My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
19. Kemarahan Vico


__ADS_3

Vico yang melihat ada minuman di depannya langsung mengambil


dan meminumnya sampai habis tak tersisa. Teman-teman Vico yang heran dengan


kelakuan Vico bertanya dengan sekretaris Kim.


“ Kenapa dia Kim ?” Tanya Peter


Kim menjawab dengan mengangkat bahu serta menggelengkan


kepalanya.


“Kenapa aku bisa sangat menyukai dia, dan kenapa dia harus


seperti itu, aku bahkan memberanikan diri meminta papah untuk menjodohkanku dan


aku sangat serius dengannya, aku mengajaknya makan malam, dia menolak


mengatakan sibuk, ternyata dia dengan pria lain dan bermesraan, dia lebih


memilih laki-laki lain daripada aku calon suaminya, apa dia merasa menikah


denganku adalah beban jadi dia bersenang senang sebelum menikah. Dasar wanita


murahan, beraninya dia main-main denganku. Apa aku tetap menikahinya saja dan


membuatnya menyukaiku lalu meninggalkannya.” Vico bergumam-gumam sendiri


membuat teman-temannya dan sekretaris Kim semakin bingung.


Hari itu Vico sangat mabuk dan sekretaris Kim membawanya ke


Hotel dan meninggalkannya pulang.


Belanda


“ Bruakkk.... Bagaimana pendapatan kalian bisa sangat


menurun hanya karena kehilangan beberapa orang hah ?” Suara Kursi yang


dibanting disertai teriakan dari Putra pada beberapa Pimpinan mafia Asia yang


duduk tertunduk di depannya merasa bersalah dengan kinerjanya.


“ Aku tidak mau tahu bulan ini aku mau ada peningkatan


setoran dari kalian. Felix Hancurkan Grup Mafia Black Panther yang mengganggu


kita itu.” Ucap Putra yang marah dan meninggalkan ruangan itu.


Putra kembali ke kantornya diikuti dengan Felix yang


berjalan di belakangnya.


“Felix sudah kamu selidiki tentang Vico ?” Tanya Putra


“ Sudah Tuan, Vico saat kecil berada di Jerman dia pernah


diculik dengan Orlando dan menjadi teman sampai sekarang dan mengelola Grup


Mafia Black Kingdom bersamanya, tidak ada yang mengetahui hal itu dan selama


ini hanya Orlando yang dikenal sebagai pimpinannya, Vico hanya bekerja di balik


layar Tuan.” Jawab Felix


“ Menurutmu Tuan V yang dimaksud mata-mata itu apakah Vico


?” Tanya Putra sambil mengernyitkan dahinya.


“ Ada kemungkinan seperti itu tuan, karena memang dalam segi


strategi dan rencana Vico di kenal sangat pintar dan cerdik itu yang membuat


Black Kingdom menjadi Grup terkuat di Eropa.” Jawab Felix


Kenapa calon suami adikku orang yang bermasalah seperti


ini. Batin Putra


Rumah Vico


“Anak kurang ajar, dia bahkan tidak pulang. “ Ucap Pak Marco


di ruang tamu menunggu kepulangan Vico. Dia yang lelah lalu menuju kamarnya


untuk beristirahat.


Pak Marco memasuki kamarnya terlihat istrinya masih duduk di

__ADS_1


tepi ranjang dan menunggunya.


“ Pah tadi aku dapat telepon dari Vico, Pah pernikahannya


dengan Arini dibatalkan saja, lebih baik Vico menikah dengan Felicia.” Ucap


mamah Vico mulai mempengaruhi suaminya.


“ Tidak bisa kita sudah sepakat bahkan sudah hampir siap


semua dan beberapa hari lagi mereka menikah.” Ucap Pak Marco yang sudah duduk


di ranjang tidur dekat istrinya.


“ Pah lihat ini .” Ucap mamah Vico sambil menunjukkan foto


di ponselnya.


“ Mungkin itu kebetulan saja, dan Arini memang cantik


makanya banyak pria yang menyukainya, Papah tahu dia mah, Papah tidak mungkin


mau menjodohkan Vico sebelum Papah mengenalnya.” Ucap Pak Marco yang tidak


percaya dengan foto itu.


“ Papah masa mau menikahkan Vico dengan wanita seperti ini,


dalam satu hari dia berkencan dengan banyak pria, mungkin dia juga sudah tidur


dengan mereka.” Ucap mamah Vico memanas-manasi suaminya tentang keburukan Arini


yang dipikirkannya.


“ Arini tidak mungkin seperti itu mah, Dia itu wanita baik-baik


dan solehah mah tidak mungkin dia macam-macam dengan banyak pria, selain itu


mah Arini itu juga wanita mandiri, dia tidak seperti anak orang kaya lain yang


hanya bisa menghamburkan kekayaan orang tuanya, dia bahkan memiliki perusahaan


sendiri dan dalam waktu singkat menjadi perusahaan desain yang terkenal, banyak


Klien papah yang memesan desain bangunan darinya.” Ucap Papah Vico menjelaskan


“ Mamah tidak suka dengan dia, mungkin tampang lugunya dan


sok solehah itu yang menjadi daya tariknya memikat banyak pria Pah.” Ucap Mamah


Vico yang tidak mau kalah beradu argumen dengan suaminya.


“ Keputusan Papah sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat


titik, sudah papah mau tidur.” Ucap Pak Marco dan merebahkan tubuhnya lalu


menarik selimut untuk beristirahat.


“ Papah ini pasti sudah diguna-guna dengan wanita itu, Vico


saja sudah sadar.” Gumam mamah Vico lalu tidur juga.


Hotel Vico siang hari


drt drt drt drt


“ Halo Vico” Ucap Velove


“ Iya, kenapa menghubungiku ?” Tanya Vico dengan suara serak


khas orang bangun tidur.


“ Ayo nanti malam menonton konser musik ?” Ajak Velove


dengan wajah bahagia dan bersemangat.


“ Tidak bisa aku malas.” Jawab Vico merasa keberatan dengan


ajakan Velove itu.


“Ayolah Vic, ini pertama kalinya dia konser di Indonesia,


aku sangat menyukai musiknya.” Ucap Velove memaksa untuk Vico pergi bersamanya.


“ Aku tidak suka musik, kalau kamu suka kamu pergi sendiri


saja.” Jawab Vico yang malas berdebat dengan Velove.


“ Ayolah Vico. Kalau kamu tidak mau aku akan mengirim Foto

__ADS_1


kita berdua ke surat kabar agar menjadi berita utama besok pagi.” Ancam Velove


yang merasa memiliki kartu as untuk mengajak Vico pergi bersamanya.


“ Foto apa ? Kita tidak pernah memiliki foto.” Jawab Vico yang


merasa ancaman itu tidak mempan dengannya.


“ Lihat Foto yang aku kirim.” Ucap Velove lalu mematikan


panggilannya dan mengirim foto yang dia maksud


Melihat Foto yang dikirim Vico yang semula masih mengantuk


dan dalam posisi tiduran langsung berdiri dan menelepon Velove.


“ Bagaimana kamu mendapatkan Foto itu ?” Tanya Vico yang marah dan


merasa tidak pernah bersama Velove dalam keadaan telanjang dada.


Flash Back


Semalam saat sekretaris Kim memasuki hotel yang di sewanya ada


Velove di sofa lobi hotel tersebut. Melihat Vico yang tidak biasanya mabuk dia


mengikuti kemana sekretaris Kim membawa Vico. Saat sudah memasuki kamar, Velove


lalu bergegas menuju resepsionis dan meminta kunci untuk kamar yang Vico


masuki, karena resepsionis tahu bahwa Velove anak dari pemilik hotel dia lalu


memberikan kuncinya. Velove menunggu sekretaris Kim meninggalkan Hotel


Saat sekretaris Kim sudah pergi dia lalu masuk kamar Vico


dan melepaskan kemeja Vico dan bajunya lalu memotretnya seakan-akan mereka


sedang tidur berdua.


Tidak terjadi apa-apa antara Vico dan Velove malam itu,


tetapi karena Vico dalam kondisi mabuk dia tidak ingat akan kejadian itu.


Kembali panggilan telepon


“ Kamu sudah mengambil mahkotaku kamu harus bertanggung


jawab dan menikahiku.” Ucap Velove dan berakting sedih


“ Hah kamu sudah gila, aku tidak mungkin menyentuhmu.”


Teriak Vico marah akan permintaan Velove itu.


“ Itu adalah bukti bahwa kamu sudah mengambilnya dariku.” Ucap


Velove lagi agar Vico percaya dengan perbuatannya pada Velove


“ Itu tidak mungkin.” Jawab Vico geram dengan ucapan Velove


yang tidak masuk akal itu


“ Kalau malam ini kamu tidak menemaniku melihat konser besok


foto itu akan ada di surat kabar dan menyebar ke seluruh dunia.” Ucap Velove


mendramatisasi aktingnya.


“ Oke oke aku kalah aku akan menemanimu pergi ke konser


malam ini” Jawab Vico saat sudah malas berdebat dengan Velove, pikirnya dia menyanggupi dulu lalu meminta sekretaris Kim menyelidikinya.


“Oke sayangku Vico sampai jumpa nanti malam, berpakaian yang


tampan ya muahhhhh.” Ucap Velove dan menutup Panggilannya.


Teman-teman jangan lupa dukung Happy ya......


dengan Like


berikan komentar yang membangun agar Happy bisa lebih baik lagi


dan Share pada sahabat kalian.


 


Semoga kalian selalu di beri kesehatan dan kebahagian


____Enjoy Reading____

__ADS_1


__ADS_2