My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Perjalanan Orlando


__ADS_3

Mereka bertiga lalu melanjutkan perjalanan menuju restoran


yang sudah dipesan dengan ruangan tersendiri itu. Saat mereka datang semua


pelayan menyambut kedatangan mereka dengan sopan dan hormat. Seorang manajer


mendatangi mereka lalu mengantarkan mereka pada ruangan yang sudah mereka


siapkan dengan sajian yang sudah tertata rapi yang akan menggugah selera yang


melihatnya. Semua sajian itu adalah makanan khas Indonesia yang sudah di pesan


sekretaris Kim untuk Orlando sesuai instruksi Vico.


“  Ini semua sajian


khas sini cobalah aku jamin semua makanan ini enak.” Ucap Vico yang duduk di


depan Orlando. Orlando terlihat duduk dan mengamati setiap makanan yang


terhidang di depannya. Makanan pertama yang iya coba adalah olahan makanan dari


daging sapi yaitu rendang. Pertama menggigitnya dia sedikit mengeryit karena


rasa rempah yang dia rasakan tapi lama kelamaan dia menikmatinya.


Makanan selanjutnya yang dia cicipi adalah olahan opor ayam,


nasi goreng, bakso, javanese salad with penut sauce atau biasa disebut gado-gado


dan berbagai olahan sayur dan makanan seafood yang memang belum pernah dia


makan sebelumnya di negara asalnya. Orlando terlihat menikmati semua makanan


yang tersaji itu sekretaris Kim dan Vico tersenyum melihat teman mereka yang


datang dari negara yang cukup jauh itu senang dengan makanan yang tersaji.


“ Bagaimana apakah semuanya enak ?” Tanya Vico untuk


mendapatkan penilaian dari lidah Orlando yang notabenenya tidak pernah makan


semua hidangan itu sama sekali. Vico memang sengaja tidak ingin jika selama di


sini temannya memakan makanan yang biasa dia makan di negara asalnya itu. Vico


benar-benar meminta sekretaris Kim mengatur dengan baik semuanya untuk Orlando


agar bisa menikmati negara domisilinya saat ini itu.


“ Enak, walau awalnya terasa aneh di lidahku, apa lagi ini


olahan daging sapi yang dibumbu hitam ini (daging rendang) rasanya unik dan


sangat enak, Aku benar-benar kenyang saat ini, membuatku ingin mencoba makanan


lain.” Ucap Orlando setelah meneguk air putih untuk melegakan dahaganya, terlihat


dia sedikit kepedasan juga karena keringat mengalir di dahinya dimana di negara


asalnya dia memang jarang memakan olahan pedas sebelumnya.


“ Oke setelah ini istirahatlah dulu, aku akan kembali ke


kantor dengan Kim nanti malam akan aku jemput kamu akan aku perkenalkan dengan


teman-temanku yang lain yang mengatur bisnisku dan bisnis kita di sini.” Ucap

__ADS_1


Vico yang juga sudah menyudahi kegiatan makannya itu. Dia menyapu mulutnya


dengan tisu untuk menghilangkan makanan yang masih tersisa di sekitar bibirnya.


“ Oke-oke aku juga lelah sekali masih sedikit jetleg karena


perbedaan waktu, rasanya di sini memang sangat menyenangkan, eh ajak istrimu


juga ke klub itu.” Ucap Orlando yang memang ingin bertemu dengan istri temannya


untuk memberikan oleh-oleh karena merasa tidak enak jika tidak memberinya


bagaimanapun istri temannya juga temannya juga.


“ Arini tidak pernah ke sana, selain itu dia masih belum aku


beri tahu tentang hal gelap yang aku lakukan dia hanya tahu aku bekerja secara


legal aku masih takut dia akan sangat marah dan membenciku jika tahu aku adalah


seorang ketua mafia bersamamu, walau dia sudah bertemu teman-temanku semua tapi


dia tak tahu pekerjaan mereka semua termasuk kamu. Bahkan dia juga tidak tahu


kalau kakaknya juga ketua mafia di Belanda dia benar-benar dilindungi selama


ini oleh ketua Dark Knight yang merupakan kakaknya.” Jelas Vico pada Orlando


yang memang tidak mau istrinya tahu kegiatannya yang ilegal itu.


Orlando yang mendengarnya mengerti tentang kekawatiran


temannya itu. Wajah Vico berubah sedih jika mengingat hal yang dia sembunyikan


dari Arini itu dilain sisi dia tidak ingin Arini membencinya jika tahu dia


menjadi ketua mafia yang memang selalu memiliki predikat buruk selama ini ya


benar-benar tepat untuk Arini mengetahuinya.


Rumah Vico


“ Pah Vico sama Arini sampai sekarang belum juga dikaruniai


momongan, benarkan apa yang mamah pikir pasti anak itu tidak baik untuk Vico


sudah begitu sampai sekarang mereka sekalipun tidak pernah berkunjung ke sini


setelah pindah di rumah baru, benar-benar pengaruh buruk untuk Vico coba Vico


mau dengan jodoh yang sudah mamah rencanakan pasti kita sudah mendengar berita


kehamilannya.” Mamah Vico yang terlihat duduk sambil memakan buah apel


membicarakan Arini dan Vico dengan suaminya.


“ Mah hamil itu kan memang dari yang di atas, ya mungkin


mereka masih ingin menikmati masa pacaran mereka karena mereka sebelumnya tidak


dekat, selain itu mereka mungkin cukup sibuk dengan pekerjaannya jadi belum


punya waktu ke sini.” Papah Vico membela pasangan yang menjadi suami istri atas


campur tangannya itu.


“ Ih papah ini selalu saja membela mereka, ah mamah juga

__ADS_1


tidak bisa jalan-jalan dengan calon menantu kalau dia adalah Arini yang


terlihat kurang modis itu. Padahal mamah ingin istri Vico bisa juga menemani


mamah kalau ada acara sosialita begitu. Huh semua ini gara-gara papah.” Ucap


mamah Vico kesal sambil menghela nafas kasar yang masih tidak setuju dengan


pernikahan Arini dan Vico, ia pun menyalakan televisi untuk menghilangkan


kekesalannya dengan melihat acara gosip kesukaannya.


“ Sudahlah mamah yang penting Vico bahagia, itu kan yang


penting.” Papah Vico terlihat sabar menghadapi istrinya itu, dia pun berlalu


pergi karena tidak ingin membicarakan hal tersebut lagi dengan istrinya yang


tidak merestui hubungan anak semata wayangnya itu.


Kantor Arini.


Arini terlihat sangat fokus dengan tablet desain yang ada di


depannya membuat desain yang akan dia gunakan untuk mengikuti tender sebuah


Perusahaan untuk pembangunan gedung perkantoran. Rambut panjang coklatnya


terlihat dia kucir kuda agar tidak mengganggu penglihatannya itu. Mata


coklatnya juga terlihat sangat fokus memilih warna-warna yang dia gunakan untuk


desainnya. Merasa lelah dia menghentikan kegiatannya itu dan meregangkan


otot-ototnya.


“ Hah sudah jam 5 sore saja.” Ucapnya setelah melihat jam


bulat yang tergantung di dinding. Waktu dirinya untuk meninggalkan semua


kesibukannya saat ini. Dia kemudian melihat semua pesan yang ada di emailnya


pada layar monitor di depannya setelah itu dia mematikannya. Semua


barang-barang yang terlihat baru dia gunakan ia tata kembali dan taruh di


tempatnya semula. Dia lalu berjalan keluar untuk segera pulang di mana sopir


pribadinya sudah menunggu di depan kantornya.


Terlihat semua karyawan sudah banyak yang pulang kala waktu


menunjukkan pukul 18.00 kala Arini berjalan melawati meja-meja karyawannya.


Hanya ada dua orang yang masih fokus menyelesaikan desainnya karena deadline


yang sudah dekat.


“ Saya pulang dulu, ingat mematikan semua sebelum pergi ya.”


Ucap Arini mengingatkan karyawannya yang masih sibuk bekerja. Suara langkah


kakinya yang menggunakan sepatu hak tinggi terdengar menggema di lorong hingga


tiba di depan lift mengantarkannya turun ke lantai lobby keluar.


“ Baik, hati-hati di jalan nona Arini.” Jawab Karyawannya

__ADS_1


menoleh dan memandang atasannya yang selalu ramah di setiap kesempatan itu.


Kemudian mereka kembali fokus pada layar komputer di depannya.


__ADS_2