My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Kena Marah


__ADS_3

Tidak ada pembicaraan antara kedua pria tampan itu selama


berada di lift hanya tatapan tajam mengintimidasi dari Putra pada Vico yang


mencoba tetap tenang menghadapi kakak istrinya yang super protektif itu.


Ting suara Lift yang sampai di lantai yang mereka tuju pintu


pun terbuka terlihat keduanya berjalan dengan gagah dan tampan menuju pintu


ruangan orang nomor satu di Angkasa Grup. Sekretaris yang menyambut para pria


tampan itu terlihat sangat terpesona dengan Putra hingga pandangannya seakan


tidak ingin teralihkan. Usai kedua pria tampan itu masuk para sekretaris


bergosip ria.


“ Eh itu bukannya presdirnya AR yang menjadi idola wanita


saat ini dia nomor dua di hatiku setelah presdir kita .” Ucap sekretaris cantik


dengan rambut cepol rapi.


“ Iya betul sekali, kalau presdir kita selalu terlihat


garang dan maskulin kalau presdir AR terlihat tampan dan menawan seperti


opa-opa Korea, ahhhhh aku hari ini benar-benar senang melihat para pria


tampan.” Jawab sekretaris yang mulai duduk di kursinya.


“ Iya jika keduanya sering ada di sini aku pasti sangat


senang bekerja di sini terus.” Jawab wanita yang tengah merapikan bajunya.


“ Benar-benar pria tampan memang selalu membuat semangat


saat bekerja, aku bekerja di sini juga karena mengetahui kalau presdir kita


tuan Vico adalah pria tampan dan berpengaruh, siapa tahu bisa seperti


novel-novel yang aku baca seorang presdir yang jatuh cinta dengan


sekretarisnya.” Hayal sekretaris yang berpakaian seksi dengan kemeja biru.


“ Apa kamu pikir kamu saja yang menginginkan tuan Vico aku


juga begitu tahu. Huh tapi tadi pagi tuan Vico menggendong seorang wanita,


hatiku benar-benar hancur rasanya.” Ucap sekretaris yang memakai cepol.


“ Benar dia siapa ya ? sampai-sampai kita dilarang masuk ke


ruangan presdir oleh Tuan Kim, tidak biasanya tuan Vico seperti itu, bukankah


selama ini presdir kita tidak menjalin asmara dengan siapa pun ?” Tanya


sekretaris yang lain.


Sekretaris Kim yang merasa terganggu di ruangannya karena


perbincangan para bawahannya lalu keluar dan menghampiri para wanita cantik itu.


“ Kalian ingin terus bergosip ? segera ke ruangan HRD dan


ambil pesangon sekarang!” Ucapan sekretaris Kim membuyarkan pembicaraan para


wanita itu dan terlihat kembali serius pada komputer mereka masing-masing.


Melihat semua kembali normal sekretaris Kim langsung kembali ke ruangannya.


Putra yang sudah masuk kantor langsung disambut pelukan


hangat dari Arini. “ Kakak bagaimana kabarnya ? Arini sangat merindukan kakak.”

__ADS_1


Ucapnya yang berubah manja seperti sediakala.


“ Haduh harusnya kakak yang tanya padamu Ar, kalau kakak


pasti baik.” Ucap Putra sambil mengacak rambut Arini dengan lembut.


Drama keluarga adik kakak yang menyebalkan. Batin Vico yang


langsung menuju mejanya dan menghubungi sekretaris Kim. “ Kim tunda semua


jadwalku hari ini kak Putra ke sini .”


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim dan mulai mengatur ulang


jadwal untuk Vico.


“ Arini baik kak Vico merawatku dengan baik kakak tenang


saja.” Jawab Arini sambil merapikan rambutnya yang berantakan. Sedangkan Putra


terlihat menyusuri kulit Arini yang terlihat terluka.


“ Ck kenapa kamu selalu membuat adikku terluka ? Kalau tidak


bisa menjaganya kembalikan padaku saja biar aku yang selalu menjaganya.” Ucap


Putra dengan tatapan tajam dan menunjuk pada Vico.


“ Kakak ini adalah kecelakaan, jangan salahkan Vico O iya


kakak sudah makan siang belum ?” Tanya Arini mengalihkan kemarahan Putra dengan


sikap manjanya menggelayuti lengan Putra. Sedangkan Vico yang tidak mau


berdebat dengan Putra terlihat menghembus nafas kasar.


“ Huh belum, selain itu kenapa juga kamu ajak adikku bekerja


bukannya dirawat di rumah.” Ucap Putra masih tetap menyalurkan kekesalannya.


saja kok, Kakak tidak perlu terlalu cemas seperti itu, Ayo kita makan di


restoran kita yang biasanya kak.” Ucap Arini pada Putra mencoba meredam


kemarahan kakaknya yang memang selalu berlebihan jika mengenai dirinya itu.


“ Kak maafkan Vico, Vico janji ini yang terakhir, orang yang


menjadi dalangnya sudah Vico tangkap dan dalam kendali Vico saat ini, aku hanya


ingin membuat Arini senang sehingga mengajaknya ke kantor.” Ucap Vico dengan


wajah datar karena dia memang tidak pernah meminta maaf sebelumnya hanya demi


Arini dia menjadi seorang yang sering meminta maaf pada orang lain.


“ Huh, sudahlah kalau semua sudah beres, tapi ingat


perkataanku semalam ?“ Ucap Putra dengan sorot tajam mengingatkan adik iparnya


itu.


“ Baiklah kak Putra.” Jawab Vico benar-benar merendahkan


dirinya agar tidak kehilangan wanita yang sangat dia cintai itu.


“ Semua kan sudah jelas, Ayo kak kita makan ke tempat


biasanya.” Ucap Arini tetap mengajak Putra ke restoran langganannya dengan


menarik lengannya.


“ Benar kamu sudah baikan ? bisa jalan ?” Putra kembali


memastikan keadaan Arini melihat bekas luka yang masih ada di pergelangan kaki,

__ADS_1


tangan dan beberapa lebam.


“ Tenang saja kak, Arini kan sebelumnya sudah kakak ajari


banyak bela diri sakit seperti ini bukan masalah kok, sama Vico juga kita


bertiga makan di sana Arini lama tidak ke sana ya Please ?” Arini mencoba


membujuk Putra dan kini berdiri sambil menarik lengan Kakaknya tersebut.


“ Huh ya sudah baiklah, o iya nanti kalau kamu sudah sembuh


kamu pulanglah ke rumah mamah sama papah sangat merindukanmu.” Ucap Putra dan


berdiri mengikuti Arini untuk pergi makan ke restoran langganan mereka.


Terlihat Arini memberi kode pada Vico jika rayuannya berhasil pada kakaknya


sehingga amarah Putra bisa teredam.


Vico terlihat berjalan di belakang Putra dan Arini yang


terlihat seperti pasangan yang bermanja-manjaan itu. Arini melakukan itu agar Putra


tidak marah pada Vico dan mengalihkan perhatiannya, selama ini putra memang


tidak pernah memperlakukan Arini dengan buruk walaupun dalam keadaan sangat


marah sekalipun. Paling ucapan keras dan tegas untuk kebaikan Arini yang


membuatnya mendapat predikat “Perfect Brother in the World” dari Arini ya


karena Putra tidak seperti kakak lain yang di ceritakan temannya yang selalu


jail dan menyakiti adiknya.


Para sekretaris membungkukkan tubuh mereka melihat


kepergian dua pria tampan dan Arini tersebut dengan hati cemburu dan iri pada


wanita yang diperlakukan dengan sangat baik.


“ Wah sebenarnya wanita itu siapa ya ? tadi pagi Tuan Vico


menggendongnya dengan romantis sekarang di bergelayut manja pada Tuan Putra.”


Ucap sekretaris yang terlihat lugu itu.


“ Benar dia juga tidak secantik kita tetapi bisa berada di


antara dua Pria tampan yang menjadi nominasi suami idaman di Negara kita ini.”


Ucap wanita berkemeja biru.


“ Benar-benar apakah dia pakai susuk ya, sehingga Tuan Vico


dan Tuan Putra bisa menyukainya bahkan memperebutkannya lihatlah ekspresi cemburu


dari tuan Vico tadi.” Ucap wanita lainnya.


“ Wah sepertinya kita perlu tanya pada wanita itu di mana


memasang susuk, mungkin saja Tuan Vico bisa tertarik pada kita ?” Tanya wanita


berkemeja biru.


“ Hus aneh-aneh kamu itu, mungkin bukan susuk tapi servisnya


yang memuaskan.” Ucap wanita bercepol dengan ekspresi sangat iri.


Suara panggilan telepon membuyarkan mereka bergosip ternyata


itu dari sekretaris Kim “ Pergilah ke HRD dan ambil pesangon sekarang !”


“ Tidak Tuan maafkan kami.” Ucap wanita itu dan kembali

__ADS_1


terdiam dan memberi kode pada teman-temannya.


__ADS_2