My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
11. Kejutan Untuk Vico


__ADS_3

“Oke thanks infonya, untuk selanjutnya kita akan saling


menghubungi lewat telepon ya. Dan tetap awasi Pamanku jangan sampai menyerang


Orlando.” Ucap Vico.


“ Vic ada masalah lagi, mata-mata yang kemarin kamu minta


ditangkap seseorang, menurut beberapa sumber dia ditangkap komplotan mafia dari


Belanda. Kita belum tahu motif dan tujuan dari penangkapan itu.” Ungkap Rezky


lagi.


“ Segera cari tahu, jangan sampai itu ulah paman. “ Ungkap


Vico.


“Kim saham di luar negeri ada pengalihan atau pembelian yang


aneh ? Tanya Vico.


“Untuk saat ini belum tuan, sepertinya paman Tuan belum


sampai ke tahap itu.” Jawab sekretaris Kim.


Pembicaraan seputar bisnis gelap Vico memang biasa diadakan


di sini. Setelah pembicaraan dan pengaturan strategi selanjutnya selesai Vico


pergi pulang meninggalkan keempat temannya yang masih asyik di ruangan


tersebut.


Rumah Arini


Seperti biasa di kediaman keluarga permana setelah mereka


menyelesaikan makan malam akan saling berbincang bincang di ruang keluarga.


“Arini kamu sudah punya kekasih ?”Tanya Papah Arini


“Belum pah.” Jawabnya singkat


“ Sebenarnya papah mau menjodohkan kamu dengan anak rekan


bisnis Papah, apakah kamu mau ?” Tanya Pak Permana lagi.


“ Aduh papah apa masih jaman untuk sekarang perjodohan


seperti itu, biarkan Arini memilih pasangannya sendiri.” Ungkap mamah Arini


yang kurang setuju dengan rencana suaminya tersebut.


“Arini sih terserah papah.” Jawab Arini


“Jadi kamu mau ya nak ? kamu ingin mengenalnya dulu atau mau


langsung menikah ?” Tanya ayahnya lagi.


“Arini terserah papah sama mamah saja Arini percaya Papah


akan menjodohkan Arini dengan orang yang baik.” Jawab Arini lagi


“Iya anaknya baik, sopan dia anak rekan bisnis papah kemarin


yang kita bertemu di bandara.” Ucap Pak permana.


“ Uhuk uhuk maksud papah Pak Vico dari Perusahaan Angkasa


Grup ?” Tanya Arini kaget mendengar pernyataan papahnya tersebut.


“Iya Arini, bagaimana kalau besok kita adakan pertemuan


keluarga di rumah ini mah, biar Arini dan Vico bisa lebih dekat.” Ungkap pak


permana pada istrinya.


“Mamah setuju saja pah, biar besok mamah siapkan untuk makan


malamnya. “ Jawab mamah Arini.


Terlihat Putra belum pulang karena dia menyelesaikan

__ADS_1


tugasnya sebelum keberangkatannya ke Belanda .


Pembicaraan soal perjodohan pun sudah selesai dan mereka


saling bercerita masalah lain hingga terlihat Arini sudah menguap dan pamit


pergi meninggalkan kedua orang tuanya menuju ke kamarnya.


Pagi di kediaman Arini


Terlihat kedua orang tua Arini sudah berada di meja makan,


Putra keluar dari kamar dan Arini berada di tangga baru akan menuju ruang


makan. Setelah mereka berkumpul di meja makan mereka mulai menyantap sarapan


paginya masing-masing. Usai sarapan Putra pamit pada kedua orang tuanya dan


adik kesayangannya Arini karena akan ke Belanda selama 1 minggu. Arini pun


memeluk kakaknya dan merasa akan sangat merindukannya, ya begitulah Arini


karena memang hanya kakaknya yang selalu ada di samping Arini dan menemaninya


serta tempat Arini selalu berbagi cerita.


“Arini kakak cuma seminggu di Belanda, kamu tidak perlu


sampai menangis seperti itu.” Ledek Putra pada adiknya yang memang tidak suka


kalau dia tinggal.


“Iya Kak, jangan lupa salamkan pada kakek ya kalau Arini


sangat merindukannya, kalau saat ini perusahaanku tidak disibukkan dengan tender


aku pasti ingin ikut dengan kakak.” Jawab Arini.


“Sayang hati-hati ya selama di Belanda jangan lupa selalu


kasih kabar mamah.” Pinta mamahnya sambil melepas kepergian putra semata


wayangnya. Karena memang hanya mamahnya saja yang mengetahui apa yang akan


dilakukan Putra di Belanda.


dikawatirkan akan papah urus, segera selesaikan urusan di sana, jangan lupa


ibadahmu.” Ungkap papahnya dan memeluk Putra.


Begitulah pemandangan yang akan terjadi jika ada anggota


keluarga yang meninggalkan rumah tersebut cukup lama.


“Siap Bos.” Ucap Putra sambil hormat pada papahnya ala


tentara yang diberi perintah oleh atasannya.


Akhirnya Putra berangkat ke bandara untuk menaiki jet


pribadinya dengan diantar sopir.


Arini pun pamit kepada kedua orang tuanya untuk berangkat


kerja.


“Hati-hati ya sayang tidak usah ngebut bawa mobilnya.”


Teriak mamah Arini dari pintu keluar.


“Iya mah.” Sahutan Arini yang sudah berada di parkiran


mobilnya.


Kediaman Vico


Vico terlihat kurang bersemangat pagi itu saat sedang


sarapan dengan kedua orang tuanya di meja makan.


“ Kamu kenapa sayang ?” terlontar pertanyaan dari mamah Vico


yang memang lebih peka dibandingkan suaminya.

__ADS_1


“ Tidak apa-apa mah , Vico hanya sedikit lelah saja.” Ungkap


Viko dibarengi senyum yang dipaksakan.


“ Kamu begitu saja sedih Vic, nanti Papah carikan yang


lain.” Ucap Papah Vico yang mengetahui penyebab muka masam dan tidak bersemangat


itu.


Papah akan membuat kejutan untuk kamu Vico, nanti siang


akan Papah beritahukan kalau perjodohan papah dengan Permana telah sepakat


begitu juga anaknya yang menyetujui perjodohan itu, Selain itu nanti malam akan


diadakan makan malam keluarga untuk kalian, Pasti kamu akan sangat senang. Batin papah Vico


“ Tidak perlu pah, tidak perlu membicarakannya lagi.” Jawab


Vico malas


“ ya sudah sayang mungkin belum rezekinya jadi jangan sedih


begitu, nanti pasti akan dapat yang lebih baik” Mamah Vico menyemangati anaknya


tanpa tahu apa yang dimaksud, membuat Vico tambah terlihat sedih dengan


nasibnya.


Setelah sarapan mereka selesai, terlihat sekretaris Kim


datang.


“Kim, sarapan dulu. “ Ajak mamah Vico, karena mamah Vico


sudah menganggap Kim anaknya sendiri.


Kim merupakan anak dari temanya di Korea yang saat itu


meninggal dunia dan menitipkan Kim padanya. Kim tumbuh besar bersama dan selalu


menemani Vico sejak dia ditinggal ibunya dan menetap di Indonesia. Selain itu


Vico memang pernah trauma saat kecil sehingga mamahnya Vico sangat senang


dengan adanya Kim.


“Terima kasih, Nyonya saya sudah sarapan tadi di rumah.”


Jawab Kim


“Pah, mah Vico berangkat ke kantor dulu ya. “ Pamit Vico


pada kedua orang tuanya.


“ Iya kalian berdua hati-hati ya.” Jawab mamah dana papah


Vico


Vico masuk ke dalam mobilnya dengan wajah malas. Kim yang


melihat itu heran karena dari kemarin siang dia melihat wajah tuannya itu


tampak tidak bahagia, ya walaupun biasanya dia berwajah dingin, tapi saat dia


berwajah sedih membuat orang di sekitarnya merasa iba.


‘Apakah tuan kurang sehat hari ini, atau kita perlu ke rumah


sakit untuk periksa, atau perlu saya panggilkan Dokter Miko untuk datang ke


Kantor? “ Ucap sekretaris Kim pada Vico.


“Tidak perlu Kim.” Jawab Vico singkat.


“Agenda hari ini apa Kim ?” Tanya Vico.


“Hari ini tuan perlu menyetujui desain akhir Proyek tender


kemarin, siang akan pergi ke Pabrik untuk melakukan inspeksi bulanan, setelah


itu ada rapat dengan Klien dari Jepang tentang kerja sama hotel kita di sana

__ADS_1


dan makan malam dengan Pak Handoko untuk membahas Proyek Pertambangan.” Jawab


sekretaris Han menjelaskan Agenda Vico hari itu yang memang selalu sepadat itu.


__ADS_2