My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
16. Rencana Pembatalan Perjodohan


__ADS_3

“Mah Vico maunya dijodohkan dengan Arini tidak mau dengan


yang lain.” Jawab Vico tegas.


“ Vico mamah itu lebih tahu tentang wanita, jadi mamah tahu


mana yang baik untuk kamu dan mana yang tidak, jadi terima ya permintaan mamah


untuk membatalkan perjodohan dengan anak Pak Permana, masalah papah nanti biar


mamah yang bicara.” Ucap mamahnya lagi.


Mamah ini kalau punya keinginan selalu saja tidak mau


ditolak, selain itu membandingkan Arini dengan putrinya Pak Marcell yang


seperti itu. Bagaikan bumi dan langit. Arini jauh lebih baik dan tidak


aneh-aneh dibanding Fellicia yang sukanya di Club malam dan sering


bergonta-ganti pasangan . Perjodohan ini juga aku yang meminta ke Papah, aku


diterima Arini saja sudah sangat bersyukur malah mau aku batalin dan memilih


Fellicia pasti aku sudah gila jika melakukan itu. Batin Vico


“ Mah pokoknya Vico mau sama Arini titik.” Ucap Vico sedikit


keras terhadap mamahnya dan memutuskan teleponnya.


Vico sebenarnya sangat menghormati mamahnya dan tidak pernah berkata kasar serta menolak permintaan


mamahnya untuk banyak hal, tapi untuk kali ini Vico tidak bisa mengikuti permintaan mamahnya itu.


“Anak ini sama saja dengan papahnya, sihir apa yang


dilakukan perempuan itu sampai mereka berdua tidak mau mendengarkanku, aku tahu


keluarga Permana selevel dengan keluarga ini tapi melihat anak perempuan


keluarga Permana yang seperti itu aku merasa kurang cocok dengan Vico. Dia


tidak ramah dan baik seperti Fellicia, bagaimana aku bertemu dengan teman-teman


sosialitaku kalau menantuku Arini yang tidak mengerti apa-apa dengan dunia


kalangan atas bahkan pernikahannya saja minta yang sederhana, kan aku ingin


pernikahan yang mewah dan berkelas agar bisa mengundang banyak teman-temanku


selain itu Vico adalah anakku satu-satunya. Dasar.. sebelum mereka menikah aku


akan membujuk Vico untuk membatalkan perjodohan ini. Anak itu harus dinasehati


sebelum terjerumus.” Mamah Vico yang masih duduk di sofa ruang keluarga sambil


bergumam-gumam membuat rencana pembatalan perjodohan Vico dan Arini.


Belanda


“Felix bagaimana sudah dapat informasi tentang kontak yang


ada di ponsel mata-mata itu ?” Tanya Putra pada Felix


“ Begini tuan, alamat IP nomor tersebut terdaftar di Cina


dan saat kita mencari tahu identitas pemilik ponselnya adalah orang yang sudah


meninggal dunia.” Jawab Felix


“ Kurang ajar sepertinya dia bukan orang biasa. Ketatkan


penjagaan untuk adikku aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya, cukup satu kali


saja aku membuat kebodohan yang membuat dia hampir celaka.” Jawab Putra.


“ Besok persiapkan pertemuan dengan semua pimpinan kita yang

__ADS_1


ada di Asia, selain membahas soal penurunan pendapatan juga mengenai informasi


siapa saja yang membeli nomor ilegal itu. Dan pastikan semua hal harus sudah


bisa berjalan dengan sempurna karena aku di sini hanya seminggu aku harus


segera kembali ke Indonesia.


Drt drt drt


Arini dijodohkan papah kak, calon suami Arini Vico dari


Perusahaan Angkasa Grup.—Adik Kesayangan


Ponsel Putra bergetar terlihat ada pesan masuk dari adiknya.


Putra yang mengetahui itu merasa bingung kenapa Papahnya tiba-tiba menjodohkan


adiknya dengan Keluarga Marleno dan pernikahannya kenapa sangat mendadak. Tapi


Putra juga tidak terlalu memikirkannya karena dia merasa papahnya tidak mungkin


memutuskan tanpa pertimbangan matang masalah pernikahan adiknya dengan Vico


itu.


“ O iya Felix, selidiki juga tentang Vico CEO Perusahaan


Angkasa Grup karena dia akan menjadi suami adikku, aku tidak mau sampai Arini


mengalami hal buruk saat menjadi istrinya nanti. Semua detail dari dia lahir


sampai sekarang.” Perintah Putra lagi.


“ Baik tuan, akan saya bereskan semuanya, ada lagi tuan ?”


Tanya Felix


“Sementara itu saja, kamu bisa pergi sekarang, oh satu lagi


“ Baik Tuan.” Jawab Felix dan berlalu meninggalkan Ruangan


Putra


Kantor Arini


Terlihat Arini baru datang ke kantor dan memasuki


ruangannya, dia meminta Vivi untuk ke ruangannya. Vivi pun memasuki ruangan


Arini dan duduk di sofa.


“Vivi Bagaimana desain-desain pesanan Klien ada yang komplain


atau tidak terselesaikan ?”


“ Nona sebaiknya kita merekrut beberapa desainer lagi karena


saat ini banyak yang memesan pada perusahaan kita, sementara beberapa karyawan


melakukan lembur untuk membereskan itu semua tapi aku takut akan mengganggu


kesehatan karyawan nona.” Jelas Vivi


“ Oke buatkan pengumuman di beberapa media sosial dan surat


kabar, minta kirimkan CVnya di email kita dan seleksi beberapa yang menurut


kamu memiliki kompetensi dan pengalaman yang bagus, jangan hanya melihat dia


dari latar belakang pendidikannya tapi lebih ke keahliannya ya.” Ucap Arini


“Baik Nona.” Jawab Vivi.


“ Kamu sudah konsultasi dengan staf perusahaan Angkasa Grup


ya dengan hasil desain terakhir kita, apakah ada penyesuaian atau lainnya ?”

__ADS_1


Tanya Arini


“ Sudah nona, belum ada konfirmasi untuk penyesuaianya, tadi


pagi saya sudah konfirmasi dan masih menunggu persetujuan dari pimpinan mereka,


nona ada lagi yang perlu saya sampaikan barusan saya dapat informasi kalau


Perusahaan Horison membuka tender untuk pembuatan desain Pusat Perbelanjaan


nona.” Jelas Vivi


“ Oke untuk Perusahaan Angkasa grup jika sampai siang belum


ada konfirmasi kamu hubungi lagi staf itu, untuk tender Perusahaan Horison


minta Karyawan untuk mendesainnya jika sudah selesai letakkan di mejaku, Oiya


Vivi minggu depan aku akan cuti selama 3 hari pastikan semua beres sebelum aku


tidak ada, dan tolong kamu handle semuanya sampai aku kembali.” Jelas Arini


pada Vivi.


“Baik Nona.” Jawab Vivi tanpa menanyakan alasan Arini tidak


masuk kerja.


Jangan.. .. Jangan sentuh aku, kakak huhuhuhu kakak tolong


Arini. Terlihat Arini mengigau saat tertidur di meja kerjanya.


“Jangan Valdo” . Arini terbangun dari tidurnya bermimpi hal


yang pernah ia alami dengan pria yang menjadi kekasihnya dahulu.


Terlihat Arini mengatur nafasnya dan mengusap keringat yang


ada di dahinya . Semua kejadian masa lalu yang kelam terulang membuat Arini


menjadi cemas. Itu merupakan kejadian yang membuat Arini tidak ingin terlalu


dekat dengan pria dan tidak pernah menjalin hubungan spesial.


Drt drt drt terdengar ponsel Arini bergetar. Terlihat ada


panggilan masuk dari Arga.


“ Hallo.. “ sapa Arini dengan nafas yang belum teratur.


“ Hallo Arini, ada apa denganmu ?” Tanya Arga.


“Tidak apa-apa Arga aku hanya bermimpi buruk.” Jawab Arini


“ Arini, apa kamu sedang senggang, aku ingin mengajakmu


makan siang kalau boleh ?” Tanya Arga.


“Baiklah, kita makan dimana ?” Tanya Arini, dia mengiyakan


karena merasa Arga adalah temannya yang memang sudah lama tidak bertemu.


“ Di Restoran Botanika ya ?, aku jemput ya ?” Arga


menawarkan pada Arini.


“ Oke tidak perlu Ga kita langsung bertemu saja.” Jawab


Arini


“Oke aku tunggu jam 11 di sana ya ?” Balas Arga.


“Oke sampai nanti.” Ucap Arini


“ Oke sampai nanti Arini.” Balas Arga dan mematikan


panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2