My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
20. Konser Musik


__ADS_3

Kalau sampai papah tahu foto itu, selain akan dicoret dari


daftar keluarga aku bisa dibunuh.


Vico lalau menghubungi sekretaris Kim dan menanyakan


kejadian semalam.


“ Kim apa Velove bersamaku semalam ?” Tanya Vico yang sudah


tidak sabar mengetahui fakta sebenarnya.


“ Tidak Tuan.” Jawab Sekretaris Kim yang memang merasa tidak


ada sama sekali kehadiran Velove atau bahkan bertemu Velove sekalipun.


“ Siapa yang mengantarku ke Hotel ?” Tanya Vico kembali


memastikan ucapan sekretaris Kim.


“ Saya sendiri tuan yang mengantar tuan saat mabuk ke dalam


kamar dan membaringkan Tuan, saya bahkan tidak melihat nona Velove sama sekali.


“ Ucap sekretaris Kim Menjelaskan karena merasa janggal dengan pertanyaan Vico


yang tiba-tiba menanyakan Velove.


“ Tapi kenapa aku bisa berfoto telanjang dengan Velove Kim,


Coba kamu cek foto yang aku kirim apakah itu asli dan cek semua cctv Hotel ?” Perintah Vico lalu


mematikan panggilannya.


Vico yang siang itu bangun dalam kondisi kacau ditambah


mendapat kiriman foto dari Velove membuatnya pergi ke tempat hiburan malam


tempat Mike. Walaupun tempat hiburan malam tapi tempat itu buka 24 jam.


Mike yang melihat Vico datang lalu menyambutnya. Terlihat


hanya Mike saja di tempat itu.


“ Halo bro kenapa lagi siang-saing kesini apa kamu tidak ke


kantor ?” Tanya Mike heran dengan adanya Vico di tempat itu.


“ Tidak, lagi malas ke kantor” Jawab Vico dengan malas akan


pertanyaan Mike


Drt drt drt terdengar ponsel Vico bergetar


Vico lalu mengangkatnya panggilan tersebut dari Rezky.


“ Vic aku sudah dapat info siapa yang menyekap mata-mata


kamu.” Ucap Rezky yang perkataannya terpotong oleh Vico.


“ Aku sudah tahu dia siapa dia bos Dark Knight kan ?” Tanya


Vico


“ Benar ada hal lain lagi yang perlu kamu ketahui.” Ucap


Rezky


“ Apa Rez ?” Tanya Vico yang penasaran


“ Bos Dark Knight adalah Putra Permana.” Jawab Rezky


“ Apa Putra Permana, Apa benar penyelidikanmu itu ?” Tanya


Vico yang tidak percaya.


“ Benar aku sudah menyelidikinya sendiri. Bahkan saat ini


dia juga bersitegang dengan Pamanmu yang ada di Jepang karena Pamanmu


mengganggu bisnisnya.” Ucap Rezky.


“ Pantas saja dia menangkap mata-mataku, jadi karena aku


mengikuti adiknya.” Ucap Vico


“ Adiknya Putra yang kamu maksud ?” Tanya Rezky tapi sudah dipotong Vico.


“ Iya aku menyuruhnya untuk mencari tahu tentang Arini, aku


pernah menyukainya tetapi ternyata dia bukan wanita yang seperti aku kira.”


Jawab Vico.

__ADS_1


“   Maksud kamu Vic ?”


Tanya Rezky lagi


“ Iya dia suka bergonta-ganti Pria .” Jawab Vico enteng


“ Tidak mungkin Vic.” Ucap Rezky yang tidak percaya karena


dari informasi yang dia dapat Putra sangat menjaga ketat adiknya tersebut dan


menempatkan mata-mata 24 jam bergantian.


“ Kenapa tidak mungkin, aku melihatnya sendiri. “ Jawab Vico


yang percaya diri dengan pendapatannya.


“ Ya sudah aku tutup dulu ada telepon masuk” Ucap Vico lagi


sebelum mendengarkan penjelasan dan Rezky.


“Kenapa lagi menghubungiku.” Ucap Vico saat mengetahui


panggilan itu dan Velove.


“ Vic kamu dimana ?” Tanya Velove.


“ Kenapa mencariku ?” Tidak menjawab Vico malah balik


bertanya.


“ Vico kamu jemput aku sekarang di rumah antar aku ke Mall


untuk membeli baju dan ke salon.” Ucap Velove yang merasa sudah mendapat


kelemahan Vico


“ Tidak bisa aku sibuk.” Jawab Vico malas.


“ Kamu mau aku sebarkan foto kita berdua ?” Ancam Velove


“Sialan” umpat Vico geram.


“ Apa kamu memanggilku sialan sekarang, oke kamu kira apa


yang aku katakan main-main aku akan menyebarkannya sekarang ?” Ucap Velove


“ Oke aku jemput sekarang.” Ucap Vico menghela nafas kasar lalu bergegas


meninggalkan Mike


ponselnya dan menghubungi Velove.


“ Halo Vic “. Sapa Velove yang terlihat sangat senang karena


pertama kalinya Vico menghubunginya.


“ Aku di depan, keluar sekarang!” Ucap Vico yang tidak suka


menunggu dan terlihat wajah marah dan tatapan tajam menghiasinya saat ini menandakan


ketidaksukaannya.


“Oke sayang, tunggu sebentar ya. Vico ...” Ucap Velove belum


selesai tetapi panggilan sudah Vico akhiri.


Tak berapa lama Velove keluar dengan penampilan seksinya.


Apa dia tidak memiliki baju lain, memalukan sekali berjalan


dengannya dengan pakaian seperti itu. Batin Vico saat memandang pakaian


yang dikenakan Velove seperti baju kurang bahan.


“ Ayo Vic berangkat, kenapa bengong ? Terpesona ya, kamu


sudah menikmatinya semalam sayang.” Ucap Velove menggoda Vico sambil mencolek dagu Vico dengan telunjuknya.


“Cih” Decih Vico mendengar ucapan menggoda Velove.


Vico langsung masuk mobil tanpa menanggapinya. Setelah


Velove masuk Vico segera melajukan kendaraannya ke pusat perbelanjaan yang


Velove mau kunjungi. Sesampainya di sana Velove langsung menempel pada Vico.


Vico beberapa kali melepaskan tangan Velove karena merasa risih dengan


gelayutan tangan Velove.


“Lepaskan tanganmu, aku tidak suka.” Bantak Vico yang sangat


marah setelah memendam beberapa saat.

__ADS_1


“Ah sayang ini kan namanya mesra M E S R A.” Jawab Velove


sambil mengeja kata itu.


“Lepaskan atau aku pulang sekarang ?” Ancam Vico


“ Pulang saja aku akan menyebarkan Foto kita berdua.” Ucap


Velove mengancam Vico lagi.


Vico yang mendengar itu langsung diam dan membiarkan Velove


menggelayuti tangannya dengan menahan semua emosinya.


Velove menuju ke salah satu butik terkenal di pusat


perbelanjaan tersebut.


“ Pelayan mana yang paling baru dan mahal ?” Tanya Velove


pada pelayan butik itu dengan sombong dan angkuh.


“Silahkan ikuti saya nona. “ Jawab pelayan dan mengajak


Velove ke bagian baju yang menjadi koleksi terbaru butik tersebut.


Velove mengambil beberapa baju dan mencobanya, saat dirasa


cocok dia membawanya dan menyuruh Vico mencoba beberapa baju yang cocok dengan


gaunnya setelah merasa bagus dia menyuruh Vico membayar. Setelah dari butik


mereka menuju salon.


“Hai sis mau digimanain Rambut dese ?” Ucap Pria


berpenampilan melambai menghampiri Velove.


“ Buat terlihat elegan tapi tetap seksi.” Ucap Velove


“ Oke siap siap, duduk di sindang ya ne.” Ucap pria tersebut


menyuruh Velove duduk di bangku kosong.


Penampilan rambut dan make up Velove telah selesai. Velove


mengajak Vico menuju Hotelnya untuk berganti pakaian dan bersiap-siap pergi ke


konser.


Konser Arga Purnama


Arini hadir dalam konser tersebut dan duduk di bagian tamu


VIP. Arini terlihat cantik dan elegan dengan gaun berwarna peach yang dikirim


Arga dan dengan sedikit polesan dan rambut tergerai membuatnya sangat manis dan


mencolok dibandingkan yang lain.


Arga yang mempersiapkan konser berada di balik panggung


terlihat mengenakan baju berwarna hitam dan terlihat sangat tampan malam itu.


Semua penonton sudah memenuhi Aula konser musik tersebut.


“Ini konser musik yang kamu bicarakan ?” Tanya Vico yang baru


akan masuk ke aula.


Terlihat banyak ucapan dan banner bertuliskan nama Arga


Purnama membuat Vico naik darah dengan hal itu.


“Aku tidak mau masuk .” Ucap Vico pada Velove malas melihat


konser saingannya tersebut.


“Vico kenapa ? dia musisi yang sangat berbakat dan aku


menunggunya untuk konser aku bahkan berusaha mendapatkan tiket VIP untuk kita


berdua, asal kamu tahu aku sangat susah mendapatkannya.” Ucap Velove menarik


tubuh Vico yang ingin meninggalkan Aula tersebut


“ Pokoknya aku tidak mau masuk Vel.” Ucap Vico Lagi masih


menolak.


“Oke pulang saja aku akan melihat sendiri, jangan salahkan


aku sampai nilai saham perusahaanmu turun.” Ancam Velove melepaskan tangannya

__ADS_1


pada Vico dan mengancam kembali.


“Oke” Ucap Vico dan masuk aula konser itu.


__ADS_2