My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Rumah Arini


__ADS_3

Arini segera menark tubuh pria yang selalu menjadi pusat


perhatian itu ke salah satu toko yang ingin dia kunjungi. Terlihat dia ingin


membelikan kue yang biasa menjadi kesukaan kedua orang tuanya. Beberapa kali


mereka pergi selalu saja berakhir tidak sesuai keinginan sehingga tidak sampai


bisa memberikan oleh-oleh untuk kedua orang tua Arini.


“ Mbak tolong ini di bungkus ya.” Ucap Arini sambil menunjuk


kue yang telah dia pilih. Sang pelayan yang terpesona dengan Vico terlihat


tidak memperhatikan Arini. Hingga membuat wanita cantik itu sedikit cemberut.


Vico yang merasa tidak bersalah terlihat melihat ponsel miliknya untuk melihat


beberapa laporan dari anak buahnya. Sedangkan sekretaris Kim terlihat berdiri


tegak bagai gapura perumahan di depan toko mencegah pelanggan lain masuk sesuai


instruksi yang mulia Vico Marleno.


“ Mbak ,,, mbak ... Halooo. Ini ya di bungkus.” Ucap Arini


lagi sedikit kesal dengan pelayan wanita tersebut. Arini melambaikan tangan di


depan pelayan itu hingga menyadarkan lamunannya.


“ Ah iya, maaf.” Ucap Pelayan menerima permintaan Arini dan


segera mengambil kue yang Arini maksud dan membungkusnya. Walaupun terlihat


sudah mulai fokus dengan pekerjaannya lagi tapi pelayan itu tetap beberapa kali


curi pandang pada Vico. Arini yang tidak ingin berlama-lama di toko tersebut


segera membayarnya dan menarik Vico untuk segera meninggalkan tempat itu.


Sekretaris Kim terlihat mengekor di belakang kedua sejoli di mana sang perempuan


sedikit cemberut sedang sang pria terlihat tidak peka.


Usai memasuki kendaraan Vico terlihat memandang Arini yang


mengubah ekspresi cerianya.


“ Kenapa cemberut ?” Tanyanya yang memang sebelumnya tidak


memperhatikan kegiatan istrinya membeli kue itu. Tugas kantornya kali ini


sedang dalam taraf padat karena banyak proyek yang tengah ditangani hingga


sedikit berkurang perhatiannya pada istrinya tersebut.


“ Aku kalau ke Mall sama kamu atau kakak selalu saja semua


wanita selalu memandangi kalian, bahkan tadi pelayan sampai tidak fokus saat


bekerja dan malah fokus memandangmu.” Ucap Arini dengan bibir manyun. Wajah


Arini menjadi terlihat lucu jika sifat manjanya itu muncul hingga membuat Vico


mencubit hidung mungilnya.


“ Ya kan kamu memiliki suami dan kakak yang tampan jadi


pasti selalu membuat mereka tertarik, apa perlu pelayannya diberhentikan karena


tidak bisa bekerja dengan baik ?” Goda Vico pada Arini agar sang pujaan hati


itu luluh dan tidak cemberut lagi.

__ADS_1


“ Tidak jangan bukan begitu, huh pokoknya aku sebel saja


selalu seperti itu membuatku kurang leluasa kalau pergi ke tempat keramaian,


bahkan aku biasa hanya makan di restoran yang sama dengan kakak karena semua


orang pasti memandanginya seakan ingin memakannya aku sungguh sebal, sekarang


bahkan saat aku bersama denganmu hal itu juga terjadi .” Ucap Arini lagi


mencurahkan isi hatinya.


“ Hahahaha sudahlah nanti kalau kamu ke Mall lagi kita tutup


dulu untuk orang lain dan kamu bisa sesuka hati berbelanja tanpa perlu melihat


hal itu bagaimana yang mulia apakah kamu senang ?” Ucap Vico serius sambil


menatap Arini dan menangkupkan kedua tangannya pada wajah mungil Arini.


“ Huh jangan begitu, nanti perusahaanmu akan merugi jika


berhenti operasi hanya untukku.” Ucap Arini merasa tidak setuju dengan ide gila


Vico. Seakan dalam hati berkata Sultan bebas bisa berbuat sesuka hati bahkan


menutup Mall sebesar itu hanya untuk dirinya belanja kadang level keanehan Vico


meningkat jika sudah pamer kekuasaannya. Arini merasa suaminya kadang-kadang


terlalu berlebihan padanya untuk banyak hal.


“ Semua itu tidak penting, yang penting kamu bahagia itu hal


terpenting untukku Ar. Bilang saja padaku jika kamu ingin ke sana lagi untuk


berbelanja nanti aku akan minta Kim atur, atau jika kamu malas ke Mall orang


?” Vico seakan menganggap hal itu sangat mudah.


“ Benar Tuan, Nona bisa melakukan hal tersebut.” Ucap


sekretaris Kim dengan tetap Fokus dengan kemudinya.


Kedua orang ini memang selalu kompak dalam keanehannya,


kakak saja tidak seaneh ini dalam menanggapi hal seperti ini, Hah kadang aku


tidak sadar jika Vico memang bisa melakukan berbagai hal gila melampaui kakak. Batin Arini merasa aneh dengan keduanya.


“ Hah sudahlah.” Ucap Arini tidak mau memperpanjang masalah


itu. Tidak terasa kendaraan sekretaris Kim sudah memasuki halaman rumah Arini.


Arini yang sudah tidak sabar segera menggandeng Vico untuk masuk ke dalam


rumahnya. Dia juga meminta sekretaris Kim untuk ikut sekedar beristirahat di


dalam tapi sayang sekretaris Kim menolak dan berlalu kembali ke kediamannya.


Ting tong ting ton Suara bel rumah Arini berbunyi menandakan


ada tamu yang datang pelayan pun bergegas untuk membukakan pintu tersebut.


“ Non Arini den Vico silakan masuk.” Sambut pelayan yang


sudah bekerja bertahun-tahun itu.


“ Iya bi, mamah, papah dan kakak di mana ? Oiya ini oleh-oleh


untuk bibi dan yang lain ya ucap Arini memberikan tas berisi kue yang dia bawa


untuk pelayan yang selalu ada untuknya itu.

__ADS_1


“ Terima kasih non, Tuan Besar dan nyoya ada di ruang


keluarga den Putra belum pulang non.” Ucap pelayan tersebut lalu berjalan kembali


ke arah dapur. Sedang Arini segera berjalan menuju tempat yang disebutkan.


“ Mamah Papah Arini kangen kalian.” Arini terlihat langsung


menghambur pada kedua orang tuanya tersebut. Arini memeluk mamah dan papahnya


erat melampiaskan kerinduan dalam hatinya. Vico terlihat menjabat kedua tangan


mertua dan orang tua wanita yang dicintainya itu.


“ Bagaimana kabar kalian ? Aduh mamah sangat merindukanmu my


little princess.” Ucap mamah Arini yang sangat menyayangi putri yang kini sudah


menikah tetapi selalu menganggapnya sebagai putri kecilnya.


“ Baik mah, Oiya ini kue kesukaan kalian tadi Arini mampir


ke tempat biasa kita membelinya.” Ucap Arini sambil meletakkan kue tersebut di


atas meja.


“ Bagaimana Vic kabarmu ?” Tanya Papah Arini pada Vico.


“ Baik Om. “ Ucap Vico yang menjadi sedikit kaku dengan


kedua orang tua Arini itu.


“ Aduh jangan om dong kita kan sudah jadi keluarga panggil


mamah sama papah saja, kamu kan anak kita juga sekarang.” Mamah Arini yang


memang selalu ramah terlihat mencairkan suasana yang terasa canggung untuk Vico


tersebut, karena memang ini kedua kalinya dia berkunjung di rumah tersebut.


“ Iya, mah pah.” Ucap Vico yang merasa menyepakati projek


bernilai Triliyunan tidak semendebarkan ini. Dia baru sadar apa yang biasa


dikatakan orang lain dan dia kini baru mengalaminya.


“ Nah begitu dong, Oiya kalian menginap saja di sini ya


malam ini sampai beberapa hari mamah sangat rindu padamu my Little princess.”


Ucap mamah Arini yang selalu merindukan Arini sejak berpindah rumah itu,


Walaupun dulu Arini tinggal dengan kakek dan neneknya tapi orang tuannya setiap


minggu selalu berkunjung atau maksimal satu bulan sekali. Sekarang setelah


menikah hal itu sulit terjadi bahkan karena kesibukan masing-masing karena


anak-anak mereka sudah dewasa dan memiliki tanggung jawab masing-masing .


Jangan Lupa dukung HAPPY yaaa.


dengan Like


kasih komentar


favoritkan


kasih rate dan Vote ya...


Thank You


Happy Reading with Happy Blue

__ADS_1


__ADS_2