My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Berurusan dengan Vico


__ADS_3

“ Tuan Aldo saya sudah menghubungi perusahaan Angkasa dan


mereka menyetujui bertemu jam 11 siang ini di perusahaan Angkasa Grup.”


Sekretaris Aldo yang terlihat baru masuk memberikan kabar akan perjanjian temu


dengan Vico untuk membahas masalah yang sedang menjadi topik hangat di negeri


ini itu.


“ Oke, terima kasih, aku akan ke sana sendiri kamu atur yang


di sini saja. Kamu bisa pergi sekarang.” Jawab Aldo dan terlihat sedang sibuk


mengerjakan banyak tugas kantornya hari itu.


“ Aku harus coba menghubungi Poppy, menanyakan kejadian


semalam.” Gumam Aldo yang barusan teringat dengan apa yang sangat ingin dia


ketahui dengan kejadian semalam pada Poppy


Aldo lalu mengambil benda pipih yang berada tidak jauh dari


jangkauannya itu dan menghubungi Poppy kali ini panggilan itu berhasil


tersambung.


“ Poppy apa yang terjadi semalam ?” Tanya Aldo to the Poin.


“ Oh semalam kamu tertidur saat aku kembali ke ruang tamu,


jadi aku membiarkanmu bermalam di kamarku dan aku meninggalkanmu di sana


sendirian maaf aku tidak berani membangunkanmu.” Ucap Poppy berbohong pada


Aldo.


“ Oh ya sudah, terima kasih maaf aku jadi menyusahkanmu.”


Ucap Aldo yang percaya saja dengan kebohongan Poppy.


“ Oh bagaimana dengan Arini ?” Tanya Aldo lagi yang teringat


tujuan utamanya pergi ke hotel Poppy.


“ Arini semalam tidak jadi datang, katanya dia ada hal


penting yang tidak bisa ditunda jadi tidak bisa ke Hotel.” Bohong Poppy lagi


pada Aldo.


“ Oh. Ya sudah Thanks ya.” Ucap Aldo yang kecewa dan menutup


panggilannya.


Syukurlah Aldo tidak curiga dan percaya saja dengan


ucapanku, dasar pria bodoh, tapi aku tidak bisa tenang karena dia mengalami


masalah ini pasti cepat atau lambat dia akan mengetahui sebenarnya. Untunglah


kerja samaku dengannya sudah selesai. Batin Poppy yang kala itu terlihat


menyetir kendaraannya menuju rumah mamah Vico untuk menjemputnya.


“ Susah sekali bertemu dengan Arini lagi” Gumam Aldo


mencurahkan perasaannya sendiri.


Aldo lalu bersiap-siap untuk pergi ke kantor Angkasa Grup.


Aldo menginjak gas secepat mungkin agar dia bisa segera


sampai di kantor Angkasa Grup dan segera bisa membereskan permasalahannya.


“ Suatu hari aku akan memiliki kantor yang bisa sebesar


ini.” Ucapnya saat berada di depan gedung Angkasa Grup yang sangat besar dan


menjulang tinggi berwarna abu-abu itu.


“ Semoga pembicaraanku dengan Tuan Vico berjalan lancar,


sehingga semuanya bisa kembali seperti semula dan bahkan aku bisa memperpanjang

__ADS_1


kerja sama perusahaanku karena pasar Angkasa Grup sangat luas saat ini.” Gumam


Aldo saat berjalan masuk ke dalam kantor Angkasa Grup.


“ Nona saya Aldo saya sudah ada janji dengan Tuan Vico untuk


bertemu pukul 11.” Ucap Aldo pada resepsionis wanita yang berdiri di depannya


itu.


“ Baik Tuan Aldo sebentar saya konfirmasi ke sekretaris Tuan


Vico sebentar, silakan duduk dulu.” Balas wanita cantik berpenampilan rapi


itu, dia lalu menghubungi sekretaris Kim dan menanyakan tentang janji temu


dengan Aldo itu.


“ Tuan Aldo silakan saya akan mengantar Tuan ke ruang


rapat.” Ucap resepsionis itu karena sudah mendapat konfirmasi dari sekretaris


Kim.


“ Iya nona terima kasih.” Jawab Aldo lalu mengikuti wanita


itu pergi ke ruang rapat perusahaan Angkasa Grup.


“ Tuan Aldo silakan masuk, dan tunggu di sini.” Ucap


resepsionis itu setelah mengantarnya sesuai perintah sekretaris Kim.


“ Baik nona.” Jawab Aldo dan tersenyum pada wanita yang


menjadi resepsionis itu.


“Kantor Rapatnya saja sepuluh kali lipat dari perusahaanku


dan sangat mewah dan bagus, seingatku saat rapat aku tidak bertemu dengan Tuan


Vico di sini.” Gumam Aldo yang sudah duduk di ruang itu dan melihat ke sekitar.


Ruangan Vico


“ Tuan Vico, tuan Aldo sudah sampai dan menunggu di ruang


“ Duduklah di sofa kita biarkan dia menunggu dulu.” Ucap


Vico pada sekretaris Kim dan dia kembali membuka dokumen yang perlu dia setujui


di mejanya.


Sekretaris Kim hanya mengikuti perintah Vico dan duduk di


sofa sambil membuka ponsel miliknya untuk mengecek email dari berbagai bagian


di Perusahaan Vico.


“ Kim minta perusahaan yang saat ini bekerja sama dengan


Poppy untuk berhenti, dan buat rumor buruk tentangnya. Oh satu lagi perusahaan


ayahnya juga berikan sedikit kesulitan agar dia tidak bertindak kurang ajar


lagi pada Ariniku.” Perintah Vico sambil mengalihkan pandangannya pada


sekretaris Kim.


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim dia lalu menghubungi anak


buahnya untuk mengatur rumor pada Poppy dan beberapa perusahaan yang saat ini


bekerja sama dengan Poppy juga dia atur untuk menghentikan kerja samanya dengan


Poppy sekarang juga.


Untuk perusahaan Poppy yang sebelumnya bekerja sama dengan


Angkasa Grup juga dihentikan sesuai perintah Vico.


Ruang Rapat


Aldo terlihat kebosanan menunggu di ruang rapat dan terlihat


beberapa kali melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

__ADS_1


“ Kenapa lama sekali, aku sudah berusaha datang lebih awal


bahkan sekarang sudah setengah jam dari waktu yang sudah di sepakati.” Gumamnya


sedikit kecewa dengan cara kerja Angkasa Grup yang tidak tepat waktu dengan


janji temu mereka.


“ Tuan Aldo mohon maaf Tuan Vico ada beberapa hal sehingga


dia telat datang kesini.” Ucap sekretaris Kim berbohong pada Aldo.


“ Iya sekretaris Kim.” Jawab Aldo pada sekretaris Kim.


“ Tuan Vico, begini saya ingin membicarakan masalah


kecacatan produk yang kami suplai ke perusahaan Tuan Vico, kami akan


memperbaiki itu dan meningkatkan kualitasnya, kami mohon maaf kami minta tolong


untuk tetap bekerja sama dengan perusahaan kami.” Ucap Aldo sedikit memohon


pada Vico bagaimana pun Perusahaannya saat ini membutuhkan kerja sama dengan


Perusahaan Angkasa Grup.


“ Itu tergantung dengan perilakumu .” Ucap Vico yang membuat


Aldo bingung.


“ Maksud Tuan bagaimana ya ?” Tanya Aldo yang tidak paham


dengan maksud Vico tersebut. Vico lalu memberi kode pada sekretaris Kim untuk


menjelaskan pada Aldo.


“ Maksud Tuan Vico, Tuan Aldo


jangan mendekati nona Arini lagi jika tidak kami akan mengakusisi Perusahaan


Tuan Aldo secepatnya karena kami sudah memiliki hampir 55% saham dari


Perusahaan tuan Aldo dan para pemegang saham yang menjual cepat pagi ini. Itu


selisih yang cukup banyak jika Anda ingin kami pecat dari posisi sekarang .”


Jelas sekretaris Kim singkat, tegas dan membuat Aldo kaget karena dalam waktu


singkat perusahaan yang dia bangun dengan susah payah dapat berubah kepemilikan


dalam semalam.


“ Maaf sekretaris Kim, itu adalah


urusan pribadi saya jika Tuan Vico ingin mendapatkan nona Arini kenapa harus


sampai menghancurkan perusahaan saya ? Selain itu kita bisa bersaing secara


adil tidak perlu melakukan hal serendah ini ” Tanya Aldo yang tidak terima


dengan apa yang dia terima, apa salahnya mendekati Arini begitulah menurut


logikanya bagaimana bisa seorang Tuan Vico melakukan hal yang menurutnya rendah


itu.


“ Arini istriku, dan semalam kamu


memeluknya tanpa berpakaian, apakah tidak wajar jika aku marah ?” Tanya Vico


dengan tatapan tajam pada Aldo membuat bulu kuduk Aldo merinding dan


benar-benar kaget dengan pernyataan singkat yang menggetarkan dan menghancurkan


hatinya berkeping-keping itu.


“ Hah Arini sudah menikah, saya


baru tahu Tuan saya mohon maaf mendekatinya sebelumnya karena saya benar-benar


tidak tahu, tapi untuk tidur dengan Arini saya benar- benar tidak pernah


melakukannya bahkan selama ini untuk sekedar makan dengannya saja sangat sulit


kecuali itu membahas pekerjaan apalagi tidur dengan tanpa pakaian itu pasti

__ADS_1


salah tuan.” Jelas Aldo yang merasa tidak terima dengan pernyataan Vico yang


tidak ada bukti sama sekali itu.


__ADS_2