My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Poppy Minta Maaf


__ADS_3

“ Aku tidak merencanakan apa-apa mamah kamu yang berencana


seperti itu, aku hanya ingin bertemu dengan tante karena ingin memberikan


oleh-oleh saja.” Kilahnya membuat alasan pertemuannya kemarin dengan mamahnya


Vico, setelah perbuatan Poppy pada Arini Vico memang menyuruh sekretaris Kim


memata-matai semua kegiatan Poppy karena tidak ingin Arini dijebak atau


tersakiti oleh Poppy.


“ Alasan saja, kamu kira aku bodoh mempercayai omonganmu


itu. Sudahlah tinggalkan kantorku sekarang!” Usir Vico karena merasa sudah


cukup berbicara dengan Poppy dan puas dengan pembalasannya itu.


“ Vic maafkan aku, aku mohon kepadamu jangan menyerang


Perusahaan Papah cukup aku saja yang menanggung kesalahan yang sudah aku


lakukan pada Arini aku mohon.” Poppy mengatupkan kedua tangannya di dada sambil


menangis meminta pengampunan dari Vico.


“ Tidak bisa.” Vico berkata tegas bahwa keputusannya tidak


berubah walau Poppy memohon padanya.


Poppy lalu berjalan ke depan Vico dan bersimpuh pada kaki


Vico sambil terisak dan menggenggam erat kaki Vico seperti semua karyawan Vico


jika melakukan kesalahan dan mendapat hukuman dari Vico.


“ Hiks hiks hiks Vic aku mohon, aku akan pergi ke Paris


lagi, aku tidak akan mengganggumu dan Arini aku mohon jangan menyerang


Perusahaan Papah, Tolong Vic maafkan aku.” Poppy tersedu-sedu sesekali mengusap


tangisnya yang terlihat bersungguh sungguh itu.


“ Kim.” Panggil Vico sambil memberikan kode pada sekretaris


Kim untuk menyingkirkan Poppy.


“ Kim lepaskan aku, lepaskan, aku belum selesai bicara


dengan Vico.” Ronta Poppy menolak tangan sekretaris Kim yang menariknya paksa


untuk meninggalkan ruangan Vico.


“ Vico kenapa kamu jahat sekali denganku ?” Tanyanya


disela-sela isak tangisnya.


Vico hanya menyeringai puas dengan apa yang dia lihat,


wanita yang dulu sangat dia puja-puja berakhir menderita karena keserakahan,


obsesi dan penghianatan yang sudah dia lakukan bahkan sekarang dia terlihat


menjijikkan di mata Vico.


Vidio yang tersebar di dunia maya itu benar asli, itu adalah


rekaman yang didapat dari orang suruhan sekretaris Kim yang mengikuti Poppy


saat berada di Paris pria tua yang ada dalam Vidio adalah seorang yang


berpengaruh di dunia model untuk meraih cita-citanya Poppy bahkan menggunakan


cara rendahan itu.


“ Lepaskan aku Kim.” Teriak Poppy pada sekretaris Kim sambil

__ADS_1


memberontak seperti orang gila disertai tangisan kerasnya.


“ Jika nona Poppy tidak ingin dilihat karyawan Angkasa yang


memperlihatkan nona seperti ini lebih baik nona keluar tanpa saya paksa.” Ucap


sekretaris Kim pelan tapi tegas di dekat telinga Poppy.


“ Lepaskan.” Ucap Poppy sambil mengibas kedua tangan yang


digenggam sekretaris Kim.


“ Kenapa lagi kamu mengikutiku ?” Tanya Poppy yang sudah


berjalan keluar dari ruangan Vico sambil memasang tampang marah dan sorot tajam


menatap sekretaris Kim.


“ Saya hanya memastikan Anda benar-benar meninggalkan Gedung


ini.” Ucap sekretaris Kim dengan wajah datar tanpa dosanya.


“ Ck.” Poppy hanya berdecak kesal mendengar alasan


sekretaris Kim yang menurutnya menyebalkan itu.


Poppy berjalan cepat meninggalkan gedung Perusahaan Angkasa


Grup dengan tak hentinya bergumam-gumam menyumpahi Vico.


“ Jangan pernah ke sini lagi nona Poppy karena tidak mungkin


kami mengijinkan nona masuk.” Sekretaris Kim berbisik pada Poppy saat mereka


sudah di luar kantor lalu pergi meninggalkannya kembali ke kantor.


“ Dasar sekretaris br**gsek\, s**lan aku harus bagaimana


sekarang.” Gerutu Poppy tidak bergerak dari tempatnya berdiri.


Terlihat beberapa orang yang lalu lalang di depan gedung


“ Iya itu Poppy model yang itu kan ?” seorang wanita dan


temannya menatap Poppy jijik dan berbicara pada teman di sebelahnya.


“ dasar j***ng tidak tahu malu\, bahkan orang tua juga dia


tiduri.” Seorang wanita muda melemparkan telur yang dia bawa sepertinya dia


baru pulang berbelanja terlihat membawa kantong berisi sayur dan lain-lain.


“ Ah tidak-tidak aku harus segera pergi dari sini.” Poppy


lari dengan cepat meninggalkan kerumunan orang-orang yang bergunjing tentang


vidionya yang tersebar di dunia maya dan menjadi trending toping dalam semalam


membuatnya sangat terkenal dan dicari dari berbagai pencari berita.


“ Hash wanita muda itu kenapa juga melempariku dengan telur,


membuat rambutku bau saja.” Umpat Poppy sambil mengambil tisu dan membersihkan


bagian tubuhnya yang terkena telur.


Rumah mamah Vico


“ Wah ternyata Poppy seperti itu, untung saja Vico tidak


menikah dengan dia pasti aku akan sangat malu dan tidak berani keluar rumah.”


Mamah Vico terlihat menonton televisi menyaksikan tayangan gosip kesayangannya


yang tidak pernah dia tinggalkan untuk mengetahui berita seputar selebriti


tanah air.

__ADS_1


“ Kalau lawannya masih laki-laki muda mungkin masih mudah


diterima, ini laki-laki tua. “ Mamah Vico terlihat bergidik ngeri melihat


potongan foto yang terpampang di layar televisi itu.


“ Atau mungkin ini hanya berita bohong ya ? aku perlu


hubungi dia tidak ya, Ah tidak usahlah dia juga sudah berpisah dengan Vico


pasti anak itu tahu sebenarnya sudahan makannya memutuskan untuk berpisah, aku


tidak mau berhubungan dengannya lagi.” Gumanya lagi lalu mematikan televisi


karena program itu telah usai dan berjalan ke dapur.


Apartemen Poppy.


Poppy terlihat sudah berganti pakaian dan mengeringkan


rambutnya yang basah sehabis keramas dengan handuk.


“ Bagaimana aku membujuk Vico ya, ? Apa aku hubungi tante


saja ya ?” Pikir Poppy mencari berbagai solusi untuk menyelesaikan masalahnya


mengenai perusahaan keluarga yang saat ini dikelola papahnya.


Poppy lalu mengambil benda pipih persegi panjang itu dari


dalam tas branded berwarna kuning di atas meja. Dia mengetikkan nomor karena


sudah hafal lalu menekan ikon panggil.


Tut tut tut tut


Panggilan pertama tersambung tapi tidak di angkat tidak mau


menyerah Poppy mengulang panggilannya berpikir positif mungkin mamah Vico tidak


mendengar.


“ Kenapa Poppy menghubungiku ya ? Ah aku tidak mau berurusan


dengannya lagi, lebih baik aku blokir saja nomornya nanti kalau ketahuan


teman-teman arisanku bisa malu aku.” Mamah Vico membiarkan ponselnya berbunyi


saat diketahui sang pemanggil Poppy setelah nada deringnya mati dia lalu


buru-buru memblokir nomor Poppy di ponselnya lalu meninggalkannya di atas


nakas.


“ Dasar rubah tamak itu setelah menerima hadiahku yang mahal


sekarang tidak mau mengangkat panggilanku bahkan sepertinya memblokir nomorku,


haduh aku harus menghubungi siapa ya ?” Poppy terlihat kebingungan berjalan


mondar-mandir di dalam kamarnya sambil memegang pelipisnya karena pusing.


“ Apa aku bertemu Arini dan memintanya bicara dengan Vico ya


? Aku coba saja.” Poppy lalu mencoba menghubungi Arini tapi ternyata nomornya


juga di blokir.


Arini tidak memblokir nomor Poppy tapi Vico yang


melakukannya setelah merebahkan Arini di atas ranjang dia mencari ponsel Arini


dan memblokir nomor Poppy.


“ Ah aku kabur ke Paris saja, aku tidak peduli lagi.” Poppy


sudah tidak bisa memikirkan ide lain dengan kekacauan ini dari pada dia dibunuh

__ADS_1


papahnya dia lalu memesan tiket penerbangan dan segera meninggalkan negara


kelahirannya itu.


__ADS_2