My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
6. Mata-mata


__ADS_3

Makanan yang Arini dan Putra pun datang. Mereka menyantapnya


tanpa saling berbicara sedikit pun. Selesai menyantap makanannya Arini dan


Putra kembali ke kantor mereka masing-masing.


Sesampainya di kantor Arini segera pergi ke mushola untuk


sholat ashar. Selesai sholat Vivi mendatanginya dan memberitahukan bahwa teman


papah Arini sudah datang dan menunggu di ruang rapat. Arini dan Vivi pun


bergegas ke ruangannya mengambil desain yang sudah dia selesaikan dan


menemuinya.


Pertemuan dengan teman Papahnya berjalan sangat lancar.


Terlihat Pak Han sangat puas dengan desain yang telah Arini buat dan


mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan Arini.


Setelah Pak Han meninggalkan dia dan Vivi, terlihat Vivi dan


Arini bersyukur dengan semua yang telah mereka lakukan hari ini karena lancar


dan berhasil. Vivi dan Arini pun bergegas ke mushola untuk sholat magrib karena


waktu yang mepet mendekati waktu isya’.


Arini kembali ke kantornya dan mulai bekerja untuk mencari


referensi desain untuk Gedung Konser serta memperbaiki desain dari rumah yang


Aldo pesan. Desain untuk rumah yang Aldo pesan selesai dan dia sudah mendapat


beberapa referensi yang menarik untuk desain Gedung konser yang dia rasa cocok


dengan apa yang Arga jelaskan ditelepon.


Waktu menujukan pukul 10 malam, waktu memang tidak terasa


saat Arini bekerja. Arini segera bergegas pulang dari kantornya, mematikan


seluruh lampu dan mengunci pintunya. Arini langsung menuju ke parkiran dan


melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumah. Arini memang selalu


mengerjakan pekerjaan kantor di kantor tidak pernah membawanya pulang.


Sesampainya di rumah terlihat kakak Arini sedang duduk di


ruang tamu sambil membaca majalah.


“Kenapa pulang malam sekali ? Lain kali jam 10 sudah harus


sampai di rumah .” Ucapnya tanpa melihat Arini


“Baik Kak.” Jawab Arini singkat dan segera menuju ke


kamarnya. Pantas kakaknya marah karena Arini baru sampai pukul 10.30 karena


jarak rumah Arini ke kantornya memakan waktu 30 menit. Walaupun buru-buru Arini


tidak mau melajukan mobilnya dengan kencang karena takut terjadi apa-apa yang


bisa membahayakan orang lain. Sesampainya di kamar Arini lalu bergegas mandi


dan sholat lalu tidur.


Pagi itu di kantor Vico


“Selamat pagi Tuan V, saya Alex orang yang dikirim dari Tuan


Orlando saya sudah sampai, saat ini berada di bandara.” Ucap Alex melalui


panggilan dengan Vico karena dia disuruh langsung menghubungi Vico jika sudah

__ADS_1


di bandara Indonesia dan tidak perlu menemuinya, karena pesan Vico agar tidak


membuat Vico terlihat berurusan dengan Orlando untuk sementara.


“ Pagi, datanya orang yang harus kamu ikuti akan saya kirim


melalui pesan dan ingat jangan sampai diketahui siapa pun siapa yang menyuruh


dan asal kamu.” Ucap Vico pada mata-mata tersebut.


“Baik Tuan.” Jawab Alex singkat lalu mengakhir panggilannya.


Alek menerima pesan dari Vico dan segera memulai untuk


mencari informasi orang yang Vico kirim datanya. Alex pergi menuju kantor Arini


dan mengikutinya kemana pun serta dia meminta pusat untuk mengecek data diri


Arini dari dia mulai lahir sampai sekarang.


Dikantor Arini


Terlihat Arini mempersiapkan beberapa desain untuk


pertemuannya dengan Aldo, setelah siap dia segera menuju ke meja Vivi dan


berangkat ke Lokasi yang akan menjadi tempat Aldo mendirikan rumahnya.


Mereka berdua sudah sampai di lokasi, terlihat Aldo duduk di


dekat danau menunggu Arini dan Vivi.


“Mohon maaf Pak Aldo, membuat bapak menunggu terlalu lama.”


Ucap Arini sopan walaupun dia tepat waktu datangnya sesuai waktu yang ditentukan,


tapi karena melihat Aldo yang sepertinya sudah menunggu terlalu lama membuat


Arini tidak enak.


“Tidak ada apa-apa saya yang memang datangnya terlalu awal,


Arini.


“Ini Pak Aldo beberapa desain yang sudah saya siapkan sesuai


permintaan bapak terakhir.” Ucap Arini dengan menyerahkan desainnya.


“ Semua bagus, menurut kamu mana yang paling kamu suka dari


desain kamu ini ?” Tanya Aldo pada Arini


Arini pun memilih salah satu desain yang menurutnya menarik


dibandingkan yang lain dan menjelaskan alasannya.


“Oke aku pilih desain yang kamu pilih, nanti desainnya jika


sudah selesai informasikan padaku ya. Agar diambil dikantor kamu .” Ucap Aldo


pada Arini


“Baik Pak Aldo.” Arini menjawab singkat dan ingin pamit


untuk pulang ke kantornya.


“ Bagaimana kalau kita makan dulu, ini sudah waktunya makan


siang ?” Ajak Aldo dan diterima Arini dan Vivi.


Mereka pun pergi ke salah satu restoran untuk makan bersama,


selesai makan Arini, Vivi dan Aldo pun berpisah.


“Nona, sepertinya Pak Aldo menyukai nona.” Ucap Vivi yang


duduk menyetir mobil Arini.

__ADS_1


“Perasaan kamu saja paling Vi.” Ucapnya menjawab pernyataan


Vivi yang dia rasa tidak benar.


“Dia selalu tersenyum dengan nona, dan bahkan tadi meminta


nona yang memilih desain rumahnya dan semua detail yang dia inginkan dan


lokasinya seperti yang nona pernah ceritakan kepadaku.” Ucap Vivi lagi


menjelaskan alasan pernyataannya.


“Sudah kamu tidak usah berpikir macam-macam.” Ucap Arini


singkat karena Arini tidak terlalu memikirkannya serta dia tidak tertarik


dengan Aldo.


Setelah pertemuan dengan Aldo, Arini seharian berada di


kantor untuk mengecek desain karyawannya dan menyiapkan desain untuk Arga


besok.


Waktu menunjukkan pukul 8 malam Arini lalu bergegas pulang


sebelum terlalu malam dan dimarahi kakaknya seperti kemarin.


Sesampainya di rumah Arini segera menuju ke dalam kamar,


tidak selang beberapa lama Putra juga pulang. Dia melihat mobil adiknya yang


sudah terparkir menandakan adiknya sudah di rumah dia langsung menuju ke


kamarnya untuk membersihkan diri dan menuju ke ruang kerjanya.


Mata-mata yang disuruh Vico lalu melaporkan semua kejadian


yang dia lihat dan beberapa informasi yang telah pusat kirimkan kepadanya


melalui panggilan telepon. Tanpa mengetahui bahwa dia juga diawasi oleh


mata-mata suruhan Putra


Sedangkan Dika mata-mata Putra menginformasikan kegiatan


Arini dengan ditambah informasi bahwa ada orang lain yang mengikuti Arini


tetapi terlihat tidak mengancam keselamatan adiknya tersebut.


Putra pun menyuruh Dika untuk bersama mata-mata lain untuk


melindungi Adiknya serta mencari tahu , siapa orang tersebut, atau orang yang


menyuruhnya. Putra tidak mau salah perhitungan sebelum dia mengetahui maksud


dari orang tersebut.


Mata-mata Putra pun memotret laki-laki yang mengikuti Arini


dan mengirimnya ke pusat informasi untuk mengetahui siapa orang tersebut atau


yang menyuruhnya. Serta meminta satu orang lagi yang terlatih untuk


menemaninya.


Kedua mata-mata tersebut pulang setelah mengetahui Arini berada


di rumah, karena rumah Arini terjaga dengan ketat.


Kediaman Vico


Vico yang menerima informasi dari mata-matanya tersebut


berpikir beberapa saat dan memutuskan untuk melanjutkan perasaannya kepada


Arini.

__ADS_1


Lusa saat ayahnya datang Vico ingin mengungkapkan


keinginannya.


__ADS_2