My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
4. Curi Pandang


__ADS_3

Setelah menerima informasi tersebut Arini sangat senang dan


mengirim pesan pada kakaknya bahwa dia berhasil memenangkan tender tersebut.


Kak Arini menang tender Perusahaan Angkasa kakak tidak


traktir Arini ? -----Kakakku Sayang


Setelah mengirim pesan tersebut Arini lalu pergi ditemani


Vivi untuk bertemu kliennya hari ini.


Dia sampai di sebuah Cafe tempat mereka berjanji untuk


bertemu. Tidak berapa lama kliennya sampai dan menemui Arini serta Vivi dan


duduk di depan Arini.


“Selamat siang Nona Arini dan Nona Vivi saya Aldo.” Ucap


Aldo sambil berjabat tangan dengan Arini dan Vivi


“Selamat siang tuan Aldo.” Jawab Arini dan Vivi serempak.


“Berikut beberapa contoh desain yang sudah saya buat untuk


rumah yang Pak Aldo pesan kemarin.” Jelas Arini sambil menyerahkan desainnya


kepada kliennya tersebut.


Aldo pun menerima desain tersebut dan melihat setiap detail


yang tergambar di dalamnya.


“Sepertinya saya menyukai desain yang ini, tolong


ditambahkan pencahayaan di beberapa titik yang saya tandai dan desain taman pada


area ini dan tolong untuk pewarnaannya saya ingin yang lebih ke abu-abu karena


saya menyukai warna itu, mmm sepertinya itu yang perlu diubah, over all saya


suka dengan desainnya.” Ucap Aldo sambil menjelaskan keinginan desainnya.


“Baik Pak Aldo akan kami perbaiki desainnya dan akan kami


informasikan pak Aldo saat sudah selesai, terima kasih atas kerja samanya.”


Jawab Arini kepada Aldo sambil menerima desain yang dipilih Aldo dan


memperhatikan beberapa tanda yang telah dibuat Aldo.


“ Baik begitu dulu yang Nona Arini dan Vivi saya akan pergi


dulu karena ada pertemuan dengan teman saya.” Pamit Aldo pada Arini dan Vivi.


“Baik Pak Aldo semoga selamat sampai tujuan, terima kasih


banyak atas kepercayaannya pada perusahaan kami.” Ucap Arini sambil menjabat


tangan Aldo.


Selesai pertemuannya Vivi dan Arini kembali ke kantor dan


memberitahu Vivi bahwa besok ada rapat di perusahaan Angkasa Grup untuk


membahas pembagian desain Proyek.


Sesampainya di perusahaan Arini dan Vivi lalu menuju mushola


untuk sholat dzuhur dan ashar lalu Arini kembali ke ruangannya untuk


menyelesaikan desain kantor firma Kang&Han karena besok dia berencana


bertemu dengan teman ayahnya tersebut untuk persetujuan akhir.


Waktu menunjukkan sudah jam 6 sore Arini bergegas sholat dan


melanjutkan desainnya. Jam 8 malam dia sudah menyelesaikan desainnya, lalu dia

__ADS_1


bergegas pulang.


Saat akan memasuki mobil dia mengecek telepon genggamnya.


Huh kak Putra tidak balas pesanku. Gerutu Arini


Arini memanyunkan bibirnya sambil masuk ke dalam mobil dan


melajukannya untuk pulang.


Sesampainya di dalam rumah dia bertanya ke salah satu


pembantu rumahnya.


“Bi Kak Putra sudah pulang ?” Tanyanya ke Bibinya tersebut


“Sudah non, Den Putra ada di dalam ruang kerja.” Jawab bibi


yang Arini tanyai.


“Baik bi , Terima kasih.” Ucap Arini lalu meninggalnya bibi


tadi dan menuju ke ruang kerja kakaknya.


“Kak Putra tidak baca pesan Arini ?” Arini masuk dan


bertanya pada kakaknya dengan wajah cemberut.


“Oh belum dek maafin kakak ya, hari ini kakak sibuk sekali


belum sempat buka pesan hanya menerima panggilan saja. Ada apa ?” Tanya Putra


pada Arini


“Arini menang tendernya perusahaan Angkasa Grup, besok kita


ada meeting untuk pembagian desain yang akan menjadi tanggung jawab


perusahaanku.” Jelas Arini dengan wajah terlihat bahagia.


“Selamat ya dek.” Jawab Putra singkat.


“Selamat saja ?” Tanya Arini dengan ekspresi cemberut.


“Traktir begitu atau apa kek.. ?” Tuntut Arini


“Oke nanti kalau kakak senggang kakak ajak kamu makan ya? ya


sudah cepat pergi sana kakak sedang sibuk.” Jawab Putra dan menyuruh adiknya


pergi.


Tanpa berkata-kata lagi Arini meninggalkan ruangan kerja


kakaknya. Putra memang sangat serius saat bekerja dan tidak suka jika ada yang


mengganggunya. Tidak berapa lama mata-mata yang ditugaskannya melaporkan


kegiatan Arini hari ini. Karena merasa tidak ada yang dibicarakan lagi Putra


mengakhiri panggilannya.


Putra segera menyelesaikan pekerjaannya dan beranjak


meninggalkan ruangnya untuk istirahat.


Pagi hari di tempat parkir Perusahaan Angkasa Grup


Terlihat Arini dan Vivi keluar dari dalam mobilnya dan


menuju ruang rapat.


Vico yang terlihat tidak sabar dalam hatinya untuk bertemu


Arini bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, walaupun perasaan itu tidak ia


tunjukkan. Dia tetap terlihat seperti Vico yang biasanya.


Sesampainya di kantor Vico langsung menuju ruang rapat dan

__ADS_1


mengikuti jalannya rapat diikuti Sekretaris Kim. Rapat pun dimulai kali ini


dipimpin oleh pimpinan tim desain. Vico hanya terlihat mendengarkan dan


kadang-kadang mencuri pandang melihat Arini.


Arini dan Vivi tidak menyadari hal tersebut karena fokus


dengan penjelasan Pimpinan desain tersebut dibandingkan dengan sekitarnya.


Hanya sekretaris Kim yang melihat Tuannya tersebut melakukan hal itu. Dia hanya


menghela nafas melihatnya.


Pimpinan tim desain menjelaskan ke masing-masing perusahaan


bagian mana yang akan menjadi tanggung jawab desainnya. Perusahaan Arini berkesempatan


untuk mendesain tempat hiburan.


Meeting pun selesai dan pimpinan tim desain mengakhirinya.


Semua peserta Rapat keluar dari ruangan. Vico pergi menuju ke ruangannya, dia


duduk di kursinya. Dia berpikir bagaimana cara mendekati Arini dengan tidak


membuatnya terlihat mengejar Arini tetapi Arini bisa menjadi miliknya.


Tidak beberapa lama dia memiliki ide untuk membuat panggilan


kepada orang tuanya.


“Hallo Vic, ada apa menghubungi papah ?” Sahutan dari papah


Vico.


“Pah Vico ingin menikah.” Ungkap Vico.


“Hah menikah, kenapa tiba-tiba dan siapa calonnya ?” Tanya


Papahnya Vico


“ Papah kenal sama Permana Grup ?” Tanya Vico lagi walaupun


dia terlihat dingin di hadapan orang lain tapi di depan orang tuanya Vico cukup


baik dan sedikit manja.


“ Kenal dia rekan bisnis papah, ini kita lagi bertemu di


Amerika untuk rencana pembangunan Hotel di sini, ada apa Vic ?” Tanya ayahnya


lagi yang bingung dengan yang anaknya bicarakan dan hanya menjawabnya saja.


“Pah bisa minta dia menjodohkan anak perempuannya dengan


Vico ?” Ungkap Vico yang sedikit malu dengan apa yang dia minta pada ayahnya


tersebut.


“Bagaimana Vic ? Papah bingung maksud kamu, tadi kamu bilang


mau nikah, sekarang minta dijodohkan?” Tanya Papah Vico yang bingung dengan


panggilan anaknya yang tiba-tiba meminta dijodohkan.


“Begini pah Vico suka sama anaknya om Permana, Vico baru 3x


ketemu, Vico juga tidak mengerti tapi Vico suka sama Arini pah anaknya om


Permana, Vico ingin menikah dengan dia.” Jelas Vico yang masih membuat ayahnya


bingung.


“ Kenapa kamu tidak mendekatinya saja, kenapa harus minta


papah untuk menjodohkan kamu, selain itu kamu juga baru bertemu 3x sudah minta


dinikahkan, memangnya kamu sudah mengenal anaknya om Permana dengan baik, Ingat

__ADS_1


ya Vic ini pernikahan, dimana kamu tidak boleh main-main dan harus bertanggung


jawab seumur hidup ?” Ungkap Ayah Vico mewanti-wanti pada anaknya.


__ADS_2