
Hari Keberangkatan Vico Italia pun tiba untuk memastikan
apakah gadis kecil yang dulu pernah menolongnya dan Orlando saat di culik
adalah Arini kecil atau bukan. Keberangkatan Vico ditemani sekretaris Kim.
Arini terlihat sedih melepas kepergian Vico kali ini entahlah rasanya hatinya
tidak rela berpisah dengan suaminya tersebut.
“ Vic jangan lupa menghubungiku saat kau tidak sibuk di sana
?” Ucap Arini yang masih berada di pelukan pria kekar dengan tubuh tinggi tegap
itu. Aroma tubuh Vico seakan menghipnotisnya untuk mengeratkan pelukannya.
“ Iya istriku sayang, aku akan selalu menghubungimu setiap
saat jika aku senggang, jika kamu ingin kemana-mana jangan lupa untuk
memberitahuku dulu. O iya Ar karena terakhir kali kalung yang aku berikan itu
hilang, pakailah gelang ini jangan pernah melepaskannya dan jika hilang
segeralah beritahu aku.” Ucap Vico melepaskan pelukan istrinya dan memakaikan
gelang yang ia ambil dari saku celananya.
“ Baiklah.” Ucap Arini singkat sambil memandang gelang yang
tengah dipasangkan Vico pada pergelangan tangannya.
“ Dan satu lagi jika ada apa-apa hubungi aku, aku adalah
suamimu aku sedikit cemburu dengan kakakmu, aku ingin aku menjadi orang pertama
yang mengetahui masalahmu apa pun itu aku akan dengan senang hati mengurusnya
untukmu.” Ucap Vico sambil menangkupkan kedua tangannya pada wajah kecil Arini
dan memandangnya lekat menyorot pada bola mata kecoklatan milik Arini.
“ Iya, maafkan aku sebelumnya selanjutnya aku akan
memberitahumu jika aku membutuhkan bantuan.” Ucap Arini memasang wajah cemberut
dan bersalah karena tidak memberitahu Vico sebelumnya.
Terlihat sekretaris Kim yang berdiri di dekat mobil yang
akan dia kendarai menuju bandara berkali-kali melihat jam tangan yang melingkar
pada pergelangan tangannya.
Tuan Muda bisakah kau segerakan perpisahan yang bagaikan
drama Korea yang sangat digemari saat ini itu. Aku tidak menyangka Anda bisa
selalu memperagakannya dengan baik membuat orang lain sedikit iri melihatnya.
Nasib pria yang masih belum menemukan tambatan hati memang menyayat hati jika
selalu melihat adegan seperti ini setiap waktu. Tapi sampai saat ini tidak ada
wanita yang bisa menggetarkan hatiku. Hah sudahlah fokus bekerja jadi Kim yang
tegas seperti biasa. Suara hati sekretaris Kim.
__ADS_1
“ Ya sudah aku berangkat dulu, jaga diri di rumah baik-baik
.” Ucap Vico lalu mengecup bibir kemerahan milik Arini dan berjalan ke arah
mobil yang telah dibukakan pintunya oleh sekretaris Kim.
“ Iya hati-hati.” Ucap Arini lalu kembali masuk ke dalam
rumahnya mengingat hari ini adalah hari libur sehingga dia tidak perlu untuk
berangkat ke kantor.
Perjalanan Vico pun tidak terasa sudah mendaratkan burung
besi itu di negara yang terkenal akan pizzanya itu. Teman akrab dan juga teman
kerja mafianya Orlando terlihat menunggu kedatangannya.
“ Hai Brother, aku menunggumu dari tadi, O iya apa kamu
sudah menemukan orang yang kita cari selama ini ?” Tanya Orlando pada Vico
karena terlalu penasaran dengan gadis kecil tangguh yang cerdik dan sangat
berani itu.
“ Sepertinya, aku masih ingin memastikannya dulu, O iya
apakah kamu sudah mendapatkan info tentang orang yang kemungkinan membantu
pamanku sampai sekarang ?” Tanya Vico sambil berjalan cepat untuk segera sampai
di Markas besar Grup Mafia mereka.
“ Masih dalam penyelidikan ada kemungkinan dia adalah mafia
yang menduduki daerah Amerika saat ini tapi entahlah kenapa dia bisa ikut
Mereka lalu memasuki mobil dan mengendarainya ke sebuah
gedung yang sangat besar tinggi dan menjulang terlihat seperti kantor
perusahaan biasa bukan seperti markas dari bisnis gelap. Ternyata keikutsertaan
Vico membuat Black Kingdom bukan hanya bekerja di bisnis gelap yang ilegal tapi
juga mengembangkan bisnis legal sehingga membuatnya benar-benar berkembang
menjadi yang terkuat se Eropa sekarang baik dari segi kemampuan, keuangan,
kekuasaan, dan kekuatan.
“ O iya apakah ada masalah dalam bisnis kita di sini ?”
Tanya Vico yang memang beberapa saat tidak mengurusi hal itu karena
kesibukannya pada perusahaan dan juga istrinya itu.
“ Tenang saja semua beres, hanya Pabrik senjata kita ada
beberapa masalah dengan bagian penyuplai bahannya. “ Ucap Orlando.
“ Hancurkan saja jika dia tidak bisa bekerja sama kalau
dalam ilegal sulit kita bisa bereskan secara legal, dan ganti dengan orang baru,
O iya semua permintaan pembunuhan sementara jangan mau lakukan dulu kita fokus
__ADS_1
ke hal legal saja sementara, kecuali untuk membereskan musuh. Oiya masalah Grup
Naga yang ada di daratan Cina untuk melebarkan sayap kita ke negara Asia
bagaimana ada perkembangan ?” Tanya Vico yang memang sangat ingin melebarkan
sayapnya ke daerah Asia dan Amerika.
“ Untuk Grup Naga sepertinya itu sulit, untuk bekerja sama
saja masih sangat sulit, mereka sudah berkuasa turun-temurun dan kekuatan milik
Dark Knight juga tidak bisa menyentuh karena itu mereka hanya bisa menguasai
Korea dan Jepang saja untuk saat ini, tapi saat ini Grup Naga sedang tidak ada
penerus lagi karena anaknya hilang dalam penculikan dan belum ditemukan sampai
sekarang sejak saat dia masih bayi. Dan sampai saat ini mereka masih melakukan
pencarian untuk menemukan anak itu. Entahlah walaupun terlihat sangat mustahil.
Apa kita coba Amerika latin dan daerah Asia lain, pelebaran dia Asia tenggara
juga bagus atau Timur tengah ?” Orlando menjelaskan dan memberikan ide pada
Vico merasa pasar Cina sangat sulit menurutnya untuk sekarang.
“ Asia tenggara tengah aku jalankan dari negaraku jadi
tenang saja, untuk Amerika Latin terlalu berbahaya saat ini di sana terjadi
ketidakstabilan saat ini walaupun kita bisa mencoba menjadi pembantu untuk
salah satu Geng untuk bekerja sama tapi tidak terlalu menguntungkan, Pasar Cina
sangat berkembang saat ini itulah yang membuatku ingin melebarkan Geng kita
juga di sana.” Vico terlihat sangat serius dengan rencana yang sangat ingin ia
kembangkan itu. Selain bisnis mafianya dengan Orlando bisa lebih berkembang di
sana dia pun juga bisa mengembangkan bisnis legalnya jika kekuasaannya bisa
sampai sana, bagaimana pun pasar sana sangat menguntungkan menurutnya.
“ Oke coba aku akan mencari informasinya untuk membuat
strategi berikutnya. Bagaimana denganmu ?” Tanya Orlando merasa ingin tahu
dengan agenda Vico tersebut.
“ Aku akan menemui seseorang besok dengan Kim di Belanda
jika ini benar-benar dia kamu harus datang ke Indonesia untuk mengetahui apa
yang aku maksud.” Vico terlihat sangat tidak ingin memberitahukan informasi
yang ingin dia selidiki dulu, lebih tepatnya dia tidak ingin memberitahukan
pada Orlando sebelum semuanya benar-benar jelas.
“ Baiklah siap.” Orlando memang selama ini tidak pernah ke
negara asal sahabatnya itu. Entah kenapa dia tidak ingin ke sana mengingat
ibunya pernah meninggal karena kecelakaan pesawat usai keinginannya berkunjung
__ADS_1
ke negara yang terkenal dengan banyaknya pulau dan keindahan pantai serta
terumbu karangnya itu.