My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Tekanan dari Ibu Mertua


__ADS_3

Seorang wanita setengah baya terlihat duduk di kursi ruangan


rapat. Pakaian berwarna ungu yang ia kenakan mencolok mata yang memandang. Tas


Putih dengan sentuhan emas terlihat terpampang nyata di depannya bertengger di


meja panjang yang biasa digunakan untuk karyawan melakukan rapat. Polesan make


up tebal tak luput dengan lipstik warna merahnya. Terlihat ketidaksabaran dari


caranya memegang benda kotak yang ia biasa gunakan untuk berkomunikasi itu.


Clack


Terdengar pintu terbuka memperlihatkan Arini yang sudah


menata diri dan perasaan menemui wanita yang telah melahirkan suaminya itu.


Senyum manis terpasang pada wajah cantik Arini.


“ Apa kabar Ma ?” Tanya Arini sambil mencoba memeluk wanita


dengan pandangan masam itu. Sayang tindakan ramah Arini sepertinya tidak


berbalas baik dari wanita itu. Dirinya enggan memeluk wanita yang sangat


dicintai anak semata wayangnya itu.


“ Baik. O iya ajak Vico ke rumah dia sudah lama tidak pulang.”


Ucapnya tanpa basa-basi entah apa salah Arini hingga wanita itu sangat tidak


menyukai Arini hingga belum rela jika Vico menjadi suaminya. Tatapan tak ramah


selalu dia berikan jika melihat Arini.


“ Baik ma, nanti Arini akan ajak Vico ke rumah.” Jawab Arini


tetap sopan. Tak berapa lama Vivi membawakan dua cangkir teh dan sedikit


camilan. Arini pun mempersilahkan mama Vico untuk menikmati sajian itu.


“ O iya kamu kan sudah lama menikah, masih belum ada kabar


kehamilan ?” Tanya mama Vico tanpa mempedulikan makanan dan minuman yang


tersaji. Apalagi perasaan Arini sudah pasti tidak akan menjadi perhatiannya.


Dia masih berusaha memojokkan Arini dengan hal yang merupakan takdir dari yang Maha


Kuasa itu.


“ Maaf ma masih belum, doakan semoga Arini bisa segera


dikaruniai momongan, jika ada kabar mama akan Arini kabari.” Jawab Arini dengan


wajah sedikit tersenyum walau perih dadanya melanda. Arini dan Vico sudah


berusaha baik doa maupun tindakan tapi mau bagaimana lagi sampai sekarang Arini


masih belum merasakan tanda-tanda kehamilan.


Drt drt drt


Terdengar getaran ponsel dari meja di depan Arini duduk. Merasa


pertemuannya dengan mama Vico lebih penting dia membiarkan saja. Hingga mama Vico


menyuruhnya mengangkat panggilan itu setelah mengetahui jika yang menghubungi


Arini adalah Vico. Tetapi mama Vico menyuruh Arini tidak memberi tahu kalau

__ADS_1


dirinya berada di kantor Vico.


“ Iya Vic ada apa ?” Tanya Arini mencoba menjawab seperti


biasa dengan menatap wajah mama Vico.


“ Ar aku sepertinya hari ini akan terbang ke Italia dengan


Kim ada masalah mendadak di sana, maafkan aku tidak bisa di rumah selama


beberapa hari.” Ucap Vico yang terlihat berada di dalam mobil yang dikendarai


sekretaris Kim


Bali


“Hah memang berlibur sangat menyenangkan pantas saja


orang-orang sangat menyukai tempat ini.” Ucap Orlando yang tengah duduk di


pinggir pantai ditemani wanita cantik berpakaian bikini. Terlihat dia memakai


celana selutut berwarna biru dengan sebotol bir di sampingnya.


“ Vico sudah menikah sekarang, istrinya cantik yang menjadi


idamanku saat kecil, beruntung sekali dia bertemu dengannya lebih dulu jika aku


tahu dia orang negara ini aku pasti mencarinya ke sini dan bertemu lebih dulu


sayang aku hanya mencari di daerah Belanda saja. Semoga aku juga bisa segera


bertemu dengan wanita yang cantik sepeti dia.” Lamun Orlando yang sudah


ditemani wanita berambut pirang.


Bruk.


“ Hati-hati kalau jalan masa tidak lihat ada orang duduk di


celana jeans pendek dan tank top armi yang sedang bermain layang-layang


menabraknya yang sedang duduk.


“ Maaf .” Ucap wanita itu singkat tanpa merasa bersalah dan


langsung pergi meninggalkan Orlando.


“ Dasar wanita menyebalkan baru kali ini aku bertemu dengan


wanita ceroboh dan arogan sepertinya.” Keluh Orlando sambil membersihkan


tubuhnya yang terkena pasir dibantu wanita yang menemaninya.


“ Semoga aku tidak bertemu lagi membuat suasana hati buruk


saja.” Kembali Orlando memandang laut di depannya menikmati deburan obak kala


dia telah lelah bermain surfing sebelumnya.


Kantor Arini


“ Apa kata Vico ?” Tanya mama Vico ingin tahu apa yang


dibicarakan Arini dan Vico karena dia sibuk dengan ponselnya kala Arini sedang


berkomunikasi dengan Vico.


“ Vico akan pergi ke Italia untuk beberapa hari ma.” Jawab


Arini sambil menaruh kembali ponsel tersebut ke meja di depannya.

__ADS_1


“ Kamu ikut aku ke dokter untuk periksa apakah rahim kamu


sehat atau tidak, walau aku belum setuju jika kamu menikahi Vico tapi aku ingin


segera punya cucu teman-temanku sudah selalu pamer di sosial media.” Ucap mama


Vico sambil menarik lengan Arini paksa yang masih terduduk di kursinya.


“ Arini sehat ma, Arini sudah cek ke dokter beberapa bulan


lalu jadi mama tenang saja mungkin masih belum waktunya.” Ucap Arini enggan


beranjak dari tempat duduknya. Kesal mulai melanda hatinya dengan ucapan


mertuanya tersebut tapi bagaimana lagi Arini harus menahannya.


“ Sudahlah cepat ikut saja, kamu itu keras kepala sekali


tinggal ikut saja, aku punya kenalan dokter spesialis yang sangat andal


dibidang itu, jika memang kurang subur bisa diberi obat biar bisa segera hamil


kamu, atau kamu memang sengaja tidak mau hamil anaknya Vico karena kalian dijodohkan


?” Tanya mama Vico curiga dengan Arini dengan sebelah alisnya meninggi menatap


Arini.


“ Tidak ma sungguh, baiklah Arini akan ikut sebentar Arini


mengambil tas Arini dulu.” Ucap Arini tidak ingin berdebat dan menurut saja keinginan


mama Vico. Usai Arini bersiap mereka pun pergi ke rumah sakit dengan mobil mama


Vico.


Sesampai di rumah sakit yang tak lain masih milik keluarga


Vico itu Arini diajak ke bagian pengecekan HSG terlihat dokter pria tampan


tengah duduk menunggu kedatangan Arini di mana sebelumnya sudah dihubungi mama


Vico.


“ Silakan berbaring di sini.” Ucap Dokter tersebut dibantu


seorang perawat membantu Arini berbaring. Arini sangat malu dengan pengecekan


ini di mana sebelumnya Vico menyiapkan dokter wanita tapi kali ini dokternya


adalah pria.


 Bali


Sore pun tiba kebiasaan para wisatawan saat berada di pulau


dewata adalah menikmati hidangan seafood dengan pemandangan hilir mudik pesawat


lepas landas, matahari terbenam di daerah Jimbaran.


Kala Orlando berdiri dari kursinya untuk ke toilet tiba-tiba


dari belakang ada seseorang yang menumpahkan segelas jus ke pakaiannya.


“ Shit What the hell are you doing ?” Ucapnya sangat


marah karena merasa pakaiannya dan badanya lengket dengan jus stroberi yang


dibawa seorang gadis yang tak lain wanita yang sebelumnya menabraknya di


pinggir pantai Kuta tadi.

__ADS_1


“ Maaf.” Ucapnya kembali singkat dengan wajah Arogan seakan


tidak bersalah.


__ADS_2