
“ Ada yang bisa saya bantu nona Arini ?” Tanya Vivi yang
baru masuk dan berdiri di depan Arini.
“ Vivi mulai lusa sampai 4 hari ke depan aku tidak akan ke
kantor ada urusan jadi semua tugas aku harap kamu bisa membereskannya jika ada
apa-apa kamu bisa menghubungiku dan masalah laporan dan desain email saja
padaku.” Perintah Arini pada Vivi.
“ Baik nona.” Jawab Vivi lalu Arini berterima kasih dan
meminta Vivi kembali ke meja kerjanya.
Kafe X
“ Tante ingin pesan apa ?” Tanya Poppy pada mamah Vico saat
mereka sudah duduk di pojok dekat taman bunga mawar pink yang sangat indah itu.
“ Tante seperti biasanya saja Pop.” Jawab mamah Vico
terlihat senang dengan pertemuannya dengan Poppy.
“ Mbak pesan caramel macchiato 2 dan 1 cheese cake
sama 1 red velvet cake ya mbak.” Ucap Poppy pada pelayan yang berdiri di
depannya.
“ Baik nona.” Jawab pelayan itu lalu meninggalkan Poppy dan
mamah Vico.
“ Tante bagaimana kabarnya ? Poppy sangat merindukan tante
karena lama tidak bertemu.” Ucap Poppy mengakrabkan diri seperti biasa pada
mamah Vico.
“ Tante sangat baik sekarang, kamu sendiri bagaimana
sekarang sudah menjadi model internasional selamat ya Poppy.” Puji mamah Vico
tulus karena kekagumannya.
“ Poppy sangat baik juga tante. Oh iya tante ini oleh-oleh
yang sudah Poppy persiapkan dari Paris khusus untuk Tante.” Ucapnya sambil
menyerahkan tas kertas yang dia bawa masuk ke Cafe itu. Karena dia tidak jadi
berangkat bersama tapi langsung bertemu di Kafe karena mamah Vico ada urusan
mendadak saat Poppy hendak menjemputnya hingga diputuskan untuk bertemu
langsung di Cafe tempat biasa mereka bertemu itu.
“ Ya Ampun terima kasih ya Poppy kamu sampai repot-repot
membawakan oleh-oleh dari Paris untuk tante, coba saja kamu yang jadi menantu
tante sekarang pasti tante senang sekali huh sayangnya Arini yang Vico pilih.”
Ucapnya senang saat melihat Tas Branded keluaran terbaru dari merek terkenal
yang menjadi oleh-oleh yang diberikan Poppy tapi berubah kecewa mengingat
menantunya sekarang.
“ Aduh tante Poppy sebenarnya masih sangat mencintai Vico,
tapi karena kesalahpahaman kita jadi berpisah mungkin Vico marah padaku dan
melampiaskan pada Arini tante, Vico sepertinya masih sangat mencintaiku.” Ucap
Poppy menampilkan rasa bersalah dan kesedihannya pada mamah Vico.
“ Benarkah ?” Tanya mamah Vico berubah semangat mendengar
pernyataan Poppy tersebut.
“ Iya tante, Vico sebenarnya meminta Poppy kembali tapi
__ADS_1
karena kontrak kerja Poppy saat di Paris yang tidak bisa ditinggal membuat
Poppy tidak bisa kembali dan baru kembali sekarang malah Viconya ternyata sudah
menikah tante.” Ucapnya dengan wajah sedih dan menggenggam tangan mamah Vico
dan berakting meneteskan air matanya.
“ Bagaimana kalau mamah bantu kamu kembali dengan Vico,
mamah soalnya tidak suka dengan Arini tidak seperti kamu yang ramah dan high
class dia tidak modis seperti tante jadi susah kalau bicara dengannya, apalagi
tingkah polosnya aduh tante sebal lihatnya.” Kembali mamah Vico menceritakan
keburukan Arini yang menurutnya tidak sesuai keinginannya itu.
“ Benarkah tante ?” Tanya Poppy semangat saat umpannya
termakan oleh mamah Vico, raut wajahnya terlihat bersemangat sambil menggenggam
erat tangan mamah Vico.
“ Iya sayang, tentu saja kamu adalah wanita yang cocok
mendampingi Vico, kalian juga sudah kenal sejak lama dan memiliki hubungan
spesial sebelumnya pasti akan berhasil.” Tegas mamah Vico membakar api semangat
memisahkan Arini dan Vico.
“ Silakan minuman dan makanannya nyonya dan nona, selamat
menikmati.” Ucap pelayan setelah menyajikan 2 minuman dan 2 makanan favorit
kedua wanita yang sama-sama tidak menyukai Arini itu. Tidak ada balasan pada
pelayan itu lalu pelayan pergi meninggalkan meja mereka.
“ Terima kasih tante, silakan diminum dulu tante.” Ucap
Poppy yang kembali menampilkan keceriaan karena mendapat dukungan dari calon mertua.
lalu menyesapnya pelan.
“ Iya sayang sama-sama tante juga pasti bahagia kalau kamu
yang jadi menantu tante, kita bisa jalan-jalan kamu juga bisa membantu Vico
dalam pekerjaan juga.” Jelas mamah Vico dan menarik sepiring kue lalu menyendok
potongan cheese cake yang menjadi kegemarannya saat berada di Cafe itu.
Mereka berbincang-bincang lalu melanjutkan belanja bersama
ke Mall milik Angkasa Grup terlihat kebahagiaan di kedua perempuan yang telah
lama menjalin hubungan itu, tidak ada kecanggungan dan sangat menikmati acara
belanjanya.
Keesokan hari
Semua surat kabar dan media online di penuhi dengan berita
tersebarnya vidio panas antara seorang model Internasional berkebangsaan
Indonesia yang melakukan hubungan s*ksual dengan pria tua tetapi wajah pria tua
tersebut disensor sedangkan sang wanita terpampang dengan jelas.
Vidio tersebut diperankan oleh Poppy dan sang Pria tidak
diketahui identitasnya.
Pagi itu Poppy benar-benar kaget dan stres mendapat banyak
tekanan dari berbagai pihak karena skandalnya terhadap Vidio panas yang
tersebar di dunia maya.
“ Sialan, bagaimana Vidio ini ada ? ini pasti ulah Vico,
Vico kamu kurang ajar.” Umpat Poppy yang terlihat sangat Frustasi dengan
__ADS_1
banyaknya panggilan yang dia terima karena adanya pertanyaan mengenai kebenaran
dari vidio yang beredar itu.
Poppy lalu bergegas ke kantor Angkasa Grup untuk meminta
pertanggung jawaban dengan Vico.
Drt drt drt drt
“ Halo iya Pah ?” Tanya Poppy menjawab panggilan papahnya
yang tidak biasa itu.
“ Anak si*lan apa yang kamu lakukan ? Perusahaan Vico
menghentikan kerja samanya dengan Perusahaan Papah mulai hari ini.” Teriak Papah
Poppy marah karena Perusahaannya tidak mendapat suntikan dana tiba-tiba dari
Angkasa Grup karena adanya pembatalan kerja sama.
“ Apa Pah ? Aku akan bicara dengan Vico, Poppy tutup dulu.”
Poppy tidak percaya bahkan Vico juga menyerang perusahaan Papahnya.
Poppy sudah tiba di perusahaan Angkasa Grup dia langsung
menuju lift karena memang sudah hafal dengan kantor Vico tidak ada yang
melarangnya masuk karena memang sudah dikonfirmasi sekretaris Kim untuk
membiarkan Poppy datang ke perusahaan hari ini sesuai rencana Vico.
Poppy masuk tanpa mengetuk pintu.
“ Vic apa yang kamu lakukan ?” Tanya Poppy marah pada Vico
yang kala itu duduk di kursinya terlihat menyeringai puas dengan hasil kerja
sekretaris Kim yang selalu sesuai keinginannya.
“ Kenapa ? membalas kamu dong.” Jawabnya santai seakan semua
itu pantas untuk Poppy terima.
“ Tapi kenapa sampai begini, kamu membuat aku tidak punya
pekerjaan, menghancurkan karirku bahkan menyerang bisnis keluargaku ?”
Bentaknya tidak terima akan perlakuan Vico.
“ Hahahaha ini menurutku bahkan kurang, dan aku hanya
membalas sedikit, asal kamu tahu jika kamu tidak menyentuh Arini aku tidak akan
melakukan ini tapi kamu malah membuatnya dipeluk pria lain, aku mengampunimu
saat kamu berkhianat mengingat kebersamaan kita sebelumnya dan aku sudah
memperingatkanmu jangan mendekatiku lagi tapi apa yang kamu lakukan ?” Jelas
Vico tegas dengan tatapan tajam pada Poppy.
“ Aku masih sangat mencintaimu Vic, aku ingin kita
bersama-sama seperti dulu lagi.” Jelas Poppy sambil meneteskan air matanya.
“ Cinta, kamu hanya terobsesi denganku, bahkan kamu menemui
mamahku dan ingin bersekongkol memisahkanku dengan Arini kan karena rencanamu
membuatku dan Arini bertengkar gagal ?” Tanya Vico lagi dengan menaikkan alis
matanya sebelah.
Sekretaris Kim yang berdiri tegap di samping Vico bagaikan
tiang tak bergerak tak berekspresi dan mengeluarkan kata-kata apa pun.
Anda salah taktik nona Poppy karena mengganggu nona Arini
bahkan Tuan Fernando yang Pamannya saja tidak diampuni karena membuat nona
lecet bahkan kehilangan indra penglihatannya sebelah. Batin sekretaris Kim.
__ADS_1