My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
7. Maksud Hati Vico


__ADS_3

Siang itu Arini menemui Arga untuk membuat rencana awal


desain untuk Arga tanpa ditemani Vivi karena kebetulan Vivi sakit serta


karyawan lain terlihat sibuk sehingga Arini berangkat sendiri menemui Arga.


“Selamat siang Pak Arga, berikut referensi desain untuk


Gedung konsernya.” Ucap Arini setelah saling menyapa dan menyerahkan referensi


desain yang sudah dia buat.


“Desain kamu memang unik dan bagus, saya mendapat referensi


kamu dari teman saya.” Ucap Arga memuji desain yang dibuat Arini.


“Terima kasih Pak Arga atas pujiannya.” Ucap Arini yang


mendengar pujian Arga tapi tidak membuatnya tersanjung sedikit pun.


Terlihat Arga melihat desain satu persatu dan sudah Arini


buat sambil memperhatikan Arini.


Dia terlihat sangat cantik, walau sudah lama sekali kita


tidak bertemu, Apakah dia sudah tidak mengingatku ? Batin Arga


Kenapa Pak Arga menatapku begitu ya, dia memang sangat


tampan, dan lembut saat bicara, apalagi dia pemain musik yang terkenal, tetapi


aku tidak tertarik dengannya. Batin Arini


Arga yang sadar ditatap Arini lalu membuang pandangannya ke


arah desain yang dia pegang. Lalu memberikan beberapa ide untuk perbaikan


desain untuk Arini sesuai seleranya.


Pertemuan mereka berjalan lancar dan mereka menutup


pertemuan dengan pergi makan di restoran.


Semua berjalan lancar untuk Arini, dia segera pulang ke


rumah karena besok akan menjemput kedua orang tuannya di Bandara pagi dengan


kakaknya. Arini segera mandi sholat dan istirahat, tidak lupa dia berdoa


sebelum tidur.


Hari kedatangan orang tua Vico pun tiba.


Pagi itu Vico dan sekretarisnya menjemputnya di Bandara.


Setelah beberapa saat menunggu mereka bertemu dengan kedua orang tuanya dan


orang tua Arini.


Pak Marco papah Vico memperkenalkan anaknya pada Arini dan


keluarganya.


“Permana kenalkan ini anak aku.” Ucap Pak Marco sambil


menarik Vico  dan memperkenalkannya di


depan keluarga Permana


“ Anak kamu tampan ya sepertimu saat masih muda, o iya


perkenalkan ini kedua anakku ini Putra dan ini Arini.” Ucap pak Permana


menunjuk kedua anaknya Putra dan Arini dan memperkenalkan nama anaknya-anaknya,


Putra dan Arini lalu menyapa keluarga Vico sambil tersenyum


“ Wah anak perempuanmu cantik sekali, tidak ingin dijodohkan

__ADS_1


dengan anakku ?” Ucap papah Vico membuat semua orang terdiam dan kaget.


“Kamu bisa saja Co.” Jawab pak Permana merasa Pak Marco


bercanda dengan ucapnya


Kedua keluarga tersebut saling berpamitan untuk berpisah dan


menuju rumahnya masing-masing.


Sesampainya di rumah Papah Vico memanggilnya untuk masuk ke


ruangan kerjanya.


Sekretaris Vico menunggu Vico di sofa karena setelah


menjemput orang tua Vico mereka harus kembali ke kantor.


Vico pun mengikuti ayahnya ke ruangan kerjanya.


“Bagaimana sudah kamu putuskan belum ?” Ucap Pak Marco


“Sudah Pah Vico mau dijodohkan dengan Arini.” Ucap Vico


menyampaikan maksud hatinya pada Papahnya. Keputusan itu dia buat setelah


mendengar informasi dari mata-matanya bahwa banyak pemuda tampan yang tidak


kalah sukses dan menarik mendekati Arini, serta melihat bahwa Arini selain


memiliki penampilan yang menarik dia juga seorang yang baik dan tidak melakukan


hal yang aneh-aneh.


“Baiklah besok papah coba bicara dengan Pak Permana, papah


lihat Arini anak yang cantik , baik dan sopan, berbeda dengan beberapa anak


teman bisnis papah yang lain.” Ucap Pak Marco setelah bertemu pertama kali


dengan Arini hari ini. Karena memang dia tahu kalau keluarga Pak Permana akan


dijemput kedua anaknya dia meminta Vico untuk menjemputnya hari ini, sebab


“Terima kasih Pah.” Ucap Vico yang terlihat bahagia dengan


apa yang papahnya sampaikan.


“Tapi Vico, kamu harus janji dengan Papah kamu jangan


main-main dengan permintaan ini, jika Pak Permana mengizinkan kamu menikahi


putrinya jangan sampai kamu membuatnya menangis saat menjadi istrimu nanti,


Papah akan sangat marah denganmu jika itu terjadi.” Ucap Pak Marco tegas dengan


Vico.


“Baik Pah, Vico janji .” Ucap Vico sungguh-sungguh dengan


maksudnya tersebut.


Vico pun pamit dengan papahnya dan meninggalkan ruangan


ayahnya dan menemui sekretaris kim di sofa dan mengajaknya berangkat ke kantor.


Sesampainya di kantor dia menghubungi mata-mata suruhannya.


“Tugas kamu sudah selesai kamu bisa kembali.” Ucap Vico


kepada mata-matanya.


“Baik Tuan,’ Jawab Alex singkat.


Alex pun pergi saat sedang berada di depan kantor Arini


mengawasi Arini. Alex segera memesan tiket pesawat dan kembali ke negaranya.


Vico siang itu ada rapat mengenai desain proyek barunya

__ADS_1


dengan perusahaan yang sudah terpilih termasuk perusahaan Arini. Rapat berlangsung


dengan Kondusif dan terlihat masing-masing Perusahaan mempresentasikan


desainnya masing-masing, setelah pertemuan itu setiap perusahaan yang mengikuti


tender diberikan satu orang penanggung jawab desain dari perusahaan Angkasa


sehingga pertemuan selanjutnya akan dibahas pada masing-masing penanggung jawab


tersebut.


Rapat selesai Vico kembali ke ruangannya. Terlihat ada


seorang gadis muda menunggunya di dalam ruangan tersebut dia adalah Velove


teman Vico yang menjadi Artis terkenal yang selain di dalam negeri juga di luar


negeri, itu semua berkat aktingnya yang bagus dan dukungan Vico, karena memang


Velove sudah seperti adik bagi Vico keluarga mereka sudah sangat dekat sejak


Vico kecil. Tetapi tidak dengan Velove, dia menyukai Vico sejak kecil tapi di berbagai


kesempatan Vico hanya mengacuhkannya dan tidak menganggapnya.


“Vic aku hari ini ada pemutaran Film pertama di Bioskop X,


kamu temani aku ya sebagai tamu spesial ?” Ucap Velove dengan merangkul tangan


Vico.


Kalau aku ikut Velove rencanaku menikahi Arini akan gagal


karena om Permana akan berpikir kalau aku suka gonta-ganti wanita. Batin


Vico


“Aku tidak bisa, aku sibuk hari ini sampai malam.” Ucap Vico


tegas dan menjauhkan tangan Velove dari tangannya.


Sekretaris Kim yang berdiri tidak jauh hanya diam saja


karena memang itu sudah kebiasaan Velove jika meminta sesuatu pada Vico.


“Ayolah Vic, 1x ini saja kamu menemaniku, kamu selalu tidak


mau kalau aku ajak. “ ucap Velove sambil cemberut.


“Tidak bisa Ve, aku hari ini sangat sibuk, kamu bisa tanya


pada sekretaris Kim kalau tidak percaya.” Ucap Vico karena malas meladeni


Velove yang memang sangat manja.


Tuan Vico selalu melemparkan padaku jika berurusan dengan


nona Velove jika dia tidak bisa menolak permintaannya.-Batin Sekretaris Kim


“Nona tuan Vico hari ini sangat sibuk, beliau memiliki


jadwal padat dan pertemuan penting dengan klien luar negeri yang tidak dapat


ditinggalkan.” Ucap sekretaris Kim Tegas dengan pandangan datar.


“ Baiklah, o iya Vic lusa aku ada pesta ulang tahun di


Hotelku kamu jangan sampai tidak datang, aku tidak menerima penolakan.” Ucap


Velove mengancam sambil meninggalkan ruangan Vico.


Setelah Velove meninggalkan ruangan tersebut Vico meminta


Han untuk memanggil penanggung jawab desain perusahaan Arini. Sekretaris kim


pun menjawab perintah tersebut dan meninggalkan ruangan Vico untuk meminta


sekretaris depan memanggil orang tersebut.

__ADS_1


Tidak beberapa lama terdengar pintu di ketuk dan sekretaris


Kim mempersilahkannya masuk.


__ADS_2