
“ Tuan Aldo saya sudah menghubungi perusahaan Angkasa dan
mereka menyetujui bertemu jam 11 siang ini di perusahaan Angkasa Grup.”
Sekretaris Aldo yang terlihat baru masuk memberikan kabar akan perjanjian temu
dengan Vico untuk membahas masalah yang sedang menjadi topik hangat di negeri
ini itu.
“ Oke, terima kasih, aku akan ke sana sendiri kamu atur yang
di sini saja. Kamu bisa pergi sekarang.” Jawab Aldo dan terlihat sedang sibuk
mengerjakan banyak tugas kantornya hari itu.
“ Aku harus coba menghubungi Poppy, menanyakan kejadian
semalam.” Gumam Aldo yang barusan teringat dengan apa yang sangat ingin dia
ketahui dengan kejadian semalam pada Poppy
Aldo lalu mengambil benda pipih yang berada tidak jauh dari
jangkauannya itu dan menghubungi Poppy kali ini panggilan itu berhasil
tersambung.
“ Poppy apa yang terjadi semalam ?” Tanya Aldo to the Poin.
“ Oh semalam kamu tertidur saat aku kembali ke ruang tamu,
jadi aku membiarkanmu bermalam di kamarku dan aku meninggalkanmu di sana
sendirian maaf aku tidak berani membangunkanmu.” Ucap Poppy berbohong pada
Aldo.
“ Oh ya sudah, terima kasih maaf aku jadi menyusahkanmu.”
Ucap Aldo yang percaya saja dengan kebohongan Poppy.
“ Oh bagaimana dengan Arini ?” Tanya Aldo lagi yang teringat
tujuan utamanya pergi ke hotel Poppy.
“ Arini semalam tidak jadi datang, katanya dia ada hal
penting yang tidak bisa ditunda jadi tidak bisa ke Hotel.” Bohong Poppy lagi
pada Aldo.
“ Oh. Ya sudah Thanks ya.” Ucap Aldo yang kecewa dan menutup
panggilannya.
Syukurlah Aldo tidak curiga dan percaya saja dengan
ucapanku, dasar pria bodoh, tapi aku tidak bisa tenang karena dia mengalami
masalah ini pasti cepat atau lambat dia akan mengetahui sebenarnya. Untunglah
kerja samaku dengannya sudah selesai. Batin Poppy yang kala itu terlihat
menyetir kendaraannya menuju rumah mamah Vico untuk menjemputnya.
“ Susah sekali bertemu dengan Arini lagi” Gumam Aldo
mencurahkan perasaannya sendiri.
Aldo lalu bersiap-siap untuk pergi ke kantor Angkasa Grup.
Aldo menginjak gas secepat mungkin agar dia bisa segera
sampai di kantor Angkasa Grup dan segera bisa membereskan permasalahannya.
“ Suatu hari aku akan memiliki kantor yang bisa sebesar
ini.” Ucapnya saat berada di depan gedung Angkasa Grup yang sangat besar dan
menjulang tinggi berwarna abu-abu itu.
“ Semoga pembicaraanku dengan Tuan Vico berjalan lancar,
sehingga semuanya bisa kembali seperti semula dan bahkan aku bisa memperpanjang
__ADS_1
kerja sama perusahaanku karena pasar Angkasa Grup sangat luas saat ini.” Gumam
Aldo saat berjalan masuk ke dalam kantor Angkasa Grup.
“ Nona saya Aldo saya sudah ada janji dengan Tuan Vico untuk
bertemu pukul 11.” Ucap Aldo pada resepsionis wanita yang berdiri di depannya
itu.
“ Baik Tuan Aldo sebentar saya konfirmasi ke sekretaris Tuan
Vico sebentar, silakan duduk dulu.” Balas wanita cantik berpenampilan rapi
itu, dia lalu menghubungi sekretaris Kim dan menanyakan tentang janji temu
dengan Aldo itu.
“ Tuan Aldo silakan saya akan mengantar Tuan ke ruang
rapat.” Ucap resepsionis itu karena sudah mendapat konfirmasi dari sekretaris
Kim.
“ Iya nona terima kasih.” Jawab Aldo lalu mengikuti wanita
itu pergi ke ruang rapat perusahaan Angkasa Grup.
“ Tuan Aldo silakan masuk, dan tunggu di sini.” Ucap
resepsionis itu setelah mengantarnya sesuai perintah sekretaris Kim.
“ Baik nona.” Jawab Aldo dan tersenyum pada wanita yang
menjadi resepsionis itu.
“Kantor Rapatnya saja sepuluh kali lipat dari perusahaanku
dan sangat mewah dan bagus, seingatku saat rapat aku tidak bertemu dengan Tuan
Vico di sini.” Gumam Aldo yang sudah duduk di ruang itu dan melihat ke sekitar.
Ruangan Vico
“ Tuan Vico, tuan Aldo sudah sampai dan menunggu di ruang
“ Duduklah di sofa kita biarkan dia menunggu dulu.” Ucap
Vico pada sekretaris Kim dan dia kembali membuka dokumen yang perlu dia setujui
di mejanya.
Sekretaris Kim hanya mengikuti perintah Vico dan duduk di
sofa sambil membuka ponsel miliknya untuk mengecek email dari berbagai bagian
di Perusahaan Vico.
“ Kim minta perusahaan yang saat ini bekerja sama dengan
Poppy untuk berhenti, dan buat rumor buruk tentangnya. Oh satu lagi perusahaan
ayahnya juga berikan sedikit kesulitan agar dia tidak bertindak kurang ajar
lagi pada Ariniku.” Perintah Vico sambil mengalihkan pandangannya pada
sekretaris Kim.
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim dia lalu menghubungi anak
buahnya untuk mengatur rumor pada Poppy dan beberapa perusahaan yang saat ini
bekerja sama dengan Poppy juga dia atur untuk menghentikan kerja samanya dengan
Poppy sekarang juga.
Untuk perusahaan Poppy yang sebelumnya bekerja sama dengan
Angkasa Grup juga dihentikan sesuai perintah Vico.
Ruang Rapat
Aldo terlihat kebosanan menunggu di ruang rapat dan terlihat
beberapa kali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
__ADS_1
“ Kenapa lama sekali, aku sudah berusaha datang lebih awal
bahkan sekarang sudah setengah jam dari waktu yang sudah di sepakati.” Gumamnya
sedikit kecewa dengan cara kerja Angkasa Grup yang tidak tepat waktu dengan
janji temu mereka.
“ Tuan Aldo mohon maaf Tuan Vico ada beberapa hal sehingga
dia telat datang kesini.” Ucap sekretaris Kim berbohong pada Aldo.
“ Iya sekretaris Kim.” Jawab Aldo pada sekretaris Kim.
“ Tuan Vico, begini saya ingin membicarakan masalah
kecacatan produk yang kami suplai ke perusahaan Tuan Vico, kami akan
memperbaiki itu dan meningkatkan kualitasnya, kami mohon maaf kami minta tolong
untuk tetap bekerja sama dengan perusahaan kami.” Ucap Aldo sedikit memohon
pada Vico bagaimana pun Perusahaannya saat ini membutuhkan kerja sama dengan
Perusahaan Angkasa Grup.
“ Itu tergantung dengan perilakumu .” Ucap Vico yang membuat
Aldo bingung.
“ Maksud Tuan bagaimana ya ?” Tanya Aldo yang tidak paham
dengan maksud Vico tersebut. Vico lalu memberi kode pada sekretaris Kim untuk
menjelaskan pada Aldo.
“ Maksud Tuan Vico, Tuan Aldo
jangan mendekati nona Arini lagi jika tidak kami akan mengakusisi Perusahaan
Tuan Aldo secepatnya karena kami sudah memiliki hampir 55% saham dari
Perusahaan tuan Aldo dan para pemegang saham yang menjual cepat pagi ini. Itu
selisih yang cukup banyak jika Anda ingin kami pecat dari posisi sekarang .”
Jelas sekretaris Kim singkat, tegas dan membuat Aldo kaget karena dalam waktu
singkat perusahaan yang dia bangun dengan susah payah dapat berubah kepemilikan
dalam semalam.
“ Maaf sekretaris Kim, itu adalah
urusan pribadi saya jika Tuan Vico ingin mendapatkan nona Arini kenapa harus
sampai menghancurkan perusahaan saya ? Selain itu kita bisa bersaing secara
adil tidak perlu melakukan hal serendah ini ” Tanya Aldo yang tidak terima
dengan apa yang dia terima, apa salahnya mendekati Arini begitulah menurut
logikanya bagaimana bisa seorang Tuan Vico melakukan hal yang menurutnya rendah
itu.
“ Arini istriku, dan semalam kamu
memeluknya tanpa berpakaian, apakah tidak wajar jika aku marah ?” Tanya Vico
dengan tatapan tajam pada Aldo membuat bulu kuduk Aldo merinding dan
benar-benar kaget dengan pernyataan singkat yang menggetarkan dan menghancurkan
hatinya berkeping-keping itu.
“ Hah Arini sudah menikah, saya
baru tahu Tuan saya mohon maaf mendekatinya sebelumnya karena saya benar-benar
tidak tahu, tapi untuk tidur dengan Arini saya benar- benar tidak pernah
melakukannya bahkan selama ini untuk sekedar makan dengannya saja sangat sulit
kecuali itu membahas pekerjaan apalagi tidur dengan tanpa pakaian itu pasti
__ADS_1
salah tuan.” Jelas Aldo yang merasa tidak terima dengan pernyataan Vico yang
tidak ada bukti sama sekali itu.