
Vico kembali ke kamarnya untuk menemui Arini. Arini terlihat
duduk di sofa saat Vico memasuki kamarnya.
“ Kamu sudah makan ?” Tanya Vico yang melihat di meja makan
tidak ada bekas piring kosong.
“ Belum, aku menunggumu kembali.” Jawab Arini yang lalu menatap
Vico dan menggelengkan kepalanya.
“ Sebentar aku pesankan makanan untuk kita berdua.” Ucap
Vico dan menuju meja yang terdapat telepon untuk memesan makanan mereka. Arini
hanya menganggukan kepala mendengar ucapan Vico.
Makanan telah di hidangkan di meja makan oleh pelayan,
mereka terlihat menikmati sarapan itu ditemani semilir angin yang memang tempat
makan berada di balkon hotel sehingga selain bisa makan juga bisa menikmati
pemandangan kota Paris dari ketinggian.
“ Kita akan kemana ?” Tanya Arini sesaat setelah
menyelesaikan makannya.
“ Ke Belanda, di sini banyak yang mengganggu .” Jawab Vico
yang masih duduk menikmati jus jeruk yang sudah tersedia.
“ Kita mampir ke rumah kakekku ya, aku sudah lama tidak
menemuinya ?” Tanya Arini terdengar bersemangat mendengar kata Belanda, Arini
sudah lebih dari setahun belum bisa mengunjungi kakek kesayangannya yang telah
membesarkan dia selama ini karena banyaknya urusan perusahaan yang dia bangun
dalam masa merintis saat ini.
“ Baiklah terserah kamu.” Jawab Vico yang mulai mengupas
buah jeruk dan memakannya.
“ Tapi kita akan lebih dari 4 hari di sini, aku memiliki
pekerjaan yang harus segera aku bereskan.” Ucap Arini terdengar sedih karena
memang pekerjaannya yang tidak bisa ditinggal lama-lama takut kalau kliennya
tidak puas dengan perusahaan Arini.
“ Kamu bilang ke sekretaris kamu saja kamu tambah cuti 3
hari, nanti kalau dia merasa kerepotan orang dari perusahaanku akan aku
perbantukan di perusahaanmu untuk sementara.” Jawab Vico agar membuat Arini
tenang.
“ Baiklah aku akan bicara dengan Vivi, untuk perbantuannya
tidak perlu nanti malah terlihat aneh lagi perusahaanmu membantuku."
“ Ayo kita pergi sekarang agar tidak terlalu malam
sampainya.” Ucap Vico yang sudah lekas meninggalkan tempat duduknya dan menarik
tangan Arini agar segera berdiri juga.
Belanda
“ Kakek.” Panggil Arini lalu memeluk pria tua yang terlihat
__ADS_1
duduk di halaman rumah berwarna putih dan halamannya di penuhi berbagai bunga
yang sangat indah.
“ Cucu kakek, bagaimana kabar kamu ?” Ucap Kakek Arini menanyakan
kabar cucu kesayangannya tersebut.
“ Arini sangat baik kek, o iya kek kenalkan ini Vico suami
Arini.” Ucap Arini dan menarik tangan Vico, Vico terlihat berjabat tangan
dengan kakek Arini tersebut.
“ Maaf ya Arini, kakek tidak bisa datang, kakek sekarang
mudah lelah jika melakukan perjalanan jauh.” Ucap Kakeknya yang berdiri
mengajak Arini dan Vico masuk ke rumahnya.
“ Iya kakek, Arini kan bisa datang menemui kakek, Arini
sangat merindukan kakek.” Ucap Arini lagi dan memeluk sang kakek saat mereka
sudah duduk di ruang tamu.
“ Kamu kesini sengaja untuk menemui kakek ?” Tanya Pria yang
masih terlihat tampan walau kulitnya sudah terlihat keriput dimana-mana itu.
“ Kami sebenarnya bulan madu di Paris Kek lalu kesini.”
Jawab Arini yang terlihat bertingkah manja di depan kakeknya tersebut.
“ Menginaplah di sini sebelum kalian pulang ke Indonesia ?”
Ucap Kakek Arini.
“ Terima kasih kek, tapi Arini dan Vico..... “ Ucapan Arini
terpotong.
tapi kami sudah menyewa Hotel untuk bermalam.” Ucap Vico yang tidak mau
urusannya semakin rumit kalau diketahui mata-mata Pamannya di Belanda.
“ Baiklah, anak muda yang baru menikah pasti inginnya
berduaan tidak mau kakek ganggu.” Ucap Kakeknya.
“ Tidak begitu kakek, lain kali Arini akan ke sini lagi dan
kita akan bermalam di sini, Arini janji?” Ucap Arini agar membuat kakeknya tidak
kecewa akan penolakan tawaran kakeknya tersebut.
“ Silahkan minumannya tuan dan nona.” Ucap Pelayan yang
menyajikan minuman untuk mereka.
“ Bi Katty kenalkan ini Vico suami Arini bi.” Ucap Arini
mengenalkan pada pelayan yang sudah lama bekerja untuk keluarga kakek Arini dan
juga merawat Arini selama di Belanda. Vico terlihat tersenyum pada Bi Katty
“ Iya non, sangat tampan.” Jawab Bi Katty dan pergi
meninggalkan mereka untuk berbincang.
Kakek Arini ke Belakang dulu ya memberikan beberapa
oleh-oleh untuk pelayan, untuk kakek akan Arini letakkan di kamar kakek ya.”
Ucap Arini dan pergi
Vico dan Kakek Arini terlihat duduk berdua di ruang tamu
__ADS_1
dengan suasana canggung.
“ Aku tahu kamu pimpinan Black Kingdom Putra memberitahuku
saat dia berada di sini, jaga cucuku baik-baik, aku tahu kamu berpindah kesini
karena di paris sedang tidak aman dan tidak mau mereka mengetahui kebenaran
kalau Arini adalah cucuku sehingga kamu tidak ingin bermalam disini.” Ucap
Kakek yang memang sudah diberitahu sebelumnya oleh Putra, tapi karena terlanjur
mereka sudah menikah jadi tidak bisa membatalkan pernikahan tersebut.
“ Vico dengarkan kakek Arini memiliki trauma terhadap
lelaki, dia pernah mengalami hal yang menyakitkan saat bersama pacarnya saat
kuliah untung saat itu putra mengetahuinya, sebenarnya Arini hanya tahu Putra
saja yang mengetahui hal ini tapi Putra selalu menceritakan semuanya padaku,
pacarnya membawa Arini ke rumahnya walau Arini menolak dia tetap membawanya dan
akan melakukan pelecehan terhadap Arini karena memang cucu kakek itu tidak mau
melakukan kontak fisik sebelum mereka menikah sesuai apa yang biasanya papahnya
selalu tekankan padanya, tapi karena pacarnya kurang baik dia memaksa Arini,
sampai Arini di selamatkan Putra di rumah pacarnya tersebut dalam keadaan
pakaiannya tersobek di beberapa bagian setelah itu Arini sangat menjaga jarak
dengan laki-laki kecuali Putra dia sangat kesulitan dengan hal itu.” Ucap
Kakeknya
“ Baik kek saya akan lebih baik memperlakukan Arini.” Jawab
Putra.
“ Aku tahu kalian menikah karena dijodohkan tidak ada rasa
sayang diantara kalian saat menikah, tapi jangan menyakiti cucuku, aku
benar-binar bisa sangat marah jika itu terjadi. Dia anak yang baik, riang dan
manja sebenarnya tapi untuk orang baru dia sangat pemilih dan berhati-hati
untuk bertindak jadi kamu yang sabar menghadapi dia.” Jelas Kakek Putra Lagi
“ Baik Kek, kakek tenang saja.” Jawab Putra dengan sungguh-sungguh
“ Dan satu lagi jangan sampai musuhmu mengetahui keberadaan
Arini seperti Putra yang selama ini menyembunyikan identitasnya, aku harap kamu
seperti Putra saat melindungi dan menyayangi cucuku perempuan satu-satunya
itu.” Jelas kakek Arini dan menepuk pundak Vico.
“ Iya kek Vico berjanji akan melindungi Arini, sebenarnya
Vico menyukai Arini kek dan Vico yang meminta dijodohkan dengan Arini pada
papah Vico, jadi kakek tenang saja Vico akan sangat menyayangi Arini.” Jelas
Vico dengan memeluk kakek Arini.
Hai Reader setia My Lovely Husband is Mafia
Happy membuat karya baru berjudul "My Nagging Wife"
update setiap pukul 11:11:11
semoga kalian bisa menikmati karya baru happy ini
__ADS_1
Thank You
Happy Reading with Happy Blue