My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
21. Saling Sindir


__ADS_3

Velove dan Vico bergandengan mesra memasuki aula konser


musik Arga . Mereka mencari tempat duduk VIP sesuai nomor yang tertera di


tiket. Saat tempat duduk ditemukan Vico duduk tepat di samping Arini. Arini


melihat Vico bergandengan mesra dengan Velove terlihat biasa saja, dan menatap


panggung kembali.


Wanita ini apa tidak punya perasaan sama sekali, calon


suaminya yang beberapa hari akan menikah bergandengan mesra dengan wanita lain


dia bertingkah biasa saja. Batin Vico


“ Hai Arini .” Bisik Vico pelan di dekat telinga Arini agar


tidak terdengar Velove.


“Mmm.” Jawab Arini tidak peduli dan menatap panggung.


Pembicaraan yang belum dimulai sudah terhenti mendengar


jawaban Arini yang singkat itu.


Acara konser pun dimulai Arga memasuki panggung dan


memberikan kata sambutan.


“ Selamat malam semuanya, Terima kasih sudah hadir di konser


saya hari ini. Bla bla bla” Sambutan Arga di akhiri dengan tepuk tangan semua


penonton yang berada di aula tersebut.


“Sepertinya kamu mendukung kekasihmu ya “ Bisik Arga pada


Arini menyindir kehadiran Arini di konser Arga tersebut.


Arini terlihat diam saja tidak menanggapi ucapan itu.


“ Kemarin aku melihatmu dengan pria berbeda berpelukan


sekarang mendukung pria yang lainnya kah ?” Sindir Vico lagi tetap berbisik dan


memancing amarah Arini


Arini tetap diam dan tidak tertarik dengan pembicaraan Vico


tersebut.


Velove yang sebelumnya menikmati konser terganggu dengan


Vico yang lebih tertarik dengan Arini dibanding dirinya.


“ Vico sayang apa yang kamu lakukan ?” Tanya Velove dan


menepuk bahu Vico.


“Sepertinya kamu yang melakukan itu.” Bisik Arini sambil


membalas ucapan Vico pelan dan telak menusuk perasaan Vico.


“Iya sayang, “ Balas Vico Pada Velove ingin membuat Arini


cemburu.


“Lagu terakhir saya persembahan untuk orang yang sangat


spesial untuk saya, wanita cantik dan baik hati, saya tidak ingin menyebut


namanya, semoga dia menikmati lagu ini.” Ucap Arga dari atas panggung dan


mendapat tepuk tangan penonton.


Look into my eyes, you will see


What you mean to me


Search your heart


Search yout soul


And when you find me there


You’ll search No. more


Don’t tell me it’s not worth trying for


You can’t tell me it’s not worth dying for


You know it’s true


Everything I do, I do it for You


Look in to your heart, you will find


There’s nothing there to hide


Take me as I am, take my life


I would give it all, I would sacrifice

__ADS_1


Don’t tell me


It’s not worth fighting for


I can’t help it


There’s nothing I want more


Nyanyikan sendiri sampai selesai ya ( Lagunya Bryan Adams


–Everything I Do I Do It For You)


Semua orang menikmati lagu itu.


Arini terlihat meneteskan air mata terharu akan lagu yang


dibawakan Arga tersebut.


Vico yang melihat itu sangat marah merasa cemburu dengan


sikap Arini tersebut.


Bagaimana dia bisa menyukai itu, dia sangat menikmatinya


sampai-sampai dia meneteskan air matanya, aku tidak tahan dengan ini. Batin


Vico dan merebut ponsel Velove dan menghapus foto mereka berdua dan


meninggalkan konser itu.


Arini yang memang tidak tahu apa-apa hanya diam dan


tersentuh dengan lagu yang Arga persembahkan untuknya. Tapi Arini tidak


merasakan perasaan suka dengan Arga dia menganggapnya teman yang baik.


Velove yang melihat Vico pergi, segera mengejarnya.


“ Vico kamu tidak bisa meninggalkanku begitu saja.” Teriak


Velove di luar Aula


“ Persetan denganmu.” Ucap Vico dan pergi dengan sangat


marah akan apa yang dia lihatnya tadi.


“ Vico kamu kira aku bodoh aku sudah mengcopy Foto kita


sebelum kamu hapus.” Ucap Velove yang berhenti di depan pintu aula.


Vico yang mendengar itu langsung menarik tangan Velove dan


membawanya pergi ke rumah sakit untuk mengecek apakah benar dia telah melakukan


hal tersebut pada Velove.


kemarahan Vico itu


“ Diam.” Teriak Vico keras menusuk pendengaran Velove


“ Vico kita ke rumah sakit, kenapa ?” Tanya Velove saat


sudah tiba di tujuan yang ingin Vico datangi.


Vico diam dan menarik Velove dan mengajaknya masuk ke dalam


dan menemui Miko kepala Rumah sakit dan juga temannya tersebut.


“ Kenapa bro membawa wanita malam-malam kesini ?” Tanya Miko


yang heran karena Vico tidak pernah mengajak wanita ke rumah sakit kecuali


Poppy.


“ Cek apakah dia masih perawan atau tidak ?” Ucap Vico dan


mendorong Velove kasar dan ditangkap oleh Miko.


“Vico apa yang kamu lakukan, aku tidak mau.” Teriak Velove


dan sedikit menangis saat sudah menyesuaikan tubuhnya berdiri tegak kembali.


“ Kalau apa yang kamu bicarakan benar kamu harusnya


bersenang hati melakukannya bukan ?“ Ucap Vico meledek ketakutan yang terpancar


pada wajah Velove.


“ Vico aku tidak mau .” Jawab Velove sambil menangis cukup


keras menolak keinginan Vico tersebut.


“ Kenapa tidak berani ?” Tanya Vico yang memang sudah tidak


dapat menahan amarahnya lagi karena Arini dikonser tadi.


“ Baiklah Vico aku akan jujur semalam kita tidak melakukan


apa-apa .” Ucap Velove saat merasa dirinya sudah sangat terpojok akan


kebohongan yang dia buat itu.


“ Lalu ?” Tanya Vico sambil berteriak kencang pada Velove.

__ADS_1


“ Aku hanya masuk ke kamarmu saat melihatmu mabuk dibawa


sekretaris Kim saat itu aku berada di lobby hotel, dan aku membuka kemejamu dan


memotret kita berdua.” Ucap Velove sambil terisak di dalam ruangan Miko


menjelaskan kejadian sebenarnya.


“ Aku sudah merekam semua yang kamu katakan barusan, sampai


macam-macam denganku, aku akan menghancurkanmu dan keluargamu.” Ucap Vico


menatap tajam Velove yang masih terisak beruraian air mata.


Miko yang tidak pernah melihat Vico sekejam itu pada Wanita


merasa heran dengan kemarahan Vico yang membabi buta seperti itu.


“ hiks hiks hiks Iya Vico” Jawab Velove bergetar dengan


ancaman Vico yang memang tidak pernah main-main jika sudah berbicara.


“ Aku selama ini menganggapmu adik tidak lebih.” Setelah


mengatakan itu Vico lalu pergi menuju tempat hiburan malamnya lagi.


Konser Arga


“ Selamat ya Ga atas kesuksesan konsermu.” Ucap Arini saat


Arga menemui Arini  di kursi penonton


“Semua ini karena kamu yang menjadi keberuntunganku.” Ucap


Arga terlihat mengembangkan senyuman termanisnya.


“ Maaf ya Ga aku pulang duluan ?” Ucap Arini berpamitan


setelah mengucapkan selamat pada Arga.


“ Tunggu Arini, kamu tidak ingin makan malam dulu denganku


?” Tanya Arga yang ingin mengajak Arini makan malam juga.


“ Lain kali ya Ga, sudah larut aku takut mamah dan papah


kawatir denganku.” Ucap Arini dengan wajah sendu merasa tidak enak dengan


penolakannya pada Arga itu.


“ Baiklah, aku antar pulang ya ?” Arga menawarkan diri.


“ Tidak perlu Ga, aku tadi diantar sopir sudahan.” Jawab


Arini menolak tawaran Arga


“ Oke hati-hati di jalan ya.” Ucap Arga melepas kepulangan


Arini


“ Iya daaah.”  Balas


Arini lalu pergi meninggalkan Arga


Tempat Hiburan Malam


“Vic, Kenapa kamu datang lagi, tumben beberapa hari ini kamu


sering kesini, ada masalah apa bro ?” Tanya Mike yang memang sering berada di


tempat itu melihat kedatangan Vico yang tidak seperti biasanya


“Tidak ada .” Balas Vico singkat.


“ Apa karena Arini adik Putra ?” Tanya Mike lagi yang


mungkin saja karena alasan itu Vico datang.


“Mmm” Jawab Vico hanya dengan gumaman


“ Kamu itu tampan, tajir semua wanita menyukaimu, kenapa


kamu tidak mengejarnya malah selalu datang kesini.” Ucap Mike heran dengan


temannya agar lebih bersemangat.


“ Tidak tahu, aku ingin mengejarnya tapi ntahlah dengan


Arini aku merasa tidak bisa melakukan itu semua.” Ucap Vico mulai bercerita


keluh kesahnya dengan sahabat sekaligus partner kerjanya tersebut.


“ Kamu ini seperti pertama kali jatuh cinta anak SMA saja.”


Ledek Mike dengan menepuk bahu Vico


“ Kamu tidak tahu rasanya Mike, bahkan saat sama Poppy aku


tidak seperti ini.” Ucap Vico menatap Mike.


“Karena Poppy juga menyukaimu Vic.” Balas Mike dan tertawa.


“ Mungkin, Arini berbeda Mike dia sangat sulit di dekati,

__ADS_1


bahkan walaupun dia tahu aku CEO Angkasa Grup dan dia bekerja padaku, dia malah


takut denganku.” Vico menceritakan isi hatinya dengan Mike.


__ADS_2