My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
1. Pertemuan Pertama


__ADS_3

“Baik Tuan” jawaban serempak dari semua yang berkumpul.


Seorang Pemuda duduk di singgahsananya dengan tatapan


menusuk kepada setiap bawahannya lalu berdiri meninggalkan ruangan diikuti pria


tinggi besar dengan wajah dingin yang menjadi sekretarisnya. Semua yang sebelumnya


duduk manis mendengarkan perintah tuannya satu persatu berdiri dan meninggalkan


ruangan itu juga.


Pria  berwajah tampan


rupawan blasteran Indonesia Jerman dengan tubuh tinggi dan badan yang


proporsional yang akan membuat semua wanita terpukau setiap menatapnya, dia


merupakan seorang yang sangat berpengaruh di Negara ini. Dengan berbagai Bisnis


yang berada di bawah kendalinya tidak ada seorang pun di pelosok negeri tidak


mengenalnya. Bisnisnya ada di dalam negeri dan berbagai belahan dunia.


Pria Tampan tersebut selalu diikuti dengan sekretarisnya


yang memiliki badan tinggi besar dan tatapan yang sangat dingin dan datar di


berbagai kesempatan yang menjadi tangan kanannya.


Vico Marlino merupakan nama dari pria itu. Dia selain tampan


juga memiliki sifat yang sangat tegas, tidak segan-segan memecat siapa pun


bawahannya yang bekerja tidak sesuai dengan apa yang dia perintahkan. Tatapan


tajam dan dingin selalu mendominasi setiap dia menghadiri rapat membuat semua


karyawannya sangat menghormatinya dan takut jika membuatnya tidak senang.


Arini Putri Permana seorang wanita cantik berkulit putih


dengan tinggi 165 cm dan berat badan yang ideal membuatnya terlihat menarik


setiap pria yang melihatnya. Wajah cantiknya merupakan keturunan dari Ibunya


yang merupakan keturunan campuran antara Korea dan Belanda.


Arini saat ini merupakan Arsitek terkenal yang desainnya


banyak yang memesan, dia memiliki perusahaan sendiri untuk menerima pesanan desainnya.


Dia merupakan Lulusan terbaik Universitas Elit di luar negeri untuk jurusannya, tak


heran jika wanita cantik ini juga menjadi incaran banyak Laki-laki tampan.


Selain itu dia merupakan putri satu-satunya dari Keluarga Permana yang juga


sangat kaya raya. Tetapi dia tidak ingin bergantung dengan perusahaan keluarganya.


Walaupun Arini anak seorang yang sangat kaya raya dia memiliki


hati yang baik dan lembut kepada siapa pun, dia juga sangat taat dalam


beribadah. Dia selalu memakai baju yang sopan di berbagai kesempatan walaupun


pernah bersekolah di luar negeri. Ayahnya merupakan orang yang sangat ketat


masalah agama.


Arini hari ini datang ke kantor Angkasa Grup untuk mempresentasikan


desainnya untuk mengikuti tender pembuatan Gedung yang digadang-gadang menjadi


Gedung tertinggi di negara ini yang merupakan tempat belanja, bermain serta di atasnya


akan dijadikan tempat hiburan, Hotel dan Apartemen sekaligus.


Arini tidak datang sendiri dia ditemani dengan Vivi

__ADS_1


sekretarisnya yang selalu bersamanya kemana pun saat dia mempresentasikan desainnya.


“Nona semoga hari ini kita berhasil mendapatkan tender ini


ya?” Ucap Vivi yang terlihat tegang saat akan memasuki Gedung itu.


“Iya Vivi semoga kita berhasil ya, Semangat!!” Balas Arini


yang terlihat bersemangat.


Semua peserta tender memasuki ruang rapat. Saat semua sedang


menunggu rapat dimulai datanglah Vico CEO perusahaan Angkasa diikuti


sekretarisnya yang akan menilai hasil presentasi dari semua peserta. Saat dia


masuk semua mata tertuju padanya. Biasanya dia tidak mengikuti rapat desain


seperti ini karena ada tim desain yang akan melaporkan padanya beberapa pilihan


untuk desainnya, tetapi karena ini merupakan proyek yang besar dia mengikutinya


untuk menentukan desainnya.


“Baik semua peserta Tender terima kasih sudah hadir silahkan


mempresentasikan desain kalian” Sekretaris Kim mulai membuka untuk presentasi.


Semua peserta tender mempresentasikan desainnya masing-masing


sampai tiba gilirannya Arini. Semua mata tertuju padanya, walau sedikit tegang


Arini sangat percaya diri dan baik mempresentasikan desainnya. Vico yang


sebelumnya hanya mendengarkan presentasi tanpa memandang siapa yang presentasi


sangat memperhatikan setiap apa yang diucapkan Arini. Entah kenapa dia sangat


tertarik dengan Arini.


Semua peserta sudah mempresentasikan desainnya


“Terima kasih atas kedatangannya untuk mengikuti tender desain


perusahaan kami hari ini, untuk pengumuman pemenang tender akan kami info


melalui email dan untuk membicarakan desainnya akan ada pertemuan selanjutnya”


Tutup sekretaris Vico.


Vico dan sekretarisnya meninggalkan ruangan tersebut.


“Alhamdulillah, aku bisa mempresentasikannya dengan baik


semoga kita bisa memenangkan tendernya ya, Vivi ?” Syukur serta harapan Arini


ucapkan.


“Iya Nona semoga kita berhasil dengan tender ini walaupun


hanya satu bagian dari bangunan tapi itu akan menjadi awal perkembangan


perusahaan Nona .” Jawab dan harapan Vivi


Semua peserta tender meninggalkan Ruang rapat tersebut tak


terkecuali Arini dan Vivi.


Di dalam ruangannya Vico masih memikirkan presentasi tadi,


bukan lebih tepatnya dia masih memikirkan Arini.


“Kim, wanita yang presentasi tadi siapa ?” Tanya Vico pada


sekretarisnya.


“Arini Putri Permana tuan dari “Queen Desain”.” Jawab


sekretaris Kim, karena memang hanya Arini wanita satu-satunya yang melakukan presentasi

__ADS_1


tidak membuat sekretaris Kim sulit untuk mengingatnya.


“Apa “Queen Desain”, kenapa aku baru pertama kali dengar


perusahaan itu ?” Tanya Vico lagi.


“Iya tuan itu memang perusahaan baru, karena desain-desainnya


sangat menarik dan unik banyak perusahaan lain yang memesan desain darinya, ini


juga pertama kalinya mereka mengikuti tender di perusahaan kita, Tuan”. Jelas


sekretaris Kim.


Vico hanya membuka mulutnya membentuk huruf O yang


mengartikan paham maksud dari sekretaris Kim.


Dilain sisi Arini sudah sampai di kantornya dan duduk di kursi


kerjanya.


“Huh akhirnya presentasinya selesai juga, aku akan beribadah


dulu dan mulai mengerjakan desain untuk pembuatan Gedung Hukum milik Perusahaan


Han & Kang.” Arini pun pergi meninggalkan meja kerjanya dan menuju ke


Mushola untuk beribadah, karena memang di kantornya tersedia mushola untuknya


dan karyawan beribadah.


Selesai beribadah Arini mulai untuk membuat desain untuk gedung


hukum itu. Gedung tersebut milik teman ayahnya yang dia menangkan tendernya


minggu lalu. Walaupun teman ayahnya tapi ayah Arini tidak ikut-ikut dalam


masalah pemenangan tersebut, Arini berusaha sendiri untuk memenangkannya dengan


membuat desain yang menarik, unik, klasik untuk kantor hukum itu sehingga


menarik teman ayahnya tersebut.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam Arini pun


beranjak meninggalkan meja kerjanya dan pulang, Walaupun Arini Pemilik dan


pimpinan perusahaan tersebut Arini tidak selalu menyerahkan semua pekerjaannya


kepada karyawannya, apalagi ini teman dari ayahnya Arini. Dia bekerja


semaksimal mungkin agar terlihat sempurna. Semua karyawan sudah meninggalkan


meja kerjanya hanya tersisa Arini. Arini mematikan semua lampu dan meninggalkan


kantornya.


Saat perjalanan pulang tiba-tiba ban mobil Arini bocor


sehingga membuat perjalanannya terhenti. Saat ingin menghubungi kakaknya untuk


menjemput teleponnya mati karena baterainya habis Arini pun menyalakan mobilnya


dan mengisi daya teleponnya tersebut sambil menunggu di dalam mobil.


Saat melewati jalan Vico melihat mobil berhenti dan melihat


wanita yang ia temui saat presentasi berada di dalam mobil tersebut sendirian.


“ Kim berhenti sebentar sepertinya itu ada Arini.” Ucap Vico


menyuruh sekretaris Kim berhenti.


“Baik Tuan, apa perlu saya yang menanyakan, kenapa dia


berhenti, Tuan ?” Ucap sekretaris Kim


“Tidak usah biar aku saja, kamu tunggu di sini.” Perintah

__ADS_1


Vico pada sekretaris Kim


__ADS_2