
Velove dan Vico bergandengan mesra memasuki aula konser
musik Arga . Mereka mencari tempat duduk VIP sesuai nomor yang tertera di
tiket. Saat tempat duduk ditemukan Vico duduk tepat di samping Arini. Arini
melihat Vico bergandengan mesra dengan Velove terlihat biasa saja, dan menatap
panggung kembali.
Wanita ini apa tidak punya perasaan sama sekali, calon
suaminya yang beberapa hari akan menikah bergandengan mesra dengan wanita lain
dia bertingkah biasa saja. Batin Vico
“ Hai Arini .” Bisik Vico pelan di dekat telinga Arini agar
tidak terdengar Velove.
“Mmm.” Jawab Arini tidak peduli dan menatap panggung.
Pembicaraan yang belum dimulai sudah terhenti mendengar
jawaban Arini yang singkat itu.
Acara konser pun dimulai Arga memasuki panggung dan
memberikan kata sambutan.
“ Selamat malam semuanya, Terima kasih sudah hadir di konser
saya hari ini. Bla bla bla” Sambutan Arga di akhiri dengan tepuk tangan semua
penonton yang berada di aula tersebut.
“Sepertinya kamu mendukung kekasihmu ya “ Bisik Arga pada
Arini menyindir kehadiran Arini di konser Arga tersebut.
Arini terlihat diam saja tidak menanggapi ucapan itu.
“ Kemarin aku melihatmu dengan pria berbeda berpelukan
sekarang mendukung pria yang lainnya kah ?” Sindir Vico lagi tetap berbisik dan
memancing amarah Arini
Arini tetap diam dan tidak tertarik dengan pembicaraan Vico
tersebut.
Velove yang sebelumnya menikmati konser terganggu dengan
Vico yang lebih tertarik dengan Arini dibanding dirinya.
“ Vico sayang apa yang kamu lakukan ?” Tanya Velove dan
menepuk bahu Vico.
“Sepertinya kamu yang melakukan itu.” Bisik Arini sambil
membalas ucapan Vico pelan dan telak menusuk perasaan Vico.
“Iya sayang, “ Balas Vico Pada Velove ingin membuat Arini
cemburu.
“Lagu terakhir saya persembahan untuk orang yang sangat
spesial untuk saya, wanita cantik dan baik hati, saya tidak ingin menyebut
namanya, semoga dia menikmati lagu ini.” Ucap Arga dari atas panggung dan
mendapat tepuk tangan penonton.
Look into my eyes, you will see
What you mean to me
Search your heart
Search yout soul
And when you find me there
You’ll search No. more
Don’t tell me it’s not worth trying for
You can’t tell me it’s not worth dying for
You know it’s true
Everything I do, I do it for You
Look in to your heart, you will find
There’s nothing there to hide
Take me as I am, take my life
I would give it all, I would sacrifice
__ADS_1
Don’t tell me
It’s not worth fighting for
I can’t help it
There’s nothing I want more
Nyanyikan sendiri sampai selesai ya ( Lagunya Bryan Adams
–Everything I Do I Do It For You)
Semua orang menikmati lagu itu.
Arini terlihat meneteskan air mata terharu akan lagu yang
dibawakan Arga tersebut.
Vico yang melihat itu sangat marah merasa cemburu dengan
sikap Arini tersebut.
Bagaimana dia bisa menyukai itu, dia sangat menikmatinya
sampai-sampai dia meneteskan air matanya, aku tidak tahan dengan ini. Batin
Vico dan merebut ponsel Velove dan menghapus foto mereka berdua dan
meninggalkan konser itu.
Arini yang memang tidak tahu apa-apa hanya diam dan
tersentuh dengan lagu yang Arga persembahkan untuknya. Tapi Arini tidak
merasakan perasaan suka dengan Arga dia menganggapnya teman yang baik.
Velove yang melihat Vico pergi, segera mengejarnya.
“ Vico kamu tidak bisa meninggalkanku begitu saja.” Teriak
Velove di luar Aula
“ Persetan denganmu.” Ucap Vico dan pergi dengan sangat
marah akan apa yang dia lihatnya tadi.
“ Vico kamu kira aku bodoh aku sudah mengcopy Foto kita
sebelum kamu hapus.” Ucap Velove yang berhenti di depan pintu aula.
Vico yang mendengar itu langsung menarik tangan Velove dan
membawanya pergi ke rumah sakit untuk mengecek apakah benar dia telah melakukan
hal tersebut pada Velove.
kemarahan Vico itu
“ Diam.” Teriak Vico keras menusuk pendengaran Velove
“ Vico kita ke rumah sakit, kenapa ?” Tanya Velove saat
sudah tiba di tujuan yang ingin Vico datangi.
Vico diam dan menarik Velove dan mengajaknya masuk ke dalam
dan menemui Miko kepala Rumah sakit dan juga temannya tersebut.
“ Kenapa bro membawa wanita malam-malam kesini ?” Tanya Miko
yang heran karena Vico tidak pernah mengajak wanita ke rumah sakit kecuali
Poppy.
“ Cek apakah dia masih perawan atau tidak ?” Ucap Vico dan
mendorong Velove kasar dan ditangkap oleh Miko.
“Vico apa yang kamu lakukan, aku tidak mau.” Teriak Velove
dan sedikit menangis saat sudah menyesuaikan tubuhnya berdiri tegak kembali.
“ Kalau apa yang kamu bicarakan benar kamu harusnya
bersenang hati melakukannya bukan ?“ Ucap Vico meledek ketakutan yang terpancar
pada wajah Velove.
“ Vico aku tidak mau .” Jawab Velove sambil menangis cukup
keras menolak keinginan Vico tersebut.
“ Kenapa tidak berani ?” Tanya Vico yang memang sudah tidak
dapat menahan amarahnya lagi karena Arini dikonser tadi.
“ Baiklah Vico aku akan jujur semalam kita tidak melakukan
apa-apa .” Ucap Velove saat merasa dirinya sudah sangat terpojok akan
kebohongan yang dia buat itu.
“ Lalu ?” Tanya Vico sambil berteriak kencang pada Velove.
__ADS_1
“ Aku hanya masuk ke kamarmu saat melihatmu mabuk dibawa
sekretaris Kim saat itu aku berada di lobby hotel, dan aku membuka kemejamu dan
memotret kita berdua.” Ucap Velove sambil terisak di dalam ruangan Miko
menjelaskan kejadian sebenarnya.
“ Aku sudah merekam semua yang kamu katakan barusan, sampai
macam-macam denganku, aku akan menghancurkanmu dan keluargamu.” Ucap Vico
menatap tajam Velove yang masih terisak beruraian air mata.
Miko yang tidak pernah melihat Vico sekejam itu pada Wanita
merasa heran dengan kemarahan Vico yang membabi buta seperti itu.
“ hiks hiks hiks Iya Vico” Jawab Velove bergetar dengan
ancaman Vico yang memang tidak pernah main-main jika sudah berbicara.
“ Aku selama ini menganggapmu adik tidak lebih.” Setelah
mengatakan itu Vico lalu pergi menuju tempat hiburan malamnya lagi.
Konser Arga
“ Selamat ya Ga atas kesuksesan konsermu.” Ucap Arini saat
Arga menemui Arini di kursi penonton
“Semua ini karena kamu yang menjadi keberuntunganku.” Ucap
Arga terlihat mengembangkan senyuman termanisnya.
“ Maaf ya Ga aku pulang duluan ?” Ucap Arini berpamitan
setelah mengucapkan selamat pada Arga.
“ Tunggu Arini, kamu tidak ingin makan malam dulu denganku
?” Tanya Arga yang ingin mengajak Arini makan malam juga.
“ Lain kali ya Ga, sudah larut aku takut mamah dan papah
kawatir denganku.” Ucap Arini dengan wajah sendu merasa tidak enak dengan
penolakannya pada Arga itu.
“ Baiklah, aku antar pulang ya ?” Arga menawarkan diri.
“ Tidak perlu Ga, aku tadi diantar sopir sudahan.” Jawab
Arini menolak tawaran Arga
“ Oke hati-hati di jalan ya.” Ucap Arga melepas kepulangan
Arini
“ Iya daaah.” Balas
Arini lalu pergi meninggalkan Arga
Tempat Hiburan Malam
“Vic, Kenapa kamu datang lagi, tumben beberapa hari ini kamu
sering kesini, ada masalah apa bro ?” Tanya Mike yang memang sering berada di
tempat itu melihat kedatangan Vico yang tidak seperti biasanya
“Tidak ada .” Balas Vico singkat.
“ Apa karena Arini adik Putra ?” Tanya Mike lagi yang
mungkin saja karena alasan itu Vico datang.
“Mmm” Jawab Vico hanya dengan gumaman
“ Kamu itu tampan, tajir semua wanita menyukaimu, kenapa
kamu tidak mengejarnya malah selalu datang kesini.” Ucap Mike heran dengan
temannya agar lebih bersemangat.
“ Tidak tahu, aku ingin mengejarnya tapi ntahlah dengan
Arini aku merasa tidak bisa melakukan itu semua.” Ucap Vico mulai bercerita
keluh kesahnya dengan sahabat sekaligus partner kerjanya tersebut.
“ Kamu ini seperti pertama kali jatuh cinta anak SMA saja.”
Ledek Mike dengan menepuk bahu Vico
“ Kamu tidak tahu rasanya Mike, bahkan saat sama Poppy aku
tidak seperti ini.” Ucap Vico menatap Mike.
“Karena Poppy juga menyukaimu Vic.” Balas Mike dan tertawa.
“ Mungkin, Arini berbeda Mike dia sangat sulit di dekati,
__ADS_1
bahkan walaupun dia tahu aku CEO Angkasa Grup dan dia bekerja padaku, dia malah
takut denganku.” Vico menceritakan isi hatinya dengan Mike.