My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Penculikan


__ADS_3

“ Vico.” Teriak Arini dengan tangisan menggema dan berlari


menghampirinya.


“ Arini.” Melihat Arini dengan berbagai luka dia berlari dan


memeluk Arini. Terlihat Arini terisak di pelukan Vico, merasa ingin Arini


tenang Vico hanya memeluk dan menepuk punggung Arini.


“ Aku di sini Arini, tenanglah ayo kita pergi, maafkan aku.”


Ucap Vico yang merasa gagal melindungi Arini hingga istrinya itu terluka.


Arini yang masih terisak menangis tiba-tiba pingsan di


pelukan Vico, mungkin karena kelelahan dan ketakutan membuatnya shock.


Vico memanggil Arini dan membangunkannya tetapi tidak


kunjung bangun, lalu Vico mengambil benda pipih di kantong celananya untuk


menghubungi sekretaris Kim dan menyuruhnya datang ketempat dia menemukan Arini


tersebut.


Vico lalu menggendong Arini pergi dan dihampiri sekretaris


Kim dan pengawal yang lain lalu mereka pergi ke Hotel tempat mereka menginap.


Vico menidurkan Arini dan meminta pelayan wanita


menggantikan pakaian Arini.


Arini terlihat tidur dengan sangat pulas dan belum sadarkan


diri dari tadi.


Vico yang cemas meminta dokter untuk menangani luka-luka


Arini.


Vico yang keluar menghajar semua pengawal yang mengikutinya


tak terkecuali sekretaris Kim karena merasa semua pengawalnya bodoh.


“ Kalian semua sangat bodoh, kenapa membiarkan istriku pergi


sendiri .” Teriak Vico yang sudah dirasuki hawa membunuhnya memukul menendang


semua pengawalnya sampai babak belur


“ Maaf tuan, maafkan kami.” Ucap para pengawal tanpa


membalas pukulan Vico karena memang merasa bersalah.


“ Kim kamu juga sangat bodoh, lihat Arini luka dan bahkan


sampai sekarang belum sadar.” Ucap Vico dan memukul sekretaris Kim terlihat


bibirnya berdarah tak sampai situ Vico juga menendang kaki sekretaris Kim


“ Sudahlah kalian boleh pergi. Kim siapkan penerbangan ke


Indonesia besok aku ingin pulang.” Ucap Vico lalu meninggalkan sekretaris Kim.


“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris Kim yang kembali berdiri tegak


dan menundukkan kepalanya setelah perintah tuannya tersebut.


Vico lalu masuk ke dalam kamar untuk menemui Arini.


“ Bagaimana keadaan Arini dok ?” Tanya Vico pada dokter yang


memeriksa dan mengobati luka-luka Arini. Vico tidak mau membawa ke rumah sakit


karena takut akan ada lagi yang mengancam keselamatan istrinya tersebut


sehingga dia membawanya ke Hotel dan memanggil Dokter.


“ Nona mengalami luka luar saja tuan, perlu dioleskan ini 2

__ADS_1


kali sehari setelah lukanya di bersihkan dan meminum obat sesuai dosis yang


saya tulis.” Ucap sang dokter sambil memberikan beberapa obat dan salep untuk


Arini pada Vico.


“ Terima Kasih dokter.” Ucap Vico


“ Sama-sama tuan, saya permisi dulu.” Jawab wanita yang


memakai jubah putih yang sebelumnya masih duduk sekarang sudah berdiri dan


meninggalkan Arini dan Vico di kamrnya.


“ Arini, maafkan aku aku mohon cepatlah bangun.” Ucap Vico


dengan menggenggam tangan Arini dan duduk di samping Arini dengan beberapa kali


mengelus pipi dan mencium puncak kepala Arini, terlihat Vico sangat


mengkawatirkan keadaan Arini.


Indonesia


“ Selamat malam tuan.” Ucap mata-mata Arini pada Putra


“ Bagaimana apa yang dilakukan adikku hari ini ?” Tanya


Putra antusias.


“ Tuan nona hari ini dari Paris lalu ke Belanda dan menemui


kakek tuan, setelah itu ke taman bunga dan ke taman bermain tuan, mereka


terlihat sangat senang, tapi ada..” Ucap mata-mata menggantungkan kalimat


terakhirnya.


“ Wah sepertinya dia memperlakukan adikku dengan baik, tapi


apa yang kamu maksud kenapa menggantung sekali.” Ucap Putra yang sebelumnya


mata-matanya yang menggambarkan ketidak beresan terjadi pada Arini.


“ Sepertinya ada yang ingin menculik nona tuan, tadi saat


nona ingin pergi ke kamar mandi tidak ada penjagaan dari tuan Vico sehingga


nona hampir diculik tuan, tapi saya dan nona Arini berkelahi dengan penculik


itu, mungkir karena sadar nona belum kunjung kembali tuan Vico mencarinya


setelah mereka bertemu saya pergi tuan, kedua penculik juga melarikan diri


sebelum saya menangkap mereka. Sepertinya mereka bukan penculik biasa tuan.”


Ucap mata-mata itu menjelaskan keadaan yang dia dan Arini alami di taman


bermain tadi.


“ Vico bodoh menjaga adikku saja tidak bisa, menurutmu siapa


yang mengirimnya ?” Umpat Putra akan kebodohan suami adiknya yang tdak dapat


melindungi Arini sambil memukul meja di depannya.


“ Saya sedang menyelidikinya Tuan.” Ucap mata-mata Itu pada


Putra


“ Bagaimana keadaan adikku sekarang ?” Tanya Putra pada


mata-matanya


“ Luka lebam luar saja tuan, nona berkelahi dengan baik


serta melindungi organ vitalnya.” Jawab mata-mata itu.


“ Tambah pengawal untuk Arini selama disana, anak bodoh itu


untung aku memaksanya belajar berbagai seni bela diri walaupun dia menolaknya,

__ADS_1


terpakai juga kan disana seperti ini, ya sudah thanks, aku tunggu informasi


selanjutnya.” Ucap Putra dan mematikan panggilannya.


“ Awas kau Vico aku akan membalasmu karena tidak becus


melindungi adikku di sana.” Gumam Putra dengan perasaan marah akan apa yang


dialami adiknya tersebut.


“ Kak, kak Putra “ Panggil Arini pada kakaknya.


“ Arini ini aku Vico, tenanglah kamu sudah aman disini.”


Ucap Vico yang masih setia menunggu Arini sadar dengan duduk di samping Arini


menggenggam tangannya.


“ Vico.” Panggil Arini dan memeluk Vico dengan erat.


“ Iya, aku di sini tenanglah semua sudah aman, maafkan aku,


kamu tidak apa-apa ?” Tanya Vico yang juga membalas pelukan erat pada Arini.


“ Iya, aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit takut.” Ucap


Arini yang masih terisak.


“ Iya aku di sini akan menemanimu, jangan takut lagi, aku


akan melindungimu dan membalas mereka.” Ucap Vico yang menjauhkan tubuh Arini


dari pelukannya dan memandang Arini lekat.


“ Tidak usah, jangan berurusan dengan orang-orang jahat


itu.” Ucap Arini pada Vico tidak ingin Vico dalam keadaan bahaya karena


menurutnya dia sudah selamat itu sudah membahagiakan.


“ Baiklah, besok kita akan pulang ya.” Ucap Vico pada Arini


agar istrinya tenang, tetapi dia tidak mungkin melepaskan orang yang menyakiti


Arini begitu saja.


Italia


“Tuan rencana gagal ada seorang yang melindunginya, dan


terlihat wanita itu terlatih dalam berbagai seni bela diri sehingga kami gagal


membawanya.” Ucap salah seorang penculik yang menghubungi Fernando.


“ Apa kalian berdua itu tidak malu kalah dengan perempuan,


aku membayar kalian tidak murah jika berhasil kenapa kalian bodoh sekali


menyelesaikan tugas menculik wanita muda lemah saja tidak bisa.” Ucap Fernando


merasa hal yang dikerjakan orang bayarannya sangat bodoh.


“ Maafkan kami tuan.” Ucap penculik itu lagi yang terlihat


juga babak belur tidak kalah berbagai bagian wajahnya berdarah lebih parah


daripada Arini.


“ Sudahlah, aku tidak akan membayar sepeserpun akan


kegagalan kalian.” Ucap Fernando lalu memutus panggilan orang bayarannya


tersebut.


Thank You semua selalu setia membaca karya Happy


Jangan Lupa, Like, command, share, vote dan ratenya ya...


Oh jangan lupa mampir juga di karya Happy yang berjudul My Nagging Wife.


Happy Reading with Happy Blue

__ADS_1


__ADS_2