My Hot Daddy

My Hot Daddy
Bab 174


__ADS_3

Di sebuah ruangan lembab nan dingin, seorang perempuan terikat di kursi. Matanya terpejam karena efek obat tidur yang di berikan orang-orang padanya. Pakaian nya yang semulanya rapi itu sangat lusuh bahkan sudah menjadi kotor.


Nafasnya yang lembut terdengar di ruangan senyap tersebut. Hanya ada dia seorang saja di dalam ruangan gelap tersebut. Tidak ada orang lain bahkan cahaya hanya sedikit yang menampilkan wujudnya. Hingga tidak berapa lama kemudian, mata indahnya terbuka perlahan.


Membawa sebuah kehidupan di dalamnya. Matanya mengerjap sesekali, menatap sekeliling yang hanya dipenuhi dengan Box-box yang terbuat dari kayu. Dia tidak bisa menatap ke arah belakang karena tangan dan kakinya merasakan jeratan tali di sana.


'I..ini dimana?' pikirnya bingung. Dia tidak mengenal tempatnya saat ini dan kondisi yang mencurigakan ini. Membuat dirinya mencoba mengingat kejadian-kejadian sebelum dia berada di sini. Dari mansion, mobil, menunggu sampai...


'ah..aku mengingatnya aku diculik dan kalau tidak salah siapa wanita itu ... namanya...' di saat pikirannya mencoba mengingat wanita yang pernah ia lihat sebelumnya. Pintu dihadapannya itu sudah menjawab pertanyaan di pikirannya. Wanita itu berada di depan pintu, dengan wajah yang kesal dan penuh amarah.


Melempar handphone miliknya ke arah lantai, memberikan suara yang lumayan keras di dalam ruangan yang tadinya senyap. Dengan cepat perempuan yang diikat itu menutup matanya. Berpura-pura dalam kondisi masih belum bangun. Membiarkan langkah kaki milik wanita di seberangnya tadi mendekat.


Tuk** Tuk**


Suara hak sepatu itu mendekat dan semakin mendekat. Nafas milik wanita tersebut bisa perempuan itu rasakan. Dia dekat, sangat dekat bahkan tangan wanita itu sudah menarik dagu milik perempuan tersebut. Dia menggenggam nya erat, seakan-akan dagu milik perempuan itu ingin dia hancurkan. Tapi sayangnya tenaganya tidak sekuat itu dan dia juga harus menyimpan sebagian stamina miliknya untuk nanti.


"Cih! kenapa Alex bisa menyukai perempuan seperti mu ini, bahkan aku lebih cantik darimu. Rosena Cylame lihat saja bagaimana aku akan menghancurkan mu di depan laki-laki itu" tekan Wanita itu dan pergi ke luar dari ruangan tersebut. Menutup pintu dan meninggalkan perempuan tersebut menarik nafasnya.


"Hah..hah benar ternyata itu Erika" ucap Cyla terengah-engah. Dialah perempuan yang sedang berada di ruangan gelap ini dan dialah orang yang mencoba untuk tetap menjaga ekspresi miliknya. Dia ketakutan tetapi dia menekannya dengan menahan nafas miliknya. Karena jika dia ketahuan ini mungkin berakibat fatal untuk dirinya sendiri.


'Dan juga dimana aku?' pikir Cyla.


Dia mengatur nafasnya, mengembalikan nya secara normal dan membiarkan oksigen memasuki paru-paru miliknya. Memasukkan Oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Kemudian mendengarkan suara yang ada di sekitarnya.


Cyla bisa mendnegarnya, mendengar deburan ombak. Angin yang menerpanya sesekali dari belakang tubuhnya. Mencium aroma kayu-kayu tua dan karatan besi.


'ombak? pantai kah?' tebak Cyla dan menebak sekali lagi. Dia bisa mendengar dari luar ruangan ada orang-orang yang berjaga dan berbicara sesekali.


"Inilah yang tidak ku suka dari pantai bau ikannya sangat tidak mengenakkan" kesal seseorang di luar sana.

__ADS_1


"Diamlah, jika tuan mengetahuinya kita akan dimarahi dan juga bukannya kau harus bersyukur kau dipilih untuk menjaga di bagian dalam pelabuhan bukan di luar" jelas seseorang lainnya.


Cyla yang mendengar ocehan dari orang-orang tersebut bisa menebaknya. Bhawa dia sekarang berada di pelabuhan. Entah itu pelabuhan di bagian mana, karena yang dia tau New York city memiliki beberapa pelabuhan. Dimana lokasi kota ini berdekatan dengan lautan.


'Pelabuhan, apa ini tidak jauh dengan mansion atau tempat tinggalku ya?' pikir Cyla. Dia mencoba berpikir positif dan berharap bahwa orang-orang terdekatnya dapat menemukannya. Karena bagaimanapun juga Cyla sudah mencoba menggesek-gesek tali yang ada di tangannya tapi sayangnya tali yang diikat di tangannya bukan hanya satu macam tapi dua macam.


'Apa semuanya baik-baik saja di sana?' tanya Cyla. Dia berharap orang-orang terdekat nya tidak seperti dirinya berada di dalam ruangan gelap dan berada di pelabuhan yang entah berantah ini.



Di saat dia mencoba menggoyang-goyangkan kakinya. Sesuatu jatuh dari saku pakaian miliknya. Saat Cyla menoleh ke arah sampingnya dia bisa melihat satu bunga kecil cantik terdampar di sana. Bunga itu memiliki warna merah muda yang lembut, tangkainya sudah Cyla potong agar bisa masuk ke dalam saku miliknya. Itu adalah bunga Peony Nyang diberikan Rei tadi siang untuknya.


Bunga Peony ini melambangkan keberuntungan, dan dikenal sebagaiย bungaย kemakmuran dan kehormatan. Tapi sayangnya bunga yang diberikan anak laki-lakinya itu tidak serasih dengan yang dia dapatkan.


'Hati-hati mommy'


'Hah... maafkan mommymu ini Rei tidak bisa berhati-hati dan menghancurkan harapanmu itu' ucap Cyla dalam hati. Dia menatap ke atas melihat langit-langit yang dilapisi oleh kayu. Matanya berharap semua akan baik-baik saja dan dia bisa pergi dari tempat ini secepatnya.


'Semoga mereka tidak terlalu cemas karena kehilangan ku' gumam Cyla yang tanpa tau bahwa di tempat lain. Semuanya sudah siap dengan penyamaran mereka masing-masing. Bersiap-siap di posisi dan mempastikan peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia.


"Kalau begitu kami pergi dulu" ucap Leon.


"Ingat berhati-hati karena Felentino tidak mungkin meletakkan sebuah bukti yang mengguntungkan kita dengan mudah dan juga Mex jangan sampai ada apa-apa. Kau tau aku tidak ingin Cyla tambah khawatir karena kakaknya itu" dingin Alex.


"Baik tuan" ucap Mex yang mengikuti perintah tuannya. Mex, Leon, dan Rangga akan pergi ke suatu tempat. Dimana Felentino tinggal dan hidup selama beberapa hari di sana. Mereka bertiga mencari bukti untuk dimudahkan dibawa ke jalur hukum dan menghukum mereka lewat jalur ilegal maupun legal. Sesuai apa yang mereka dapatkan tentunya agar bisa memudahkan penyelidikan mereka nantinya.


"Tenang saja Lex, ini untuk kita semua dan juga seharusnya aku yang mengatakan bintik berhati-hati. Mereka sangat licik bahkan mereka saja tidak segan-segan melakukan hal tersebut ke temannya Cyla, bukan" jelas Leon yang mempastikan bahwa dirinya akan baik-baik saja. Leon sebenarnya tidak mengharapkan semua ini terjadi. Tapi apa boleh buat jika semuanya sudah berjalan dan waktu tidak bisa diputar kembali dia juga tidak bisa menghentikan Cyla sebelum kejadian ini. Seperti kata orang-orang penyesalan selalu datang terakhir bukan awal, karena jika awal itu namanya bukan penyesalan tapi pendaftaran.


"Kalau begitu permisi" pamit mereka bertiga dan memasuki mobil. Pintu mansion terbuka dan keamanan di hentikan saat mobil itu keluar. Mempersilahkan mobil tersebut pergi dan menjalankan tugasnya terlebih dahulu.

__ADS_1


Alex dan yang lainnya juga akan pergi tetapi mereka harus memasang semua peralatan yang ada di tubuh mereka. Menunggu semuanya sudah siap dan memulai aksi mereka hari ini.


'Malam ini aku akan menyelamatkan mu, Cyla' ucap Alex dalam hatinya. Dia sudah memasang baju anti peluru dan beberapa hal lainnya. Saat pembagian Alex mendapatkan bagian darat membuatnya mendapatkan peralatan-peralatan untuk bertempur di bagian daratan.


"Tenang Lex, bagian anti peluru itu sudah dirancang sebaik mungkin" ucap Vero dan menepuk punggung anaknya keras.


"Tidak perlu memukulku pak tua" kesal Alex. Ya memang benar pakaian ini dirancang khusus tapi kebenaranya adalah pakaian khusus ini lebih berat dari yang dia pakai dulu.


"Alex, ayo" ucap Vero yang berjalan di depan Alex. Mobil yang akan mereka pakai adalah mobil yang bisa mengangkut orang lumayan banyak tetapi tidak terlalu mencurigakan. Karena bagian perairan surga berangkat terlebih dahulu bersama-sama dengan bagian Leon. Membuat bagian untuk daratan berangkat terkahir.


"Waktunya berangkat!" lantang Vero memulai perjalanan mereka untuk melawan orang-orang tersebut. Dengan langkah kaki yang tegas dan kokoh mereka semua berjalan memasuki mobil yang ditentukan. Menyiapkan senjata mereka masing-masing dan berdoa untuk keselamatan diri sendiri.


'Sebentar lagi... sebentar lagi Cyla aku menemuimu dan memelukmu' pikir Alex lalu memejamkan matanya. Kepergian mereka membuat mansion terjaga lebih ketat. Keamanan yang tadi mulanya berada di tingkat kedua menjadi tingkat ketiga.


Matanya yang kecil itu menatap dengan intens kepergian kakak dan ayahnya. Dia berharap dia bisa menjadi besar lebih cepat. Melindungi ibunya dan tidak membiarkan kejadian seperti ini terjadi. Sayangnya yang berkembang bukan tubuhnya tetapi otaknya saja. Dia tidak bisa ikut dengan ayahnya walau dia memaksa tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini kecuali berdoa untuk ibunya dan berpikir positif saja.


"Mommy semoga kau tidak ketakutan di saja dan..." dia mengenal nafasnya pelan. Entah dia harus bersyukur atau tidak memiliki ayah yang seperti ini. Tetapi untuk kali ini saja dia akan mendoakan keselamatan ayahnya demi ibu kesayangannya itu.


"Ku harap kau membawa mommy dengan selamat, Daddy" lanjut Rei dan meremas erat pakaian miliknya.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


โ€ขJangan Lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:


My Ex Secretary


โ€ขAhhh akhirnya aku menyelesaikan bab ini dan menyiapkan tenaga kembali untuk bab besok yang pastinya membutuhkan banyak stamina. Jangan lupa komen yang menarik supaya jadi tenaga ku hehehe.


Sampai jumpa besok, sayonara~

__ADS_1


__ADS_2