
“ Aku akan tetap menjemputmu jam lima, dan untuk besok
kabari aku siang aku akan menjemputmu di Perusahaan Horison jika siang tidak
selesai aku akan meminta Bos Horison mengundur meetingnya sekarang.” Ucap Vico
yang tidak mau di tolak.
“ Baiklah, aku akan menyelesaikan semuanya sebelum jam 5,
dan besok aku akan mengabarimu jika sudah selesai.” Ucap Arini yang ganti
mengalah dengan ajakan Vico tersebut.
“ Oke good, sampai bertemu nanti sore Arini.” Ucap Vico dan
mematikan panggilannya.
Arini lalu meletakkan ponselnya lagi ke meja.
Drt drt drt ponsel Arini bergetar lagi.
“ Halo iya Ga, ada apa ?” Jawab Arini
“ Ar kamu nanti malam sibuk tidak, aku ingin mengajakmu
makan malam serta membicarakan desain ?” Tawar Arga
“ Maaf Ga sepertinya aku tidak bisa malam ini.” Jawab Arini
“ Bagaimana dengan besok malam ?” Tanya Arga lagi
“ Besok aku juga tidak bisa Ga, bagaimana jika lusa siang
kita bertemu ?’ Tawar Arini
“ Lusa ya, oke kita bertemu di restoran kemarin saja ya,
sekalian makan siang nanti aku jemput ?” Ucap Arga
“ Baiklah .” Jawab Arini
“ Oke sampai jumpa Arini.” Ucap Arga
“ Iya .” Jawab Arini lalu mematikan panggilannya
Kantor Putra
Putra terlihat duduk membaca setiap laporan yang ada di
mejanya.
“ Siska ambilkan aku laporan pabrik kendaraan selama 3 bulan
lalu.” Perintah Putra melalui panggilan teleponnya kepada sekretarisnya.
“ Baik Tuan.” Jawab Siska dan mengambilkan laporan tersebut.
“ Tuan ada nona Tika di bawah apakah boleh masuk ?” Tanya
Siska
Tika merupakan teman Putra dari SMP sampai SMA yang menyukai
Putra dan juga Putri dari rekan kerja ayahnya.
“ Jangan, bilang padanya jika aku sibuk dan tidak punya waktu
untuk bertemu.” Jawab Putra menolak
“ Baik Tuan.” Ucap Siska
Dasar wanita itu selalu saja datang ke kantor untuk
mendekati Putra, untung Putra selalu menolaknya, aku bekerja disini selama ini
sebenarnya juga ingin mendekati putra tapi Putra sangat sulit di dekati. Batin
Siska
Tok tok tok
“ Masuk” Ucap Putra
__ADS_1
“ Tuan Putra, ini laporan yang tuan Putra minta “Ucap Siska
lalu meletakkan laporan tersebut pada meja Putra.
“ Kamu boleh pergi.” Ucap putra yang melihat siska masih
berdiri di depannya dan tak kunjung pergi.
“ Oh iya tuan saya permisi” Ucap Siska dan pergi
meninggalkan ruangan Putra.
Putra lalu membaca dan membandingkan semua laporan produksi
itu dan merasa ada yang aneh lalu Putra menghubungi seseorang.
“ Peter kamu cek Pabrik Kendaraanku kenapa produksi menurun sedangkan
permintaan yang aku terima tinggi, selain itu cek juga bahan apa yang
digunakan, aku mendapat informasi ada penyelewengan dana di Pabrik itu. Dan satu lagi jika kecurigaanku benar
bawa pimpinan kantor itu ke tempat biasa.” Ucap Putra
“ Oke Vic.” Jawab Peter
Kantor Vico
“ Kim kita langsung ke kantor Arini.” Ucap Vico setelah
keluar dari ruang rapat.
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim
Mereka berdua lalu menuju tempat parkir dan sekretaris Kim
melajukan kendaraannya menuju Kantor Arini. Setelah tiba di depan kantor Arini
terlihat Vico mengambil ponsel dari saku celanya.
“ Halo Arini aku sudah di depan kantor kamu.” Ucap Vico
“ Oke, aku akan turun.” Jawab Arini
Arini yang mengetahui kalau Vico sudah datang menjemputnya
menuju Lift dia menghampiri meja Vivi.
“ Vivi aku pulang duluan, desain untuk Perusahaan Horison
besok tolong kamu pastikan seperti yang aku bicarakan saat rapat dengan
karyawan tadi, maaf aku tidak bisa menemanimu aku ada urusan penting, sampai
jumpa.” Ucap Arini lalu berjalan meninggalkan Meja Vivi
“ Baik Nona, hati-hati di jalan.” Ucap Vivi
Apakah nona sedang ada janjian dengan kekasihnya, tidak
biasanya nona pulang sesore ini biasanya paling awal dia pulang jam tujuh malam
selama aku bekerja dengan nona, ntahlah itu bukan urusanku, siapa juga yang
tidak akan rindu jika kekasihnya seperti opa-opa korea begitu, akupun pasti
selalu ingin bertemu, hahahaha. Batin Vivi dan tersenyum dengan pikirannya
tersebut.
Arini keluar dari gedung kantornya dan menyapu ke segala
arah mencari mobil Vico, terlihat mobil Vico Parkir sedikit jauh. Arini lalu
menghampiri dan masuk ke dalam mobil itu.
“ Maaf, apa kamu menungguku terlalu lama ?” Tanya Arini.
“ Tidak, kamu mau makan malam di luar ?” Tanya Vico
“ Iya boleh, tapi sebelumnya bisakah kita mampir ke Masjid
dulu aku ingin beribadah magrib dulu.” Ucap Arini
__ADS_1
“ Oke.” Jawab Vico
Wah nona memang paket komplit, sudah cantik, baik,
mandiri, dia juga religius, bagaimana jika nona mengetahui tuan bukan orang
yang terlihat lembut dengannya seperti ini ya, jika nona Arini tahu kalau tuan
orang yang tidak memiliki ampun dan dapat menghabisi nyawa seorang jika orang
itu mengganggunya. Batin sekretaris Kim
“ Apa kau tidak ingin ikut beribadah denganku ?” Tanya Arini
“ Oh tidak.” Jawab Vico
“ Kamu seperti Kakak ya .” Ucap Arini
Aku malu jika Arini bertanya begitu, tapi aku tidak
pernah beribadah sebelumnya, walaupun papah selalu mengingatkan dan mengajakku
papah sampai pasrah mengingatkanku dengan hal itu, aku tidak pernah merasa
siap. Ternyata Putra sama denganku tentang hal ini, mungkin dia merasa sangat
berdosa atau tidak percaya Tuhan karena kehidupan kita di dunia Mafia yang
tidak segan menghabisi nyawa orang. Batin Vico
Sekretaris Kim melajukan kendaraannya menuju restoran yang
ingin Vico tuju untuk makan malam dengan Arini, saat melihat sebuah Masjid dia
menepikan mobilnya. Arini lalu keluar dari mobil dan meminta mereka menunggunya.
Arini bergegas melaksanakan Ibadahnya karena memang waktu magrib sangat pendek
berbeda dengan sholat isya.
Setelah selesai beribadah Arini segera menuju kendaraan Vico
dan masuk. Sekretaris Kim lalu kembali melajukan kendaraannya.
Vico keluar dan membukakan pintu untuk Arini. Lalu Arini
keluar Vico memesan seluruh restoran itu hanya untuknya dan Arini. Sehingga di
dalam terlihat hanya mereka berdua disana.
“ Apakah restoran ini kurang enak ?” Tanya Arini
“ Kenapa ?” Tanya Vico yang bingung mendengar pertanyaan
Arini
“ Kenapa sepi sekali disini, lihat tidak ada pelanggan
lain.” Ucap Arini dan menunjukkan beberapa meja yang kosong.
“ Tidak makanannya sangat enak, aku menyuruh Kim untuk
memesannya hanya untuk kita berdua makan malam, aku hanya mengikuti
permintaanmu untuk tidak menunjukkan status hubungan kita pada orang lain,
semua yang melayani kita juga tidak akan memberitahukan keberadaan kita pada
siapapun. Jadi kamu tenang saja.” Jelas Vico
“O” Arini hanya membuka mulutnya membentuk huruf O
Teman-teman pembaca jangan lupa dukung Happy ya
Biar semangat membuat setiap episodenya
Dukung dengan berikan Like
Berikan Komentar pedas manis tetap diterima selama itu sopan
Jangan lupa Vote kalau banyak Happy akan berusaha untuk Crazy up deh
dan Favoritkan ya
__ADS_1
Thank You
Happy Reading with Happy Blue