
“ Vico.” Teriak Arini dengan tangisan menggema dan berlari
menghampirinya.
“ Arini.” Melihat Arini dengan berbagai luka dia berlari dan
memeluk Arini. Terlihat Arini terisak di pelukan Vico, merasa ingin Arini
tenang Vico hanya memeluk dan menepuk punggung Arini.
“ Aku di sini Arini, tenanglah ayo kita pergi, maafkan aku.”
Ucap Vico yang merasa gagal melindungi Arini hingga istrinya itu terluka.
Arini yang masih terisak menangis tiba-tiba pingsan di
pelukan Vico, mungkin karena kelelahan dan ketakutan membuatnya shock.
Vico memanggil Arini dan membangunkannya tetapi tidak
kunjung bangun, lalu Vico mengambil benda pipih di kantong celananya untuk
menghubungi sekretaris Kim dan menyuruhnya datang ketempat dia menemukan Arini
tersebut.
Vico lalu menggendong Arini pergi dan dihampiri sekretaris
Kim dan pengawal yang lain lalu mereka pergi ke Hotel tempat mereka menginap.
Vico menidurkan Arini dan meminta pelayan wanita
menggantikan pakaian Arini.
Arini terlihat tidur dengan sangat pulas dan belum sadarkan
diri dari tadi.
Vico yang cemas meminta dokter untuk menangani luka-luka
Arini.
Vico yang keluar menghajar semua pengawal yang mengikutinya
tak terkecuali sekretaris Kim karena merasa semua pengawalnya bodoh.
“ Kalian semua sangat bodoh, kenapa membiarkan istriku pergi
sendiri .” Teriak Vico yang sudah dirasuki hawa membunuhnya memukul menendang
semua pengawalnya sampai babak belur
“ Maaf tuan, maafkan kami.” Ucap para pengawal tanpa
membalas pukulan Vico karena memang merasa bersalah.
“ Kim kamu juga sangat bodoh, lihat Arini luka dan bahkan
sampai sekarang belum sadar.” Ucap Vico dan memukul sekretaris Kim terlihat
bibirnya berdarah tak sampai situ Vico juga menendang kaki sekretaris Kim
“ Sudahlah kalian boleh pergi. Kim siapkan penerbangan ke
Indonesia besok aku ingin pulang.” Ucap Vico lalu meninggalkan sekretaris Kim.
“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris Kim yang kembali berdiri tegak
dan menundukkan kepalanya setelah perintah tuannya tersebut.
Vico lalu masuk ke dalam kamar untuk menemui Arini.
“ Bagaimana keadaan Arini dok ?” Tanya Vico pada dokter yang
memeriksa dan mengobati luka-luka Arini. Vico tidak mau membawa ke rumah sakit
karena takut akan ada lagi yang mengancam keselamatan istrinya tersebut
sehingga dia membawanya ke Hotel dan memanggil Dokter.
“ Nona mengalami luka luar saja tuan, perlu dioleskan ini 2
__ADS_1
kali sehari setelah lukanya di bersihkan dan meminum obat sesuai dosis yang
saya tulis.” Ucap sang dokter sambil memberikan beberapa obat dan salep untuk
Arini pada Vico.
“ Terima Kasih dokter.” Ucap Vico
“ Sama-sama tuan, saya permisi dulu.” Jawab wanita yang
memakai jubah putih yang sebelumnya masih duduk sekarang sudah berdiri dan
meninggalkan Arini dan Vico di kamrnya.
“ Arini, maafkan aku aku mohon cepatlah bangun.” Ucap Vico
dengan menggenggam tangan Arini dan duduk di samping Arini dengan beberapa kali
mengelus pipi dan mencium puncak kepala Arini, terlihat Vico sangat
mengkawatirkan keadaan Arini.
Indonesia
“ Selamat malam tuan.” Ucap mata-mata Arini pada Putra
“ Bagaimana apa yang dilakukan adikku hari ini ?” Tanya
Putra antusias.
“ Tuan nona hari ini dari Paris lalu ke Belanda dan menemui
kakek tuan, setelah itu ke taman bunga dan ke taman bermain tuan, mereka
terlihat sangat senang, tapi ada..” Ucap mata-mata menggantungkan kalimat
terakhirnya.
“ Wah sepertinya dia memperlakukan adikku dengan baik, tapi
apa yang kamu maksud kenapa menggantung sekali.” Ucap Putra yang sebelumnya
mata-matanya yang menggambarkan ketidak beresan terjadi pada Arini.
“ Sepertinya ada yang ingin menculik nona tuan, tadi saat
nona ingin pergi ke kamar mandi tidak ada penjagaan dari tuan Vico sehingga
nona hampir diculik tuan, tapi saya dan nona Arini berkelahi dengan penculik
itu, mungkir karena sadar nona belum kunjung kembali tuan Vico mencarinya
setelah mereka bertemu saya pergi tuan, kedua penculik juga melarikan diri
sebelum saya menangkap mereka. Sepertinya mereka bukan penculik biasa tuan.”
Ucap mata-mata itu menjelaskan keadaan yang dia dan Arini alami di taman
bermain tadi.
“ Vico bodoh menjaga adikku saja tidak bisa, menurutmu siapa
yang mengirimnya ?” Umpat Putra akan kebodohan suami adiknya yang tdak dapat
melindungi Arini sambil memukul meja di depannya.
“ Saya sedang menyelidikinya Tuan.” Ucap mata-mata Itu pada
Putra
“ Bagaimana keadaan adikku sekarang ?” Tanya Putra pada
mata-matanya
“ Luka lebam luar saja tuan, nona berkelahi dengan baik
serta melindungi organ vitalnya.” Jawab mata-mata itu.
“ Tambah pengawal untuk Arini selama disana, anak bodoh itu
untung aku memaksanya belajar berbagai seni bela diri walaupun dia menolaknya,
__ADS_1
terpakai juga kan disana seperti ini, ya sudah thanks, aku tunggu informasi
selanjutnya.” Ucap Putra dan mematikan panggilannya.
“ Awas kau Vico aku akan membalasmu karena tidak becus
melindungi adikku di sana.” Gumam Putra dengan perasaan marah akan apa yang
dialami adiknya tersebut.
“ Kak, kak Putra “ Panggil Arini pada kakaknya.
“ Arini ini aku Vico, tenanglah kamu sudah aman disini.”
Ucap Vico yang masih setia menunggu Arini sadar dengan duduk di samping Arini
menggenggam tangannya.
“ Vico.” Panggil Arini dan memeluk Vico dengan erat.
“ Iya, aku di sini tenanglah semua sudah aman, maafkan aku,
kamu tidak apa-apa ?” Tanya Vico yang juga membalas pelukan erat pada Arini.
“ Iya, aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit takut.” Ucap
Arini yang masih terisak.
“ Iya aku di sini akan menemanimu, jangan takut lagi, aku
akan melindungimu dan membalas mereka.” Ucap Vico yang menjauhkan tubuh Arini
dari pelukannya dan memandang Arini lekat.
“ Tidak usah, jangan berurusan dengan orang-orang jahat
itu.” Ucap Arini pada Vico tidak ingin Vico dalam keadaan bahaya karena
menurutnya dia sudah selamat itu sudah membahagiakan.
“ Baiklah, besok kita akan pulang ya.” Ucap Vico pada Arini
agar istrinya tenang, tetapi dia tidak mungkin melepaskan orang yang menyakiti
Arini begitu saja.
Italia
“Tuan rencana gagal ada seorang yang melindunginya, dan
terlihat wanita itu terlatih dalam berbagai seni bela diri sehingga kami gagal
membawanya.” Ucap salah seorang penculik yang menghubungi Fernando.
“ Apa kalian berdua itu tidak malu kalah dengan perempuan,
aku membayar kalian tidak murah jika berhasil kenapa kalian bodoh sekali
menyelesaikan tugas menculik wanita muda lemah saja tidak bisa.” Ucap Fernando
merasa hal yang dikerjakan orang bayarannya sangat bodoh.
“ Maafkan kami tuan.” Ucap penculik itu lagi yang terlihat
juga babak belur tidak kalah berbagai bagian wajahnya berdarah lebih parah
daripada Arini.
“ Sudahlah, aku tidak akan membayar sepeserpun akan
kegagalan kalian.” Ucap Fernando lalu memutus panggilan orang bayarannya
tersebut.
Thank You semua selalu setia membaca karya Happy
Jangan Lupa, Like, command, share, vote dan ratenya ya...
Oh jangan lupa mampir juga di karya Happy yang berjudul My Nagging Wife.
Happy Reading with Happy Blue
__ADS_1