My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Bingung


__ADS_3

Pagi itu Arini bingung saat sudah bangun dan berada di


pelukan Vico.


“ Kepalaku masih sedikit pusing, apa yang terjadi kenapa aku


berada di sini bukannya kemarin aku bersama nona Poppy ?” Gumam Arini masih


mengerjapkan pandangannya karena sinar matahari sudah masuk melalui jendela


yang tertutup tirai tipis.


Merasa ada gerakan pada Arini Vico pun membuka matanya.


“ Pagi Arini.” Ucap Vico mencoba tetap seperti biasa dan


tersenyum memandang Arini yang berada di pelukannya.


“ Vico bagaimana aku di sini, kemarin seingatku aku berada


di hotel X bersama nona Poppy ?” Tanya Arini pada Vico sambil mengeryitkan


dahinya bingung.


Sialan ternyata ini semua kerjaan si jalng itu yang


menjebak Arini, tapi nanti akan aku pastikan lagi.* Batin Vico dan terlihat


tatapan sinis dari wajahnya.


“ Vic, apa kamu mendengarkanku ?” Tanya Arini lagi pada Vico


yang terlihat melamun tidak menjawab pertanyaannya itu.


“ Tentu saja aku yang menggendongmu, aku sangat kawatir


denganmu jadi aku mencarimu, lalu membawamu pulang.” Jawab Vico dan tersenyum


pada Arini.


“ Oh, “ Ucap Arini mendengarkan penjelasan Vico.


“ Arini bisakah kita ?” Tanya Vico memandang Arini mendamba


keinginannya.


“ Baiklah.” Jawab Arini yang sudah menerima dan merasa


nyaman untuk berhubungan dengan Vico.


Vico langsung menindih Arini dan menyalurkan hasratnya pagi


itu.


Terlihat peluh keduanya membasahi dahi masing-masing.


“ Begini lebih menyehatkan Ar dari pada harus berlari pagi.”


Ucapnya menggoda Arini.


“ Sudahlah, aku akan siap-siap untuk ke kantor.” Ucap Arini lalu


segera bergegas berdiri dan meninggalkan Vico di ranjang.


Melihat Arini yang sudah di kamar mandi dia memikirkan


beberapa rencana untuk menghancurkan Poppy yang sudah mengganggu bahkan


memfitnah Arini dengan membuat rencana bodoh itu.


“ Awas kamu wanita jal*ng setelah meninggalkanku, sekarang


mencariku lagi bahkan ingin menghancurkan hubunganku dengan Arini, aku lebih


percaya dengan Arini daripada rencana murahanmu itu.” Gumam Vico sambil


menyeringai.


Vico lalu mengambil ponselnya dan menghubungi sekretaris


Kim.


“ Kim amankan Poppy pada tempat biasa, aku ingin


membereskannya, sebelum semakin jauh.” Perintah Vico pada sekretaris Kim.


“ Tuan sudah mengetahuinya ?” Tanya sekretaris Kim yang

__ADS_1


sudah mengetahui penyebab kejadian itu setelah penyelidikan semalaman yang dia


lakukan dengan anak buahnya.


“ Iya, untuk Aldo tetap lakukan seperti yang aku perintah


kemarin, sementara akusisi dulu turunkan harga sahamnya, lalu beli semua saham


yang masih beredar dan hancurkan, aku tidak ingin dia mengganggu Arini lagi kedepannya.”


Perintah Vico merasa tidak ingin ada yang menyentuh wanitanya.


“ Vic, aku sudah selesai, segeralah mandi.” Ucap Arini yang


terlihat keluar dari ruang ganti baju dengan rapi.


“ Oke,” Vico lalu berdiri meninggalkan ranjangnya dia


berjalan mendekati Arini.


“ Ar ?” Panggil Vico di dekat telinga Arini yang kala itu


masih berias di meja riasnya.


“ Hah, Vic kamu membuatku kaget saja.” Karena tidak melihat


Vico yang berjalan mendekatnya membuatnya kaget apalagi hembusan nafas Vico


pada telinganya membuat sengatan listrik pada sekujur tubuhnya.


“ Begitu saja kaget, Ar Lusa ayo kita ke Bali aku sudah


menyiapkan semuanya.” Ucap Vico pada Arini sambil memeluk tubuh istrinya yang


terduduk di kursi dari belakang.


“ Cepat mandi nanti setelah mandi kita bicarakan.” Perintah


Arini yang sedikit risih dengan Vico.


“ Jawab dulu !” Perintah Vico.


Arini mencebikkan bibirnya dan memandang Vico tajam.


“ Baiklah-baiklah aku akan mandi dulu” Jawab Vico seakan


paham akan sikap istrinya itu.


semakin menyeramkan saja saat sudah dekat dan mengenalnya, tapi aku sangat


bahagia dengan sifatnya itu membuatku selalu ingin menggodanya.” Ucap Vico


tersenyum kecil memandang cermin di depannya.


Arini semakin hari semakin terbiasa dan nyaman dengan Vico


dan membuatnya tidak lagi takut dengan Vico, dia berubah menjadi Arini yang


ceria, jail dan ekspresif seperti bersama kakak dan kedua orang tuanya, tidak


seperti sebelumnya yang bagaikan mawar berduri tajam yang sangat protektif pada


dirinya.


“ Terima kasih Vic, kamu menjadi laki-laki yang bisa aku


percaya sejauh ini dan berlaku lembut padaku.” Ucap Arini sambil tersenyum dan


berdiri lalu pergi ke meja makan.


Hotel


“ Hah aku kenapa bermalam di sini ?” Gumam Aldo yang terbangun


sendirian di dalam kamar Poppy dengan tanpa menggunakan kemeja.


“ Di mana Poppy ?” Aldo lalu bangun dari tidurnya dengan


beberapa kali memijat pelipisnya yang masih terasa pusing dan meregangkan


sendi-sendinya yang kaku sambil mencari keberadaan Poppy karena memang semalam


seingatnya dia datang menemui Poppy di kamar hotel itu untuk bertemu dengan


Arini.


Aldo yang tidak menemukan Poppy setelah mencari ke ruang

__ADS_1


tamu, dapur dan juga kamar mandi lalu mengambil ponselnya yang tersimpan di


saku celananya untuk menghubungi Poppy.


Aldo mencari nomor Ponsel dengan nama Poppy lalu menekan


tombol panggil. Panggilannya beberapa kali hanya masuk ke kotak suara tidak


dapat tersambung ke Poppy.


Karena tidak ingin menunggu di kamar itu Aldo langsung pergi


meninggalkan tempat dia bermalam itu dengan menggunakan kemeja terlebih dahulu.


Aldo berpikir mungkin Poppy sedang sibuk dia akan


menghubunginya lagi nanti, yang utama dia harus segera ke kantor karena hari


ini ada rapat penting yang harus dia hadiri.


“ Kenapa sekretarisku menghubungi sebanyak ini dari semalam


?” Gumam Aldo saat melihat panggilan masuk yang dia terima. Saat ingin menekan


tombol panggil ponsel tersebut kembali mendapat panggilan dari sekretarisnya.


Aldo pun segera mengangkat panggilan tersebut.


“ Halo, ada apa ?” Tanya Aldo pada penelpon yang tak lain


adalah sekretaris pribadinya.


“ Tuan Aldo gawat, saham kita turun derastis sejak semalam


dan bahkan terjadi pemindahan saham yang beredar dan saat ini terjadi krisis,


semua pemegang saham saat ini meminta rapat mendadak di kantor Tuan di mana ?”


Tanya sekretaris Aldo yang terlihat sangat cemas dengan keadaan Perusahaan yang


dibangun Aldo tersebut.


“ Kenapa bisa terjadi ? Aku akan segera ke kantor sekarang.”


Ucap Aldo lalu memutus panggilannya.


Aldo buru-buru ke tempat parkir untuk segera berangkat ke


kantornya setelah mendengar berita dari sekretarisnya bahwa keadaan


perusahaannya sedang kacau.


Sesampainya di kantor Aldo langsung berjalan cepat menuju


ruangannya diikuti sekretaris pribadinya menjelaskan kejadian yang menimpanya.


“ Tuan semua pemegang saham berada di ruang rapat saat ini,


mereka terlihat sangat marah.” Sekretaris itu mengingatkan Aldo yang tengah


pusing di kursi putarnya.


“ Baiklah kita temui dulu, cari tahu segera masalah ini apa


penyebabnya !” Perintah Aldo pada sekretarisnya.


“ Tuan Aldo, apakah tuan ada masalah dengan Angkasa Grup ?”


Tanya sekretaris Aldo karena dia mengetahui jika dalang dari kejadian itu


adalah Angkasa Grup.


“ Tidak ada, kenapa memangnya ?” Tanya Aldo sambil


mengernyitkan dahinya karena bingung.


“ Semua ini ulah Angkasa Grup Tuan dengan menyebar isu bahwa


produk kita memiliki kecacatan, bahkan beberapa tempat kita mendistribusikan


produk menolak untuk memperpanjang kerja sama pada perusahaan kita, karena


berita menyebar dengan cepat dalam semalam membuat harga saham kita menjadi


turun derastis Tuan.” Jelas sekretarisnya yang menyelidiki dan berusaha


mempertahankan harga saham itu tapi tetap tidak bisa mengatasinya.

__ADS_1


Aldo yang berjalan cepat ke ruang rapat sudah berada di


depan pintu kayu coklat sambil menarik nafas dia membuka pintu itu.


__ADS_2