My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Bulan Madu


__ADS_3

Rumah Baru


Terlihat dua insan yang baru mengenal beberapa hari terlelap


tertidur dengan saling berpelukan, begitulah yang terjadi setelah permintaan


Vico di angguki oleh Arini setiap malam mereka selalu tidur dengan berpelukan.


Terdengar burung-burung sudah berkicau walau matahari tak


terlihat tampak karena memang masih petang. Arini yang selalu terbangun lebih


dulu lalu pergi ke kamar mandi dan menjalankan rutinitasnya.


“ Aku hari ini akan pergi bulan madu, apakah dia akan


meminta haknya sebagai suami, aku takut tapi itu memang kewajibanku sebagai


istri untuk melayaninya, beberapa hari ini aku memang mulai nyaman bersamanya


bahkan berpelukan saat tidur, tapi untuk lebih dari itu aku tidak tahu.” Ucap


Arini ragu saat berhadapan dengan cermin di depannya. Terlihat ada buliran


bening jatuh di pipinya.


Arini membersihkan diri dan sholat lalu berolah raga pagi


karena di sini hanya mereka berdua jadi Arini merasa tidak harus menunggu Vico


untuk ke bawah seperti saat di rumah Vico.


Terlihat pria bertubuh kekar dengan wajah yang mengeryit


baru bangun tidur dan mencari istrinya yang tak terlihat di setiap sudut


kamarnya, tak terdengar juga dari kamar mandi atau ruang pakaian.


Vico lalu turun dan mencari istrinya, dia menanyakan ke


pelayan yang terlihat pagi itu menyiapkan sarapan.


“ Istriku kemana bi ?” Tanya Vico kepada pelayan yang kala


itu sedang memotong buat untuk hidangan sarapan pagi yang menjadi kesukaan


Arini dan meminta pelayan menyiapkannya setiap pagi.


“ Nona olahraga di luar tuan.” Jawab pelayan tersebut


setelah menghentikan aktivitasnya.


Vico yang mendengarnya berlalu ke luar mencari Arini, karena


pagi sebelumnya Arini berlali di tempat GYM itupun menunggu Vico bangun, tapi


pagi ini saat Vico mencari di ruangan tersebut Arini tidak ada, membuat Vico


takut istrinya kabur pada hari keberangkatan bulan madu mereka berdua hari ini.


“ Vico, kamu sudah bangun ?” Tanya Arini yang baru selesai


berolah raga, pagi itu saat Arini ingin melakukan lari pagi di ruang GYM dia


merasa ingin berlari di luar seperti di rumahnya karena udara pagi sangat segar


dan lebih menyenangkan menurutnya dari pada olahraga di dalam ruangan.


“ Iya, kenapa kamu berlari di luar tidak di rumah GYM saja?”


Tanya Vico yang sudah menemukan istrinya yang terlihat keringat berkucuran di


dahi dan seluruh tubuhnya.

__ADS_1


“ Aku menyukai lari di luar dan sebenarnya kalau di rumah


aku biasa melakukan itu bersama kakak.” Jawab Arini


“ Baiklah, lain kali bangunkan aku, agar aku bisa menemanimu


berlari.” Ucap Vico agar dia bisa lebih dekat, pikirnya dia akan melakukan apa


yang biasa kakak Arini lakukan.


“ Kamu tidak keberatan bangun lebih pagi dari biasanya ?”


Tanya Arini yang memang tidak pernah berani membangunkan Vico dan selalu


menunggu Vico bangun sendiri.


“ Tentu saja tidak apa-apa Arini.” Jawab Vico lalu mengusap


puncak rambur Arini yang dibasahi keringan.


“ Baiklah, aku akan membangunkanmu lain kali dan kita


berlari bersama.” Jawab Arini sambil tersenyum memandang Vico.


Vico yang dipandang Arini dengan senyuman sejuta watt yang


menggoda membuatnya ingin sekali mencium bibir merah yang ranum yang Arini


miliki.


“ Ya sudah ayo masuk ke dalam dan segera sarapan , kita


harus berangkat ke bandara.” Ucap Vico lalu menggandeng istrinya masuk ke rumah


lalu menuju kamar mereka untuk membersihkan diri dan sarapan.


Mereka berdua lalu masuk ke rumah Arini masuk ke kamar mandi


dan membersihkan diri lalu berganti dengan Vico.


berangkat agar tidak ada yang tertinggal.


Vico yang sudah siap lalu membawa koper tersebut ke bawah.


Terlihat Vico dan Arini memasuki bandara, terlihat jet


pribadi terparkir untuk membawa mereka pergi bulan madu ke Paris. Paris menjadi


pilihan Vico karena terkenal akan keromantisannya dan surga belanja untuk


barang-barang mewah bagi wanita.


Arini dan Vico serta beberapa pengawal dan tak lupa


sekretaris Kim keluar dan Pesawat yang membawa mereka sampai ke Paris.


Mereka keluar dari Bandara dan memasuki mobil yang sudah


terparkir menunggu kedatangan mereka disertai sopir yang sudah menunggunya.


Mereka menginap di salah satu Hotel yang sangat mewah dengan


Balkon langsung menghadapkan setiap orang yang berada disana pemandangan menara


Eiffel yang sangat cantik.


Terlihat Arini berdiri cukup lama di balkon itu memandang


menara eiffel .


“ Apa kamu menyukainya Arini?” Tanya Vico terlihat berdiri


dari sofa yang dia duduki dan menghampiri Arini yang berdiri di balkon sejak

__ADS_1


mereka memasuki kamar hotel tersebut.


“ Mmmm.” Ucap Arini sambil menganggukkan kepalanya menjawab


pertanyaan Vico, karena memang ini pertama kalinya Arini pergi ke Paris.


Vico yang tak kala melihat respon Arini yang terlihat senang


membuatnya terlihat sedikit tersenyum.


Vico memeluk Arini dari belakang, karena menurut Arini itu


sangat tiba-tiba Arini lalu menghepas tangan Vico dan pergi meninggalkan Vico


yang masih mematung dengan tidakan Arini barusan.


Vico lalu masuk kedalam dan menemui Arini yang terlihat


duduk di tepi ranjang.


“ Maafkan aku.” Ucap Vico singkat dan mencium puncak kepala


Arini.


“ Iya, bisakah lain kali kamu berbicara denganku lebih dulu


seperti biasanya, maafkan aku Vico.” Ucap Arini yang terlihat sedikit


meneteskan air matanya.


“ Jangan menangis, maafkan aku, iya lain kali aku akan


meminta ijin denganmu seperti biasanya, jangan menangis lagi.” Ucap Vico lalu


mengusap air mata Arini yang terlihat mengalir ke pipi Arini dengan ibu


jarinya.


“ Aku ke kamar mandi dulu.” Ucap Arini lalu pergi


meninggalkan Vico dan pergi ke kamar mandi.


Vico yang sebelumnya duduk di ranjang lalu berdiri dan


mengutuk kebodohannya yang membuat wanita yang kini menjadi istrinya menangis.


“ Maafkan aku Vico, bukannya aku tidak mau kamu peluk tapi


entah kenapa tubuhku masih merasa asing denganmu, aku akan berusaha untuk bisa


melakukannya denganmu.” Ucap Arini saat menutup pintu kamar mandi dan


menahannya dengan tubuhnya membelakangi pintu itu.


Italia


“Tuan Orlando saya mendapat informasi ada yang melihat tuan


Vico berada di Paris baru tiba hari ini.” Ucap anak buah Orlando yang baru


masuk ke ruangan Orlando. Dia adalah perwakilan dari grup mafia Orlando yang


bertugas di Paris


“ Banarkah ?” Tanya Orlando yang tidak percaya hal itu,


karena dia tidak diberi tahu Vico kalau Vico akan pergi ke Eropa karena


biasanya Vico akan mengabarinya jika ada urusan di Eropa.


“ Coba kamu ikuti dulu, aku akan menghubungi Vico.” Ucap


Orlando pada anak buahnya.

__ADS_1


Lalu anak buahnya tersebut pergi meninggalkan Orlando dan


melaksanakan tugas yang sudah diberikan padanya.


__ADS_2