My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Penghianat


__ADS_3

Kantor Vico


Terlihat Vico memimpin rapat mengenai laporan penjualan


pabrik mobil miliknya.


Raut sangat marah terlihat di mimik mukanya mendengar


laporan dan bagian penjualan.


“ Kenapa penjualan bisa turun ?” Tanya Vico dengan sorot


tajam pada kepala bagian penjualan seakan ingin menerkam habis-habisan mangsa di


depannya itu.


“ Karena adanya persaingan harga, permintaan pasar dan


produk-produk baru yang bermunculan Tuan.” Jawab kepala bagian penjualan


setelah menelan ludahnya paksa untuk membasahi kerongkongan dan juga bernafas


dalam sebelum kata-kata itu terlontar.


Kamu bodoh sekali menjawab seperti itu, bukannya malah


minta maaf ke Tuan Vico dan memberikan inovasi rencana pemasaran. Batin sekretaris Kim pada Kepala bagian penjualan


yang memang baru bekerja pada Angkasa Grup itu.


“ Apa kamu bodoh ?, buat apa aku membayarmu mahal jika kamu


tidak bisa mengatur semuanya agar penjualan kita menjadi nomor satu di


Indonesia, bahkan di negara lain kita bisa mencapainya, kenapa di sini tidak,


bukan karena pasar tapi kamu yang kurang inovatif, aku tidak mau tahu bulan


depan aku ingin penjualan menjadi nomor satu aku ingin perencanaan besok siang


sudah ada di mejaku kamu mengerti ?, kau bisa keluar sekarang” Ucap Vico sangat


marah dan menggebrak mejanya sebelum semua ucapannya disampaikan tatapan


semakin tajam menusuk membuat kepala bagian ciut seketika, setelah kepala


bagian itu pergi Vico merasa mempekerjakan orang bodoh padahal dia merekrutnya


dari luar negeri dan terkenal sangat handal dalam hal ilmu marketing untuk


berbagai perusahaan yang sudah diurusnya selama ini.


Terlihat di sana duduk bagian keuangan, desain, dan beberapa


staf untuk anak perusahaan Angkasa yang bergerak dalam Pabrik Mobil. Semua


karyawan terlihat hanya menunduk karena performa yang menurut Vico tidak


sempurna itu.


“ Aku ingin bagian desain dan mesin memberikan laporan


perencanaan untuk mobil keluaran terbaru bulan depan, serahkan padaku juga


secepatnya, dan bagian kepala keuangan ikut aku ke ruanganku sekarang.” Ucap


Vico tegas dengan sorot tajam lalu meninggalkan ruangan rapat diikuti


sekretaris Kim dan juga kepala bagian Keuangannya.


Terlihat sorot ketakutan dan cemas dari pria perut buncit

__ADS_1


dan botak itu mengikuti Vico.


Mereka tiba di ruangan Vico. Vico langsung duduk di kursi


singgasana kekuasaannya dan sekretaris Kim berdiri tepat di kanannya tegap


dengan tatapan datar tanpa ekspresi.


Pucat pasi pria yang menjadi kepala bagian tidak berani


bertanya akan perintah Vico mengajaknya ke ruangan itu. Dia hanya menunduk dan


keringat terlihat keluar dari pori-pori dahinya yang seharusnya tidak mengingat


ruangan Vico yang dingin, tubuh yang bergetar dengan nafas tak teratur hanya


berdiri di depan Vico.


“ Kim, apa hukuman yang pantas bagi penghianat ?” Tanya Vico


pada sekretaris Kim dengan nada menyindir dan nada sangat pelan tapi tajam dengan sebelumnya sedikit


tawa seringai dan bernafas kasar.


“ Maaf-maafkan saya tuan, saya bersalah.” Ucap pria perut


buncit itu dan bersujud di kaki Vico merasa tahu akan kesalahannya.


“ Dasar sialan, aku sudah menggajimu tinggi, memberi banyak


tunjangan semua itu 4 kali lipat daripada perusahaan lain. Kenapa ? karena


semua karyawanku bekerja 4 kali lipat dibanding perusahaan lain, dan beraninya


kamu mengambil uang dariku dengan membuat laporan palsu .” Ucap Vico geram dan


menendang pria itu.


“ Maaf-maafkan saya Tuan saya melakukannya karena putri saya


luar negeri.” Ucap kepala bagian keuangan itu sambil menangis dan memeluk kaki


Vico yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


“ Asal kamu tahu, jika kamu bicara padaku aku bisa saja


membantu tapi karena kamu lebih memilih mengambil paksa dariku tidak ada ampun


untukmu.” Ucap Vico sambil tangan kananya menarik wajah kepala bagian keuangan


itu, menatapnya tajam dan membuangnya kasar dan memberi instruksi pada sekretaris


dengan kode kernyitan dahi dan mata pada sekretaris Kim.


“ Singkirkan dia dari hadapanku dan beri hukuman yang


berat.” Maksud tatapan Vico pada sekretaris Kim yang memang sudah sangat paham


dengan karakter Vico jika mengetahui ada yang menghianatinya.


Sekretaris Kim yang sudah mengerti lalu menarik paksa pria


tambun itu. Teriakan minta maaf dan minta pengampunan terdengar sampai dia


sudah diambang pintu ruang Vico dengan tangisan yang mengalir serta wajah lebam


terlihat pada pipi akibat tendangan Vico tadi.


Jika saja anda minta tolong Tuan Vico, dia pasti akan


membantumu malah kamu memilih hal yang tidak berguna. Batin sekretaris Kim

__ADS_1


membawa Kepala bagian keuangan itu pergi dan ruangan Vico.


“ Sekretaris Kim saya mohon ampuni saya.” Ucap Kepala bagian


itu dengan terisak-isak dan tangan mengatup memohon belas kasihan dari


sekretaris Vico yang terkenal dingin dan lebih kejam dari Vico itu. Sekretaris


Kim hanya melotot terlihat mata elang yang seakan berucap “ Jangan berisik”.


Seakan sudah paham pria tambun itu hanya diam dan sudah pasrah karena memang


dia bersalah dalam hal ini.


Sekretaris Kim terlihat mengambil ponsel di saku jasnya dan


menghubungi seseorang.


“ Ada pekerjaan untukmu ke Angkasa Grup sekarang.” Ucapnya


pada Pria yang dia hubungi.


Terlihat Pria perut buncit lemas dan menelan air ludahnya


paksa dan tidak bisa membayangkan apa yang akan dia terima untuk membayar


kesalahan yang sudah dia lakukan itu.


“ Baik Tuan.” Jawab seorang pria yang memang sudah menjadi


kaki tangan sekretaris Kim membereskan para pengacau yang membuat Vico marah.


Sekretaris Kim sudah berada di depan kantor Angkasa menunggu


beberapa saat terlihat mobil Jeep warna hitam menghampirinya.


4 Orang pria dengan badan bak binaragawan terlihat dari otot


yang sangat nampak dari kaos hitam tipis yang digunakannya turun dari mobil.


“ Selamat sore tuan.” Ucap hormat keempat pria itu dan


menunduk pada sekretaris Kim.


“ Bereskan dia, harus rapi aku ingin besok sudah ada kabar


baik.” Bisik sekretaris Kim pada seorang terdekatnya sambil menyerahkan Kepala


bagian keuangan yang sudah melakukan korupsi dana di Perusahaan Vico yang tidak


sedikit itu.


“ Tuan tolong maafkan saya, saya akan melakukan segalanya


untuk menebus kesalahan saya, saya mohon ampuni saya.” Ucap pria tambun di


akhir perpisahannya pada sekretaris Kim dengan terisak-isak.


“ Aku mengampunimu, dengan kamu memberikan nyawamu.” Bisik pelan


sekretaris Kim pada telinga pria tambun itu dan menyeringai, seperti udara


habis di sekitarnya pria itu terlihat sangat kaget dan ada getaran hebat di


seluruh tubuhnya.


Sekretaris Kim mengibaskan tangan kanannya memberikan tanda


agar keempat pria itu segera membawa pria tambun itu pergi dari depan gedung


Angkasa Grup dengan satu alis naik dari tempat seharusnya dan tetap dengan

__ADS_1


pandangan datar lalu pergi meninggalkan anak buahnya masuk kembali ke Gedung


angkasa Grup.


__ADS_2