
Seorang gadis kecil terlihat senang berjalan di hutan dengan
kakeknya. Dia memang tidak suka dengan acara perjamuan hingga membuatnya tidak
pernah mengikuti acara itu bersama orang tuanya. Dia memilih ikut berburu
dengan kakek dan beberapa orang teman kakeknya di hutan.
Gadis kecil yang menyukai alam itu terlihat tengah asyik
menangkap kupu-kupu dan kumbang di dalam hutan tanpa merasa takut. Di dalam tas
yang dia bawa memiliki peralatan canggih bertahan hidup kala itu. Walaupun dia
seorang gadis kecil jiwa petualangannya sangat besar. Dia selalu mengikuti
kakeknya jika akan melakukan perburuan binatang di hutan.
Gadis Kecil itu memakai celana jeans pendek dengan sepatu
boot warna hitam tinggi hampir lututnya dan atasan kaos putih dengan jaket
kulit hitam dan rangsel berwarna hijau. Rambutnya terkepang dua dan menggunakan
topi berwarna coklat. Kakeknya yang saat ini masih sangat bugar dan muda memang
sangat menyukai kegiatan berburu di hutan bersama beberapa teman-temannya.
“ Jangan jauh-jauh.” Teriak Kakek gadis kecil itu pada
cucunya tidak ingin jika terjadi apa-apa pada putri anak perempuannya tersebut.
“ Iya kakek tenang saja aku sudah menandai ke mana aku
pergi. Bukankah kita akan bertemu di sini lagi ?” Tanya gadis kecil itu pada
kakeknya benar-benar tidak ada rasa takut dari sorot matanya dengan keadaan
hutan yang rimbun dan lembab itu.
“ Iya, tapi kamu jangan terlalu jauh dengan kakek, tempat
ini masih mungkin ada banyak binatang buas.” Ucap kakeknya lagi menyuruh
cucunya tidak terlalu jauh dengannya yang sedang melakukan perburuan itu. “
Tenang saja kek, aku sudah membawa pisau dan berbagai alat dalam tasku yang
bisa membantuku untuk meloloskan diri dari binatang buas.” Ucapnya agar
kakeknya tidak terlalu kawatir.
“ bawa ini, kamu bisa menggunakannya ?” Tanya kakek
menyerahkan pistol berwarna hitam pada cucu perempuannya, dia beberapa kali
mengajarinya sebelum berburu di hutan tapi cucunya tidak pernah mau membawanya.
Tapi karena hutan yang mereka kunjungi kali ini cukup lebat dan takut jika ada
binatang atau orang jahat yang mungkin bisa menyakiti cucunya dia memberikan
senjata api yang harusnya tidak dibawa anak berusia 6 tahun.
“ Bisa kek, tapi tidak perlu.” Tolak gadis kecil itu, karena
dia tidak menyukai senjata api dan tidak ingin menyakiti hewan-hewan atau orang
lain.
“ Bawalah kakek ada 2 lagi di tas, jaga-jaga saja.” Ucap
__ADS_1
Kakek gadis kecil itu dan mencoba berjalan masuk lagi ke dalam hutan dengan
pohon-pohon menjulang tinggi dan rimbun itu.
Gadis kecil itu terlihat berjalan mengikuti kakeknya dan
pria dewasa lain masuk lebih dalam pada hutan lebat dengan semak belukar itu.
Dengan pisau tajam ditangan kanan dan sebuah jaring penangkap serangga ditangan
kirinya tidak ada ketakutan padanya memasuki hutan bersama para orang dewasa
itu.
Merasa masih belum bisa menggunakan jaring itu dia
memasukkannya ke dalam tas dan mengambil plaster merah untuk menandai pohon-pon
yang dia lewati masuk ke dalam hutan agar dirinya tidak tersesat saat mungkin
terpisah dengan kakeknya nanti.
“ Cucu perempuanmu sangat cerdas.” Ucap Pria dewasa lain
melihat gadis kecil yang dengan berani menemani kakeknya ke dalam hutan dan
menempelkan paster kecil-kecil pada pohon yang dia lewati dengan telaten dan
teliti tidak ingin tanda itu terlepas bahkan menggunakan seperti paku kecil
agar tanda itu lebih kuat.
“ Iya dia berbeda dengan gadis kecil lain yang menyukai
pesta dia tidak menyukainya bahkan lebih sering mengikutiku berburu selama
ini.” Ucap Kakek itu mengingat semua tingkah cucu perempuannya yang cenderung
Semua sudah berada di dalam hutan lebat terlihat gadis kecil
itu melihat seekor kumbang dan mulai memasukkan pisaunya dan mengambil jaring
yang dia simpan tadi. Dia menangkap kumbang tanduk lalu memasukkan pada toples
plastik yang sudah dia lubangi sebelumnya agar serangga yang dia tangkap bisa
bernafas dan tetap hidup hingga ia bawa di rumah.
Dia melihat kupu-kupu yang cantik dia mencoba mengikutinya
untuk menangkapnya tapi sayang beberapa kali dia gagal menangkapnya. Kupu-kupu
itu sangat cantik berwarna perpaduan biru bertotol dengan warna merah dan
kuning. Gadis kecil itu pun tidak lupa membuat tanda pada pohon-pohon karena
takut jika dia mungkin tersesat jika tidak melakukan itu.
Tidak terasa karena mengejar kupu-kupu cantik itu ia
berpisah dengan kakeknya cukup jauh hingga dia tidak menemukan jejak pria
dewasa lain. Merasa hal itu akan buruk gadis kecil itu kembali dan mengurungkan
penangkapan pada kupu-kupu cantik itu. Dia merasa tidak mungkin mengorbankan
dirinya untuk seekor kupu-kupu itu. Saat berjalan kembali dia menemukan seekor
kumbang yang diberikan plaster penutup makanan di punggungnya.
“ Ck siapa sih yang jahat sekali melakukan ini.” Ucapnya
__ADS_1
kala sudah mendapatkan kumbang itu dan melepaskan plaster itu dari punggung
kumbang bertubuh besar dan bertanduk dua itu.
Merasa kalau hewan itu langka gadis kecil itu melepasnya
kembali dan berlanjut mengikuti jejaknya mencari keberadaan kakeknya tapi dia menemukan kumbang yang sama lagi
dengan punggung bertempel plaster makanan lagi. Dia penasaran dan mencoba
mencari asal dari kumbang langka yang harusnya ada sedikit dalam hutan itu.
Dia terlihat mengambil kembali pisau tajamnya untuk menebas
pohon-pohon dan rumput tinggi yang menghalanginya. Kumbang itu juga
mengeluarkan suara kala itu jadi mempermudahnya untuk menemukan temannya yang
lain. Sekitar 8 Kumbang dia temukan dengan tempelan plaster yang berarti buka
di punggungnya itu hingga ia berakhir pada sebuah rumah kosong yang terlihat
lusuh itu.
Dia berjalan mendekat dan melihat ada seekor kumbang hinggap
di jendela bertralis besi kuat itu. Merasa penasaran dengan kumbang-kumbang itu
dia memberanikan diri melihat ke dalam jendela itu. Gadis kecil itu tidak dapat
menggapai jendela yang cukup tinggi itu. Dia melihat sekitar apa yang bisa dia
gunakan. Ada sebuah bangku yang usang tapi dia takut mengambilnya karena takut
akan patah.
“ Oh aku ada tali, coba aku pakai untuk naik saja.” Gadis
kecil itu mengeluarkan tali dengan kait pada ujungnya dan sepasang sarung
tangan untuknya memanjat.
“ Klotak” Terdengar besi yang ia lembarkan mengait pada
jendela itu dia pun mencoba memanjat dengan tali itu.
Vico dan Orlando yang tengah duduk bersandar mendengar suara
itu dan mencoba menengoknya keluar dan kali ini Orlando yang di atas dan Vico
yang di bawah. Para penjaga terlihat tertidur pulas hingga tidak mendengar hal
itu. Menunggu memang hal yang melelahkan hingga mereka selalu mabuk-mabukan
dari makanan yang mereka beli dan bawa masuk ke hutan.
Seorang gadis kecil terlihat cantik di depan Orlando,
walaupun terpesona Olando mencoba berkomunikasi dengannya untuk
menyelamatkannya. Gadis kecil itu bilang hanya memiliki pistol dan juga
beberapa peralatan untuknya di hutan dan menyerahkannya pada Orlando.
Pisau, pistol dan beberapa alat dalam tasnya dia berikan
pada Orlando. Dan sesuai dengan permintaan Orlando dia meminta gadis kecil itu
untuk menjauh sementara darinya dan menunggunya. Merasa paham dengan maksud
Orlando gadis kecil itu pun turun dan meninggalkan bangunan tua itu dan masuk
__ADS_1
ke dalam hutan lagi.