
Beberapa hari kemudian, sebuah pesawat mendarat tepat di bandara internasional di kota New York. Bandara John F. Kennedy itu memperlihatkan tamu-tamu penting milik keluarga Johnson. Di sana kakek Alex yang bernama Roan Vancouver berjalan bersama pasangannya Iriana Vancouver memasuki mobil jemputan yang siap mengantarkan kedua orang tersebut ke Mansion.
"Huh... sepertinya mereka sangat sibuk sekali bahkan reporter saja sudah berjajar rapi" dengus Roan tidak suka.
"Hahaha, sudah tua juga masih suka sekali mendengus dan seharusnya kau tau bahwa cucu-cucumu itu sangat terkenal" kekeh Iriana.
"Sepertinya aku akan memukul kepala anak itu" dingin Roan yang hanya bisa dijawab oleh gelengan kepala Iriana. Mereka berdua datang jauh-jauh dari negara Canada hanya untuk menghadiri pernikahan cucu mereka yang kedua kalinya di kota New York.
Pernikahan yang akan diadakan dalam dua hari lagi ini sudah memenuhi laman berita di internet. Bahkan bandara internasional yang tadi tempat mendaratnya Irene dan Roan dipenuhi oleh para reporter yang akan menyorot tamu-tamu VIP yang akan datang ke pernikahan milik Alex.
Pernikahan ini akan dilaksanakan di aula gedung terbesar yang ada di kota New York dan diadakan dalam 2 hari. Dimana waktu tamu dibagi-bagi menjadi hari pertama dan hari kedua. Dikarenakan Alex memiliki klien dan kerja sama dengan perusahaan yang banyak dan tamu-tamu terkenal lainnya.
....
Tidak terlalu lama kemudian mobil hitam itu melakukan pengecekan di awal gerbang mansion lalu berjalan ke dalam dan membawa kedua tamu penting itu masuk ke dalam mansion.
Para pelayan yang sudah bersiap menyambut para tamu yang datang. Suara tawa dari para perempuan maupun wanita juga terdengar di mansion yang memiliki luas tidak wajah tersebut.
"Kakek buyut!!" teriak Rei yang melihat ayah dari neneknya masuk ke mansion.
"Hohoho, ternyata kau sudah sebesar ibu" puji Roan yang melihat tinggi tubuh Rei.
"Hmm, sepertinya cicit nenek hanya merindukan kakeknya saja" ucap Iriana yang menyindir kedua orang yang sedang berpelukan akrab.
"Tentu saja Rei juga kangen kepada nenek buyut" senyum Rei yang membuat Iriana ikut tersenyum. Apalagi melihat reaksi si kecil yang sangat jarang ditemukan maupun diperlihatkan. Iriana yang memeluk Rei dan mengecup pipi cicitnya itu mendengar suara panggilan dari arah depan. Panggilan yang sangat ia kenali yang berasal dari anak perempuan nya.
"Selamat datang, mom" senyum Irene dan memeluk ibunya
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Iriana yang memeluk kembali anak perempuan nya. Matanya yang tajam dan lincah terus melihat ke arah belakang. Dimana seorang gadis perempuan sedang berdiri sambil menundukkan kepalanya.
"Oh ya, mana calon menantu dari cucuku?" tanya Iriana yang mencoba mempastikan.
"Jika mom sudah menengok kesana dan ke sini sudah jelas perempuan yang berdiri di sana" jawab Irene kepada ibunya.
"Cyla, kemarilah" panggil Irene kepada Cyla. Cyla yang dipanggil mengangkat kepalanya dan berjalan mendekat ke arah orang-orang yang berkumpul di depan pintu mansion tersebut.
"Baik, ada apa Bu?" tanya Cyla gugup. Dia merasakan aura mencekam dari arah kanannya, dimana seorang laki-laki paruh baya sedang menatapnya tajam. Memperhatikan dirinya dari atas sampai ke bawah mata kaki.
'Uhhhh, apa aku berbuat salah kepada orang itu? ini benar-benar membuatku gugup' ucap Cyla dalam hati yang masih merasakan tatapan tajam dari laki-laki paruh baya yang lebih tua dari calon ayah mertuanya.
Hingga sebuah tangan besar menarik Cyla dan memeluk tubuhnya dari arah belakang. Suara yang sangat Cyla kenali itu membuat perasaan Cyla yang tadinya gugup menjadi sedikit tenang.
"Kakek tidak perlu menatapi calon istri ku seperti itu" tajam Alex ke arah kakeknya, Roan. Membuat Roan berhenti menatap calon menantunya dan beralih ke cicitnya yang malah sudah hilang dari hadapannya.
"Daddy lepaskan tanganmu itu" tegas Rei yang menarik ibunya keluar dari pelukan sang ayahnya.
"Bagaimana ini tangan Daddy sudah melekat erat?" ucap Alex yang menambah pelukan eratnya membuat Rei langsung mengambil tangan ayahnya dari perut ibunya dan menghempasnya kasar.
"Lepaskan mommy, dia milikku" kesal Rei yang membuat Cyla hanya bisa menghela nafas pasrah dengan kedua orang yang ada di dekatnya ini. Kadang bertengkar dan kadang juga bekerja sama membuat Cyla hanya bisa menerimanya dengan helaan nafas. Ketiga orang yang asik dalam pertarungan mereka telah mengabaikan tatapan dari kedua orang paruh baya yang menatap mereka dengan terkejut.
"Jangan bilang itu benar-benar cucu dan cicitku?" terkejut Iriana yang melihat sikap obsesif kedua orang laki-laki tersebut.
"Ya begitulah mom, setiap hari mereka selalu berebut seperti anak kecil yang merebutkan sebuah mainan langka" jelas Irene.
__ADS_1
"Roan lihat mereka sepertinya sangat bahagia sekali" bisik Iriana kepada suaminya. Roan yang melihat juga jelas merasakan bahwa kehidupan cucunya telah berubah karena kebaikan dari perempuan yang ada di depannya itu. Dan dia merasakan bahwa semuanya akan baik-baik saja jika perempuan itu menikah dengan cucu laki-laki nya dan menjadi ibu dari cicitnya.
"Ya sepertinya begitu dan Irene dimana suamimu?" tanya Roan yang ingin menyelesaikan urusannya dengan Vero, suami dari anaknya.
"Ah, Vero sepertinya sedang berada di ruang bawah tanah mengurus masalah yang terjadi beberapa hari lalu" jawab Irene yang diangguki oleh Roan. Laki-laki paruh baya itu pergi berjalan ke arah ruangan bawah tanah ditemani ajudan pribadi miliknya. Dia kesini selain menghadiri pernikahan cucunya dia juga ke sini untuk menyelesaikan masalahnya dengan suami anaknya.
Roan yang pergi membuat Iriana ikut masuk bersama Irene dan mengontrol dengan keluarga lainnya yang sudah sampai lebih dulu dari mereka.
"Kalian bertiga jangan lupa mengobrol dengan keluarga sendiri dan juga Alex ingat kenalkan Cyla dengan benar" ucap Irene dan berjalan bersama ibunya untuk masuk ke ruangan yang sudah dipenuhi oleh keluarga besar Johnson.
"A..Alex, apa tidak apa-apa aku ikut?" tanya Cyla gugup karena bagi dirinya ini baru pertama kalinya dia berkumpul dan saling berkenalan bersama keluarga, selain Leon.
"Tidak apa-apa" ucap Alex yang mengecup pipi Cyla lembut. Rei yang melihat tingkat laku ayahnya menggigit tangan milik ayah ya keras.
"Awch!" ringis Alex yang langsung melepaskan pelukannya.
"Bleee" ejek Rei yang menarik ibunya menjauh dari ayahnya yang mesum. Alex yang melihat anaknya hanya bisa menatap dingin anaknya dan menghela nafas. Tidak ia sangka waktu pernikahan hanya menghitung hari atau jam saja. Keluarga yang merupakan tamu utama juga sudah berdatangan. Menandakan bahwa pernikahan yang akan dia lakukan merupakan pernikahan sakral dan merupakan pernikahan yang resmi.
'Sebentar lagi kau akan menjadi milikku seutuhnya, Cyla' ucap Alex dalam hati.
πππππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
My Ex Secretary
β’Akhirnya-akhirnya Sebentar lagi, sebentar lagi besok merupakan hari pernikahan dan akan membuat hidup Alex dan Cyla saling terikat. Dan juga terimakasih buat para readers yang selalu membaca dan mensupport saya melalui saran, pujian maupun kritikan.
__ADS_1
Dengan ini satu langkah terakhir menuju pernikahan akan selesai dan saya ingin bertanya kepada kalian. Sebenarnya saya ingin melakukan Q and A tapi itupun jika kalian ingin^^ karena bagian + nanti membutuhkan waktu 2-3 hari review.
Jadi keputusan berada di tangan kalian, sekian terimakasih dan Sayonara~