
Kantor Vico
Terlihat Vico memimpin rapat mengenai laporan penjualan
pabrik mobil miliknya.
Raut sangat marah terlihat di mimik mukanya mendengar
laporan dan bagian penjualan.
“ Kenapa penjualan bisa turun ?” Tanya Vico dengan sorot
tajam pada kepala bagian penjualan seakan ingin menerkam habis-habisan mangsa di
depannya itu.
“ Karena adanya persaingan harga, permintaan pasar dan
produk-produk baru yang bermunculan Tuan.” Jawab kepala bagian penjualan
setelah menelan ludahnya paksa untuk membasahi kerongkongan dan juga bernafas
dalam sebelum kata-kata itu terlontar.
Kamu bodoh sekali menjawab seperti itu, bukannya malah
minta maaf ke Tuan Vico dan memberikan inovasi rencana pemasaran. Batin sekretaris Kim pada Kepala bagian penjualan
yang memang baru bekerja pada Angkasa Grup itu.
“ Apa kamu bodoh ?, buat apa aku membayarmu mahal jika kamu
tidak bisa mengatur semuanya agar penjualan kita menjadi nomor satu di
Indonesia, bahkan di negara lain kita bisa mencapainya, kenapa di sini tidak,
bukan karena pasar tapi kamu yang kurang inovatif, aku tidak mau tahu bulan
depan aku ingin penjualan menjadi nomor satu aku ingin perencanaan besok siang
sudah ada di mejaku kamu mengerti ?, kau bisa keluar sekarang” Ucap Vico sangat
marah dan menggebrak mejanya sebelum semua ucapannya disampaikan tatapan
semakin tajam menusuk membuat kepala bagian ciut seketika, setelah kepala
bagian itu pergi Vico merasa mempekerjakan orang bodoh padahal dia merekrutnya
dari luar negeri dan terkenal sangat handal dalam hal ilmu marketing untuk
berbagai perusahaan yang sudah diurusnya selama ini.
Terlihat di sana duduk bagian keuangan, desain, dan beberapa
staf untuk anak perusahaan Angkasa yang bergerak dalam Pabrik Mobil. Semua
karyawan terlihat hanya menunduk karena performa yang menurut Vico tidak
sempurna itu.
“ Aku ingin bagian desain dan mesin memberikan laporan
perencanaan untuk mobil keluaran terbaru bulan depan, serahkan padaku juga
secepatnya, dan bagian kepala keuangan ikut aku ke ruanganku sekarang.” Ucap
Vico tegas dengan sorot tajam lalu meninggalkan ruangan rapat diikuti
sekretaris Kim dan juga kepala bagian Keuangannya.
Terlihat sorot ketakutan dan cemas dari pria perut buncit
__ADS_1
dan botak itu mengikuti Vico.
Mereka tiba di ruangan Vico. Vico langsung duduk di kursi
singgasana kekuasaannya dan sekretaris Kim berdiri tepat di kanannya tegap
dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
Pucat pasi pria yang menjadi kepala bagian tidak berani
bertanya akan perintah Vico mengajaknya ke ruangan itu. Dia hanya menunduk dan
keringat terlihat keluar dari pori-pori dahinya yang seharusnya tidak mengingat
ruangan Vico yang dingin, tubuh yang bergetar dengan nafas tak teratur hanya
berdiri di depan Vico.
“ Kim, apa hukuman yang pantas bagi penghianat ?” Tanya Vico
pada sekretaris Kim dengan nada menyindir dan nada sangat pelan tapi tajam dengan sebelumnya sedikit
tawa seringai dan bernafas kasar.
“ Maaf-maafkan saya tuan, saya bersalah.” Ucap pria perut
buncit itu dan bersujud di kaki Vico merasa tahu akan kesalahannya.
“ Dasar sialan, aku sudah menggajimu tinggi, memberi banyak
tunjangan semua itu 4 kali lipat daripada perusahaan lain. Kenapa ? karena
semua karyawanku bekerja 4 kali lipat dibanding perusahaan lain, dan beraninya
kamu mengambil uang dariku dengan membuat laporan palsu .” Ucap Vico geram dan
menendang pria itu.
“ Maaf-maafkan saya Tuan saya melakukannya karena putri saya
luar negeri.” Ucap kepala bagian keuangan itu sambil menangis dan memeluk kaki
Vico yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
“ Asal kamu tahu, jika kamu bicara padaku aku bisa saja
membantu tapi karena kamu lebih memilih mengambil paksa dariku tidak ada ampun
untukmu.” Ucap Vico sambil tangan kananya menarik wajah kepala bagian keuangan
itu, menatapnya tajam dan membuangnya kasar dan memberi instruksi pada sekretaris
dengan kode kernyitan dahi dan mata pada sekretaris Kim.
“ Singkirkan dia dari hadapanku dan beri hukuman yang
berat.” Maksud tatapan Vico pada sekretaris Kim yang memang sudah sangat paham
dengan karakter Vico jika mengetahui ada yang menghianatinya.
Sekretaris Kim yang sudah mengerti lalu menarik paksa pria
tambun itu. Teriakan minta maaf dan minta pengampunan terdengar sampai dia
sudah diambang pintu ruang Vico dengan tangisan yang mengalir serta wajah lebam
terlihat pada pipi akibat tendangan Vico tadi.
Jika saja anda minta tolong Tuan Vico, dia pasti akan
membantumu malah kamu memilih hal yang tidak berguna. Batin sekretaris Kim
__ADS_1
membawa Kepala bagian keuangan itu pergi dan ruangan Vico.
“ Sekretaris Kim saya mohon ampuni saya.” Ucap Kepala bagian
itu dengan terisak-isak dan tangan mengatup memohon belas kasihan dari
sekretaris Vico yang terkenal dingin dan lebih kejam dari Vico itu. Sekretaris
Kim hanya melotot terlihat mata elang yang seakan berucap “ Jangan berisik”.
Seakan sudah paham pria tambun itu hanya diam dan sudah pasrah karena memang
dia bersalah dalam hal ini.
Sekretaris Kim terlihat mengambil ponsel di saku jasnya dan
menghubungi seseorang.
“ Ada pekerjaan untukmu ke Angkasa Grup sekarang.” Ucapnya
pada Pria yang dia hubungi.
Terlihat Pria perut buncit lemas dan menelan air ludahnya
paksa dan tidak bisa membayangkan apa yang akan dia terima untuk membayar
kesalahan yang sudah dia lakukan itu.
“ Baik Tuan.” Jawab seorang pria yang memang sudah menjadi
kaki tangan sekretaris Kim membereskan para pengacau yang membuat Vico marah.
Sekretaris Kim sudah berada di depan kantor Angkasa menunggu
beberapa saat terlihat mobil Jeep warna hitam menghampirinya.
4 Orang pria dengan badan bak binaragawan terlihat dari otot
yang sangat nampak dari kaos hitam tipis yang digunakannya turun dari mobil.
“ Selamat sore tuan.” Ucap hormat keempat pria itu dan
menunduk pada sekretaris Kim.
“ Bereskan dia, harus rapi aku ingin besok sudah ada kabar
baik.” Bisik sekretaris Kim pada seorang terdekatnya sambil menyerahkan Kepala
bagian keuangan yang sudah melakukan korupsi dana di Perusahaan Vico yang tidak
sedikit itu.
“ Tuan tolong maafkan saya, saya akan melakukan segalanya
untuk menebus kesalahan saya, saya mohon ampuni saya.” Ucap pria tambun di
akhir perpisahannya pada sekretaris Kim dengan terisak-isak.
“ Aku mengampunimu, dengan kamu memberikan nyawamu.” Bisik pelan
sekretaris Kim pada telinga pria tambun itu dan menyeringai, seperti udara
habis di sekitarnya pria itu terlihat sangat kaget dan ada getaran hebat di
seluruh tubuhnya.
Sekretaris Kim mengibaskan tangan kanannya memberikan tanda
agar keempat pria itu segera membawa pria tambun itu pergi dari depan gedung
Angkasa Grup dengan satu alis naik dari tempat seharusnya dan tetap dengan
__ADS_1
pandangan datar lalu pergi meninggalkan anak buahnya masuk kembali ke Gedung
angkasa Grup.