
Seorang wanita setengah baya terlihat duduk di kursi ruangan
rapat. Pakaian berwarna ungu yang ia kenakan mencolok mata yang memandang. Tas
Putih dengan sentuhan emas terlihat terpampang nyata di depannya bertengger di
meja panjang yang biasa digunakan untuk karyawan melakukan rapat. Polesan make
up tebal tak luput dengan lipstik warna merahnya. Terlihat ketidaksabaran dari
caranya memegang benda kotak yang ia biasa gunakan untuk berkomunikasi itu.
Clack
Terdengar pintu terbuka memperlihatkan Arini yang sudah
menata diri dan perasaan menemui wanita yang telah melahirkan suaminya itu.
Senyum manis terpasang pada wajah cantik Arini.
“ Apa kabar Ma ?” Tanya Arini sambil mencoba memeluk wanita
dengan pandangan masam itu. Sayang tindakan ramah Arini sepertinya tidak
berbalas baik dari wanita itu. Dirinya enggan memeluk wanita yang sangat
dicintai anak semata wayangnya itu.
“ Baik. O iya ajak Vico ke rumah dia sudah lama tidak pulang.”
Ucapnya tanpa basa-basi entah apa salah Arini hingga wanita itu sangat tidak
menyukai Arini hingga belum rela jika Vico menjadi suaminya. Tatapan tak ramah
selalu dia berikan jika melihat Arini.
“ Baik ma, nanti Arini akan ajak Vico ke rumah.” Jawab Arini
tetap sopan. Tak berapa lama Vivi membawakan dua cangkir teh dan sedikit
camilan. Arini pun mempersilahkan mama Vico untuk menikmati sajian itu.
“ O iya kamu kan sudah lama menikah, masih belum ada kabar
kehamilan ?” Tanya mama Vico tanpa mempedulikan makanan dan minuman yang
tersaji. Apalagi perasaan Arini sudah pasti tidak akan menjadi perhatiannya.
Dia masih berusaha memojokkan Arini dengan hal yang merupakan takdir dari yang Maha
Kuasa itu.
“ Maaf ma masih belum, doakan semoga Arini bisa segera
dikaruniai momongan, jika ada kabar mama akan Arini kabari.” Jawab Arini dengan
wajah sedikit tersenyum walau perih dadanya melanda. Arini dan Vico sudah
berusaha baik doa maupun tindakan tapi mau bagaimana lagi sampai sekarang Arini
masih belum merasakan tanda-tanda kehamilan.
Drt drt drt
Terdengar getaran ponsel dari meja di depan Arini duduk. Merasa
pertemuannya dengan mama Vico lebih penting dia membiarkan saja. Hingga mama Vico
menyuruhnya mengangkat panggilan itu setelah mengetahui jika yang menghubungi
Arini adalah Vico. Tetapi mama Vico menyuruh Arini tidak memberi tahu kalau
__ADS_1
dirinya berada di kantor Vico.
“ Iya Vic ada apa ?” Tanya Arini mencoba menjawab seperti
biasa dengan menatap wajah mama Vico.
“ Ar aku sepertinya hari ini akan terbang ke Italia dengan
Kim ada masalah mendadak di sana, maafkan aku tidak bisa di rumah selama
beberapa hari.” Ucap Vico yang terlihat berada di dalam mobil yang dikendarai
sekretaris Kim
Bali
“Hah memang berlibur sangat menyenangkan pantas saja
orang-orang sangat menyukai tempat ini.” Ucap Orlando yang tengah duduk di
pinggir pantai ditemani wanita cantik berpakaian bikini. Terlihat dia memakai
celana selutut berwarna biru dengan sebotol bir di sampingnya.
“ Vico sudah menikah sekarang, istrinya cantik yang menjadi
idamanku saat kecil, beruntung sekali dia bertemu dengannya lebih dulu jika aku
tahu dia orang negara ini aku pasti mencarinya ke sini dan bertemu lebih dulu
sayang aku hanya mencari di daerah Belanda saja. Semoga aku juga bisa segera
bertemu dengan wanita yang cantik sepeti dia.” Lamun Orlando yang sudah
ditemani wanita berambut pirang.
Bruk.
“ Hati-hati kalau jalan masa tidak lihat ada orang duduk di
celana jeans pendek dan tank top armi yang sedang bermain layang-layang
menabraknya yang sedang duduk.
“ Maaf .” Ucap wanita itu singkat tanpa merasa bersalah dan
langsung pergi meninggalkan Orlando.
“ Dasar wanita menyebalkan baru kali ini aku bertemu dengan
wanita ceroboh dan arogan sepertinya.” Keluh Orlando sambil membersihkan
tubuhnya yang terkena pasir dibantu wanita yang menemaninya.
“ Semoga aku tidak bertemu lagi membuat suasana hati buruk
saja.” Kembali Orlando memandang laut di depannya menikmati deburan obak kala
dia telah lelah bermain surfing sebelumnya.
Kantor Arini
“ Apa kata Vico ?” Tanya mama Vico ingin tahu apa yang
dibicarakan Arini dan Vico karena dia sibuk dengan ponselnya kala Arini sedang
berkomunikasi dengan Vico.
“ Vico akan pergi ke Italia untuk beberapa hari ma.” Jawab
Arini sambil menaruh kembali ponsel tersebut ke meja di depannya.
__ADS_1
“ Kamu ikut aku ke dokter untuk periksa apakah rahim kamu
sehat atau tidak, walau aku belum setuju jika kamu menikahi Vico tapi aku ingin
segera punya cucu teman-temanku sudah selalu pamer di sosial media.” Ucap mama
Vico sambil menarik lengan Arini paksa yang masih terduduk di kursinya.
“ Arini sehat ma, Arini sudah cek ke dokter beberapa bulan
lalu jadi mama tenang saja mungkin masih belum waktunya.” Ucap Arini enggan
beranjak dari tempat duduknya. Kesal mulai melanda hatinya dengan ucapan
mertuanya tersebut tapi bagaimana lagi Arini harus menahannya.
“ Sudahlah cepat ikut saja, kamu itu keras kepala sekali
tinggal ikut saja, aku punya kenalan dokter spesialis yang sangat andal
dibidang itu, jika memang kurang subur bisa diberi obat biar bisa segera hamil
kamu, atau kamu memang sengaja tidak mau hamil anaknya Vico karena kalian dijodohkan
?” Tanya mama Vico curiga dengan Arini dengan sebelah alisnya meninggi menatap
Arini.
“ Tidak ma sungguh, baiklah Arini akan ikut sebentar Arini
mengambil tas Arini dulu.” Ucap Arini tidak ingin berdebat dan menurut saja keinginan
mama Vico. Usai Arini bersiap mereka pun pergi ke rumah sakit dengan mobil mama
Vico.
Sesampai di rumah sakit yang tak lain masih milik keluarga
Vico itu Arini diajak ke bagian pengecekan HSG terlihat dokter pria tampan
tengah duduk menunggu kedatangan Arini di mana sebelumnya sudah dihubungi mama
Vico.
“ Silakan berbaring di sini.” Ucap Dokter tersebut dibantu
seorang perawat membantu Arini berbaring. Arini sangat malu dengan pengecekan
ini di mana sebelumnya Vico menyiapkan dokter wanita tapi kali ini dokternya
adalah pria.
Bali
Sore pun tiba kebiasaan para wisatawan saat berada di pulau
dewata adalah menikmati hidangan seafood dengan pemandangan hilir mudik pesawat
lepas landas, matahari terbenam di daerah Jimbaran.
Kala Orlando berdiri dari kursinya untuk ke toilet tiba-tiba
dari belakang ada seseorang yang menumpahkan segelas jus ke pakaiannya.
“ Shit What the hell are you doing ?” Ucapnya sangat
marah karena merasa pakaiannya dan badanya lengket dengan jus stroberi yang
dibawa seorang gadis yang tak lain wanita yang sebelumnya menabraknya di
pinggir pantai Kuta tadi.
__ADS_1
“ Maaf.” Ucapnya kembali singkat dengan wajah Arogan seakan
tidak bersalah.