di sekitarnya, disana terlihat seorang laki-laki berjas hitam keluar dari mobilnya. Ditemani dengan Mex, ia masuk ke dalam perusahaan miliknya.
"Dimana sekretaris ku?" tanya Alex sambil merapikan pakaian miliknya.
"Sekretaris anda tidak bisa hadir hari ini pak karena sebuah urusan"
"urusan?"
"Ya pak, urusan keluarga sehingga saya yang akan menggantikan tugas milik sekretaris bapak untuk hari ini" jelas Mex yang sudah mendapatkan info dari sekretaris milik Alex bahwa ia memiliki urusan dengan suaminya.
Sehingga membuat Mex yang seharusnya beristirahat mengerjakan hal lainnya yaitu menggantikan tugas sekretaris milik Alex untuk hari ini.
"Kalau begitu siapkan ruang rapat dan minta orang untuk bawakan kopi hitam ke ruangan ku sekarang juga"perintah Alex sambil masuk kedalam lift khusus miliknya.
"Baik tuan, kalau begitu selamat mengerjakan tugas anda" ucap Mex dan menekankan tombol pintu lift milik atasannya. Membiarkan laki-laki itu pergi menuju ruangan pribadi yang berada di lantai paling atas bangunan tinggi ini.
Hingga tidak terlalu lama kemudian terdengar suara bunyi dentingan lift, membuat pintu yang tadinya tertutup kini perlahan-lahan terbuka. Dan di sanalah terlihat seorang laki-laki dengan tampilan gagahnya berjalan menyusuri karpet merah yang ada di lantai.
'Apa perasaanku saja ruangan ku berbeda dengan biasanya?' pikir Alex sambil menyusuri jalan miliknya.
Hidungnya mencium bau tidak enak dari ruangan yang ada di dekatnya. Sebuah aroma yang menjijikan bahkan cukup membuatnya ingin muntah dan berlari ke arah kamar mandi. Sampai dimana ia menyadari bahwa ada sesosok perempuan di belakangnya.
"Kamu..."
"Ah maafkan saya pak, saya... i..itu saya hanya ingin-"
"Apa kamu menggunakan parfum?" tanya Alex dingin.
"Parfum? ah maksud bapak aroma yang ada di tubuh saya ini?"
'Apa jangan-jangan pak Alex menyukai saya?' pikir karyawan wanita itu berharap. Matanya menatap ke arah atasannya, Alex dengan penuh harap. Di dunia ini tidak ada seorang wanita pun yang tidak menyukainya bukan?! Seorang laki-laki bernama Alexander Johnson yang memiliki pesona seperti dewa Yunani.
"Kamu menggunakannya atau tidak?" tanya Alex kembali. Ia mengeluarkan aura menyeramkan miliknya, dimana saat ini dia sangat-sangat ingin pergi ke arah kamar mandi atau mendorong wanita inindsri lantai 25.
"Iya pak, hari ini saya menggunakan parfum aroma bunga milik saya" senyum karyawan wanita itu sambil mengedipkan matanya sedikit ke arah Alex. Membuat Alex yang melihatnya dengan cepat mengeluarkan senyum tipis miliknya.
"Apa bapak suka aroma nya? kalau bapak suka saya mau mau kok bermalam bersama ba-"
"Kau tau aroma parfummu itu sangat menjijikkan, bahkan saat ini aku merasakan bahwa sekarang aku bukan berada di kantor melainkan sebuah klub malam yang dipenuhi dengan wanita j*l*ng" jelas Alex yang mengakhiri kalimat tajam milikinya dengan senyum yang merendahkan.
Membuat karyawan wanita yang tadinya berharap bisa naik jabatan dari cara kotor itu langsung melongo saat mendengar ucapan tajam milik atasannya. Sebuah ucapan yang cukup membuatnya mengeluarkan air mata dan secara refleks menjatuhkan file-file yang dibawanya.
__ADS_1
"I...ini saya i...itu hiks..."
Ting***
Suara dentingan pintu lift kembali terdengar, membuat wanita yang menangis itu dengan cepat berbalik badan dan menutupi wajahnya dengan cepat. Berlari masuk ke dalam lift khusus staf yang terbuka itu dan menekan tombol pintu lift dengan cepat. Tanpa tau bahwa orang yang baru saja keluar dari lift itu merupakan asisten milik Alex yaitu Mex.
"Apa harus saya bereskan tuan?" tanya Mex sambil membawa minuman milik atasannya.
"Ya bereskan wanita itu segera dan juga bawa file yang ada di lantai keruangan saya sekarang" perintah Alex sambil memijat pangkal hidungnya dan masuk ke dalam ruangan miliknya.
Dia sama sekali tidak peduli dengan nasib karyawan wanitanya itu. Seorang wanita yang berani-beraninya menggunakan parfum dengan aroma mencolok dan cukup membuatnya pusing saat mengingat aroma itu.
'Argh sial, aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ku di sini dan pulang ke mansion secepatnya' pikir Alex yang langsung memulai pekerjaan miliknya dan mengaibaikan tatapan milik asistennya. Dimana saat ini assisten yang merupakan tangan kanan milik Alex merasakan keanehan yang sangat jelas dari tuannya.
'Semoga saja saat pekerjaan ini berlangsung tidak akan ada korban dari amukan tuan' pikir Mex yang tau betul bahwa saat ini mood tuannya sedang berada dalam keadaan yang sangat buruk. Sehingga membuatnya hanya bisa berharap dengan keberuntungan miliknya.
Hingga tidak terlalu lama kemudian ia menyadari bahwa Dewi Fortuna saat ini tidak berpihak kepadanya. Dimana keinginan nya tidak terkabul dan berkahir dengan suara ketakutan maupun tangisan dari dalam ruangan milik atasannya.
"Apa ini pekerjaan mu? ini sama seperti sampah kau tau?!"
"Sudah saya katakan bukan ulangi dan jangan sampai ada kesalahan!"
"Bodoh, begini saja tidak bisa"
Dan masih banyak lagi bentakan milik tuannya, membuat orang-orang yang keluar dari ruangan itu hanya bisa memeluk tubuh mereka maupun menangis ketakutan.
"Saya tidak bisa, dia...dia benar-benar iblis"
"Apa hari ini pak Alex salah makan?!"
"Oh tuhan, bantu aku melewati cobaan ini"
"Hiks...hiks ini mengerikan.... aku tidak sanggup lagi hiks"
"Pak Mex, bantu saya. Saya masih memiliki istri dan juga anak yang harus dinafkahi, saya tidak bisa pergi ke Afrika pak, tolong!"
Setiap karyawan itu meminta tolong dan juga memintanya bantuan kepadanya. Mereka ketakutan bahkan bisa-bisa menjadi gila karena kemarahan atasan mereka. Membuat Mex yang melihatnya hanya bisa tersenyum getir dan menghela nafas.
"Apa orang ini akan menjadi korban ke 28 untuk hari ini?" pikir Mex dan mengenal nafas pasrah.
__ADS_1
Sampai pintu yang tadinya tertutup kini perlahan terbuka, dan memperlihatkan seorang wanita dengan celana panjang dan jasnya. Ia wanita yang cantik dan juga memiliki postur tubuh yang lumayan, teyrtama bagian mata yang tidak memperlihatkan sebuah air mata dan juga kemerahan karena menangis.
'Apa ada yang salah dengan nona ini?' pikir Mex yang melihat penampilan wanita itu tidak berubah sama sekali (utuh).
"Anu... apa anda asisten pak Alex?" tanya wanita tersebut.
"Ya, ada yang bisa say bantu?" ucap Mex tenang.
"Perkenalkan nama saya Lina, seorang manajer bagian keuangan. Bolehkan saya bertanya sesuatu hal kepada anda?" tanya Lina yang merupakan manajer bagian keuangan dan merupakan mantan atasan Cyla.
"Silahkan, nona"
"Itu, apa tubuh saya ini bau?"
"Maksud anda?"
"Maksud saya, apa tubuh saya ini benar-benar bau? karena saat di dalam tadi pak Alex meminta saya untuk membersihkan bau menyengat yang ada di tubuh saya" jelas Lina sambil mengendus-endus tubuh nya.
"Apa tuan berkata seperti itu?"
"Ya, jadi bisa beri tau saya. Apa tubuh saya ini benar-benar bau?"
"Tidak nona" singkat Mex yang membuat Lina menghela nafas lega.
"Huh, terimakasih atas jawaban anda pak dan juga saya sarankan agar anda membawa pak Alex ke rumah sakit secepatnya" ucap Lina yang menyadari akan sesuatu hal.
"Maksud anda?" bingung Mex dan mulai mendengarkan bisikan milik karyawan wanita itu.
"......................................."
"Ehhh, maksud anda tuan dia... dia...
πππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Ngidam Alex parahnya minta ampun!!! kasian banget para karyawan dan juga sisa 2-3 bab lagi nih sequelnya bakal dibuat huhuhu. Jadi gak sabar buat liat bab kelahiran milik anak Cyla dan juga kemanjaan milik Alex. Lalu terimakasih atas support dan juga tip yang diberikan, makasih banyak.
Sekian terimakasih, Mata Ne (ββ½β)
__ADS_1
(Tambahan gambar mas Alex pakai kemeja yaa, siapa sih yang gak suka om-om elit)