My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Keberangkatan


__ADS_3

Hari Keberangkatan ke Bali.


“ Apakah sudah semua Ar ?” Vico yang kala itu sudah selesai


melakukan rutinitas paginya membersihkan diri terlihat baru keluar dari kamar


ganti sudah memakai kemeja dan celana panjang sambil memegang handuk putih ditangan


kanannya untuk mengeringkan rambut basahnya yang terlihat masih meneteskan air.


Dengan pandangan antusias akan kepergiannya dia mendekati


Arini yang tengah berjongkok menutup koper yang menyimpan semua kebutuhan yang


mereka akan gunakan di Bali.


“ Sudah,” Jawab Arini singkat lalu berdiri dan menatap Vico


dengan tersenyum mata kecoklatan miliknya seperti menghipnotis Vico beberapa


saat terpatung akan pandangan Arini tersebut.


“ Aku bantu keringkan.” Arini mencoba membantu Vico


mengeringkan rambutnya mengambil handuk putih lalu meminta Vico untuk duduk di


tempat riasnya setelah itu Arini pergi mengambil hair dryer dan mengeringkan


rambut Vico dengan telaten.


Pria tinggi kekar itu hanya menurut dan menikmati perlakuan


sederhana tapi sangat membuat hatinya senang itu.


“ Sudah yuk.” AjakArini setelah meletakkan alat


pengering rambut tersebut kembali ke dalam laci.


“ Oke.” Vico kini terlihat sudah berdiri lalu menarik koper


miliknya untuk turun.


Terlihat sekretaris Kim sudah menunggu keduanya sambil memangku


leptop kerjanya, dia memang tidak pernah sekali pun melupakan semua tanggung


jawabnya akan pekerjaannya membantu Vico tersebut. Melihat kedua pasangan muda


itu sudah keluar dari dalam kamarnya sekretaris Kim terlihat mematikan benda


persegi panjang itu lalu meletakkan di atas nakas lalu berdiri dan melangkahkan


kaki panjangnya mendekati mereka berdua.


“ Selamat pagi Tuan dan Nona muda.” Sapa Sekretaris Kim


sopan sambil membungkuk, selalu tanpa ekspresi dan hanya melakukan secara


formal.


“ Pagi sekretaris Kim.” Jawab Arini selalu mendengar sapaan


sekretaris Kim dan melangkahkan ke ruang makan untuk dia dan Vico mengisi


asupan gizi sebelum mereka berangkat ke Bali.


“ Sekretaris Kim mari ikut sarapan dengan kami ?” Ajak Arini


yang memang memperlakukan sekretaris Kim secara formal karena memang keduanya


belum dekat satu sama lain kecuali itu berhubungan dengan Vico.


“ Terima kasih nona, silakan nona dan tuan saja, selamat


menikmati sarapannya.” Tolak Halus sekretaris Kim yang kembali ke sofa duduknya


untuk menunggu Tuan muda dan nona mudanya selesai sambil dia mengerjakan


tugasnya.


Merasa mendapat penolakan ekspresi Arini terlihat berubah

__ADS_1


ada tersirat kekecewaan dan sedikit kerutan dekat bibirnya. Vico yang melihat


hal itu lalu memberi perintah pada sekretaris Kim.


“ Kim ikutlah makan, kamu pasti belum sarapan juga. Cepatlah


ke sini !”Perintah yang mulia raja yang tak ingin siapa pun menolak dengan


tatapan tajam tersorot untuk sekretaris Kim yang sudah mengalihkan pandangannya


dari benda persegi panjang dalam pangkuannya kepada tuan mudanya tersebut.


“ Baik Tuan.” Sekretaris Kim kembali mengurungkan niatnya


bekerja dan segera menutup leptop miliknya dan meletakkannya kembali lalu


melangkah ke ruang makan mengikuti tuan muda dan nona mudanya untuk sarapan


pagi.


Vico sudah duduk di tengah, Arini berada di samping kanan


Vico sedangkan sekretaris Kim berada di seberang Arini.


Arini selalu seperti biasa mengambilkan semua makanan yang


ingin Vico nikmati. Terlihat kemesraan dari keduanya yang terpampang nyata di


depan sekretaris Kim. Sekretaris Kim yang kehadirannya tak dihiraukan lalu


mengambil makanannya dan menikmatinya.


Selesai menikmati sarapan pagi mereka lalu pergi ke bandara.


“ Arini apa kamu kemarin sangat mengawatirkanku ?” Vico


mencoba mendapatkan pengakuan dari Arini dengan wajah penasaran dia menunggu


jawaban yang akan keluar dari mulut kecil Arini.


“ Tentu saja, suhu tubuhmu sangat tinggi bahkan kamu


mengigau berkali-kali.” Jawab Arini dengan wajah sendu mengingat keadaan Vico


“ Aku mengigau apa ?” Vico yang sebelumnya senang berubah


kawatir jika yang menjadi ucapan saat dia tertidur itu berhubungan dengan


Poppy, bisa membuat hubungannya dengan Arini bermasalah.


“ Tidak tahu, kamu hanya berteriak ..Tetaplah Bersamaku..


begitu beberapa kali, memangnya apa yang kamu mimpikan saat kamu tertidur


sampai seperti itu.” Arini terlihat kawatir jika mimpi buruk yang Vico alami


seperti dirinya yang memiliki trauma akan sesuatu sehingga sulit untuk di


lupakan.


“ Oh hanya mimpi biasa, tidak penting.” Vico mencoba


menenangkan Arini selain itu dia juga belum siap untuk menceritakan segalanya


dengan Arini jadi dia hanya ingin menyimpan sisi tergelapnya itu dari Arini


saat ini.


“ Oh “ Arini merasa lega jika mimpi itu bukanlah hal penting


mungkin itu hanya bunga tidur yang bertepatan saat Vico sakit, tidak mungkin


seorang Vico dari Perusahaan Angkasa bisa punya masalah yang rumit, begitulah


pemikiran Arini.


“Tuan semua sudah siap di bandara, waktunya kita berangkat.”


Sekretaris Kim yang sudah menyelesaikan sarapan paginya beberapa kali melihat


jam tangan warna hitam yang melingkar di tangannya dan melihat Arini dan Vico

__ADS_1


yang sudah menyelesaikan makan mereka tapi masih terlihat saling mengobrol


mencoba mengingatkan keberangkatan mereka.


“ Ayo Ar kita berangkat.” Vico terlihat sangat bahagia


karena janjinya dengan Arini untuk mengajaknya pergi melihat sun set yang


menjadi pemandangan idaman dari berbagai turis internasional itu akan segera


terwujud.


“ Iya Vic.” Arini terlihat tersenyum lalu berdiri bersiap


meninggalkan meja makan.


Vico menghampiri Arini dan menggandeng tangan Arini erat


sambil tangan kirinya mengusap rambut Arini lembut diselingi senyuman keduanya


dan tatapan saling mencintai dari sejoli yang sedang menikmati manisnya cinta


itu.


Aku bersyukur Tuan Vico bisa bersama nona Arini yang bisa


membuatnya tersenyum semanis itu, walaupun awalnya aku sempat ragu mengingat


sifat tuan yang sangat dominan dan sifat tertutup nona Arini dan bahkan


keprotektifan kakaknya Nona Arini. Batin sekretaris Kim dari belakang


mengikuti mereka berdua.


Mereka menaiki mobil yang di kendarai sekretaris Kim menuju


bandara pribadi tempat pesawat pribadi Vico berada.


Terlihat sebuah Bandara yang luas juga bisa dikatakan


seperti bandara Internasional, terlihat banyak Pesawat berjajar rapi di bandara


Pribadi milik Vico tersebut.


Bandara ini memang khusus di gunakan secara pribadi untuk


keluarganya, rekan bisnis dan beberapa orang penting yang menyewa secara


ekslusif untuk penerbangan pribadi.


Vico, Arini dan sekretaris Kim disambut dengan semua Tim


yang akan melayaninya di penerbangan hari ini.


“ Selamat Pagi Tuan dan nona.” Ucap para wanita berpakaian


seksi berwarna merah mencoba bersikap profesional sebagai pramugari yang


menyediakan berbagai kebutuhan mereka selama di penerbangan ke Bali.


“ Selamat Pagi Nona dan Tuan saya Adly yang menjadi pilot


untuk penerbangan ini, semoga dapat memberikan pelayan terbaik saya.” Seorang


laki-laki dengan tubuh tegap tampan dan berambut plontos berpakaian hitam putih


menyambut kedua orang nomor satu di tempat dia bekerja tersebut.


Seorang Co Pilot juga memperkenalkan diri pada sejoli yang


ingin bulan madu kedua itu.


Setelah mendapat balasan senyuman manis dari Arini dan


tatapan mengusir dari Vico mereka kembali ke tempat masing-masing untuk


melaksanakan tugasnya.


Terlihat Arini dan Vico mengobrol di selingi canda tawa


membuat manusia bagai tembok yang selalu berwajah datar itu hanya mengela nafas

__ADS_1


kasar sambil berkali-kali melihat jam tangannya melihat waktu ingin sekali


mengakhiri pemandangan yang membuatnya merasa iri itu.


__ADS_2