My Hot Daddy

My Hot Daddy
Calon Orang Gila


__ADS_3

William terus saja tersenyum setelah berhasil melakukan Vidio call bersama Olivia.


Walau tidak sepenuhnya hilang rasa rindunya tadi, setidaknya itu sudah lebih baik untuknya.


Tapi tunggu, nomor siapa yang di gunakan Olivia untuk melakukan panggilan Vidio dengannya ?


Derry, ya ini pasti ulahnya Derry. Dengan segera William mencari keberadaan Derry dan ternyata asistennya itu baru saja sampai di apartemennya saat ini.


" Nomor siapa yang di gunakan Olivia untuk menghubungi ku tadi melalui sambungan Vidio ?" Tanya William pada asistennya yang baru saja sampai.


Mendengar pertanyaan dari bosnya seperti itu membuat Derry hanya bisa menghela nafasnya saja.


" Tidak kah ingin berterima kasih pada ku Tuan ? jika bukan karena aku anda tidak akan bisa melakukan panggilan Vidio dengan Nona Olivia. " William menatap tajam pada Derry yang terlihat kurang ajar sekali bukan asistennya itu.


Sadar akan apa yang di lakukannya membuat Derry merasa ketakutan sendiri. Apalagi saat melihat tatapan tajam William yang di arahkan padanya. Sudahlah, rasanya bernafas saja pun Derry sangat sulit melakukannya saat ini.


" Maaf tuan, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Beruntung ada pelayan itu yang membantu saya, jika tidak saya tidak akan bisa melakukan hal ini untuk anda. "


" Jika begitu kau tidak berhak atas uang 300 juta itu. Katakan padanya untuk mengirimkan nomor rekeningnya padaku. " Derry pun menghembuskan nafasnya lagi saat dia tidak berhasil mendapatkan uang sebanyak 30p juta itu.


Tapi jika di pikir-pikir lagi, memang dia tidak berhak sama sekali atas uang itu karena memang bukan dia yang bekerja tapi siapa nama wanita tadi ?


Kenapa Derry sampai lupa menanyakan namanya tadi ?


Tapi sepertinya dia tidak lupa menanyakan nama Payan tadi, hanya saja dia memang lupa dengan namanya.


Maka dari itu dia kembali mengingat siapa nama wanita itu dan dia baru mengingatnya lagi.


" Elisa, ya, namanya Elisa tuan. " Akhirnya Derry bisa mengingat siapa nama wnakya tadi.


" Bagus jika kau sudah mengingatnya. Untuk itu hubungi dia segera dan lakukan pembayaran dengannya. " Terpaksa Derry menghubungi Elisa.

__ADS_1


Sepanjang waktu dia berusaha menghubungi Elisa, entah kenapa jantungnya ikut berdebar


Dia tidak tau apa yang membuatnya begini. Tapi yang dia rasakan sebuah perasaan aneh saja.


Bahkan Derry terus saja terbayang akan senyumannya. Senyuman manis Elisa yang terlihat begitu tulus padanya.


" Ha-halo Tuan..." Suara Elisa terlihat gugup saat dia mendapatkan telepon dari Derry.


Sementara Derry yang mendengar suara Elisa gugup seperti itu pun hanya bisa bersikap biasa saja. Dia berusaha menormalkan detak jantungnya yang berdebar dua kali lipat lebih kencang dari biasanya


Dia juga merasa seperti tengah menghubungi kekasihnya saja. Eh, tunggu dulu kok kekasih pula ?


" Elisa..."


" Ya tuan Derry..." Sungguh suara Elisa sangat lembut dan berhasil menghipnotis Derry yang tengah menghubunginya saat ini.


William yang melihat itu menatap aneh pada Derry yang tidak pernah berkomunikasi dengan seorang wanita.


" Kirimkan nomor rekening mu pada ku. Kau telah berhasil menjalankan misi mu dengan baik. Jadi sebagai imbalan atas kerja keras mu tadi, tuan William ingin memberikan hadiah untuk mu. "


" Katakan padanya untuk menghubungi ku sehari 3 kali. Jika malam hari berikan ponselnya pada Olivia sebelum dia tidur. " Sela William begitu saja karena dia juga harus terus menjalin komunikasi dengan Olivia.


Dia tidak tau lagi harus melakukan apa jika tidak ada Elisa yang membantunya untuk berhubungan dengan Olivia.


" Kau sudah mendengarnya bukan apa yang di katakan tuan William ?" Elisa menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari Derry.


Derry sendiri merasa bingung saat tidak mendengar jawaban apa pun lagi dari Elisa. Saat dia melihat ponselnya ternyata masih terhubung.


Tapi kenapa wanita itu tidak menjawabnya lagi ?


" Elisa kau mendengar ku ?"

__ADS_1


" Ya aku mendengar anda tuan. " Jawab Elisa karena memang dia mendengar Derry dengan baik.


" Lalu kenapa tidak menjawab ku ?"


" Hah ? aku sudah menjawab tuan kok. "


" Menjawab dengan apa ? kau ingin mengatakan aku tuli karena tidak mendengar mu menjawab ku begitu ?" Elisa menggelengkan kepalanya karena dia tidak bermaksud seperti itu pada Derry.


" Aku tadi sudah menganggukkan kepala ku saat menjawab tuan tadi. "


" What the ?" Derry ingin mengumpat saat ini.


Bagaimana bisa dia di permainkan seperti ini oleh Elisa. Dia merasa sangat di permainkan saat ini.


" Tuan, apa anda marah ?"


" Sudah lah. Segera kirimkan nomor rekening mu pada ku. Lama-lama kepala ku berdenyut bicara dengan mu. "


" Jangan seperti itu tuan. Saat ini anda memang berdenyut kepalanya karena aku. Tapi suatu saat aku juga yang kan menjadi obat untuk setiap kesakitan yang tuan rasakan. " Derry semakin tidak mengerti dengan jalan pikirkan Elisa saat ini


Dia sudah seperti pria dewasa yang di goda oleh anak di bawah umur. Benar-benar tidak bisa di bayangkan olehnya lagi.


" Terserah mu!"


Tut !


Derry mematikan sambungan teleponnya saat itu juga setelah selesai menghubungi Elisa.


William yang melihat itu rasanya dia ingin tertawa saat ini.


" Kau akan merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Kau akan menjadi orang gila seperti yang sering kau katakan untuk ku. "

__ADS_1


...💦💦💦...


__ADS_2