
Arini bergandengan dengan Vico menuju ke depan rumah,
terlihat sekretaris Kim berada di samping mobil menunggu Vico.
“ Selamat Pagi Tuan dan Nona silahkan masuk.” Ucap
sekretaris Kim sopan.
“ Pagi sekretaris Kim” Ucap Arini. Vico hanya diam saja dan masuk
ke dalam mobilnya. Setelah keduanya masuk sekretaris Kim menutup pintu mobil
dan bergegas ke kursi kemudi.
“ Kim antarkan Arini pergi ke kantornya dulu baru kita ke
kantor.” Perintah Vico dari kursi belakang.
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim mendengar perintah
tersebut.
Sekretaris Kim menuju kantor Arini, setelah tiba sekretaris
Kim bermaksud keluar dan membukakan pintu tetapi Vico menyuruhnya tetap di
kursinya dan bergegas keluar tapi Arini mencegahnya dan membuat Vico terduduk
di kursinya kembali.
“ Ada apa Arini ?” Tanya Vico bingung.
“ Bisakah kita merahasiakan pernikahan kita dari orang lain
?” Ucap Arini
“ Kenapa kamu tidak ingin orang lain tahu ?” Tanya Vico
mengernyitkan kedua alisnya merasa aneh dengan permintaan Arini tersebut.
“Aku tidak ingin mempengaruhi pekerjaan kita masing-masing.”
Ucap Arini menjelaskan alasannya.
Benar kata Arini. Ini akan menyulitkan dia kalau tahu dia
adalah istriku, baiklah aku akan menurutinya. Batin Vico
“ Baiklah aku akan melakukan keinginanmu.” Ucap Vico menyetujui
permintaan Arini.
“ Terima Kasih Vic kamu bisa mengerti, aku pergi dulu.” Ucap
Arini dan bergegas meninggalkan Vico.
“ Tunggu.” Cegah Vico
“ Ada apa Vic ?” Tanya Arini penasaran.
“ Aku ingin menyentuh rambutmu.” Ucap Vico terlihat
tersenyum malu dengan keinginannya tersebut.
Arini yang mendengar itu mendekatkan kepalanya pada Vico dan
Vico menyentuhnya, setelah dirasa sudah Arini lalu bergegas pergi.
Tuan apakah tidak ada ide yang lebih kreatif selain
memegang kepala nona, cium tangan, cium kening, cium pipi atau cium bibir
misalnya, aneh sekali pasangan ini perpisahannya, dan lihat dia
tersenyum-senyum dari tadi tidak berhenti, entah apa yang menurutnya lucu .Batin
sekretaris Kim dengan kelakuan majikannya itu.
Kantor Arini
“ Selamat pagi nona.” Sapa Vivi
“ Pagi Vivi, o iya bagaimana tentang pendaftaran desainer
baru untuk perusahaan kita apakah kamu sudah memilih kandidatnya ?” Tanya Arini
yang duduk di meja kerjanya.
“ Sudah nona, saya akan kirim ke nona untuk CV kandidatnya.”
Jawab Vivi.
__ADS_1
“ Tender Horison dan Angkasa grup bagaimana ?” Tanya Arini
lagi.
“ Angkasa sudah disetujui nona untuk Horison rapatnya
diadakan besok.” Jawab Vivi
“ Nona apakah pria yang datang kesini itu kekasih nona ?”
Tanya Vivi penasaran dengan pria tampan yang berpelukan dengan bosnya tersebut.
“ Ada apa ?” Balasan pertanyaan terlontar dari Arini.
“ Maaf nona saat itu saya mengganggu nona dengannya, tidak
apa-apa nona hanya saja kekasih nona sangat tampan semua karyawan wanita di sini
membicarakannya saat itu.” Ucap Vivi sedikit malu mengutarakan kenyataan
tersebut pada Arini.
“ Oh” Jawab Arini yang malah tidak menjelaskan hubungannya
dengan kakaknya itu.
“ Baiklah email sekarang ya.” Ucap Arini, Vivi lalu
meninggalkan ruangan Arini dan menuju mejanya.
Arini yang mendengar ceritanya lalu menghubungi kakaknya
“ Hallo Kak Putra” Sapa Arini
“ Iya dek, ada apa menghubungi kakak ?” Tanya Putra karena
tidak biasanya Arini menghubunginya pagi-pagi begini.
“ Kak ada hal yang menggemparkan di kantor Arini.” Ucap
Arini yang bersemangat untuk bercerita tetapi menggantung ceritanya
“ Kenapa ?” Tanya Putra penasaran.
“ Kakak menjadi bahan pembicaraan seluruh karyawan wanita di
sini, padahal kak pria tampan lain datang tidak seheboh saat kedatangan kakak
“ Tentu saja, kakak itu memang tampan dek, kamu tidak sadar
memiliki kakak yang keren selama ini.” Ucap Putra sombong.
“ Ih kakak sombong, tidak boleh sombong lho kak nanti
ketampanannya diambil Allah SWT lho kak.” Ucap Arini mengingatkan kakaknya itu.
“ Dek kakak Cuma bercanda jangan mendoakan seperti itu,
kakak kan belum menikah seperti kamu jadi ketampanan kakak sangat diperlukan
untuk memikat calon kakak ipar kamu.” Jawab Putra akan ucapan yang terlontar
dari Arini.
“Iya Iya kak.” Jawab Arini sambil tersenyum.
“ Ya sudah ya dek, kakak masih sibuk nanti kita sambung
lagi.” Ucap Putra yang memang terlihat dia sangat sibuk dengan tumpukan berkas
di depannya.
“ Baik Kak.” Jawab Arini lalu mematikan panggilannya.
Kantor Vico
“Kim carikan rumah yang bagus yang dekat dengan kantor Arini
dan kantor ini untuk aku dan Arini tinggal.” Perintah Vico pada sekretaris Kim
“ Apakah ada permintaan khusus tuan ?” Tanya sekretaris Kim
“ Tidak ada yang penting mewah dan Luas.” Ucap Vico
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim
Drt drt drt. Ponsel Vico bergetar terlihat ada panggilan
masuk dari Rezky temannya.
“ Ada apa Rez ?” Tanya Vico.
__ADS_1
“ Pamanmu sudah kembali ke Eropa, anak buah Dark Knight
menghabisi anak buahnya , dan anggota Dark Knight yang berkhianat di Asia, dari
pergerakan Pamanmu yang kembali ke Eropa, ada kemungkinan dia mengumpulkan kembali musuh-musuh kita dan Dark Knight
untuk bergabung menghancurkanmu dan Putra Vic.” Ucap Rezky.
“ Thanks infonya, aku akan menghubungi Orlando.”Ucap Vico lalu
memutus panggilan tersebut, dan menghubungi Orlando.
“ Halo iya Vic, ada apa menghubungiku ?” Tanya Orlando.
“ Pamanku telah kembali ke Eropa, dari informasi yang aku
dapat dia mengumpulkan sekutu musuh kita dan Dark Knight.” Ucap Vico
“ Oke aku akan mencari detail perkembangan pergerakan
mereka.” Jawab Orlando
“ O iya kamu sudah menemukannya ?” Tanya Vico
“ Belum ada petunjuk sama sekali mengenai itu sampai
sekarang.” Jawab Orlando.
“ Apa mungkin sudah terbunuh di hutan itu ?” Tanya Vico
“ Tidak tahu, akan aku kerahkan beberapa orangku untuk
mencari tahunya.” Ucap Orlando
“ Baiklah, untuk perkembangan Paman segera informasikan
padaku .” Ucap Vico
“ Oke akan aku kabari secepatnya.” Jawab Orlando dan
memutuskan panggilannya.
Apa perlu aku menghubungi Kak Putra, tapi kalau aku menghubunginya
dia akan tahu kalau aku bekerja di dunia gelap bisa-bisa dia menyuruh Arini
berpisah denganku karena takut adik kesayangannya itu terjadi hal buruk, aku
hubungi Orlando lagi saja. Batin Vico
“ Halo Orlando, beritahu Bos Dark Knight tentang hal ini.”
Ucap Vico
“ Kenapa tiba-tiba kita harus berurusan dengannya ?” Tanya
Orlando
“ Anggap saja kita mencari teman untuk menghancurkan paman.”
Ucap Vico
“ Oke” Jawab Orlando dan memutuskan panggilannya.
“ Halo kenapa Orlando.” Jawab Putra
“ Mr DK Black Panther kembali ke Eropa dan mengumpulkan
musuh kita untuk menghancurkanmu dan aku.” Ucap Orlando
“ Iya aku sudah mengetahuinya dari Felix.” Ucap Putra
“ Bagaimana menurutmu ?” Tanya Orlando
“ Tenang saja, kita ikuti saja permainannya, aku sedang
mencari tahu orang di belakang Black Panther juga.” Ucap Putra
“ Baiklah” Ucap Putra
“ O iya katakan pada rekanmu Jangan macam-macam dengan
orangku.” Perintah Putra dan memutus panggilannya.
Orlando yang mendengar itu bingung, siapa yang bos DK
maksud dengan rekannya, apa bos DK mengetahui tentang Vico dan siapa orangnya
yang dia maksud agar rekanku tidak boleh macam-macam dengan orangnya, Apa aku
perlu memberi tahu Vico. Pikir Orlando
__ADS_1