My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Malam Pertama


__ADS_3

Vico keluar dari dalam ruang pakaian.


“ Apakah kita akan tidur di ranjang yang sama ?” Tanya Arini


sambil memandang Vico.


“ Kenapa, apakah kamu tidak ingin tidur di ranjang yang sama


denganku ?” Tanya Vico tanpa menjawab pertanyaan Arini.


“ Bisakah begitu, kamu ada kasur lipat yang bisa menjadi


tempatku untuk tidur ?” Tanya Arini yang takut karena mereka hanya berdua di


kamar itu.


“ Tidak ada, kamu tidur saja di ranjang aku akan tidur di


sofa.” Ucap Vico yang mengalah lagi dengan keinginan Arini itu.


“ Tidak perlu, biar aku saja yang di sofa, ini kan rumah


kamu .” Arini lalu mengambil bantal dan bersiap-siap tidur di sofa.


Aku harus bagaimana menghadapi wanita ini, jika aku


membiarkannya tidur di sofa, aku merasa menjadi pria yang sangat egois, tapi sepertinya


dia tidak ingin tidur seranjang denganku. Batin Vico


“ Arini, apa kau sudah tidur ?” Panggil Vico pada Arini yang


terlihat sudah tidak bergerak.


“ Belum, ada apa ? apa kau perlu sesuatu ? “ Tanya Arini.


Karena dia sadar kewajibannya menjadi seorang istri adalah melayani suami,


untuk saat ini selama itu bukan tentang tidur bersama Arini akan menjalankan


kewajibannya sebagai istri yang baik.


“ Tidak ada, Apa kau bisa tidur di situ ?” Tanya Vico Lagi.


“ Iya.” Jawab Arini


“ Arini apa kamu takut denganku ?” Tanya Vico lagi


“ Tidak.” Jawab Arini singkat


“ Apa kau masih marah denganku tentang apa yang aku lakukan


di konser Arga kemarin ?” Tanya Vico.


“ Tidak” Jawab Arini


“ Arini bisakah kamu tidur di sini saja, aku tidak akan


menyentuhmu tanpa persetujuanmu.” Ucap Vico


“ Bisakah aku tetap di sini ?” Tanya Arini yang memang tidak


ingin tidur dengan Vico.


“ Aku tidak mau di salahkan keluarga kamu, kalau kamu sakit


hanya karena kamu tidur di sofa, selain itu bukan kah di sana tidak nyaman ?”


Tanya Vico


“ Sungguh kamu tidak akan melakukan hal itu ?” Tanya Arini


memang takut dengan pria.


“ Iya aku berjanji.” Ucap Vico bersungguh-sungguh.


“ Baiklah, aku akan pindah kesana.” Ucap Arini dan bangun


dari sofa membawa selimut dan bantalnya. Arini lalu menuju ranjang tempat Vico


tidur. Vico yang melihat Arini mendekat lalu menjauh dan memberikan ruang yang


luas untuk Arini istirahat. Mereka lalu memiringkan badanya masing-masing


sehingga terlihat saling memunggungi seperti pasangan yang sedang bertengkar.


Vico berbalik badan.

__ADS_1


“Arini bisa kah kamu berbalik sebentar aku ingin berbicara


denganmu?” Ucap Vico. Arini yang mendengar hal itu lalu membalikkan badannya


dan mereka sekarang dalam posisi berhadap-hadapan saling memandang satu sama


lain, tetapi jarak mereka tidak dekat sekitar satu bantal dari wajah mereka


masing-masing.


“ Arini kenapa kamu sepertinya takut denganku ?” Tanya Vico.


“ Aku tidak takut denganmu, aku takut dengan pria.” Ucap


Arini jujur.


“ Maksud kamu ?” Tanya Vico.


“ Aku tidak suka berhubungan dengan pria, selain itu


berhubungan dengan pekerjaanku sebagai desainer bangunan.” Jawab Arini.


“ Kenapa ?” Tanya Vico. Karena Arini terlihat tidak mau


menjelaskan Vico lalu mengganti pertanyaannya.


“ Lalu bagaimana hubunganmu dengan beberapa pria yang pernah


aku lihat. Kamu terlihat sangat mesra ?’ Tanya Vico sangat penasaran tentang


hal itu.


“ Siapa ? aku tidak pernah bermesraan dengan pria manapun


selama di sini. “  Ucap Arini mengerutkan


kedua alisnya.


Vico yang mendengar itu lalu mengambil ponselnya lalu membuka


foto yang pernah mamahnya kirim.


“ Ini dengan Arga.” Tunjuk Vico pada gambar kemesraan Arini


dengan Arga saat sedang makan siang dan Arga membersihkan bibir Arini yang


“ Oh itu, dia Arga teman saat aku sekolah dasar di sini


walaupun sebentar dialah yang membuatku bertahan di sini lalu aku pindah ke


Belanda bersama kakekku. dan itu bukankah tidak mesra dia hanya membantuku


membersihkan makanan yang menempel di pipiku.” Jawab Arini santai menjelaskan


kejadian yang sebenarnya.


Setelah mendengar hal itu Vico lalu memperhatikan lagi foto


itu.


Apakah aku sudah bodoh saat itu hingga aku sangat marah


melihat foto ini, benar yang dikatakan Arini ini tidak layak jika disebut


bermesraan. Batin Vico yang menyesal marah karena Foto itu.


“ Bagaimana dengan ini ?” Tanya Vico kembali memperlihatkan


Arini yang sedang diselamatkan Aldo.


“ Oh itu saat Aldo menyelamatkanku karena aku ditabrak


seseorang di sana, Kenapa kamu memiliki foto-foto ini apakah kamu selalu


mengikutiku selama ini ?” Tanya Arini heran dengan semua potret dirinya dengan


pria-pria itu.


Vico yang ditanya hal tersebut bingung menjelaskan


situasinya.


“ Mmmmm itu aku dapat dari seseorang, iya aku dapat dari


seseorang mungkin dia ingin aku marah.” Ucap Vico sambil mengangguk-angguk kan


kepalanya dan tersenyum paksa pada Arini.

__ADS_1


“ Kenapa foto seperti itu membuat kamu marah ?” Tanya Arini


penasaran dengan ucapan Vico barusan.


“ Karena kamu calon istriku tentunya.” Jawab Vico santai.


“ Ohhh” Jawab Arini sambil mengangguk anggukan kepalanya.


“ Apakah saat di luar negeri kamu memiliki kekasih ?” Tanya


Vico yang penasaran dengan kehidupan Arini.


Arini diam sangat lama dengan pertanyaan Vico dimana dia


tidak ingin mengenang masa lalu yang menyakitkan itu.


“ Jika kamu tidak mau menceritakannya tidak apa-apa kita


masih bisa saling bercerita satu sama lain nanti, anggap saja aku tidak


menanyakannya.” Ucap Vico yang merasa pertanyaan itu menyinggung Arini.


“ Pernah, sekali.” Ucap Arini tiba-tiba terlihat rona sedih


di wajahnya.


Drt drt drt. Ponsel Arini bergetar


“ Iya Kak, ada apa ?” Tanya Arini menjawab panggilan dari


Kakaknya


“ Kamu tidak kenapa-kenapa kan di sana, si brengsek itu


tidak menyakitimu kan ?” Tanya Putra kawatir dengan Arini.


“ Tidak kak, Arini dan Vico hanya mengobrol tidak terjadi


hal buruk, Arini baik-baik saja. “ Ucap Arini meyakinkan kakaknya bahwa dia


aman.


“ Iya sudah, di dalam kopermu kakak taruh penyengat listrik,


jika Vico menyakitimu ambil alat itu dan arahkan pada Vico, itu akan membuatnya


pingsan sementara lalu kamu bisa menghubungi kakak, kakak akan menjemputmu dari


sana .” Ucap Putra menjelaskan rencana kabur Arini jika Vico menyakiti Arini.


“ Kakak tenang saja.” Jawab Arini lembut pada kakak


posesifnya itu.


“ Baiklah segera istirahat jangan terlalu lelah.” Ucap Putra


mengingatkan adiknya lagi


“ Iya kak, Arini sayang kakak.” Ucap Arini lagi.


“ Iya dek, Kakak juga menyayangimu, jaga dirimu disana.”


Ucap Kakaknya lalu mematikan panggilannya.


Ini kakak adik atau pasangan kekasih sih, mesra sekali


pembicaraannya, kakak juga memangnya aku ini singa yang akan memakan adiknya


sampai-sampai menelepon malam-malam dan menanyakan keadaan Arini. Batin


Vico


“ Kakak kamu sangat menyayangimu ya, sampai-sampai dia


menanyakan keadaanmu di malam pertama kita ?” Ucap Vico sedikit menyindir dan


terlihat tidak suka dengan perlakuan Putra.


“ Tentu saja, aku adalah adik satu-satunya, bukankah itu


wajar ?” Tanya Arini merasa itu adalah bentuk kasih sayang yang Putra berikan.


“Iya itu sangat wajar” Ucap Vico sedikit gemas dengan


pertanyaan Arini tersebut


“ Apa kau besok akan bekerja ?” Tanya Vico kembali.

__ADS_1


__ADS_2