My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 186


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, kondisi kesehatan milik Cyla semakin membaik dengan adanya kasih sayang dan perhatian yang diberikan orang-orang kepadanya. Perban yang membalut luka di tubuhnya diganti secara bertahap. Membuat luka yang berada di leher, tangan, kaki, ataupun. wajahnya semakin membaik.


Kulit baru menutupi luka-luka yang didapatkan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan Alex. Tubuh yang biasanya hanya berada di atas kasur itu sudah bisa pergi menjauh dan sesekali berjalan di sekitaran taman rumah sakit. Walaupun hanya berjalan di rumah sakit tetap saja keamanan yang diberikan Alex kepada Cyla semakin meningkat. Penjaga yang mengikat Cyla secara tersembunyi sekarang menampilkan diri mereka. Selalu menjaga di dekat Cyla dan bergantian dengan penjaga lainnya.


Cyla yang mendapatkan perilaku tersebut hanya bisa menghela nafas pasrah. Bagaimanapun saat perdebatan beberapa hari yang lalu dirinya kalah telak karena kata-kata yang diberikan Alex kepadanya.


Beberapa hari yang lalu~


Warna hitam dan putih yang ada di dalam buku itu sedang dibaca oleh seorang perempuan yang bosan karena menunggu dan bosan karena hanya bisa bergerak di Bangkar rumah sakit saja.


"Hah..." Hela nafas Cyla bosan.


"Cyla ini sudah yang ke 27 kalinya kau menghela nafas, kau tau itu?" ucap Didi yang sedang bersantai di sofa ruangan milik Cyla. Tangan kanannya masih dalam keadaan diinfus dan tangan kirinya sedang membuang kuaci.


"Ahhhhh menyebalkan sekali kau tau aku ingin berjalan-jalan ke luar" ucap Cyla kesal. Di dalam ruangan miliknya saat ini hanya ada dirinya dan Didi. Sisanya berada di mansion untuk menyelesaikan persiapan pernikahan atau menyelesaikan masalah di pemerintahan.


"Aku tau kau lelah, bosan dan ingin keluar tetapi seharusnya kau tau penjaga yang ada di luar ruanganmu mengerikan semuanya" ucap Didi santai.


"Padahal aku sudah bisa berjalan kenapa membuatku terkekang di ruangan berbau antiseptik ini" jelas Cyla. Dia hanya bisa membaca novel atau berbicara di telpon sebagai teman kebosanan miliknya. Entah sudah keberapa kalinya Cyla membaca novel yang ada di dalam tangannya. Bahkan dia sudah hampir hafal 250 halaman yang ada didalam novel karena keseringan membaca.


"Kau harus bersyukur Cyla, aku membawa novelku ke ruangan ini" jelas Didi yang masih memakan biji kuaci miliknya.


"Ya aku sangat bersyukur, sangat bersyukur melihat temanku makan kuaci di hadapanku" sindir Cyla yang membuat Didi terkekeh.


"Hahaha makanya kau harusnya menurut untuk tidak berjalan-jalan seperti kemarin" kekeh Didi.


"Aku hanya ke kantin kau tau, dan aku juga tidak tau bahwa luka yang ada di kakiku meneteskan darah" jawab Cyla.

__ADS_1


Semalam saat jam rumah sakit sudah menunjukkan angka tengah malam. Perut milik Cyla tiba-tiba kelaparan membuatnya terbangun di tengah malam. Melihat ke arah kanan dan kiri untuk meminta orang membawa makanan. Tetapi jawabannya nihil, tidak ada orang di dekatnya membuat Cyla keluar dari ruangan sambil membawa infusnya.


Rasa laparnya membuat dirinya yang berjalan tidak merasakan rasa sakit di lukanya dan terus berjalan ke kantin rumah sakit yang buka 24 jam. Dimana para dokter atau suster yang bekerja tengah malam akan berkumpul sambil memesan kopi di cafetaria.


Di saat Cyla sudah sampai ke kantin, perempuan itu tidak mengetahui bahwa Alex baru kembali dari toilet dan melihat Bangkar milik Cyla kosong. Kehilangan Cyla secara mendadak membuat Alex mencari Cyla di rumah sakit. Amarah yang dikeluarkan Alex saat melihat Cyla tidak ada di tempat hampir menghancurkan rumah sakit ternama di dalam genggamannya karena tidak bisa menjaga tunangannya.



Hingga keributan di tengah malam itu menjadi kembali normal saat Alex dan beberapa penjaga menemukan Cyla yang sedang makan dengan tenang di tempat duduk paling pojok di cafetaria rumah sakit.


Rumah sakit yang hampir hancur karena kemarahan Alex akhirnya bisa bernafas lega dengan adanya Cyla yang diterima. Dan jelas karena hal itu membuat Alex menambah penjaga untuk Cyla. Bahkan karena ketidak sadaran Cyla sendiri, luka yang dibalut perban kembali meneteskan darah. Menjadikan kamar Cyla kembali berpenghuni dengan kedatangan para perawat dan dokter.


"Pfffttt hahahaha jika mengingatnya kembali rasanya aku ingin menyebarkan kabar ini di grup gosip perusahaan" tawa Didi pecah mengingat kejadian yang diceritakan Cyla dan mengingat dirinya juga terbangun di tengah malam karena dibangunkan oleh Alex yang datang sambil menanyakan keberadaan Cyla.


" Di, mau ku panggilkan penjaga ya" senyum Cyla.


"Hah... bagaimana lagi akukan lapar dan aku tidak tau Alex berada di dalam toilet" ucap Cyla yang menyandarkan tubuhnya.


"Ehem baiklah kalau begitu apa yang terjadi setelah kamu diantar ke kamarmu?" tanya Didi. Hari ini Didi datang ke kamar Cyla untuk menchek kondisi Cyla, menemani Cyla dan yang paling utama mencari bahan untuk gosip di perusahaan nanti.


"Emang yaa produsen gosip tidak bisa diam di tempat tanpa tau" ucap Cyla yang melihat sikap Didi tidak pernah berubah walau dia terluka karena kejadian hari itu.


"Diam?! kau bercanda hidup perempuan tidak akan pernah lengkap tanpa gosip kau paham" tegas Didi dan memasukkan biji kuaci ke dalam mulutnya kembali.


"Hah baiklah, tapi sepertinya aku akan malu menceritakan hal ini" ucap Cyla dengan wajah yang mulai merona.


"Malu?hmm kalau begitu lebih malu ketahuan ciuman didalam rekaman video dari kamera atau kejadian ini?" tanya Didi yang membuat merah wajah Cyla.

__ADS_1


"Astaga jangan ingatkan aku tentang kejadian kamera itu lagi. Kejadian itu benar-benar memalukan dan membuatku hampir tidak bisa tidur, kau tau" malu Cyla yang mengingat-ingat kejadian kamera.


"Hahaha kali sajakan dan juga apa yang terjadi hmmm setelah kejadian tersebut" goda Didi yang kembali ke topik utama mereka.


"Setelah luka milikku di perban dan ruangan tersebut hanya berisi Alex dan aku, dia melakukan hal itu..." ucap Cyla pelan.


"Melakukan apa hmm" goda Didi yang sudah mendekat ke arah Cyla dan mengabaikan biji kuaci berharga miliknya.


"Menunduk lalu... menekan...lalu" ucap Cyla gugup.


"Ahhhhh jangan terputus-putus mengatakan nya Cyla! kau membuat aku berpikir ambigu jadinya" kesal Didi yang mendengar penjelasan Cyla yang terputus-putus.


"Tapi..."


"Jika kau malu bisikkan saja di telingaku, aku akan mendengarkannya dengan senang hati dan jiwa yang menggebu-gebu" semangat Didi dan membiarkan telinganya. Menyelipkan rambut miliknya kebelakang, sehingga memperlihatkan telinganya yang tidak tertutup apapun. Cyla yang berada di dekat Didi, membisikkan nya pelan. Semua hak yang dilaksanakan Alex kepadanya tadi malam.


"..........." bisik Cyla.


"Apa!" teriak Didi kaget.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


β€’Jangan Lupa Mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


β€’Apa nih bisikan yang diberikan Cyla kepada Didi dan juga apa yang dimakan Alex tengah malam dalam keadaan berduaan?

__ADS_1


Hmmm pantengin aja, yang gak suka silahkan mundur alon-alon. Sayonara~


__ADS_2