
Arini bangun lebih awal, terlihat dia sedikit kesusahan saat
ingin bangun karena dekapan tangan Vico di pinggangnya yang tidak lepas dari
semalam. Arini berusaha memindahkannya pelan-pelan agar Vico tidak terbangun
tetapi dia tidak berhasil.
“ Vic bisakah kamu memindahkan tanganmu aku ingin bangun.”
Bisiknya pada Vico.
“ Mmmmhhhhm.” Jawaban dari Vico tetapi tetap tidak bergerak.
“ Vic, aku harus bangun sekarang untuk sholat subuh.” Bisik
Arini lagi.
“ Mmmmmhhhm.” Jawab Vico lalu melepaskan dekapannya pada Arini
Arini lalu bangun langsung menuju kamar mandi dan melakukan
rutinitasnya.
Karena ucapan Vico kemarin, dia tidak turun ke bawah di
menunggu Vico di kamarnya.
Arini duduk di ranjang dengan kepala bersandar. Dia melihat
Vico yang masih tertidur pulas.
Dia tampan dan baik, maaf jika aku menyulitkanmu. Batin
Arini
Arini mengambil ponselnya dan membaca berita sambil menunggu
Vico bangun.
Vico terlihat sudah membuka matanya, dia lalu memandangi
Arini yang sedang duduk di sampingnya.
“ Pagi Arini.” Ucap Vico lalu mendekat ingin mengecup puncak
kepala Arini
Arini mendapat perlakukan itu hanya terdiam membeku.
“ Aku mandi dulu.” Ucap Vico lalu pergi ke kamar mandi
Arini menyiapkan pakaian Vico di ruang pakaian dan dia
menunggunya di kamar dengan memegang dasi yang ingin dipasangkan pada Vico.
Saat Vico keluar sudah berpakaian rapi Arini menghampirinya
dan memasangkan dasi tersebut.
Setelah selesai Vico mencium puncak kepala Arini lagi dan
mengucapkan terima kasih.
Vico lalau menggandeng Arini menuju meja makan.
Mereka lalu duduk tidak lama kedua orang tua Vico datang dan
mulai mengambil sarapan masing-masing.
Seperti kemarin Arini mengambilkan makanan untuk Vico lalu
dirinya dan mulai makan.
“ Vic kamu pindah kapan ?” Tanya Ayah Vico saat sudah
menyelesaikan sarapan paginya.
“ Lusa pah.” Jawab Vico singkat sambil tangannya meraih segelas
air putih.
“ Kenapa buru-buru sekali, apa karena ingin segera
memberikan papah cucu ?” Ucap papah Vico menggoda anak semata wayangnya itu.
“ uhuk uhuk uhuk.” Arini tersedak mendengar hal itu
“ hati-hati Arini.” Ucap Vico dan menyodorkan segelas
minuman pada Arini.
“ Kenapa kamu tidak ingin memberikan Vico cucu anak.” Ucap
mamah Vico sinis terhadap Arini.
“ Mah.” Ucap Vico dan memandang mamahnya yang mengucapkan
__ADS_1
hal yang keterlaluan menurutnya itu.
“ Kenapa ? dia terlihat tidak bahagia di sini, kalau kamu
tidak menyukai anakku kamu berpisah saja dengannya, aku akan mencarikan wanita
lain yang sangat mencintai anakku.” Ucap mamah Vico sedikit emosi karena
anaknya yang membela wanita yang belum dia akui sebagai menantunya itu.
Karena Arini terlihat sudah menyelesaikan makanannya Vico
lalu menggandeng tangan Arini pergi dari meja makan untuk berangkat bekerja
tanpa berpamitan dengan kedua orang tuanya.
“ Mamah ini apa-apaan baru juga 2 hari mereka menjadi pasangan
suami istri sudah bicara perpisahan malah mengatakan hal yang menyakiti Arini.”
Ucap Papah Vico sedikit meninggi dengan wanita yang menjadi istrinya selama ini
itu.
“ Lihat sendiri itu menantu kesayanganmu dia terlihat tidak
mencintai Vico.” Jawab Mamah Vico sambil sorot matanya memandang Vico dan Arini
yang berjalan menjauh.
“ Mamah jangan menilai hal yang mamah sendiri tidak yakin
dengan hal itu.” Ucap papah Vico masih mencoba meredakan emosinya.
“ Papah apa tidak bisa melihatnya, Arini itu tidak
menyayangi anak kita Pah mamah tidak mau Vico menikah dengannya sejak awal.”
Ucap Mamah Vico lalu pergi meninggalkan suaminya di ruang makan.
Vico dan Arini sudah berada di dalam mobil yang dikendarai
sekretaris Kim.
Terlihat Arini hanya diam saja dari keluar rumah sampai
sekarang.
“ Arini apa yang mamah ucapkan kamu jangan masukkan ke hati
“ mmm.” Respon Arini sambil menganggukkan kepala dan
tersenyum pada Vico
“ Terima kasih.” Ucap Vico dan mengecup puncak kepala Arini sambil
menangkup kedua tangannya pada wajah Arini.
Sepertinya hari kedua pernikahan sudah ada kemajuan
sekarang sudah bisa mencium kening nona. Batin sekretaris Kim memandang
dari cermin di depannya.
“ Arini kamu langsung ke kantor Perusahaan Horison atau
kantor dulu ?”Tanya Vico
“ Kantor dulu ada yang perlu aku siapkan di kantor.” Jawab
Arini
“ Jangan lupa hari ini kita akan melihat beberapa rumah
untuk kita tempati.” Ucap Vico mengingatkan agendanya hari ini dengan Arini.
“ Baiklah.” Jawab Arini
Sesampainya di dekat kantor Arini, Vico lalu mencium puncak
kepala Arini lagi dan meninggalkannya ke kantor.
“ Kim bukankah istriku manis ?” Tanya Vico sambil tersenyum pada
sekretaris Kim
“ Iya Tuan.” Jawab sekretaris Kim singkat.
“ Kim menurutmu perlukan aku bulan madu sekarang aku ingin
mengajaknya jalan-jalan dan membuatnya nyaman saat berada di dekatku.” Ucap
Vico terlihat memikirkan rencana lebih dekatdengan Arini.
“ Iya tuan.” Ucap sekretaris Kim
“ Aturkan kim setelah aku pulang dari Italia dan siapkan
__ADS_1
beberapa pengawal untuk menjaga kita selama di sana, kalau bisa carikan tempat
yang romantis ya.” Ucap Vico lagi
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim
Kantor Arini
“ Vivi ayo berangkat sekarang, kita naik taxi saja ya aku
tidak bawa mobil.” Ucap Arini
“ Iya Nona.” Ucap Arini
Mereka lalu berangkat dengan menaiki taxi menuju kantor
Perusahaan Horison.
Terlihat banyak perwakilan perusahaan yang hadir mengikuti
presentasi itu.
Haris CEO perusahaan itu masuk untuk melihat rapat penentuan
desain untuk pembangunan Kawasan perumahan mewah yang menjadi proyeknya saat
ini.
Semua melakukan presentasi dengan baik tak terkecuali Arini.
Presentasi tersebut selesai dan semua orang akan meninggalkan
ruangan itu, Haris menarik tangan Arini saat mereka keluar dari ruangan menuju
ruangannya.
“Lepaskan apa yang Anda lakukan ?” Tanya Arini sambil
menghempaskan tangannya dari genggaman Haris.
Haris membawa Arini sendirian ke kantor karena saat itu Vivi
ijin ke toilet dan Arini berdiri di depan ruang rapat itu.
“ Arini apa kamu lupa denganku ?” Tanya Haris yang memang
dari tadi memandangi Arini selama rapat bahkan tidak memperhatikan peserta lain
saat menyampaikan desainnya.
“ Tidak, anda siapa ?” Ucap Arini
“ Aku Haris Verhoven, kamu ingat ?” Ucap Haris Lagi
“ Iya sekarang aku ingat, ada apa ?” Tanya Arini yang sudah
ingat dengan sosok Haris orang yang selalu mengejar-ngejarnya saat SMA tetapi
Haris baik dan selalu menunggu Arini walaupun di tolak Arini berkali-kali
karena dia tidak ingin menjalin hubungan saat SMA.
“ Kamu kapan ke Indonesia ? Jika aku tahu aku pasti akan
menemuimu.” Ucap Haris Lagi
“ sudah hampir satu tahun aku di sini, dan aku membuat
perusahaan desain di sini.” Ucap Arini
“ Jika saja kamu tidak pindah ke Inggris, kita pasti sudah
menjalin hubungan yang serius, saat itu sebenarnya aku ingin pergi ke sana
untuk kuliah di Universitas yang sama denganmu tapi orang tuaku tidak
menyetujuinya.” Ucap Haris memandang Arini dengan lekat.
“ mmmh.” Ucap Arini
“ Bagaimana keadaanmu ?” Tanya Haris lagi
“ seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja.” Jawab Arini
“ Bagaimana kalau kita makan siang ?” Tanya Haris
“ Tidak bisa aku ada janji hari ini.” Jawab Arini
“ Bagaimana kalau makan malam.” Tanya Haris lagi
“ Aku belum tahu.” Jawab Arini
“ Ayolah Arini, aku sampai sekarang belum memiliki pasangan
dan mencarimu tapi tidak ada yang mengetahui keberadaanmu saat aku menanyakan
pada anak-anak lain.” Ucap Haris
__ADS_1