My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Penculikan


__ADS_3

Terlihat Arini sedang fokus dengan leptop abu-abu miliknya,


berbagai desain tengah dia teliti dan beberapa email laporan dari sekretarisnya


Vivi. Meja kerja yang tersedia dari Hotel dan segelas jus stroberry menjadi


temannya menunggu suami yang tengah bertemu dengan rekan kerjanya tersebut.


Beberapa kali benda pipih di dekatnya dia lihat karena sejak


kepergian suami tercintanya tidak ada kabar sama sekali bahkan sebuah pesan pun


tidak masuk karena memang waktu yang terlihat mulai siang. Sesuai janjinya Vico


memang seharusnya sudah menghubunginya untuk bersiap-siap meninggalkan hotel


tersebut.


Arini yang mulai bosan dan juga tidak ingin menghubungi Vico


yang tengah sibuk dengan pekerjaannya beralih meninggalkan hotel untuk melihat


pemandangan pantai. Deburan ombak bersaut-sautan sepoi angin meniup pohon


kelapa hangatnya surya mulai menusuk kulit putih Arini.


Wanita cantik itu menggunakan dress warna kuning dengan topi


pantai berwarna senada. Zack yang di tugaskan menjaga istri orang berpengaruh


di negerinya itu terlihat berdiri di kejauhan memperhatikan Arini yang tengah


duduk di pasir putih pantai tanpa merasa kepanasan itu.


Rambut kecoklatan milik Arini ikut menari-nari karena angin laut


yang lembut berhembus. Senyum manis seakan matahari pagi yang tengah terbit


terulas pada wajah Arini menikmati suasana damai yang sedang dia nikmati


sendiri tanpa kehadiran pria yang telah menjadi suaminya.


“ Apakah masih belum selesai ? “  Gumamnya kembali mulai bosan sambil melihat


layar ponsel yang tengah dia genggam masih belum menunjukkan panggilan dari


Vico.


Kala bosan melanda pria yang menjadi teman dan anak buah


Vico bernama Zack terlihat mendekati nona muda yang menggerutu menunggu


suaminya tersebut. Kaki panjang dan langkahnya membuat wanita cantik itu


menoleh pada asal suara tersebut.


“ Nona Arini Tuan Vico memerintahkan untuk membawa nona


pergi dengan saya untuk menemuinya.” Zack terlihat sopan menyampaikan perintah


palsu dari Vico tersebut.


“ Benarkah ?” Arini yang tidak percaya dengan ucapan Zack


mencoba mengkonfirmasi pada Vico dengan menghubungi Vico tetapi di gagalkan


Zack.


“ Nona saat ini Tuan Vico sedang sibuk tadi saya dapat


konfirmasi dari sekretaris Kim.” Zack mencoba mengurungkan niat konfirmasi


Arini yang tidak mempercayai ucapan Zack tersebut.


Karena memang Vico sudah menyuruhnya menunggu dan tidak


pergi ke mana-mana meninggalkan Hotel tempatnya menginap tersebut.


Mencoba mempercayai ucapan Zack tersebut Arini bangkit dari


duduknya dan membersihkan beberapa pasir yang menempel pada dress kuningnya.


Arini mulai melangkah kembali ke kamar miliknya.


Arini kemudian menyiapkan barang bawaannya. Lalu keluar dan


menemui Zack untuk membawakan barang bawaan yang cukup berat jika dia bawa

__ADS_1


sendiri tersebut.


“ Tidak perlu nona, kita tidak pindah penginapan hanya ingin


makan siang saja.” Zack menjelaskan tujuan pertemuannya dengan Vico.


Arini terlihat mengernyit dengan pernyataan itu tapi


lagi-lagi dia mencoba mempercayai ucapan anak buah Vico tersebut dan


mengikutinya meninggalkan kamar hotel miliknya. Arini masih menggunakan busana


yang sama dengan tas kecil tempat menyimpan ponsel dan dompet miliknya.


Zack dan Arini memasuki mobil warna hitam dengan model jeep


saat Arini masuk sebuah tangan membekapnya dari belakang menggunakan sapu


tangan hingga membuatnya tak berdaya dan pingsan di dalam kendaraan tersebut.


Tas yang sebelumnya dia bawa di kembalikan ke dalam kamar


miliknya oleh pria yang menjadi kaki tangan Zack kembali ke kamar Arini. Para


penjaga yang biasa terlihat berdiri di berbagai sudut kali ini terlihat tengah


tergeletak di satu ruangan, dari makanan yang tersisa sepertinya makanan


miliknya telah di berikan obat tidur.


Karena memang siang itu sesuai perintah Zack merupakan waktu


pergantian shift untuk istirahat tetapi orang yang menjadi pengganti shift


adalah orang milik Zack buka dari bawahan Vico sendiri.


Seringai puas karena dengan mudah dia bisa membawa Arini


meninggalkan hotel terlihat dari wajah tampan Zack yang duduk di samping sopir


mobil yang membawa Arini ke suatu tempat itu.


Bandara menjadi tujuan mereka. Dengan sigap Arini di


dudukkan pada kursi roda dengan tubuhnya ditutupi selimut dan di pakaikan kaca


Zack dan 2 orang lain terlihat sudah mengganti pakaian mereka dengan pakaian


kasual membuatnya dapat mengelabuhi semua orang dengan mudah. Penerbangan kedua


dari bandara besar menuju ke sebuah pulai kecil tidak membuat Arini tersadar


sedikit pun.


Perjalanan cukup lama hingga keduanya terlihat sudah berada di


depan sebuah rumah yang cukup kecil dengan tembok-tembok bercat abu-abu yang


mulai terkelupas. Banyak dedaunan yang gugur berserakan, ranting berserakan


serta rumput yang tumbuh tinggi menyambut kedatangan mereka.


Arini di masukkan ke dalam sebuah kamar dengan ventilasi


kecil. Dirinya tengah terikat pada sebuah kursi kayu berwarna abu-abu, rasa


pengap dan lembab membuat suasana semakin menakutkan dalam kamar tersebut. Obat


bius yang mulai menghilang efeknya membuat Arini terlihat mencoba memulihkan


kesadarannya. Kelopak matanya mulai terbuka pelan dengan beberapa kali kerjapan


menyesuaikan cahaya masuk pada kornea mata coklatnya.


Arini mencoba menggerakkan tangan dan kakinya tetapi


semuanya sudah terikat kuat hingga dia ingin berteriak tapi semua itu sia-sia


karena mulutnya telah tersumpal oleh kain. Pandangannya menyapu ke seluruh


sudut ruangan itu mencoba mengetahui keberadaannya tapi tetap nihil dia tidak


tahu.


Arini mencoba memberontak dan mencari benda yang dapat dia


gunakan untuk melepaskan diri tapi tetap sia-siap. Zack yang mendengar suara

__ADS_1


berisik dari kamar Arini mengambil topeng miliknya dan mendatangi Arini.


“ Diamlah.” Teriaknya keras membuat Arini sedikit takut dan


menghentikan gerakan serta teriakkannya butiran bening mengalir dari kelopak


mata indahnya.


Dalam hatinya hanya nama Vico yang selalu dia panggil ingin


sekali suami tercintanya itu dapat menemukannya.


Zack yang sudah membuat Arini terdiam lalu kembali


meninggalkan Arini dan menutup kencang pintu kamar tersebut. Dia merogoh


sakunya mengambil benda pipih dan menghubungi seseorang.


“ Sudah beres, dia di tempatku segera bereskan.” Entah siapa


yang tengah dia hubungi seringai dan sorot bagai iblis merasa puas mengakhiri


panggilannya tersebut.


Arini mencoba membuka ikatan tangannya sesuai ilmu yang


sudah dia pelajari dari kakaknya, walau sulit Arini terlihat berhasil


melakukannya, dia mencoba tidak mengeluarkan suara dari ruangan itu.


Ikatan kaki dan tangannya serta sumpalan pada mulutnya sudah


dia bereskan. Terlihat dia berpikir keras untuk dapat keluar dari ruangan yang semakin


gelap karena hari mulai sore itu.


“ Bagaimana aku bisa keluar, tidak ada celah sama sekali di


kamar ini.” Gumam Arini sambil menggigit bibir bawahnya tersebut.


Bali


Vico yang cemas sudah sampai di Hotelnya menginap dan


melihat semua barang masih ada di kamarnya bahkan ponsel dan dompet Arini juga


masih di kamar tersebut. Sorot mata kacau dan marah membuatnya terlihat bagai


iblis yang siap menghancurkan apa pun karena kehilangan Arini. Kecerobohannya


sekali lagi membuat wanita kesayangannya itu hilang dari pengawasannya.


“ Bagaimana Kim sudah menemukan posisinya ?” Vico bertanya


pada sekretaris Kim yang tengah mengikutinya di belakang.


“ Sudah Tuan, nona sepertinya ada di sebuah pulau tak


berpenghuni.” Sekretaris Kim menjelaskan keberadaan Arini setelah menghubungi


anak buahnya yang melacak posisi kalung yang di pakai Arini.


“ Sialan, hubungi pamanku Kim!” Perintah Vico karena merasa


ini pasti kelakuan pamannya yang selalu gila harta tersebut.


Hai sobat Happy semua yang sudah selalu mendukung karya Happy..


Terima kasih banyak ya... Muchhh 1000 Love for you all..


Semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT


Jangan Lupa dukung Happy terus ya..


Dengan sukai


Kasih Komentar


Jadikan Favorit


Berikan Rate


Vote juga ya....


Thank You...


Happy Reading with Happy Blue

__ADS_1


__ADS_2