
“ Aku tidak merencanakan apa-apa mamah kamu yang berencana
seperti itu, aku hanya ingin bertemu dengan tante karena ingin memberikan
oleh-oleh saja.” Kilahnya membuat alasan pertemuannya kemarin dengan mamahnya
Vico, setelah perbuatan Poppy pada Arini Vico memang menyuruh sekretaris Kim
memata-matai semua kegiatan Poppy karena tidak ingin Arini dijebak atau
tersakiti oleh Poppy.
“ Alasan saja, kamu kira aku bodoh mempercayai omonganmu
itu. Sudahlah tinggalkan kantorku sekarang!” Usir Vico karena merasa sudah
cukup berbicara dengan Poppy dan puas dengan pembalasannya itu.
“ Vic maafkan aku, aku mohon kepadamu jangan menyerang
Perusahaan Papah cukup aku saja yang menanggung kesalahan yang sudah aku
lakukan pada Arini aku mohon.” Poppy mengatupkan kedua tangannya di dada sambil
menangis meminta pengampunan dari Vico.
“ Tidak bisa.” Vico berkata tegas bahwa keputusannya tidak
berubah walau Poppy memohon padanya.
Poppy lalu berjalan ke depan Vico dan bersimpuh pada kaki
Vico sambil terisak dan menggenggam erat kaki Vico seperti semua karyawan Vico
jika melakukan kesalahan dan mendapat hukuman dari Vico.
“ Hiks hiks hiks Vic aku mohon, aku akan pergi ke Paris
lagi, aku tidak akan mengganggumu dan Arini aku mohon jangan menyerang
Perusahaan Papah, Tolong Vic maafkan aku.” Poppy tersedu-sedu sesekali mengusap
tangisnya yang terlihat bersungguh sungguh itu.
“ Kim.” Panggil Vico sambil memberikan kode pada sekretaris
Kim untuk menyingkirkan Poppy.
“ Kim lepaskan aku, lepaskan, aku belum selesai bicara
dengan Vico.” Ronta Poppy menolak tangan sekretaris Kim yang menariknya paksa
untuk meninggalkan ruangan Vico.
“ Vico kenapa kamu jahat sekali denganku ?” Tanyanya
disela-sela isak tangisnya.
Vico hanya menyeringai puas dengan apa yang dia lihat,
wanita yang dulu sangat dia puja-puja berakhir menderita karena keserakahan,
obsesi dan penghianatan yang sudah dia lakukan bahkan sekarang dia terlihat
menjijikkan di mata Vico.
Vidio yang tersebar di dunia maya itu benar asli, itu adalah
rekaman yang didapat dari orang suruhan sekretaris Kim yang mengikuti Poppy
saat berada di Paris pria tua yang ada dalam Vidio adalah seorang yang
berpengaruh di dunia model untuk meraih cita-citanya Poppy bahkan menggunakan
cara rendahan itu.
“ Lepaskan aku Kim.” Teriak Poppy pada sekretaris Kim sambil
__ADS_1
memberontak seperti orang gila disertai tangisan kerasnya.
“ Jika nona Poppy tidak ingin dilihat karyawan Angkasa yang
memperlihatkan nona seperti ini lebih baik nona keluar tanpa saya paksa.” Ucap
sekretaris Kim pelan tapi tegas di dekat telinga Poppy.
“ Lepaskan.” Ucap Poppy sambil mengibas kedua tangan yang
digenggam sekretaris Kim.
“ Kenapa lagi kamu mengikutiku ?” Tanya Poppy yang sudah
berjalan keluar dari ruangan Vico sambil memasang tampang marah dan sorot tajam
menatap sekretaris Kim.
“ Saya hanya memastikan Anda benar-benar meninggalkan Gedung
ini.” Ucap sekretaris Kim dengan wajah datar tanpa dosanya.
“ Ck.” Poppy hanya berdecak kesal mendengar alasan
sekretaris Kim yang menurutnya menyebalkan itu.
Poppy berjalan cepat meninggalkan gedung Perusahaan Angkasa
Grup dengan tak hentinya bergumam-gumam menyumpahi Vico.
“ Jangan pernah ke sini lagi nona Poppy karena tidak mungkin
kami mengijinkan nona masuk.” Sekretaris Kim berbisik pada Poppy saat mereka
sudah di luar kantor lalu pergi meninggalkannya kembali ke kantor.
“ Dasar sekretaris br**gsek\, s**lan aku harus bagaimana
sekarang.” Gerutu Poppy tidak bergerak dari tempatnya berdiri.
Terlihat beberapa orang yang lalu lalang di depan gedung
“ Iya itu Poppy model yang itu kan ?” seorang wanita dan
temannya menatap Poppy jijik dan berbicara pada teman di sebelahnya.
“ dasar j***ng tidak tahu malu\, bahkan orang tua juga dia
tiduri.” Seorang wanita muda melemparkan telur yang dia bawa sepertinya dia
baru pulang berbelanja terlihat membawa kantong berisi sayur dan lain-lain.
“ Ah tidak-tidak aku harus segera pergi dari sini.” Poppy
lari dengan cepat meninggalkan kerumunan orang-orang yang bergunjing tentang
vidionya yang tersebar di dunia maya dan menjadi trending toping dalam semalam
membuatnya sangat terkenal dan dicari dari berbagai pencari berita.
“ Hash wanita muda itu kenapa juga melempariku dengan telur,
membuat rambutku bau saja.” Umpat Poppy sambil mengambil tisu dan membersihkan
bagian tubuhnya yang terkena telur.
Rumah mamah Vico
“ Wah ternyata Poppy seperti itu, untung saja Vico tidak
menikah dengan dia pasti aku akan sangat malu dan tidak berani keluar rumah.”
Mamah Vico terlihat menonton televisi menyaksikan tayangan gosip kesayangannya
yang tidak pernah dia tinggalkan untuk mengetahui berita seputar selebriti
tanah air.
__ADS_1
“ Kalau lawannya masih laki-laki muda mungkin masih mudah
diterima, ini laki-laki tua. “ Mamah Vico terlihat bergidik ngeri melihat
potongan foto yang terpampang di layar televisi itu.
“ Atau mungkin ini hanya berita bohong ya ? aku perlu
hubungi dia tidak ya, Ah tidak usahlah dia juga sudah berpisah dengan Vico
pasti anak itu tahu sebenarnya sudahan makannya memutuskan untuk berpisah, aku
tidak mau berhubungan dengannya lagi.” Gumanya lagi lalu mematikan televisi
karena program itu telah usai dan berjalan ke dapur.
Apartemen Poppy.
Poppy terlihat sudah berganti pakaian dan mengeringkan
rambutnya yang basah sehabis keramas dengan handuk.
“ Bagaimana aku membujuk Vico ya, ? Apa aku hubungi tante
saja ya ?” Pikir Poppy mencari berbagai solusi untuk menyelesaikan masalahnya
mengenai perusahaan keluarga yang saat ini dikelola papahnya.
Poppy lalu mengambil benda pipih persegi panjang itu dari
dalam tas branded berwarna kuning di atas meja. Dia mengetikkan nomor karena
sudah hafal lalu menekan ikon panggil.
Tut tut tut tut
Panggilan pertama tersambung tapi tidak di angkat tidak mau
menyerah Poppy mengulang panggilannya berpikir positif mungkin mamah Vico tidak
mendengar.
“ Kenapa Poppy menghubungiku ya ? Ah aku tidak mau berurusan
dengannya lagi, lebih baik aku blokir saja nomornya nanti kalau ketahuan
teman-teman arisanku bisa malu aku.” Mamah Vico membiarkan ponselnya berbunyi
saat diketahui sang pemanggil Poppy setelah nada deringnya mati dia lalu
buru-buru memblokir nomor Poppy di ponselnya lalu meninggalkannya di atas
nakas.
“ Dasar rubah tamak itu setelah menerima hadiahku yang mahal
sekarang tidak mau mengangkat panggilanku bahkan sepertinya memblokir nomorku,
haduh aku harus menghubungi siapa ya ?” Poppy terlihat kebingungan berjalan
mondar-mandir di dalam kamarnya sambil memegang pelipisnya karena pusing.
“ Apa aku bertemu Arini dan memintanya bicara dengan Vico ya
? Aku coba saja.” Poppy lalu mencoba menghubungi Arini tapi ternyata nomornya
juga di blokir.
Arini tidak memblokir nomor Poppy tapi Vico yang
melakukannya setelah merebahkan Arini di atas ranjang dia mencari ponsel Arini
dan memblokir nomor Poppy.
“ Ah aku kabur ke Paris saja, aku tidak peduli lagi.” Poppy
sudah tidak bisa memikirkan ide lain dengan kekacauan ini dari pada dia dibunuh
__ADS_1
papahnya dia lalu memesan tiket penerbangan dan segera meninggalkan negara
kelahirannya itu.