
Tidak ada pembicaraan antara kedua pria tampan itu selama
berada di lift hanya tatapan tajam mengintimidasi dari Putra pada Vico yang
mencoba tetap tenang menghadapi kakak istrinya yang super protektif itu.
Ting suara Lift yang sampai di lantai yang mereka tuju pintu
pun terbuka terlihat keduanya berjalan dengan gagah dan tampan menuju pintu
ruangan orang nomor satu di Angkasa Grup. Sekretaris yang menyambut para pria
tampan itu terlihat sangat terpesona dengan Putra hingga pandangannya seakan
tidak ingin teralihkan. Usai kedua pria tampan itu masuk para sekretaris
bergosip ria.
“ Eh itu bukannya presdirnya AR yang menjadi idola wanita
saat ini dia nomor dua di hatiku setelah presdir kita .” Ucap sekretaris cantik
dengan rambut cepol rapi.
“ Iya betul sekali, kalau presdir kita selalu terlihat
garang dan maskulin kalau presdir AR terlihat tampan dan menawan seperti
opa-opa Korea, ahhhhh aku hari ini benar-benar senang melihat para pria
tampan.” Jawab sekretaris yang mulai duduk di kursinya.
“ Iya jika keduanya sering ada di sini aku pasti sangat
senang bekerja di sini terus.” Jawab wanita yang tengah merapikan bajunya.
“ Benar-benar pria tampan memang selalu membuat semangat
saat bekerja, aku bekerja di sini juga karena mengetahui kalau presdir kita
tuan Vico adalah pria tampan dan berpengaruh, siapa tahu bisa seperti
novel-novel yang aku baca seorang presdir yang jatuh cinta dengan
sekretarisnya.” Hayal sekretaris yang berpakaian seksi dengan kemeja biru.
“ Apa kamu pikir kamu saja yang menginginkan tuan Vico aku
juga begitu tahu. Huh tapi tadi pagi tuan Vico menggendong seorang wanita,
hatiku benar-benar hancur rasanya.” Ucap sekretaris yang memakai cepol.
“ Benar dia siapa ya ? sampai-sampai kita dilarang masuk ke
ruangan presdir oleh Tuan Kim, tidak biasanya tuan Vico seperti itu, bukankah
selama ini presdir kita tidak menjalin asmara dengan siapa pun ?” Tanya
sekretaris yang lain.
Sekretaris Kim yang merasa terganggu di ruangannya karena
perbincangan para bawahannya lalu keluar dan menghampiri para wanita cantik itu.
“ Kalian ingin terus bergosip ? segera ke ruangan HRD dan
ambil pesangon sekarang!” Ucapan sekretaris Kim membuyarkan pembicaraan para
wanita itu dan terlihat kembali serius pada komputer mereka masing-masing.
Melihat semua kembali normal sekretaris Kim langsung kembali ke ruangannya.
Putra yang sudah masuk kantor langsung disambut pelukan
hangat dari Arini. “ Kakak bagaimana kabarnya ? Arini sangat merindukan kakak.”
__ADS_1
Ucapnya yang berubah manja seperti sediakala.
“ Haduh harusnya kakak yang tanya padamu Ar, kalau kakak
pasti baik.” Ucap Putra sambil mengacak rambut Arini dengan lembut.
Drama keluarga adik kakak yang menyebalkan. Batin Vico yang
langsung menuju mejanya dan menghubungi sekretaris Kim. “ Kim tunda semua
jadwalku hari ini kak Putra ke sini .”
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim dan mulai mengatur ulang
jadwal untuk Vico.
“ Arini baik kak Vico merawatku dengan baik kakak tenang
saja.” Jawab Arini sambil merapikan rambutnya yang berantakan. Sedangkan Putra
terlihat menyusuri kulit Arini yang terlihat terluka.
“ Ck kenapa kamu selalu membuat adikku terluka ? Kalau tidak
bisa menjaganya kembalikan padaku saja biar aku yang selalu menjaganya.” Ucap
Putra dengan tatapan tajam dan menunjuk pada Vico.
“ Kakak ini adalah kecelakaan, jangan salahkan Vico O iya
kakak sudah makan siang belum ?” Tanya Arini mengalihkan kemarahan Putra dengan
sikap manjanya menggelayuti lengan Putra. Sedangkan Vico yang tidak mau
berdebat dengan Putra terlihat menghembus nafas kasar.
“ Huh belum, selain itu kenapa juga kamu ajak adikku bekerja
bukannya dirawat di rumah.” Ucap Putra masih tetap menyalurkan kekesalannya.
saja kok, Kakak tidak perlu terlalu cemas seperti itu, Ayo kita makan di
restoran kita yang biasanya kak.” Ucap Arini pada Putra mencoba meredam
kemarahan kakaknya yang memang selalu berlebihan jika mengenai dirinya itu.
“ Kak maafkan Vico, Vico janji ini yang terakhir, orang yang
menjadi dalangnya sudah Vico tangkap dan dalam kendali Vico saat ini, aku hanya
ingin membuat Arini senang sehingga mengajaknya ke kantor.” Ucap Vico dengan
wajah datar karena dia memang tidak pernah meminta maaf sebelumnya hanya demi
Arini dia menjadi seorang yang sering meminta maaf pada orang lain.
“ Huh, sudahlah kalau semua sudah beres, tapi ingat
perkataanku semalam ?“ Ucap Putra dengan sorot tajam mengingatkan adik iparnya
itu.
“ Baiklah kak Putra.” Jawab Vico benar-benar merendahkan
dirinya agar tidak kehilangan wanita yang sangat dia cintai itu.
“ Semua kan sudah jelas, Ayo kak kita makan ke tempat
biasanya.” Ucap Arini tetap mengajak Putra ke restoran langganannya dengan
menarik lengannya.
“ Benar kamu sudah baikan ? bisa jalan ?” Putra kembali
memastikan keadaan Arini melihat bekas luka yang masih ada di pergelangan kaki,
__ADS_1
tangan dan beberapa lebam.
“ Tenang saja kak, Arini kan sebelumnya sudah kakak ajari
banyak bela diri sakit seperti ini bukan masalah kok, sama Vico juga kita
bertiga makan di sana Arini lama tidak ke sana ya Please ?” Arini mencoba
membujuk Putra dan kini berdiri sambil menarik lengan Kakaknya tersebut.
“ Huh ya sudah baiklah, o iya nanti kalau kamu sudah sembuh
kamu pulanglah ke rumah mamah sama papah sangat merindukanmu.” Ucap Putra dan
berdiri mengikuti Arini untuk pergi makan ke restoran langganan mereka.
Terlihat Arini memberi kode pada Vico jika rayuannya berhasil pada kakaknya
sehingga amarah Putra bisa teredam.
Vico terlihat berjalan di belakang Putra dan Arini yang
terlihat seperti pasangan yang bermanja-manjaan itu. Arini melakukan itu agar Putra
tidak marah pada Vico dan mengalihkan perhatiannya, selama ini putra memang
tidak pernah memperlakukan Arini dengan buruk walaupun dalam keadaan sangat
marah sekalipun. Paling ucapan keras dan tegas untuk kebaikan Arini yang
membuatnya mendapat predikat “Perfect Brother in the World” dari Arini ya
karena Putra tidak seperti kakak lain yang di ceritakan temannya yang selalu
jail dan menyakiti adiknya.
Para sekretaris membungkukkan tubuh mereka melihat
kepergian dua pria tampan dan Arini tersebut dengan hati cemburu dan iri pada
wanita yang diperlakukan dengan sangat baik.
“ Wah sebenarnya wanita itu siapa ya ? tadi pagi Tuan Vico
menggendongnya dengan romantis sekarang di bergelayut manja pada Tuan Putra.”
Ucap sekretaris yang terlihat lugu itu.
“ Benar dia juga tidak secantik kita tetapi bisa berada di
antara dua Pria tampan yang menjadi nominasi suami idaman di Negara kita ini.”
Ucap wanita berkemeja biru.
“ Benar-benar apakah dia pakai susuk ya, sehingga Tuan Vico
dan Tuan Putra bisa menyukainya bahkan memperebutkannya lihatlah ekspresi cemburu
dari tuan Vico tadi.” Ucap wanita lainnya.
“ Wah sepertinya kita perlu tanya pada wanita itu di mana
memasang susuk, mungkin saja Tuan Vico bisa tertarik pada kita ?” Tanya wanita
berkemeja biru.
“ Hus aneh-aneh kamu itu, mungkin bukan susuk tapi servisnya
yang memuaskan.” Ucap wanita bercepol dengan ekspresi sangat iri.
Suara panggilan telepon membuyarkan mereka bergosip ternyata
itu dari sekretaris Kim “ Pergilah ke HRD dan ambil pesangon sekarang !”
“ Tidak Tuan maafkan kami.” Ucap wanita itu dan kembali
__ADS_1
terdiam dan memberi kode pada teman-temannya.