My Hot Daddy

My Hot Daddy
Burung Merpati


__ADS_3

Jika pada kebanyakan orang melakukan malam pertama dengan pertempuran panas tapi tidak bagi pasangan yang baru saja menikah pagi tadi.


Setalah sah menjadi suami istri, baik William dan Olivia tidak melakukan apa pun malam ini karena William sangat mengkhawatirkan keadaan perut istrinya yang semakin membesar.


Dia tidak ingin karena nafsunya biasa menyakiti calon anak mereka yang masih tenang di dalam perut sang ibu.


Untuk itulah William menahan hasratnya sendiri demi anak dan istrinya.


" Akhirnya, aku memiliki istri yang aku cintai. " Ucap William yang penuh dengan kebahagiaan karena saat ini dia tengah memeluk Olivia di atas tempat tidur mewah mereka.


" Memangnya dulu tidak cinta dengan Nyonya Amber? " Tanya Olivia yang merasakan dekapan hangat dari suaminya.


" Jangankan cinta, melihatnya saja aku malas. " Olivia melepaskan pelukan William dan duduk di atas pangkuan suaminya.


Saat ini dia dengan berani melakukan hal seperti itu dan melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami.


Sementara William juga melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan istrinya. Dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping istri cantiknya.


" Kiss..." Pinta Olivia dengan manja dan dengan senang hati William melakukannya.


Cup...


Dia memberikan kecupan manis di bibir Olivia dan menatap istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


" Lagi..."


Cup...


" Lagi...Lagi..."


Cup...Cup...Cup...Cup...


William tersenyum setelah memberikan begitu banyak kecupan di bibir Olivia yang mana membuat wanita hamil itu tersenyum dengan penuh kemenangan.

__ADS_1


" Hahahaha...Hubby sudah, jangan kebanyakan seperti itu. " Olivia tertawa saat mendapatkan banyak kecupan dari suaminya.


Kini hidupnya sudah sangat bahagia dengan kehadiran William dan juga Andrew tak lupa dengan ibu mertua yang sangat menyayanginya.


" Are you happy? " Olivia mengangguk dengan lucu menjawab suaminya.


Dia benar-benar sangat bahagia saat ini. Apalagi yang membuatnya tidak bahagia bisa memiliki semua ini?


" Mau peluk boleh? " William langsung memberikan pelukannya pada Olivia yang meminta pelukan darinya.


" Hubby..."


" Yes Baby? " Jawab William saat mendapatkan panggilan dari istrinya Yangs semakin terlihat manja dan menggemaskan seperti ini.


" Jika anak kita lahir, bolehkan aku mengurusnya sendiri? Aku tidak tau bagaimana rasanya di urus orang tua ku, jadi aku tidak ingin apa yang ku rasakan di rasakan anak ku juga. "


" Aku akan mendukung apa pun yang akan menjadi pilihan kamu sayang. Kamu dan anak-anak adalah prioritas ku saat ini. " Jawab William.


Dia juga ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Olivia nanti pada anak mereka.


Olivia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk memberikan hak yang sama besarnya pada kedua anak mereka.


Karena Olivia tidak ingin nantinya Andrew pun anak ini akan memiliki sifat iri dengan apa yang mereka berikan nantinya.


" Kita akan menjadi keluarga hebat Sayang, Aku dan kamu kita akan menjadi orang tua yang baik untuk semua anak-anak kita. "


" Jangan nakal jadi Daddy jika tidak ingin aku membuat pasukan untuk menghajar kamu. Aku memiliki dua jagoan yang bisa ku jadikan pasukan untuk menghajar Daddy mereka. " Senyuman William sudah mengartikan segalanya.


Bahwa dia terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya dengan Olivia saat ini. Dia merasakan kehidupan baru yang akan menuntunnya dan membawanya pada kebahagiaan di masa depan.


Di saat sepasang suami istri itu sedang menikmati pembicaraan mereka tentang masa depan dan anak-anak di luar kamar mereka terdapat 3 orang yang tengah memantau pintu kamar di depan mereka saat ini.


" Sepertinya tidak terjadi apa-apa Nyonya. " Elisa berusaha membuat Nyonya besar mengerti bahwa tidak akan ada yang terjadi di dalam sana karena yang mereka dengar hanya suara perbincangan tentang masa depan mereka dan anak-anak mereka nantinya.

__ADS_1


" Biarkan aku disini untuk beberapa saat lagi. Aku masih belum bisa percaya dengan putra ku. Omongannya saja tidak bisa di percaya apalagi burung merpatinya. " Derry begitu kaget dan tidak percaya dengan apa yang keluar dari bibir Nyonya besar mereka yang mengatakan bahwa senjata perang William di sebut dengan burung merpati.


Bukankah itu lucu? William yang notabennya sebagai seorang Players dan begitu bangga dengan senjata perangnya yang selalu membuat wanita tidak berdaya setelah melayaninya harus di hadapkan dengan seorang wanita yang sama sekali tidak berani di bantahnya.


William tidak berani membantah apapun yang di katakan ibunya dan itu menjadi perintah mutlak untuknya.


" Maksud Nyonya? " Nyonya Matilda langsung melihat ke arah Elisa yang masih polos dan tidak mengerti hal seperti itu tapi sudah berani membuat Derry panas dingin dan deg-degan karena memberi kecupan di bibirnya.


Jika mengingat itu lagi membuat Derry merinding dan jantungnya kembali berdetak tak karuan seakan adegan itu terus saja berputar di kelasnya hingga membuat Derry kembali panas dingin.


" Katakan dan jelaskan padanya apa itu burung merpati yang ku maksud. Tapi ingat, Jangan mengajarinya bagaimana cara menjinakkan burung merpati yang ingin dan siap terbang. Jika kau berani melakukan itu maka aku sendiri yang akan membuat burung merpati mu patah dan kehilangan sayapnya untuk terbang. "


Glug...


Derry menelan ludahnya susah payah saat jari telunjuk Nyonya Matilda mengacung tepat di depan batang hidungnya.


Apalagi mata tajamnya yang seakan mengulitinya hidup-hidup membuat Derry memaku di tempatnya berdiri saat ini.


" Tanyakan padanya burung merpati jenis apa yang ku maksud dan ingat jangan pernah berani bermain dengan burung merpati milik Derry jika tidak ingin mengalami hal yang sama dengan yang di alami Olivia saat ini. "Nyonya Matilda meninggalkan Elisa dengan sejuta pertanyaan yang tidak dia mengerti sama sekali jawabannya.


Di saat dia ingin menanyakan hal tersebut pada Derry, Pria itu malah langsung meninggalkannya begitu saja.


Beruntung dia cepat tanggap dan sigap hingga bisa menghentikan langkah Derry yang hendak meninggalkan Elisa saat ini.


" Tuan tunggu dulu. " Elisa mencegah Derry untuk pergi.


" Apalagi Elisa? aku harus tidur karena besok aku akan bekerja dan mengurus semua pekerjaan tuan William. "


" Tapi aku penasaran dengan burung merpati itu. " Derry hanya bisa menghembuskan nafasnya kesal.


Ini lagi yang di bahasanya dan itu membuat Derry semakin merasa tidak nyaman karena dia takut jika Elisa berani melakukan hal seperti kemarin lagi.


Derry tidak siap untuk itu dan kembali merasakan luapan jantungnya yang berdetak dengan kencang hingga membuatnya sulit untuk bernafas.

__ADS_1


" Kau masih belum genap 20 tahun jadi tidak boleh mengerti burung merpati yang disebut Nyonya Matilda! jadi kembali ke kamar mu dan tidur!"


...💦💦💦...


__ADS_2