
”Coba aku hubungi Vico lagi saja.” Gumam Orlando
“ Halo kenapa lagi Orlando ?” Tanya Vico
“ Vic apa kamu macam-macam dengan orangnya Dark Knight ?”
Tanya Orlando
“ Ada apa ?” Tanya Vico
“ Tadi saat aku berbicara dengan Bos DK dia mengatakan agar
rekanku jangan macam-macam dengan orangnya.” Ucap Orlando.
“ Mati aku, statusku terbongkar.” Ucap Vico
“ Jadi benar kamu macam-macam dengan dengan orangnya Dark
Knight ?” Tanya Orlando kaget mendengar itu.
“ Ceritanya panjang nanti kalau aku ke Italia akan aku
ceritakan padamu, lalu bagaimana lagi ?” Tanya Vico
“ Oh untuk masalah pamanmu dia bilang , dia akan ikuti
permainannya dulu dan dia juga mencari tahu orang yang mendukung dari belakang
Grup Mafia Black Panther .” Ucap Orlando
“ Oke Orlando perkembangan pencarianmu segera infokan padaku
agar kita bisa memutuskan langkah selanjutnya.” Ucap Vico
Vico yang mendengar penuturan itu langsung menghubungi
Putra.
“ Iya adik ipar ada apa menghubungiku ?” Ucap Putra
mengetahui Vico menghubunginya.
“ Kak Putra jangan memberi tahu Arini tentang pekerjaanku di
dalam grup Mafia ya ?” Ucap Vico dengan nada memohon
“ Baiklah, kamu pasti barusan dihubungi Orlando ya ?” Tanya
Putra menebak dengan tindakan yang dilakukan Vico tersebut.
“ Iya Kak.” Jawab Putra jujur.
“ Ingat jangan sampai orang luar tahu tentang Arini dan
statusmu selain aku, jika karena masalahmu dengan geng lain membuat adikku
dalam bahaya bukan hanya kamu yang hancur Orlando juga akan aku hancurkan.”
Ucap Putra mengancam Vico.
“ Iya Kak. Arini tahu tentangmu juga ?” Tanya Vico penasaran
tentang Putra dan Arini.
“sudah tidak perlu dibahas jika tidak penting aku matikan.”
Ucap Putra dan mematikan panggilannya.
“Apa Arini juga mengetahui keterlibatan kakaknya di dunia
Mafia ya ?” Gumam Vico
“ Kim kesini sekarang !” Perintah Vico melalu panggilan
telepon kantornya.
“ Iya Tuan ?” Ucap sekretaris Kim yang sudah memasuki
ruangan Vico.
“ Kim cari tahu orang yang membantu paman selama ini, aku
dapat informasi dari Dark Knight kalau orang di belakang paman sangat kuat.”
Titah Vico pada Kim.
“ Baik Tuan .” Ucap sekretaris Kim
“ Proyek pembangunannya bagaimana ?” Tanya Vico
“ sedang tahap konstruksi tuan setelah persetujuan desain.”
__ADS_1
Jawab sekretaris Kim
“ Kim siapkan penerbangan pribadi untuk lusa aku ingin
menemui Orlando.” Perintah Vico lagi pada sekretaris pribadinya itu.
“ Dan siapkan rumah yang aku minta kamu tadi, besok aku
ingin mengunjunginya dengan Arini, satu lagi minta pusat kirimkan satu orang
untuk melindungi Arini dari jauh pastikan Arini tidak mengetahuinya.” Tambah
Vico
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim
“ Kim hari ini agendaku apa saja ? aku ingin pulang cepat
dan menjemput Arini.” Tanya Vico
“ 10 menit lagi rapat pengembangan produk baru tuan, siang
ada pertemuan dengan perusahaan dari Jepang membahas kerja sama suplai bahan
makanan, lalu rapat dengan perwakilan pusat perbelanjaan semua cabang tuan,
satu lagi tuan ada janjian dengan Zian untuk makan malam membahas pengembangan
pariwisata di kota H.” Ucap sekretaris Kim.
“ Untuk Zian cancel saja ganti makan siang besok saja, dan
pastikan setelah makan siang itu aku tidak punya kegiatan, aku akan pergi
dengan Arini.” Ucap Vico
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim
Setelah menerima tugasnya sekretaris Kim pergi meninggalkan
ruangan Vico
Tanpa mengetuk pintu, masuk Velove yang tidak tahu malu dan
tanpa merasa bersalah dan bertingkah seperti biasa.
“ Vic, Besok aku ada perjamuan bisnis dengan Perusahaan
dengan tidak sopan.
“ Aku tidak bisa aku sibuk.” Ucap Vico yang langsung berdiri
dan duduk di sofa
“ Ayolah Vic, ini perjamuan Internasional, kita bisa bertemu
rekan bisnis baru untuk membuat proyek Hotel agar lebih berkembang Vic .” Ucap
Velove yang berpindah duduk di sofa di samping Vico.
“ Apa kamu tidak mendengar ancamanku kemarin ?” Ucap Vico
yang sudah malas menanggapi Velove
“ Katamu kamu menganggapku adik, mau ya kakak Vicoku yang
tampan.” Ucap Velove yang menggunakan kata-kata itu agar Vico mau ikut
dengannya
Tidak apa-apa aku berpura-pura menjadi adik dulu, agar
aku bisa tetap dekat dengan Vico, jika dia sudah bisa menerimaku aku akan mulai
kembali dengan merayunya. Batin Velove
“ Kim ke kantorku sekarang .” Perintah Vico melalui telepon
kantornya
“ Iya Tuan ?” Ucap sekretaris Kim
“ Usir dia dan beritahu security jangan memperbolehkan dia
masuk ke dalam gedung ini lagi.” Ucap Vico sambil menatap tajam Velove.
“ Baik Tuan.” Jelas Vico
“ Mari nona, lebih baik nona berjalan sendiri keluar dan
terlihat terhormat atau saya menyeret nona sampai pintu keluar gedung ?” Ucap
__ADS_1
sekretaris Kim penuh penekanan.
“ Tidak perlu aku akan keluar, Vic kenapa kamu berubah ?”
Tanya Velove yang ingin mendekat pada Vico
Vico memberi isyarat dengan mata pada sekretaris Kim untuk
membawa Velove keluar. Melihat isyarat dari tuannya itu sekretaris Kim lalu
menarik kedua tangan Velove.
“ Lepaskan, aku bisa jalan sendiri, jangan sentuh aku .”
Teriak Velove mendapat perlakuan kasar dari sekretaris Kim.
“ Silahkan nona.” Ucap sekretaris Kim melepaskan tangannya
dan mempersilahkan Velove pergi.
“ Kenapa kamu mengikutiku sekretaris sialan.” Ucap Velove
melihat sekretaris Kim mengikutinya.
“ Saya ingin memastikan nona keluar dari gedung ini.” Ucap
sekretaris Kim
Velove mendengar hal itu hanya bersungut-sungut dan tetap
berjalan keluar gedung itu.
Kantor Arini
“ Vivi panggil beberapa pelamar untuk Senin wawancara, O iya
bagaimana desain yang karyawan siapkan untuk perusahaan Horison ?” Tanya Arini
“ Baik nona akan saya aturkan untuk wawancara Senin, untuk
desainnya sudah saya siapkan sebentar saya lupa belum menaruhnya di meja nona.”
Ucap Vivi lalu pergi ke mejanya dan mengambil desain tersebut dan menyerahkan
pada Arini.
“ Ini nona untuk desainnya.” Ucap Vivi sambil menyerahkan
desain yang sudah dibuat karyawannya.
“ menurutmu mana yang paling bagus ?”Tanya Arini meminta
pendapat Vivi.
Vivi memilihkan beberapa sketsa yang menurutnya bagus dan menjelaskan
alasannya.
“ Panggil karyawan yang membuat ini dan suruh menemuiku
sekarang aku ingin membahas beberapa tambahan pada desainnya.” Ucap Arini
memberikan perintah pada sekretarisnya tersebut.
“ Baik nona.” Jawab Vivi dan berlalu pergi.
Drt drt drt. Ponsel Arini bergetar terlihat ada panggilan
masuk dari Vico
“ Iya Vic, ada apa ?” Tanya Arini
“ Nanti pulang kantor jam berapa aku akan menjemputmu ?”
Ucap Vico
“ Sepertinya jam 8 malam aku perlu mempersiapkan desain
untuk tender perusahaan Horison.” Jawab Arini
“ Jam 5 aku jemput, suruh karyawanmu saja menyelesaikan dan
satu lagi besok siang kosongkan waktu aku akan menjemputmu melihat beberapa
rumah untuk kita tempati nanti.” Ucap Vico
“ Tidak bisa Vic, aku akan pulang naik taxi saja nanti dan
bisakah untuk melihat rumahnya lusa, aku tidak tahu besok selesai jam berapa
rapatnya karena aku harus melakukan presentasi desain di Perusahaan Horison
__ADS_1
dengan Vivi.” Ucap Arini