My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Alasan Zack


__ADS_3

Flash Back On


Terlihat anak kecil tengah duduk di kursi panjang yang


terbuat dari kayu di depan rumah yang terlihat megah tersebut.


Wajahnya tampan dan imut terlihat tersenyum sambil melihat


ikan kecil yang berada di dalam kolam dengan air jernih di depannya tersebut.


Anak kecil tersebut menggunakan celana pendek jeans dan kaos lengan pendek


berwarna merah dan bertopi hitam sambil menggenggam makanan ikan.


Beberapa kali dia menyebarkan makanan ikan tersebut dan di


sambut dengan berbagai ikan emas yang memiliki berbagai warna di tubuhnya


tersebut.


Seorang wanita cantik dengan baju berwarna merah muda keluar


dari rumah besar itu dan menghampiri anak kecil yang terlihat sangat senang


itu.


“ Ayo masuk, kita tunggu papah di dalam saja.” Ajak wanita


yang tak lain adalah mamah dari anak yang tampan dan imut itu sambil mengusap


punggung si kecil yang keasyikan dengan ikan-ikan kecil yang dia beri makan


itu.


“ Jack ingin di sini mah menunggu papah seharusnya dia sudah


pulang dan mengajakku pergi ke taman bermain seperti janjinya.” Tolak anak


kecil tersebut pada mamahnya yang masih setia menunggu papahnya pulang dari kantor.


“ Sayang kita tunggu di dalam saja, sebentar lagi malam kita


bisa pergi besok dengan papah.” Mamah Jack masih mencoba mengajak Jack masuk ke


dalam rumah sambil menunggu suaminya.


“ Jack tidak mau mah, papah kemarin janji sama Jack untuk


pergi hari ini dan seharusnya sudah berangkat dari tadi siang tapi sampai


sekarang belum pulang.” Jawab Jack sambil cemberut karena biasanya papahnya


tidak pernah mengingkari janjinya pada Jack.


“ Sayang papah mungkin masih sibuk, jadi belum pulang kita


masuk dulu ya, nanti kalau anak kecil masih di luar saat malam bisa dibawa


hantu ke rumahnya lho.” Bujuk wanita muda itu dengan menakut-nakuti anak


lelakinya agar mau masuk ke dalam rumah.


Terlihat matahari sudah berada di ufuk timur karena ingin


kembali ke peraduannya, adzan magrib mulai berkumandang bersaut-sautan dari


masjid-masjid sekitar. Langit yang semula masih berwarna jingga kelamaan


terlihat menggelap menandakan waktu mulai malam.


Jack yang terlihat berpikir sambil memandang ke sekitar


terlihat bergidik ngeri jika dia di culik hantu yang menurut teman-temannya


sangat menakutkan hingga akhirnya dia mengikuti mamahnya tersebut masuk ke


dalam rumah.


Langkah kaki kecilnya dengan tangan kanannya di gandeng

__ADS_1


mamahnya mulai berjalan meninggalkan kursi panjang dari kayu dan kolam ikan


dengan berbagai ikan mas warna-warni yang menemaninya dari siang itu. Ada


sedikit perasaan yang masih mengganjal darinya karena papahnya yang tak kunjung


pulang dari siang.


“ Mah, bisakah mamah menelepon Papah ?” Tanyanya dengan


mulut kecil miliknya yang cemberut kecewa pada papahnya tersebut.


“ Iya sayang.” Jawab Mamahnya dan mendudukkan putra semata


wayangnya di ruang tamu dan dia berjalan menuju telepon rumah miliknya saat


ingin mengambil gagang telepon rumah miliknya tiba-tiba telepon tersebut


berdering.


Mendengar dari sang penelpon jika suami tercintanya


mengalami kecelakaan dan sudah tidak bernyawa saat berada di rumah sakit yang


memberikan berbagai pertolongan untuk mencoba menyadarkannya membuat wanita


cantik itu menjatuhkan telepon rumah tersebut dengan mulut masih terbuka karena


tidak percaya dengan kabar dari perawat yang sedang mengabarinya itu.


Air mata mengalir dari wajah cantiknya tubuhnya lunglai


hingga membuatnya terduduk lemas pada lantai keramik berwarna putih itu.


Melihat mamahnya yang bertingkah aneh, Jack kecil mencoba mendekatinya dan


bertanya dengan kawatir.


“ Kenapa mamah menangis ?” Tanyanya sambil mengusap air mata


mamahnya tersebut.


dengan erat sambil mengusap kepala putranya dengan lembut dan mencoba tegar


mengembalikan kesadarannya dan bergegas ke rumah sakit dengan mengajak Jack.


Terlihat seorang pria terbujur kaku tertutupi selembar kain


putih sudah pucat pasi di seluruh tubuhnya begitu pun bibirnya sudah mulai


membiru keunguan menandakan nyawanya sudah tidak menyatu dengan raganya.


Tangisan kembali pecah pada wanita yang masih terlihat


cantik, sedangkan anaknya terlihat menunggu di luar dengan seorang pria tua


yang menjadi orang tua satu-satunya yang masih hidup dari suaminya tersebut.


Pemakanan telah dilakukan, wanita yang sebelumnya selalu


ramah dan berlaku keibuan semakin hari menjadi wanita dengan gangguan mental


yang semakin hari semakin parah hanya minuman keras yang selalu menemani anak


kecil yang sebelumnya mendapat banyak kasih sayang terabaikan hingga kakeknya


mendatanginya dan menemukan menantunya yang sudah tidak waras itu sering


melakukan kekerasan pada Jack jika sedang kumat.


Wanita itu akhirnya meninggal bunuh diri. Jack kecil semakin


terpuruk kehidupannya ditinggal kedua orang tuanya di usia mudanya. Kakeknya


membesarkan dengan kasih sayang, perusahaan dan rumah besar miliknya sudah


lenyap karena harus membayar kerugian yang timbul. Jack remaja kembali


mengalami kehilangan karena kakek yang selama ini menemaninya jatuh sakit dan

__ADS_1


meninggalkannya selama-lamannya.


Dia sangat dendam dengan orang yang menyebabkan papahnya


kecelakaan hingga akhirnya dia menyelidiki penyebab ayahnya tersebut mengalami


kecelakaan dan menemukan fakta jika penyebab kecelakaan tersebut adalah orang


tua Vico yang membuat perusahaan Papahnya hancur hingga ayahnya mabuk-mabukan


dan mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya tersebut.


Sejak saat itu Jack mengubah namanya menjadi Zack dan


mencoba bekerja pada Vico semakin hari bekerja keras dan membuatnya menjadi


orang kepercayaan Vico sampai saat ini. Dibalik semua kerja kerasnya ada dendam


yang membara dari dalam hatinya. Mengetahui jika Paman Vico juga menginginkan


kehancuran Vico dan keluarganya membuat Zack bekerja sama dengan Fernando untuk


menyingkirkan Vico dan keluarganya.


Setelah dia menculik Arini dia menghubungi Fernando agar


dapat melaksanakan pekerjaan selanjutnya mendapatkan harta Vico dan


menyingkirkannya dari dunia ini.


Kembali ke waktu sekarang.


Vico yang sudah sampai di Pulau tersebut bergegas ke titik


tempat kalung Arini berada, dengan kecepatan penuh dia mengendarai motor cross


miliknya menembus hutan sambil mengikuti arahan ponsel pintarnya. Sekretaris


Kim tidak kalah cepat mengikuti Vico dari belakang dengan beberapa orang karena


memang hanya dapat membawa beberapa motor saja di dalam pesawat kecil miliknya


yang mengantar ke pulau tak berpenghuni itu.


Saat sudah dekat terlihat sebuah rumah yang terlihat kosong


di depannya membuat Vico menghentikan laju motornya dan menaruhnya sembarang


langsung berlari ke dalam untuk mencari keberadaan Arini tapi sayang setelah


membuka beberapa ruangan Arini tidak di temukan hanya sebuah kalung yang sudah


dia berikan tergeletak di lantai yang sudah tertutupi debu tebal dekat kursi


abu-abu.


“ Hahhhhhh.” Vico berteriak kesal karena belum bisa


menemukan istrinya tersebut dan hanya menemukan kalung milik istrinya tersebut.


“ Kim Arini tidak ada.” Pria bertubuh tegap dan tampan itu


terlihat sangat kecewa dan bercampur marah butiran bening menetes dari kelopak


matanya karena masih gagal menemukan istrinya tersebut.


Vico terlihat terduduk lemas sambil menggenggam kalung yang


dia pakaikan Arini semalam itu. Sekretaris Kim yang mengetahui perasaan kacau


Vico mencoba menenangkan tuannya tersebut sambil mengangkat tubuh Vico agar


meninggalkan tempat itu.


“ Tuan, kita tinggalkan tempat ini.” Sekretaris Kim masih


mencoba menarik tubuh Vico untuk pergi dari rumah yang semakin gelap karena


malam akan tiba itu.

__ADS_1


__ADS_2