My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
12. Makan Malam Keluarga


__ADS_3

“O iya tuan dari informan yang saya suruh mencari informasi


tentang Aldo mengatakan Aldo dan nona Arini merupakan teman sekolah saat di


Belanda saat Aldo sekolah di sana tetapi tidak beberapa lama Aldo pindah ke


Indonesia mengikuti kedua orang tuanya yang memang pindah tugas sebagai


kedutaan besar di sini, serta kedekatannya dikarenakan Aldo memesan desain


rumah pada nona Arini, kabarnya dia menyukai nona Arini juga tuan.” Penjelasan


sekretaris Kim


“ Iya”. Jawab Vico singkat sambil terlihat dia menyeringai.


Mau mendekati Arini, dia sudah dijodohkan sejak lahir,


ternyata ada juga yang seperjuangan denganku. Batin Vico yang merasa tidak


sedih sendirian akan perasaan cintanya pada Arini.


Kenapa Tuan Vico malah menyeringai seperti itu mendengar


penjelasanku tentang Aldo, apa yang dia katakan bahwa dia tidak tertarik itu


benar, kalau dari kebiasaan Tuan Vico dia akan menyuruhku membereskannya bukan


malah tersenyum begitu, tapi dari tanda-tanda kemarin dia tertarik dengan nona


Arini, Ya sudahlah aku konsentrasi mengemudi saja. Batin sekretaris Kim.


Sesampainya di kantor mereka berdua menuju ruangan Vico.


Cafe Arizona


Siang itu Arini tidak ditemani Vivi bertemu dengan Arga


untuk membicarakan proyek desain gedung konser milik Arga entah kenapa Vivi


selalu berhalangan saat pertemuan dengan Arga. Arini telah menyiapkan desain


terbaru yang sudah Arini selesaikan sesuai permintaan Arga. Mereka bertemu di


salah satu Cafe yang paling terkenal di kota tersebut.


“ Selamat siang Pak Arga berikut beberapa hasil desain saya,


yang saya rasa sesuai dengan permintaan bapak di pertemuan pertama.” Ucap Arini


dan memberikan kertas-kertas desainnya.


“Sepertinya ini bagus, nanti tolong detail tradisional jawa


ditambah di area ini ya nona Arini.” Begitu penjelasan Arga sambil menunjukkan


bagian yang dia maksud.


“Baik Pak Arga, Untuk pencahayaan dan warna sudah cocok ya


?” Tanya Arini memastikan desainnya sudah sesuai dengan permintaan klien.


“Sudah nona Arini, Tidak heran banyak yang mengatakan


desain-desain nona sangat unik, saya sangat menyukai desain ini.” Jawab Arga dan tersenyum pada Arini.


“ Nona Arini sebenarnya saya adalah teman masa kecil nona di


Indonesia dulu saat sekolah dasar, apakah nona masih ingat dengan saya ?” Tanya


Arga yang cukup mengagetkan Arini.


“Benarkah Pak Arga, mohon maaf saya tidak terlalu ingat masa


kecil saya di Indonesia karena memang saya lebih lama di luar negeri.” Jawab

__ADS_1


Arini. Karena dia memang tidak suka mengingat kejadian-kejadian selama di


Indonesia karena menurutnya itu menyakitkan kecuali saat dia bersama seorang


anak laki-laki yang selalu menolongnya dan menemaninya saat bersekolah di sini,


tapi Arini sudah lupa nama anak itu.


“Oh begitu, saya yang biasanya selalu menemani nona Arini


sampai-sampai kita pernah berjanji untuk menikah di masa depan , hahahahaha.”


Jawab Arga dan tertawa mengenang hal tersebut.


Arini yang mendengar hal itu terlihat malu, Arini mengingat


masa sekolah itu. Benar walaupun cukup singkat mereka sangat dekat sangat


kecil, karena kalau ada Arini pasti ada Arga bahkan mereka duduk berdampingan


saat sekolah, dan karena Argalah Arini kuat menjalani sekolah di Indonesia saat


itu.


“ Maaf ya Arini, saya panggil begitu saja ya biar lebih


akrab, dulu saya harus ikut pergi keluar negeri untuk beberapa hari dengan


orang tua saya sehingga tidak dapat menemani kamu, saat aku kembali teman-teman


yang lain memberitahukan bahwa kamu sudah pindah keluar negeri dan terjadi


kejadian itu.” Jelas Arga yang terlihat menyesal karena kejadian itu membuatnya


berpisah dengan Arini.


“Iya Arga, terima kasih sudah selalu ada untuk saya saat


itu.” Jawab Arini dan sedikit meneteskan air mata karena memang masa-masa


perempuan lain yang tidak suka dengannya, mulai kursinya diberi lem sehingga


dia duduk celana olahraganya menempel, dilempar telur, dikurung di kamar mandi,


dan banyak hal yang sangat menyedihkan, hanya Arga yang selalu menolongnya.


Kakaknya yang memang saat itu sudah SMP dan berbeda sekolah dengan Arini tidak


bisa menemani adiknya tersebut.


“Arini jangan menangis, saya sangat senang sekarang melihat


kamu bahagia dan sukses seperti ini.” Ucap Arga dan menyapu air mata Arini


dengan Tisu.


Di meja lain yang cukup jauh terlihat Vico sudah mau


memecahkan gelas di hadapannya melihat adegan itu.


Haduh Tuan Vico cemburu lagi, kenapa dia tidak mendekati


nona Arini saja, daripada seperti ini. Dan lagi kenapa setiap tuan keluar


kantor melihat adegan kebersamaan nona Arini dengan pria lain. Kalau kemarin


masih bisa ditahan kalau yang ini sepertinya Tuan sangat marah. Batin


sekretaris Kim karena melihat ekspresi dan kelakuan Vico itu.


“Kim cari tahu tentang dia, dan ayo kita pergi apa yang kita


lakukan di sini ?” Perintah Arga dan pergi karena merasa hatinya tidak kuat


dengan adegan itu.

__ADS_1


Tuan mudaku yang tampan cobalah Anda lebih konsisten tadi


pagi tersenyum sekarang malah marah, dan tadi tanya apa yang dia lakukan di sana,


itu yang harusnya saya tanyakan tuan, sabar nasib sekretaris pribadi. Batin


sekretaris Kim yang meratapi nasibnya


“Terima kasih Arga.” Ucap Arini sambil tersenyum. Ntah


kenapa Arini cukup tersentuh dengan kata-kata itu.


“Bagaimana kalau malam ini kita makan bersama, aku sangat


senang bertemu kamu lagi.” Ajak Arga


“Maaf Ga aku tidak bisa malam ini, mungkin lain waktu ya.”


Jawab Arini


“Oke, masih banyak waktu kok, mau saya antar pulang ?” Arga


menawarkan untuk mengantar Arini pulang.


“Tidak perlu saya bawa mobil sendiri. Lain kali kita


lanjutkan lagi ya saya harus kembali ke kantor.” Ucap Arini


“Oke, sampai jumpa Arini.” Jawab Arga yang masih duduk dan


melihat kepergian Arini


Mobil Vico


“Hallo Pah, ada apa ?” Jawab Vico mengangkat telepon


genggamnya.


“ Nanti malam kita ada makan malam dengan keluarga Permana


kamu atur waktu kamu harus  bisa.” Ucap


papah Vico yang memaksa.


“ Ada ada pah ?” Tanya Vico yang belum mengerti maksud


papahnya.


“ Sebenarnya papah kemarin berhasil meyakinkan Pak Permana


untuk menjodohkan putrinya denganmu, dan tadi pagi Pak Permana juga memberi


kabar kalau Arini menerima perjodohan itu.” Ungkap Papah Vico.


“Oke oke Pah siap, Terima kasih Papah I Love You.” Jawab


Vico yang langsung berubah menjadi sangat bahagia mendengar kabar itu.


“ Ya sudah papah matikan, jangan sampai lupa.” Ucap papah


Vico


“Iya Pah, Pasti tidak lupa.” Jawab Vico dengan sangat


semangat.


Itu lihat tuanku memang sangat berubah setelah bertemu


nona Arini barusan marah-marah sekarang senyum-senyum sendiri. Batin


sekretaris Kim


“Kim makan malam batalkan, aku punya janji yang sangat


sangat penting malam ini.” Ucap Vico

__ADS_1


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim


__ADS_2