My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Menghentikan Perasaaan Cinta


__ADS_3

“ Kim.” Ucap Vico memberikan perintah dengan pandangan mata


pada sekretaris Kim.


Sekretaris Kim yang paham walau hanya dengan pandangan mata


itu lalu membuka ponsel Vico yang dia bawa dan menunjukkan foto yang Vico


terima semalam pada Aldo.


Aldo terlihat kaget dan berkeringat dingin melihat sosok


yang benar dirinya sedang tidur bertelanjang dada memeluk Arini di atas ranjang


Poppy semalam itu.


“ Tuan saya bisa jelaskan masalah ini, saya tidak melakukan


ini semalam saya hanya bertemu dengan nona Poppy dan itu pun karena saya ingin


bertemu dengan nona Arini sesuai ucapannya, karena nona Poppy adalah teman


Arini sehingga saya menemuinya tetapi saya tiba-tiba pusing dan tidak sadarkan


diri sampai tadi pagi.” Jelas Aldo menceritakan kejadian yang dia alami semalam


di kamar Hotel Poppy sesuai ingatannya.


“ Dasar bodoh, Poppy adalah mantanku dan bukan teman Arini


karena kelicikannya dan kebodohanmu kamu dimanfaatkan. Sudahlah intinya jauhi


Arini jangan pernah mendekatinya jika tidak silakan angkat kaki dari


perusahaanmu itu oh bukan perusahaan itu sudah jadi milikku sekarang.” Ucap


Vico yang mengucapkan kata-katanya dengan nada Perintah yang tegas diakhiri


seringai meledek pada Aldo lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan Rapat itu.


“ Baik Tuan Vico sekali lagi saya mohon maaf.” Ucap Aldo


yang merasa bersalah dan mulai detik itu menghentikan perasaan cintanya pada


Arini karena tidak ingin berurusan dengan Vico lagi.


“ Sialan kamu Poppy kamu membuatku kehilangan perusahaanku


yang kubangun dengan susah payah.” Umpat Aldo yang terlihat sangat marah pada


kebodohannya yang percaya saja dengan ucapan Poppy sehingga dia terjerumus dan


malah berurusan dengan Vico bahkan hampir kehilangan jabatannya saat ini.


Aldo yang terlihat berapi-api itu pun lalu pergi meninggalkan


kantor Angkasa Grup menuju perusahaannya.


Ruangan Vico


“ Kim untuk Poppy aku ingin beritanya besok sudah bisa aku


baca, oh untuk perusahaan Aldo bereskan secepatnya dan buat kembali normal,


awasi dia jangan sampai macam-macam.” Perintah Vico pada sekretaris Kim.


“ Baik Tuan.” Sekretaris Kim membungkuk lalu pergi


meninggalkan ruangan Vico.


“ Wanitaku terlalu cantik hingga membuat banyak Pria


menyukainya, emmm tapi kalau tidak cantik dan membuat hati banyak pria terpikat


mungkin aku juga tidak terpikat sampai seperti ini.” Gumam Vico saat sekretaris


Kim sudah tidak terlihat di ruangan itu dan terlihat senyum puas karena


memiliki Arini sebagai istrinya.


“ Aku ingin sekali membuatnya hanya di rumah tapi Arini


pasti tidak mau jika aku memintanya tidak bekerja, hah aku hanya bisa

__ADS_1


mendukungnya dan melindunginya dari para kumbang yang mendekat.” Ucap Vico lagi


memikirkan cara melindungi Arini dari para pria yang menyukainya.


Jerman


“ Bagaimana Persiapannya sudah beres semua ?” Tanya Fernando


pada asistennya karena memang dia lusa akan berangkat ke Indonesia menjalankan


kerja sama dengan beberapa relasi baru untuk memperluas perusahaannya dan juga


menjalankan rencana penculikan Arini lagi untuk memeras Vico agar memberikan


semua harta orang tuanya dan juga membalas dendam dengan apa yang dia terima


dari Vico di mana penglihatannya tidak dapat digunakan sekarang karena masalah


sebelumnya.


“ Sudah tuan, semuanya sudah beres dan persiapan dari semua


anak buah yang kita kirim dahulu ke Indonesia sudah mempelajari kebiasaan dan


juga rutinitas nona Arini dan Vico.” Jawab asisten kepercayaan Orlando itu.


“ Oke, kali ini jangan sampai gagal atau aku akan kehilangan


penglihatan satunya bahkan nyawa kali ini melihat betapa sadisnya keponakanku


sekarang yang tidak kenal ampun itu.” Peringatan Fernando pada asistennya.


“ Siap Tuan.” Jawab asisten pribadinya tegas.


“ Keponakan kurang ajar tunggu pembalasanku, jika saja kamu


mau menurutiku kamu tidak akan mengalami ini.” Ucap Fernando sambil tersenyum


licik.


Kantor Arini


Terlihat Arini sedang melakukan rapat dengan para


untuk mengerjakan tender-tender itu membaginya dengan tim-tim desain yang dia


miliki.


“ Saya harap semuanya bekerja keras dan mendapatkan tender-tender


yang kita terima ini, ingat berikan kreativitas dan keunikan pada setiap desain


yang kalian buat serta jadilah pendengar yang bisa memahami keinginan klien


yang sudah percaya pada perusahaan kita dan presentasikan dengan baik desain


kalian sebaik dan sekomunikatif mungkin sehingga klien tertarik dan memilik


desain kita. Semangat semuanya.” Ucap Arini yang terdengar sangat berwibawa di


depan semua karyawannya.


“ Baik nona Arini.” Jawaban semua anggota tim desain yang


hadi di ruang rapat itu.


“ Oke kalian bisa mulai membuat desain sesuai pembagian tender


jika ada kesulitan jangan pernah takut untuk menemuiku. Terima kasih rapat


selesai.” Ucap Arini lalu pergi meninggalkan karyawannya yang berada di ruang


rapat.


Arini terlihat mendudukkan tubuhnya di sofa depan meja


kerjanya.


“ Aku bersyukur semua berjalan baik sampai sekarang, heh


lelah sekali.” Ucapnya sambil merenggangkan sendi sendinya yang merasa kaku


karena kelelahan.

__ADS_1


Drt drt drt drt


Arini yang mendengar ponselnya bergetar segera mengambilnya


yang kala itu berada di atas meja kerjanya.


“ Halo iya Vic, ada apa ?” Tanya Arini sambil kembali


mendudukkan tubuhnya di sofa.


“ Arini atur waktumu lusa kita ke


Bali !” Perintah Vico melalui panggilan telepon.


“ Lusa, kenapa kamu baru memberitahuku


sekarang aku lusa tidak bisa bagaimana jika berangkat 2 hari lagi ?” Tolak


Arini karena dia lusa ada pertemuan penting dengan kliennya.


“ Tidak bisa aku sudah


mengaturnya lusa minta sekretarismu membereskannya.” Ucap Vico tidak mau


ditolak atau ditawar.


“ Ya sudahlah aku akan aturkan


waktunya, kenapa kamu selalu tiba-tiba kalau mengajak ke mana-mana, menyebalkan


sekali.” Gerutu Arini yang memang tidak pernah bisa menawar perintah Vico.


“ Ya sudah nanti aku jemput


pulang kerja.” Ucap Vico dan akan memutuskan panggilannya.


“ Tunggu, berapa lama kita ke


Bali ?” Tanya Arini lagi agar dia bisa mengatur perusahaannya yang mulai


berkembang itu.


“ terserah kamu seminggu juga


tidak apa-apa .” Jawab Vico dengan santai pada Arini.


“ Apa kamu tidak sibuk selama


itu, 3 hari saja bagaimana aku sedikit sibuk minggu ini ?” Ucap Arini pada Vico


minta disetujui pengaturan waktu itu.


“ 4 Hari saja, tenang aku bisa


mengatur semuanya ada Kim yang bisa melakukan segalanya untukku.” Jawab Vico


pada ucapan Arini.


“ Baiklah.” Jawab Arini pasrah


pada ucapan Vico karena percuma juga kalau menawarnya tidak akan bisa berubah


juga keputusan Vico itu.


“ Oke, tunggu aku nanti.” Ucap


Vico mengingatkan Arini.


“ Mmmh.” Gumam Arini lalu


mengakhiri panggilannya.


Arini setelah mengetahui rencana


liburannya dengan Vico lalu memanggil Vivi melalui panggilan telepon.


“ Vivi datanglah ke ruanganku


sekarang.”


“ Baik nona.” Jawab Vivi lalu


berdiri dari meja kerjanya dan berjalan menuju ke ruangan Arini.

__ADS_1


__ADS_2