My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Bantuan


__ADS_3

Seorang gadis kecil terlihat senang berjalan di hutan dengan


kakeknya. Dia memang tidak suka dengan acara perjamuan hingga membuatnya tidak


pernah mengikuti acara itu bersama orang tuanya. Dia memilih ikut berburu


dengan kakek dan beberapa orang teman kakeknya di hutan.


Gadis kecil yang menyukai alam itu terlihat tengah asyik


menangkap kupu-kupu dan kumbang di dalam hutan tanpa merasa takut. Di dalam tas


yang dia bawa memiliki peralatan canggih bertahan hidup kala itu. Walaupun dia


seorang gadis kecil jiwa petualangannya sangat besar. Dia selalu mengikuti


kakeknya jika akan melakukan perburuan binatang di hutan.


Gadis Kecil itu memakai celana jeans pendek dengan sepatu


boot warna hitam tinggi hampir lututnya dan atasan kaos putih dengan jaket


kulit hitam dan rangsel berwarna hijau. Rambutnya terkepang dua dan menggunakan


topi berwarna coklat. Kakeknya yang saat ini masih sangat bugar dan muda memang


sangat menyukai kegiatan berburu di hutan bersama beberapa teman-temannya.


“ Jangan jauh-jauh.” Teriak Kakek gadis kecil itu pada


cucunya tidak ingin jika terjadi apa-apa pada putri anak perempuannya tersebut.


“ Iya kakek tenang saja aku sudah menandai ke mana aku


pergi. Bukankah kita akan bertemu di sini lagi ?” Tanya gadis kecil itu pada


kakeknya benar-benar tidak ada rasa takut dari sorot matanya dengan keadaan


hutan yang rimbun dan lembab itu.


“ Iya, tapi kamu jangan terlalu jauh dengan kakek, tempat


ini masih mungkin ada banyak binatang buas.” Ucap kakeknya lagi menyuruh


cucunya tidak terlalu jauh dengannya yang sedang melakukan perburuan itu. “


Tenang saja kek, aku sudah membawa pisau dan berbagai alat dalam tasku yang


bisa membantuku untuk meloloskan diri dari binatang buas.” Ucapnya agar


kakeknya tidak terlalu kawatir.


“ bawa ini, kamu bisa menggunakannya ?” Tanya kakek


menyerahkan pistol berwarna hitam pada cucu perempuannya, dia beberapa kali


mengajarinya sebelum berburu di hutan tapi cucunya tidak pernah mau membawanya.


Tapi karena hutan yang mereka kunjungi kali ini cukup lebat dan takut jika ada


binatang atau orang jahat yang mungkin bisa menyakiti cucunya dia memberikan


senjata api yang harusnya tidak dibawa anak berusia 6 tahun.


“ Bisa kek, tapi tidak perlu.” Tolak gadis kecil itu, karena


dia tidak menyukai senjata api dan tidak ingin menyakiti hewan-hewan atau orang


lain.


“ Bawalah kakek ada 2 lagi di tas, jaga-jaga saja.” Ucap

__ADS_1


Kakek gadis kecil itu dan mencoba berjalan masuk lagi ke dalam hutan dengan


pohon-pohon menjulang tinggi dan rimbun itu.


Gadis kecil itu terlihat berjalan mengikuti kakeknya dan


pria dewasa lain masuk lebih dalam pada hutan lebat dengan semak belukar itu.


Dengan pisau tajam ditangan kanan dan sebuah jaring penangkap serangga ditangan


kirinya tidak ada ketakutan padanya memasuki hutan bersama para orang dewasa


itu.


Merasa masih belum bisa menggunakan jaring itu dia


memasukkannya ke dalam tas dan mengambil plaster merah untuk menandai pohon-pon


yang dia lewati masuk ke dalam hutan agar dirinya tidak tersesat saat mungkin


terpisah dengan kakeknya nanti.


“ Cucu perempuanmu sangat cerdas.” Ucap Pria dewasa lain


melihat gadis kecil yang dengan berani menemani kakeknya ke dalam hutan dan


menempelkan paster kecil-kecil pada pohon yang dia lewati dengan telaten dan


teliti tidak ingin tanda itu terlepas bahkan menggunakan seperti paku kecil


agar tanda itu lebih kuat.


“ Iya dia berbeda dengan gadis kecil lain yang menyukai


pesta dia tidak menyukainya bahkan lebih sering mengikutiku berburu selama


ini.” Ucap Kakek itu mengingat semua tingkah cucu perempuannya yang cenderung


Semua sudah berada di dalam hutan lebat terlihat gadis kecil


itu melihat seekor kumbang dan mulai memasukkan pisaunya dan mengambil jaring


yang dia simpan tadi. Dia menangkap kumbang tanduk lalu memasukkan pada toples


plastik yang sudah dia lubangi sebelumnya agar serangga yang dia tangkap bisa


bernafas dan tetap hidup hingga ia bawa di rumah.


Dia melihat kupu-kupu yang cantik dia mencoba mengikutinya


untuk menangkapnya tapi sayang beberapa kali dia gagal menangkapnya. Kupu-kupu


itu sangat cantik berwarna perpaduan biru bertotol dengan warna merah dan


kuning. Gadis kecil itu pun tidak lupa membuat tanda pada pohon-pohon karena


takut jika dia mungkin tersesat jika tidak melakukan itu.


Tidak terasa karena mengejar kupu-kupu cantik itu ia


berpisah dengan kakeknya cukup jauh hingga dia tidak menemukan jejak pria


dewasa lain. Merasa hal itu akan buruk gadis kecil itu kembali dan mengurungkan


penangkapan pada kupu-kupu cantik itu. Dia merasa tidak mungkin mengorbankan


dirinya untuk seekor kupu-kupu itu. Saat berjalan kembali dia menemukan seekor


kumbang yang diberikan plaster penutup makanan di punggungnya.


“ Ck siapa sih yang jahat sekali melakukan ini.” Ucapnya

__ADS_1


kala sudah mendapatkan kumbang itu dan melepaskan plaster itu dari punggung


kumbang bertubuh besar dan bertanduk dua itu.


Merasa kalau hewan itu langka gadis kecil itu melepasnya


kembali dan berlanjut mengikuti jejaknya mencari keberadaan kakeknya  tapi dia menemukan kumbang yang sama lagi


dengan punggung bertempel plaster makanan lagi. Dia penasaran dan mencoba


mencari asal dari kumbang langka yang harusnya ada sedikit dalam hutan itu.


Dia terlihat mengambil kembali pisau tajamnya untuk menebas


pohon-pohon dan rumput tinggi yang menghalanginya. Kumbang itu juga


mengeluarkan suara kala itu jadi mempermudahnya untuk menemukan temannya yang


lain. Sekitar 8 Kumbang dia temukan dengan tempelan plaster yang berarti buka


di punggungnya itu hingga ia berakhir pada sebuah rumah kosong yang terlihat


lusuh itu.


Dia berjalan mendekat dan melihat ada seekor kumbang hinggap


di jendela bertralis besi kuat itu. Merasa penasaran dengan kumbang-kumbang itu


dia memberanikan diri melihat ke dalam jendela itu. Gadis kecil itu tidak dapat


menggapai jendela yang cukup tinggi itu. Dia melihat sekitar apa yang bisa dia


gunakan. Ada sebuah bangku yang usang tapi dia takut mengambilnya karena takut


akan patah.


“ Oh aku ada tali, coba aku pakai untuk naik saja.” Gadis


kecil itu mengeluarkan tali dengan kait pada ujungnya dan sepasang sarung


tangan untuknya memanjat.


“ Klotak” Terdengar besi yang ia lembarkan mengait pada


jendela itu dia pun mencoba memanjat dengan tali itu.


Vico dan Orlando yang tengah duduk bersandar mendengar suara


itu dan mencoba menengoknya keluar dan kali ini Orlando yang di atas dan Vico


yang di bawah. Para penjaga terlihat tertidur pulas hingga tidak mendengar hal


itu. Menunggu memang hal yang melelahkan hingga mereka selalu mabuk-mabukan


dari makanan yang mereka beli dan bawa masuk ke hutan.


Seorang gadis kecil terlihat cantik di depan Orlando,


walaupun terpesona Olando mencoba berkomunikasi dengannya untuk


menyelamatkannya. Gadis kecil itu bilang hanya memiliki pistol dan juga


beberapa peralatan untuknya di hutan dan menyerahkannya pada Orlando.


Pisau, pistol dan beberapa alat dalam tasnya dia berikan


pada Orlando. Dan sesuai dengan permintaan Orlando dia meminta gadis kecil itu


untuk menjauh sementara darinya dan menunggunya. Merasa paham dengan maksud


Orlando gadis kecil itu pun turun dan meninggalkan bangunan tua itu dan masuk

__ADS_1


ke dalam hutan lagi.


__ADS_2