
Setelah sadar bahwa dia tadi berada di pelukan William, Olive langsung menjauh dari William dan meninggalkan pria itu begitu saja.
Sementara Williams sendiri, Dia merasa bahagia karena ini adalah awal yang bagus untuk hubungan mereka kedepannya.
Apalagi tadi saat dia berhasil menangkan Olivia dengan pelukannya. Dia berharap bahwa Olivia akan semakin dekat dengannya dan mereka bisa menjalani hidup berumah tangga bersama.
Membayangkan Olivia menjadi istrinya membuat William mengembangkan senyumnya.
Bahkan William sendiri sampai tidak sadar jika Ibunya masuk ke dalam rumah dan memukul punggungnya.
Plak !
" Ibu..." Ucapnya kaget saat melihat ibunya yang kini menatap tajam padanya.
" Minggir ! Ibu mau mandi. " Tubuh besar William di geser begitu saja oleh ibunya karena memang ibunya ingin masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang kotor seperti itu.
" Tapi kan ibu bisa mandi di kamar ibu. Apa di kamar ibu tidak ada kamar mandi ?" William merasa bahwa dirinya telah salah set karena bertanya hal seperti ini pada ibunya.
" Bukan urusan mu tentang mau dimana pun ibu mandi. Urusi saja calon istri mu itu. menangis sendiri karena merindukan mu tadi gengsi dan takut. "
" Benarkah itu Ibu ?" Tanya William pada ibunya karena dia merasa sangat bahagia mengetahui saat Olivia juga merindukannya.
" Tanyakan saja pada wanita itu. " Jawab ibunya dengan sinis seperti biasanya.
Tidak ada pengecualian pada sikap Nyonya Matilda terhadap Olivia atau pun William.
" Ibu katakan apa yang di katakan Olivia ?" Merengek seperti bayi pada ibunya karena tidak diberi tahu apa yang terjadi sebenarnya.
__ADS_1
" Tanyakan saja sendiri padanya dan satu lagi. Nanti ada orang yang mengambil sayuran itu. Mereka akan membayarnya dengan uang cash. Jangan berani mengambil uang itu sepeser pun. " William tidak habis pikir dengan apa yang di pikirkan ibunya.
Untuk apa William mengambil uang recehan seperti itu sementara yang di milikinya saja sudah lebih dari kata cukup.
Bahkan sangat cukup sekali dan berlebih. Lalu bagaimana bisa ibunya mengatakan bahwa William jangan mengambilnya ?
Ada-ada saja bukan ibunya itu ?
Saat William hendak menyusul Olivia ke kamarnya, Dia sudah melihat calon istrinya itu keluar dari dalam kamar dan menuju pintu utama saat mendengar bel yang berbunyi.
Melihat itu membuat William langsung bergegas menghampiri Olivia yang keluar dari kamarnya.
" Mau kemana Olivia ?" Tanya William yang melihat Olivia seperti menghindarinya lagi.
Mungkin masih merasa malu dengan apa yang terjadi di antara mereka tadi. Apalagi William yang sempat mencium keningnya.
" Olivia..."
Ceklek...
" Hey Olivia, Apa kabar mu ?" William langsung pasang badan saat mendengar suara seorang pria yang menyapa ibu dari anaknya saat ini.
" Ahh...kabar ku baik tuan Austin..." Jawab Olivia dengan suara yang pelan karena memang dia belum merasa nyaman dengan kehadiran pria di dekatnya
Apalagi ada William saat ini yang menatap tak suka pada Austin saat ini.
" Siapa dia Sayang ?"
__ADS_1
Deg !
Jantung Olivia berdetak kencang saat William memanggilnya sayang dan menarik dirinya agar semakin merapat pada tubuh William dan pinggangnya di rangkul oleh pria itu saat ini.
" Olivia, Baby..." Panggilnya lagi dan kini terdengar lebih lembut lagi tapi penuh dengan penekanan di dalamnya.
William benar-benar menunjukan sikap tidak sukanya terhadap pria di hadapannya saat ini.
" Oh, Maaf Tuan saya adalah Austin yang biasa mengambil sayur Nyonya Matilda. "
" Lalu tunggu apa lagi ? Cepat ambil sayurannya dan pergi dari sini. " William sangat merasa tidak nyaman dengan keberadaan Austin yang berada di antara mereka berdua.
" Oh maaf Tuan William, Saya menunggu Ibu anda saja kalau begitu. "
Ibu ku sedang mandi. Dan jika dia sedang mandi tidak ada yang boleh mengganggunya termasuk hujan angin badai petir sekali pun. Lagi pula beliau sudah menyampaikan pada ku untuk mengambil uang dari hasil penjualan itu. Jadi sekarang segera berikan uangnya pada ku dan ambil sayuran itu dan segera pergi dari sini. " Olivia tidak mengangkat jika William mengusir tuan Austin daro rumah ibunya dan terlihat tidak menyukainya seperti itu.
Sementara William sendiri, Dia meras sangat tidak senang dengan kehadiran pria bernama Austin itu karena William merasa cemburu karena pria itu menatap Olivia dengan penuh senyuman dan minat yang dapat William rasakan sebenarnya.
" Baby, Ayo masuk ke dalam. Aku tidak ingin kamu dan anak kita kelelahan. Biar aku saja yang mengurus soal sayuran itu oke. "
" Tapi Tu--"
" Ssssttt...Biar aku yang melakukannya untuk kamu Baby. Jadi percayakan semua ini pada ku. " Sungguh keterlaluan diri mu William.
Kau bahkan tidak membiarkan tamu mu untuk masuk ke dalam rumah ibunya dan memberikannya segelas air putih.
Malah yang terjadi kau malah mengusirnya secara halus karena dia tidak suka dengan tatapan pria itu yang berani menatap Olivia dengan penuh kekaguman seperti itu.
__ADS_1
" Rasanya aku ingin sekali meledakan kepala orang saat ini. Apa ini yang dinamakan cemburu ? Kenapa rasanya tidak enak sekali ?" Ucap William dalam hati karena memang dia merasa sesak saat ini karena memikirkan kecantikan Olivia yang juga di nikmati pria lain selain dirinya.
...💦💦💦...