My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Akhirnya Aku Menemukanmu


__ADS_3

“ Ini memang milik Arini tapi seharusnya kalung ini telah


hilang saat dia masih kecil, hal itulah yang membuatku membuat kalung yang sama


untuk Arini lagi pada orang yang membuat kalung ini dan menomorinya angka 2


karena memang kalung kedua itu aku buat saat istriku sudah tiada pada orang


yang aku suruh membuat kalung ini. Bagaimana kamu bisa memilikinya ?” Tanya


Kakek Arini yang memang merasa teringat dengan istrinya yang sangat sayang pada


Arini walau mengetahui jika Arini bukanlah cucu kandungnya. Keluarga itu


menyayangi Arini seperti keluarga mereka sendiri. Arini juga tidak tahu jika


dia bukanlah anak dari Mamah Papah yang membesarkannya selama ini sampai sekarang.


“ Benarkah ini benar-benar milik Arini kek ?” Vico masih


tidak percaya dengan kenyataan yang barusan dia dengar itu. Ia mencoba


memastikan apa yang kakeknya ucapkan itu benar. Wajah Vico terlihat sangat


senang jika hal itu benar-benar terjadi.


“ Benar ini milik Arini, saat dia masih bayi aku dan istriku


meminta teman kami yang biasa membuatkan perhiasan membuatkan kalung ini dan


dia biasanya memakainya ke mana pun tidak pernah melepaskannya tapi entah ke


mana kalung ini hilang saat dia kecil dan kami sudah mencarinya tapi tetap


tidak menemukannya. Hingga Arini melupakannya lalu dia bersama orang tuanya pindah


ke Indonesia tapi tidak beberapa lama dia kembali ke sini dan menjadi anak yang


pendiam karena hal itulah kakek membuat kalung baru yang sama untuk Arini untuk


membuatnya senang dengan kalung yang sangat dia sukai ini karena memang dia


sangat dekat denganku dan istriku dibandingkan orang tuanya kala itu.” Kakek


menjelaskan panjang lebar kisah masa lalu Arini.


“ Kakek apakah masih ingat dengan anak kecil yang pernah


kakek selamatkan dulu di hutan dengan Arini ?” Vico mencoba mengingatkan kakek


Arini dengan kejadian yang dia alami saat ini di hutan bersama Orlando pada


kakek Arini.


“ Hmm anak kecil, di Hutan.” Kakek Arini terlihat mengingat


kejadian masa lalu dengan kata kunci yang Vico berikan. Dia terlihat berpikir


serius mengembalikan ingatan masa lalunya itu. Kerutan di dahinya terlihat


sangat jelas menandakan dia berpikir sangat keras, bagaimana pun usianya tidak

__ADS_1


bisa di bohongi mengingat masa lalu cukup sulit di usianya saat ini.


“ Iya kek benar, dua anak kecil yang berasal dari Italia dan


Jerman saat kakek berburu dengan Arini di hutan.” Vico mencoba memberikan kata


kunci tambahan agar mempermudah ingatan kakek Arini. Vico terlihat menunggu


kalimat yang akan keluar dari mulut kakek Arini dengan kedua mata


berbinar-binar dengan kedua alis terangkat ke atas.


“ Oh kakek ingat, jadi kamu mengenal anak itu ya ? Kakek


menanyakan mereka usai di antarkan teman-teman kakek dan mereka bilang sudah


mengantarkan mereka ke keluarga masing-masing dengan selamat.” Ucap kakek


setelah mengingat kejadian saat Arini masih kecil di mana pada masa itu Arini


adalah gadis kecil yang selalu semangat, ceria dan sangat menyukai berpetualang


dengannya itu. Tapi kejadian di Indonesia membuat karakter Arini berubah


menjadi lebih pendiam hingga akhirnya dia bisa mulai menjadi ceria lagi saat


dia sudah menginjak remaja semua itu berkat kakek, nenek dan kedua orang tua


serta Kakak Arini yang selalu berusaha membuatnya bahagia.


“ Kakek kedua anak laki-laki itu salah satunya adalah Vico


kek, Vico selama ini mencari kakek dan Arini selain ingin mengembalikan kalung


jika bukan karena kakek dan Arini Vico dan teman pasti tidak bisa selamat dan Vico tidak bisa di depan kakek


sekarang.” Vico terlihat senang dan juga sedih jika mengingat kejadian yang


membuatnya sangat membenci pamannya setelah mengetahui dalang dari kejadian


itu, Hal itu juga yang membuatnya menetap di Indonesia dan jarang berkunjung ke


Jerman untuk menemui kakeknya. Karena kakeknya juga tidak ingin memperpanjang


masalah keluarga yang bisa mempengaruhi Perusahaan yang ia kelola saat itu.


Itulah hal yang juga membuat Vico tidak menyukai Kakeknya karena merasa tidak


adil dengan perlakuan kakeknya yang membela Pamannya yang harusnya di hukum


karena telah membuatnya hampir saja celaka. Tapi mau bagaimana lagi saat itu


Vico tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak bisa membalas perlakuan Pamannya


itu.


“ Benarkah ? Maafkan kakek karena kakek merasa hal itu tidak


seperti kejadian penculikan biasa dan itu melibatkan cucu kesayangan kakek jadi


kakek tidak ingin ada orang tahu tentang latar belakang kakek, dan teman-teman

__ADS_1


kakek pun tidak ingin ikut campur sehingga merahasiakan semua informasi pribadi


semua anggota kami yang biasa berburu.” Ucap Kakek Arini sambil menepuk


punggung Vico merasa jika anak laki-laki yang terlihat malang kala itu bahkan


sekarang sudah menjadi orang hebat dan juga menjadi cucu menantunya.


“ Iya kek, Terima kasih banyak ya kek saat itu tanpa


mengenal kami Kakek dan teman-teman kakek mau membantu Vico dan Orlando, Tapi kek


kenapa Arini tidak bisa mengingat kejadian itu ya kek ?” Tanya Vico penasaran


karena Arini sama sekali tidak ingat dengannya walau dia pernah melihat


foto-foto masa kecilnya di kamar saat malam pertama Arini bermalam di rumahnya.


“ Oh Arini setelah itu ikut orang tuanya ke Indonesia dan


ada kejadian yang membuatnya trauma dengan masa-masa sekolah di Indonesia itu


hingga membuat ingatan masa kecilnya beberapa terhapus dan membuatnya menjadi


anak yang lebih pendiam mungkin kejadian itu juga terhapus sehingga dia tidak


mengingatnya juga.” Kakek Arini mengingat masa-masa terburuk Arini waktu kecil


itu di mana dia terkurung seharian hingga di temukan satpam saat dicari di


sekolahnya. Setelah kejadian itu Arini kembali ke Belanda dan bersekolah di


sana diurus oleh kakek dan neneknya di mana orang tuanya memang selalu sibuk


untuk mengembangkan usaha mereka dan kurang bisa memperhatikan Arini dan Putra


tapi karena Putra lebih dewasa dia bisa mengurus segalanya sendiri berbeda


dengan Arini.


Usaha kakeknya di Belanda lebih stabil dibandingkan Papah


Arini sehingga membuat banyak waktu mereka untuk mengurus Arini kecil hingga


membuatnya kembali ceria lagi. Karena hal itulah Arini memang sangat menyayangi


Kakek dan neneknya. Bahkan karena kepergian neneknya yang tiba-tiba karena


penyakit jantung yang diderita tanpa sepengetahuan Arini dirinya mengurung diri


dan menolak makan beberapa hari tapi akhirnya mau usai dibujuk oleh kakaknya.


Mamah Papah Arini sering mengunjungi Arini setelah kepergian


neneknya itu mereka juga setiap hari saling berhubungan melalui telepon walau


hanya sekedar mengingatkan ibadah, ya memang Papah Arini sangat tegas akan


masalah yang satu ini membuat Arini sedikit demi sedikit kembali bahagia bahkan


kakaknya juga pindah ke sana saat dia memasuki bangku sekolah menengah atas.

__ADS_1


Happy minta maaf pada semua pembaca dan terima kasih sudah selalu dukung karya Happy.


I Love You All


__ADS_2