My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Penthouse


__ADS_3

Vico lalu keluar dan menemui Arini yang sudah berdiri lagi


menatap pemandangan kota dari jendela kaca.


Drt drt drt


“ Hallo ?” Ucap Vico setelah menggeser ikon hijau menerima


panggilan dari manajer Hotel .


“ Makan siang tuan sudah siap.” Ucap manajer Hotel


memberitahukan bahwa makan siang sudah tersaji di rooftop.


“ Oke, thanks.” Jawab Vico lalu mengakhiri panggilannya.


Vico memeluk Arini dari belakang dan mencium pipi Arini,


mungkin karena sudah terbiasa dengan kehadiran Vico Arini sedikit demi sedikit


menerima perlakuan Vico tidak seperti saat berada di paris Arini langsung


menolak pelukan dari Vico yang tidak meminta ijin pada Arini terlebih dahulu


tersebut.


“ Ayo kita makan, makanannya sudah siap.” Ucap Vico yang


masih tetap memeluk Arini dan membisikan ajakan makan siangnya pada telinga


Arini membuat sensasi berdebar pada tubuh Arini merasakan udara panas yang


berhembus di telinganya saat Vico berbicara.


“ Baiklah, Ayo.” Ucap Arini lalu membalikkan tubuhnya dan


menjauhkan dari Vico dan digandeng Vico untuk pergi ke rooftop hotel.


Terlihat terdapat berbagai menu makanan yang sangat


menggugah selera dengan tampilan yang sangat menarik bagaimana tidak koki yang


Vico pekerjakan adalah Koki kelas Internasional yang sudah puluhan tahun


bekerja di berbagai Hotel kelas dunia.


“Kamu ingin makan apa biar aku ambilkan ?” Tanya Vico siap


melayani Arini.


Arini sebenarnya menolak perlakuan Vico tersebut, tapi


karena Vico memaksa akhirnya Arini menerimanya. Arini lalu menunjukkan beberapa


makanan yang dia inginkan, Vico mengambilkannya dan menaruhnya di piring Arini.


“ Terima kasih Vic.” Ucap Arini tersenyum lalu berganti


mengambilkan makanan untuk Vico.


Setelah kedua piring mereka sudah terisi makanan keinginan


masing-masing mereka lalu memakannya. Tidak terdengar obrolan diantar mereka


berdua, seperti biasa karena memang Arini akan menolak berbicara saat makan,


hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu.


Setelah menyelesaikan makan Arini bangkit dari tempat


duduknya dan berdiri melihat pemandangan kota dari ketinggian dan sepoi angin


yang berhembus, panas yang menembus kulitnya tidak dia rasakan, terlihat dia


tersenyum dan menghela nafas menikmatinya.


Melihat senyum Arini Vico terlihat tersenyum kecil dapat

__ADS_1


membahagiakan wanita yang disayanginya itu. Lalu dia mengajak tubuhnya ikut


berdiri dan memeluk Arini dari belakang.


“ Arini apa kamu bahagia menjadi istriku ?” Tanya Vico


membisikan di telinga Arini dengan kedua tangannya masih memeluk tubuh indah


Arini.


Sungguh terlihat seperti adegan Rose DeWitt dan Jack Dowson


yang sedang berpelukan di kapal Titanic dengan diiringi lagu Celine Dion hanya


saja ini terjadi di atap gedung tertinggi di negara ini.


“ Iya.” Jawab Arini singkat.


“ Bagaimana kalau malam ini kita menginap di sini saja ?”


Tanya Vico yang sudah membalikkan tubuh Arini sehingga mereka sudah berhadapan


satu sama lain.


“ Bagaimana dengan pakaian kerjaku besok ?” Tanya Arini


karena dia memang tidak membawa pakaian ganti ya karena ajakan Vico yang


mendadak.


“ Kamu tidak perlu kawatir aku akan menyuruh Kim membawanya


nanti malam.” Jawab Vico lalu menangkupkan kedua tangannya pada wajah Arini dan


mencium puncak kepala Arini dan membenamkan tubuh istrinya dalam pelukannya,


seakan semua kasih sayang Vico tersalur pada istrinya tersebut. Arini yang


mendapat perlakuan lembut dari suaminya itu juga membalas pelukan Vico erat.


Vico lalu melepaskan pelukannya dan mengajak Arini kembali


“ Kamu tidak sibuk ?” Tanya Arini yang melihat Vico tidak


kembali bekerja dan malah mengajaknya di Hotel saat jam kerjanya, iya Arini


cukup tahu jika suaminya itu memiliki banyak urusan yang banyak karena menjadi


Pimpinan Perusahaan terbesar di Indonesia atau bisa juga se-Asia itu.


“ Tidak, aku menyuruh Kim membereskan semua, aku akan


menemanimu di sini.” Ucap Vico yang terlihat duduk di sofa di dekat Arini.


Siang berganti Sore terlihat surya mulai meredup Arini yang


sangat menyukai matahari terbenam lalu mengajak Vico melihat pemandangan


pergantian sore ke malam itu di rooftop.


Arini menggandeng Vico dan dia terlihat sangat terpukau


dengan pemandangan matahari terbenam itu, Arini sangat menikmati suasana itu


Vico yang berada di sampingnya lalu mendekat dan mengalungkan kedua tangannya


pada leher Arini dan mencium pipi Arini.


“ Kamu sangat menyukainya ?” Tanya Vico yang masih terlihat


memandang Surya yang mulai terlihat hanya separuh itu.


“ Iya, aku sangat menyukainya.” Jawab Arini dan sudah tidak


risih lagi dengan perlakuan Vico tersebut.


“ Nanti kita pergi ke Bali ya, kita bisa menikmati

__ADS_1


pemandangan Sunset yang indah dari pantai Kuta.” Ucap Vico karena dia


tidak ingin membahayakan Arini jika pergi ke luar negeri lagi, Vico bisa


memperketat penjagaan jika itu di Indonesia.


“ Baiklah.” Jawab Arini yang memang sangat menyukai pulau


dewata itu.


Setelah menikmati sunset mereka kembali ke kamar lagi untuk


membersihkan diri masing-masing.


“ Arini tolong buatkan aku kopi ya ?” Ucap Vico yang sudah


duduk di meja kerjanya di kamar itu untuk mengecek beberapa laporan.


“ Baiklah.” Ucap Arini yang sebelumnya terduduk di kursi


depan Vico untuk menemani suaminya itu bekerja.


“ Ini kopimu Vic.” Ucap Arini menaruhnya di dekat Vico dan


kembali duduk di tempatnya semula.


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00


“ Vic aku lapar ?” Ucap Arini yang hanya memainkan ponselnya


menunggu Vico bekerja.


“ Maaf aku terlalu fokus bekerja sampai lupa makan malam,


sebentar aku akan menyuruh pelayan membawakannya ke sini, Kamu ingin makan di


sini atau di rooftop ?” Tanya Vico yang sudah mematikan dan menutup leptopnya


lalu memandang Arini.


“ di sini saja .” Jawab Arini singkat


Vico lalu mengambil telepon dekat meja kerjanya dan meminta


pelayan menyiapkan makanan mereka. Tidak lama makanan sudah tersaji di meja


makan.


“ Tuan, makanannya sudah siap.” Ucap kepala pelayan yang


mendatangi Vico dan Arini di ruangan kerja.


“ Iya Pak, terima kasih kalian bisa meninggalkanku berdua.”


Ucap Vico lalu bangkit dan menggandeng Arini untuk menyantap hidangan malam


mereka.


Makan malam pun usai, Vico mengajak istrinya tersebut untuk


beristirahat di kamarnya.


Terlihat kelopak bunga mawar bertebaran di seluruh lantai


ruangan itu. Kelopak bunga mawar merah membentuk hati di atas selimut dan


sisanya kelopak mawar warna putih tertata juga berbagai warna bunga mawar di


setiap sudut ruangan, sungguh memanjakan mata.


Arini tidak mengetahui kejutan tersebut karena sebelumnya


kamar tersebut terkunci dan dia tadi mandi di kamar berbeda sesuai arahan Vico.


Arini tersenyum dan terlihat butiran kristal jatuh dari


pelupuk matanya terharu dengan apa yang Vico siapkan untuknya tersebut.

__ADS_1


“ Apa kamu yang menyiapkan semua ini ?” Tanya Arini yang


berbalik menghadap Vico yang ada di belakangnya.


__ADS_2