My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Pembalasan untuk Poppy


__ADS_3

“ Ada yang bisa saya bantu nona Arini ?” Tanya Vivi yang


baru masuk dan berdiri di depan Arini.


“ Vivi mulai lusa sampai 4 hari ke depan aku tidak akan ke


kantor ada urusan jadi semua tugas aku harap kamu bisa membereskannya jika ada


apa-apa kamu bisa menghubungiku dan masalah laporan dan desain email saja


padaku.” Perintah Arini pada Vivi.


“ Baik nona.” Jawab Vivi lalu Arini berterima kasih dan


meminta Vivi kembali ke meja kerjanya.


Kafe X


“ Tante ingin pesan apa ?” Tanya Poppy pada mamah Vico saat


mereka sudah duduk di pojok dekat taman bunga mawar pink yang sangat indah itu.


“ Tante seperti biasanya saja Pop.” Jawab mamah Vico


terlihat senang dengan pertemuannya dengan Poppy.


“ Mbak pesan caramel macchiato 2 dan 1 cheese cake


sama 1 red velvet cake ya mbak.” Ucap Poppy pada pelayan yang berdiri di


depannya.


“ Baik nona.” Jawab pelayan itu lalu meninggalkan Poppy dan


mamah Vico.


“ Tante bagaimana kabarnya ? Poppy sangat merindukan tante


karena lama tidak bertemu.” Ucap Poppy mengakrabkan diri seperti biasa pada


mamah Vico.


“ Tante sangat baik sekarang, kamu sendiri bagaimana


sekarang sudah menjadi model internasional selamat ya Poppy.” Puji mamah Vico


tulus karena kekagumannya.


“ Poppy sangat baik juga tante. Oh iya tante ini oleh-oleh


yang sudah Poppy persiapkan dari Paris khusus untuk Tante.” Ucapnya sambil


menyerahkan tas kertas yang dia bawa masuk ke Cafe itu. Karena dia tidak jadi


berangkat bersama tapi langsung bertemu di Kafe karena mamah Vico ada urusan


mendadak saat Poppy hendak menjemputnya hingga diputuskan untuk bertemu


langsung di Cafe tempat biasa mereka bertemu itu.


“ Ya Ampun terima kasih ya Poppy kamu sampai repot-repot


membawakan oleh-oleh dari Paris untuk tante, coba saja kamu yang jadi menantu


tante sekarang pasti tante senang sekali huh sayangnya Arini yang Vico pilih.”


Ucapnya senang saat melihat Tas Branded keluaran terbaru dari merek terkenal


yang menjadi oleh-oleh yang diberikan Poppy tapi berubah kecewa mengingat


menantunya sekarang.


“ Aduh tante Poppy sebenarnya masih sangat mencintai Vico,


tapi karena kesalahpahaman kita jadi berpisah mungkin Vico marah padaku dan


melampiaskan pada Arini tante, Vico sepertinya masih sangat mencintaiku.” Ucap


Poppy menampilkan rasa bersalah dan kesedihannya pada mamah Vico.


“ Benarkah ?” Tanya mamah Vico berubah semangat mendengar


pernyataan Poppy tersebut.


“ Iya tante, Vico sebenarnya meminta Poppy kembali tapi

__ADS_1


karena kontrak kerja Poppy saat di Paris yang tidak bisa ditinggal membuat


Poppy tidak bisa kembali dan baru kembali sekarang malah Viconya ternyata sudah


menikah tante.” Ucapnya dengan wajah sedih dan menggenggam tangan mamah Vico


dan berakting meneteskan air matanya.


“ Bagaimana kalau mamah bantu kamu kembali dengan Vico,


mamah soalnya tidak suka dengan Arini tidak seperti kamu yang ramah dan high


class dia tidak modis seperti tante jadi susah kalau bicara dengannya, apalagi


tingkah polosnya aduh tante sebal lihatnya.” Kembali mamah Vico menceritakan


keburukan Arini yang menurutnya tidak sesuai keinginannya itu.


“ Benarkah tante ?” Tanya Poppy semangat saat umpannya


termakan oleh mamah Vico, raut wajahnya terlihat bersemangat sambil menggenggam


erat tangan mamah Vico.


“ Iya sayang, tentu saja kamu adalah wanita yang cocok


mendampingi Vico, kalian juga sudah kenal sejak lama dan memiliki hubungan


spesial sebelumnya pasti akan berhasil.” Tegas mamah Vico membakar api semangat


memisahkan Arini dan Vico.


“ Silakan minuman dan makanannya nyonya dan nona, selamat


menikmati.” Ucap pelayan setelah menyajikan 2 minuman dan 2 makanan favorit


kedua wanita yang sama-sama tidak menyukai Arini itu. Tidak ada balasan pada


pelayan itu lalu pelayan pergi meninggalkan meja mereka.


“ Terima kasih tante, silakan diminum dulu tante.” Ucap


Poppy yang kembali menampilkan keceriaan karena mendapat dukungan dari calon mertua.


lalu menyesapnya pelan.


“ Iya sayang sama-sama tante juga pasti bahagia kalau kamu


yang jadi menantu tante, kita bisa jalan-jalan kamu juga bisa membantu Vico


dalam pekerjaan juga.” Jelas mamah Vico dan menarik sepiring kue lalu menyendok


potongan cheese cake yang menjadi kegemarannya saat berada di Cafe itu.


Mereka berbincang-bincang lalu melanjutkan belanja bersama


ke Mall milik Angkasa Grup terlihat kebahagiaan di kedua perempuan yang telah


lama menjalin hubungan itu, tidak ada kecanggungan dan sangat menikmati acara


belanjanya.


Keesokan hari


Semua surat kabar dan media online di penuhi dengan berita


tersebarnya vidio panas antara seorang model Internasional berkebangsaan


Indonesia yang melakukan hubungan s*ksual dengan pria tua tetapi wajah pria tua


tersebut disensor sedangkan sang wanita terpampang dengan jelas.


Vidio tersebut diperankan oleh Poppy dan sang Pria tidak


diketahui identitasnya.


Pagi itu Poppy benar-benar kaget dan stres mendapat banyak


tekanan dari berbagai pihak karena skandalnya terhadap Vidio panas yang


tersebar di dunia maya.


“ Sialan, bagaimana Vidio ini ada ? ini pasti ulah Vico,


Vico kamu kurang ajar.” Umpat Poppy yang terlihat sangat Frustasi dengan

__ADS_1


banyaknya panggilan yang dia terima karena adanya pertanyaan mengenai kebenaran


dari vidio yang beredar itu.


Poppy lalu bergegas ke kantor Angkasa Grup untuk meminta


pertanggung jawaban dengan Vico.


Drt drt drt drt


“ Halo iya Pah ?” Tanya Poppy menjawab panggilan papahnya


yang tidak biasa itu.


“ Anak si*lan apa yang kamu lakukan ? Perusahaan Vico


menghentikan kerja samanya dengan Perusahaan Papah mulai hari ini.” Teriak Papah


Poppy marah karena Perusahaannya tidak mendapat suntikan dana tiba-tiba dari


Angkasa Grup karena adanya pembatalan kerja sama.


“ Apa Pah ? Aku akan bicara dengan Vico, Poppy tutup dulu.”


Poppy tidak percaya bahkan Vico juga menyerang perusahaan Papahnya.


Poppy sudah tiba di perusahaan Angkasa Grup dia langsung


menuju lift karena memang sudah hafal dengan kantor Vico tidak ada yang


melarangnya masuk karena memang sudah dikonfirmasi sekretaris Kim untuk


membiarkan Poppy datang ke perusahaan hari ini sesuai rencana Vico.


Poppy masuk tanpa mengetuk pintu.


“ Vic apa yang kamu lakukan ?” Tanya Poppy marah pada Vico


yang kala itu duduk di kursinya terlihat menyeringai puas dengan hasil kerja


sekretaris Kim yang selalu sesuai keinginannya.


“ Kenapa ? membalas kamu dong.” Jawabnya santai seakan semua


itu pantas untuk Poppy terima.


“ Tapi kenapa sampai begini, kamu membuat aku tidak punya


pekerjaan, menghancurkan karirku bahkan menyerang bisnis keluargaku ?”


Bentaknya tidak terima akan perlakuan Vico.


“ Hahahaha ini menurutku bahkan kurang, dan aku hanya


membalas sedikit, asal kamu tahu jika kamu tidak menyentuh Arini aku tidak akan


melakukan ini tapi kamu malah membuatnya dipeluk pria lain, aku mengampunimu


saat kamu berkhianat mengingat kebersamaan kita sebelumnya dan aku sudah


memperingatkanmu jangan mendekatiku lagi tapi apa yang kamu lakukan ?” Jelas


Vico tegas dengan tatapan tajam pada Poppy.


“ Aku masih sangat mencintaimu Vic, aku ingin kita


bersama-sama seperti dulu lagi.” Jelas Poppy sambil meneteskan air matanya.


“ Cinta, kamu hanya terobsesi denganku, bahkan kamu menemui


mamahku dan ingin bersekongkol memisahkanku dengan Arini kan karena rencanamu


membuatku dan Arini bertengkar gagal ?” Tanya Vico lagi dengan menaikkan alis


matanya sebelah.


Sekretaris Kim yang berdiri tegap di samping Vico bagaikan


tiang tak bergerak tak berekspresi dan mengeluarkan kata-kata apa pun.


Anda salah taktik nona Poppy karena mengganggu nona Arini


bahkan Tuan Fernando yang Pamannya saja tidak diampuni karena membuat nona


lecet bahkan kehilangan indra penglihatannya sebelah. Batin sekretaris Kim.

__ADS_1


__ADS_2