
"Aku kembali, Alex sayang" ucap wanita itu pernah percaya diri. Dengan langkah kaki yang percaya diri dan berjalan seperti di atas karpet merah dan memeragakan body dan busananya (catwalk).
"Rika pakai jaket bulu mu jangan sampai usaha yang kita lakukan di sini sia-sia jadinya" tegas Manajer Rika yang memperingatkan model dan artisnya itu agar tidak membuang usaha yang dia lakukan untuk kembali ke negara New York. Apalagi di negara sebelumya yaitu Spanyol yang dijaga sangat ketat dan jangan lupakan banyak masalah yang selalu timbul kepada mereka.
"Tenang saja aku akan menjaga kulit ku yang ini agar kekasih ku tersayang akan jatuh cinta kepadamu lagi" jawab Rika penuh percaya diri. Mereka berdua masuk ke dalam taxi Dan pergi menuju hotel yang sudah mereka pesan. Dengan senyuman penuh keyakinan Rika menatap pemandangan negara new York yang berbeda dengan tempatnya tinggal beberapa tahun yaitu Spanyol.
"Lihat Alex semuanya sama dan gedungnya juga masih sama tinggi dan ku pastikan kamu akan mencintai ku seperti dulu lagi" gumam Rika sambil menggulung-gulung ujung rambutnya.
Sementara itu wawancara sudah diselesaikan tanpa keributan dan tanpa masalah yang membuat mereka semua pulang lebih cepat. Mereka berenam berjalan menuju tempat parkir untuk menuju lokasi berikutnya.
"Alex kamu mau ikut pilih kartu undangan nya?" tanya Irene kepada Alex.
"i.." ucapan Alex terhenti saat dering telepon berbunyi di balik saku celana miliknya. Dia mengangkat telponnya.
Kring** kring**
'Luke ada urusan apa dia menjadi menelpon ku' pikir Alex bingung. Dia mencoba mengabaikan telpon dari tangan kirinya (orang kepercayaan) tetapi sebuah pesan masuk dan membuat dirinya harus menolak tawaran ibunya.
βοΈ Tuan ada masalah darurat! βοΈ
"Maaf mom sepertinya aku tidak bisa ikut tetapi saat mencoba fitting baju aku akan menyusul" jelas Alex lalu berjalan menjauh dari keluarganya. Dia mengangkat telpon kedua kali dari Luke. Setelah dia melihat pesan dari Luke dipastikan ini adalah hal darurat dan tentunya bisa membuat masalah untuknya, karena Luke adalah orang kepercayaan miliknya yang jarang menelpon dan mengirim pesan kecuali itu adalah hal darurat.
__ADS_1
Suara deringan telpon terhenti saat Alex mengangkat telpon dari Luke dan dirinya berdiri di balik pohon rimbun.
"Ada apa langsung intinya" dingin Alex.
"Tuan maafkan saya karena tidak waspada dan bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan tuan" minta maaf Luke.
"Maksudmu?" bingung Alex.
"Wanita itu berhasil kabur dari negara Spanyol" jelas Luke langsung intinya.
"Tunggu bagaimana bisa?!" dingin Alex. Dirinya tidak percaya bahwa wanita itu berhasil kabur dari negara Spanyol dan kabur dari pengawasannya.
"Membantu? siapa yang berani membantu wanita j*l*ng itu?" tanya Alex. Apalagi wanita tersebut sangat tidak mungkin memiliki koneksi di ngera Spanyol kecuali ada seseorang yang terpikat dengannya atau masuk ke dalam lubang buaya.
"Saya sedang menyelidiki nya tuan" jawab Luke singkat.
"Kalau begitu kemana wanita itu pergi?" tanya Alex. Satu detik, dua detik hingga lima detik tidak ada suara di sembrang sana. Hanya ada hembusan nafas milik Luke.
"Cepat jawab!" tegas Alex dia membutuhkan jawaban dan kordinasi di mana wanita itu berada, karena dia tidak akan membiarkan wanita j*l*ng itu berkeliaran dimana-mana.
__ADS_1
"Dia ke New York, tuan" jawab Luke pasrah. Mata Alex mulai menggelap saat mendengar wanita itu pergi ke negara nya sekarang.
"Kau berbohong, bukan?" tanya Alex sebelum dia mengeluarkan aura kematian dan kutukannya.
"Maaf tuan saya tidak berani berbohong kepada anda dan bahkan wanita itu sudah sampai ke New York dan sedang menuju tempat penginapan nya" jawab Luke. Alex menghantam batang kayu di sampingnya. Emosinya mulai timbul ke permukaan saat mendengarkan jawaban dari tangan kirinya.
"Maaf tuan"
"Kalau begitu kirim mata-mata dan pembunuhan untuk membunuh wanita itu" dingin Alex. Dia harus membuat wanita itu mati di negara ini sebelum wanita itu mulai membuat masalah.
"Apa tuan.." tanya Luke mempastikan niat tuannya.
"Sebelum aku yang membunuhnya dengan tangan ku sendiri" lanjut Alex.
"Baik tuan" jawaban terakhir dari Luke menutup panggilan mereka berdua. Warna mata Alex yang mulai menggelap ditemani hatinya yang mulai jatuh ke dasar kebencian lagi.
'aku akan membuat wanita j*l*ng itu menderita' pikir Alex licik.
πππππππππππππ
β’Jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya judulnya:
__ADS_1
My Ex Secretary
β’Oh My God, Alex kita sudah mulai mengeluarkan sikap Badas miliknya.. nantikan kelanjutan dari bab ini dengan cara like, Comment and favorite!