My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Tidak Mau Ditolak


__ADS_3

“ Aku akan tetap menjemputmu jam lima, dan untuk besok


kabari aku siang aku akan menjemputmu di Perusahaan Horison jika siang tidak


selesai aku akan meminta Bos Horison mengundur meetingnya sekarang.” Ucap Vico


yang tidak mau di tolak.


“ Baiklah, aku akan menyelesaikan semuanya sebelum jam 5,


dan besok aku akan mengabarimu jika sudah selesai.” Ucap Arini yang ganti


mengalah dengan ajakan Vico tersebut.


“ Oke good, sampai bertemu nanti sore Arini.” Ucap Vico dan


mematikan panggilannya.


Arini lalu meletakkan ponselnya lagi ke meja.


Drt drt drt ponsel Arini bergetar lagi.


“ Halo iya Ga, ada apa ?” Jawab Arini


“ Ar kamu nanti malam sibuk tidak, aku ingin mengajakmu


makan malam serta membicarakan desain ?” Tawar Arga


“ Maaf Ga sepertinya aku tidak bisa malam ini.” Jawab Arini


“ Bagaimana dengan besok malam ?” Tanya Arga lagi


“ Besok aku juga tidak bisa Ga, bagaimana jika lusa siang


kita bertemu ?’ Tawar Arini


“ Lusa ya, oke kita bertemu di restoran kemarin saja ya,


sekalian makan siang nanti aku jemput ?” Ucap Arga


“ Baiklah .” Jawab Arini


“ Oke sampai jumpa Arini.” Ucap Arga


“ Iya .” Jawab Arini lalu mematikan panggilannya


Kantor Putra


Putra terlihat duduk membaca setiap laporan yang ada di


mejanya.


“ Siska ambilkan aku laporan pabrik kendaraan selama 3 bulan


lalu.” Perintah Putra melalui panggilan teleponnya kepada sekretarisnya.


“ Baik Tuan.” Jawab Siska dan mengambilkan laporan tersebut.


“ Tuan ada nona Tika di bawah apakah boleh masuk ?” Tanya


Siska


Tika merupakan teman Putra dari SMP sampai SMA yang menyukai


Putra dan juga Putri dari rekan kerja ayahnya.


“ Jangan, bilang padanya jika aku sibuk dan tidak punya waktu


untuk bertemu.” Jawab Putra menolak


“ Baik Tuan.” Ucap Siska


Dasar wanita itu selalu saja datang ke kantor untuk


mendekati Putra, untung Putra selalu menolaknya, aku bekerja disini selama ini


sebenarnya juga ingin mendekati putra tapi Putra sangat sulit di dekati. Batin


Siska


Tok tok tok


“ Masuk” Ucap Putra

__ADS_1


“ Tuan Putra, ini laporan yang tuan Putra minta “Ucap Siska


lalu meletakkan laporan tersebut pada meja Putra.


“ Kamu boleh pergi.” Ucap putra yang melihat siska masih


berdiri di depannya dan tak kunjung pergi.


“ Oh iya tuan saya permisi” Ucap Siska dan pergi


meninggalkan ruangan Putra.


Putra lalu membaca dan membandingkan semua laporan produksi


itu dan merasa ada yang aneh lalu Putra menghubungi seseorang.


“ Peter kamu cek Pabrik Kendaraanku kenapa produksi menurun sedangkan


permintaan yang aku terima tinggi, selain itu cek juga bahan apa yang


digunakan, aku mendapat informasi ada penyelewengan dana di Pabrik itu. Dan satu lagi jika kecurigaanku benar


bawa pimpinan kantor itu ke tempat biasa.” Ucap Putra


“ Oke Vic.” Jawab Peter


Kantor Vico


“ Kim kita langsung ke kantor Arini.” Ucap Vico setelah


keluar dari ruang rapat.


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim


Mereka berdua lalu menuju tempat parkir dan sekretaris Kim


melajukan kendaraannya menuju Kantor Arini. Setelah tiba di depan kantor Arini


terlihat Vico mengambil ponsel dari saku celanya.


“ Halo Arini aku sudah di depan kantor kamu.” Ucap Vico


“ Oke, aku akan turun.” Jawab Arini


Arini yang mengetahui kalau Vico sudah datang menjemputnya


menuju Lift dia menghampiri meja Vivi.


“ Vivi aku pulang duluan, desain untuk Perusahaan Horison


besok tolong kamu pastikan seperti yang aku bicarakan saat rapat dengan


karyawan tadi, maaf aku tidak bisa menemanimu aku ada urusan penting, sampai


jumpa.” Ucap Arini lalu berjalan meninggalkan Meja Vivi


“ Baik Nona, hati-hati di jalan.” Ucap Vivi


Apakah nona sedang ada janjian dengan kekasihnya, tidak


biasanya nona pulang sesore ini biasanya paling awal dia pulang jam tujuh malam


selama aku bekerja dengan nona, ntahlah itu bukan urusanku, siapa juga yang


tidak akan rindu jika kekasihnya seperti opa-opa korea begitu, akupun pasti


selalu ingin bertemu, hahahaha. Batin Vivi dan tersenyum dengan pikirannya


tersebut.


Arini keluar dari gedung kantornya dan menyapu ke segala


arah mencari mobil Vico, terlihat mobil Vico Parkir sedikit jauh. Arini lalu


menghampiri dan masuk ke dalam mobil itu.


“ Maaf, apa kamu menungguku terlalu lama ?” Tanya Arini.


“ Tidak, kamu mau makan malam di luar ?” Tanya Vico


“ Iya boleh, tapi sebelumnya bisakah kita mampir ke Masjid


dulu aku ingin beribadah magrib dulu.” Ucap Arini

__ADS_1


“ Oke.” Jawab Vico


Wah nona memang paket komplit, sudah cantik, baik,


mandiri, dia juga religius, bagaimana jika nona mengetahui tuan bukan orang


yang terlihat lembut dengannya seperti ini ya, jika nona Arini tahu kalau tuan


orang yang tidak memiliki ampun dan dapat menghabisi nyawa seorang jika orang


itu mengganggunya. Batin sekretaris Kim


“ Apa kau tidak ingin ikut beribadah denganku ?” Tanya Arini


“ Oh tidak.” Jawab Vico


“ Kamu seperti Kakak ya .” Ucap Arini


Aku malu jika Arini bertanya begitu, tapi aku tidak


pernah beribadah sebelumnya, walaupun papah selalu mengingatkan dan mengajakku


papah sampai pasrah mengingatkanku dengan hal itu, aku tidak pernah merasa


siap. Ternyata Putra sama denganku tentang hal ini, mungkin dia merasa sangat


berdosa atau tidak percaya Tuhan karena kehidupan kita di dunia Mafia yang


tidak segan menghabisi nyawa orang. Batin Vico


Sekretaris Kim melajukan kendaraannya menuju restoran yang


ingin Vico tuju untuk makan malam dengan Arini, saat melihat sebuah Masjid dia


menepikan mobilnya. Arini lalu keluar dari mobil dan meminta mereka menunggunya.


Arini bergegas melaksanakan Ibadahnya karena memang waktu magrib sangat pendek


berbeda dengan sholat isya.


Setelah selesai beribadah Arini segera menuju kendaraan Vico


dan masuk. Sekretaris Kim lalu kembali melajukan kendaraannya.


Vico keluar dan membukakan pintu untuk Arini. Lalu Arini


keluar Vico memesan seluruh restoran itu hanya untuknya dan Arini. Sehingga di


dalam terlihat hanya mereka berdua disana.


“ Apakah restoran ini kurang enak ?” Tanya Arini


“ Kenapa ?” Tanya Vico yang bingung mendengar pertanyaan


Arini


“ Kenapa sepi sekali disini, lihat tidak ada pelanggan


lain.” Ucap Arini dan menunjukkan beberapa meja yang kosong.


“ Tidak makanannya sangat enak, aku menyuruh Kim untuk


memesannya hanya untuk kita berdua makan malam, aku hanya mengikuti


permintaanmu untuk tidak menunjukkan status hubungan kita pada orang lain,


semua yang melayani kita juga tidak akan memberitahukan keberadaan kita pada


siapapun. Jadi kamu tenang saja.” Jelas Vico


“O” Arini hanya membuka mulutnya membentuk huruf O


Teman-teman pembaca jangan lupa dukung Happy ya


Biar semangat membuat setiap episodenya


Dukung dengan berikan Like


Berikan Komentar pedas manis tetap diterima selama itu sopan


Jangan lupa Vote kalau banyak Happy akan berusaha untuk Crazy up deh


dan Favoritkan ya

__ADS_1


Thank You


Happy Reading with Happy Blue


__ADS_2